
Sonia yang menyetir mobil, ke tempat tujuan yang diinginkannya.
Karena sudah langganan dan merasa cocok, Sonia ingin perawatan ditempat biasa yang dia lakukan dengan ibunya.
Tidak beberapa lama mobil segera di parkir di depan sebuah gedung yang mewah, 'Ini pasti perawatan nya sangat mahal', bathin Beni dalam hati.
Agak bingung Beni yang mana pintu masuk, Beni menunggu Sonia yang membawa jalan, Beni hanya ngikut dari belakang. Sonia menuju meja resepsionis, memilih paket yang diinginkannya begitu juga paket untuk Beni, Sonia sendiri yang memilihkannya.
Beni hanya menurut saja. Khusus untuk pria, Beni diarahkan ke ruang sebelah. Beni mulai dengan potong rambut dan sekalian creambath dan facial wajah, setelah Beni selesai dipotong rambutnya dan wajahnya juga sudah selesai di make over.
Perubahan Beni terlihat sangat drastis. Beni seperti tidak dikenali, Beni terlihat bertambah ganteng, terlihat lebih putih wajahnya, dan terlihat seperti laki laki lebih dewasa hampir mirip dengan laki laki sosialita.
Dilain tempat
Sonia hanya creambath, wajahnya di cuci dan diberi perawatan, kuku kaki dan tangan di bersihkan dan diberi pewarna, 'akhirnya selesai juga', bathin Sonia.
Sonia memandangi wajahnya dengan penuh kepuasan, 'Cantik sekali aku, masak Beni tidak tertarik kepada ku', pikir Sonia dalam hati.
Setelah Beni selesai Beni menunggu Sonia selesai di ruang tunggu, sambil membaca koran dan disajikan makanan dan minuman ringan Beni cukup betah dan tidak terlalu bosan.
"Bagaimana penampilan baru aku Ben?", ucap Sonia tiba tiba muncul dan mengagetkan Beni yang sedang asik membaca koran.
Beni mencari cari asal suara itu, karena Sonia sangat berbeda dari penampilan sebelumnya.
Kembali Sonia menegur Beni, "Aku ini Sonia", ucap Sonia berteriak melihat Beni mencari cari dirinya.
Beni takjub dan terpesona dengan kecantikan Sonia, sontak Beni tersadar 'Aduh ampun, aku kan sudah punya Sari', pikir Beni dalam hati sambil menepuk jidatnya, 'aku tidak boleh tergoda', ucapnya dalam hati dan segera membuang pikiran nya yang tidak tidak.
Sesungguhnya Beni bisa berjodoh dengan Sonia, tetapi Beni sudah punya Sari dan harus tetap setia dan ingat akan janji suci yang telah Beni dan Sari ucapkan.
' Tidak mungkin mengecewakan Sari, Sari telah menunggu terlalu lama, kami sudah berjanji untuk saling setia dan saling percaya'. Gumam Beni dalam hati.
__ADS_1
Sonia pun begitu, takjub dan terpesona melihat penampilan Beni yang berubah 180°, lebih dewasa, kulit terlihat putih. 'Aku harus mendapatkan Beni, Beni mempunyai tampang yang keren, pintar, dan keluarga pun sudah saling kenal', pikir Sonia dalam hati.
Seketika Sonia langsung menggandeng tangan Beni, mulai dari ruang tunggu hingga keluar menuju parkiran. Beni tidak berontak lagi, Beni mau saja tangan nya di tanggul Sonia.
Sambil tersenyum bahagia Sonia berjalan dan masuk ke dalam mobil dibukakan Beni "Silahkan masuk tuan putri", canda Beni.
Sonia merasa kalau Beni telah tahkluk kepadanya, "terima kasih ya", balas Sonia.
"Kemana kita selanjutnya", tanya Beni ketika mobil mulai melaju.
"Kita mau makan di restoran, perut ku terasa sakit, cacing dalam perutku dari tadi demo dan berantam berebut makanan minta diisi, karena sedari tadi perutku belum juga diisi", ucap Sonia.
"Baiklah, aku juga sudah lapar", jawab Beni.
"Kamu masih mau kan, kuajari menyetir mobil, kan tidak lucu, kalau orang melihat yang bawa mobil masak ceweknya", canda Sonia sambil tertawa meledek.
"Baiklah, aku mau diajari mengemudikan mobil", ucap Beni menyetujui usul Sonia.
"Maksud kamu apa?", ucap Beni kesal.
"Maksud nya, kamu tidak susah kan diajari, kamu gampang kan nangkap pelajaran ketika sekolah dulu", ucap Sonia meledek dan meragukan kemampuan Beni.
"Tentu saja aku mudah nangkap, kamu tuh kali yang susah nangkap", ucap Beni kesal dibilang lemot. Beni tidak terima kalau di bilang IQ rendah.
"eits marah nie, canda kali, ok deh aku percaya kalau kamu orang nya pintar dan pastinya punya IQ tinggi", ucap Sari mendukung Beni, agar tidak ngambek lagi.
"Aku mau kita taruhan, kalau aku langsung paham dan cepat bisa mengemudikan mobilnya, kamu harus traktir aku ya", tantang Beni belum terima dibilang lemot dan IQ rendah.
Sebenarnya Sonia yakin kalau Beni orangnya pintar dan pasti bisa cepat tahu mengemudi mobil, tetapi agar Beni, tidak marah dan tidak mau diremehkan. 'Tidak apa juga mentraktir Beni, asal Beni senang saja lah' pikir Sonia dalam hati.
Karena sedari tadi Sonia dan Beni hanya berdebat saja, tidak terasa merekapun sampai direstoran yang cukup mewah.
__ADS_1
Parkiran berada di balkon, tidak ingin berjalan jauh dari balkon menuju lantai 2, tempat yang paling romantis suasananya, Sonia langsung menyerahkan kunci mobilnya ke satpam, bermaksud agar satpam yang memarkirkannya.
"Wah, romantis sekali tempat ini", ucap Beni kagum.
"Iya dong, aku sudah sering ke tempat ini, kamu suka?", tanya Sonia.
"Kamu sering kesini, bersama siapa?", tanya Beni penasaran.
"Papa dan mama dong, papa dan mama sering ketempat ini, ini adalah recommended dari papa dan mama", ucap Sonia.
"Oh. saya pikir kamu sering diajak cowok cowok kamu", ledek Beni.
"Aku belum pernah punya pacar Ben", aku Sonia jujur kepada Beni.
"Apa, kamu belum pernah punya pacar. Aku tidak percaya kalau kamu belum pernah pacaran", ucap Beni.
Sampailah mereka ditempat yang paling romantis. Tempat itu berada di pinggir gedung mengarah ke jalan dan sisi sebelahnya ada air mancur buatan yang bercahaya warna warni, sangat kelihatan cahaya warna warni karena suasana disana agak remang, di penuhi lampu lampu pijar.
Lantas segera memesan makanan, karena begitu pelanggan duduk dimeja, pelayan restoran langsung datang membawa buku menu.
Tidak lama lama, Karena mereka pun sangat lapar, buku menu segera dikembalikan dan mereka telah menetapkan menu yang di inginkan.
Tidak sampai larut malam mereka pun kembali ke rumah.
****
Beni dan Sonia menyepakati bahwa hari ini tidak jadi liburan ke Bali, Hari ini adalah jadwal Beni untuk belajar mengemudi.
Beni tidak harus dibangunin dan digedor gedor untuk bangun, melainkan Beni bangun sendiri, karena kemarin Beni dan Sonia tidak kemalaman pulangnya. dan Beni sangat antusias menerima tantangan Sonia dan Beni juga tidak mau diremehkan, Beni ingin menunjukkan, bahwa Beni pintar dan pasti cepat paham dan bisa mengemudi sendiri.
Sonia tahu kelemahan Beni. 'Berarti supaya Beni menuruti nya Beni harus dipancing terlebih dahulu', pikir Sonia dalam hati, suatu waktu Sonia akan mempergunakan kelemahan itu, agar mau menuruti nya, bathin Sonia dalam hati.
__ADS_1