
Karena hanya Sari seorang yang tinggal di rumah, Sari membeli sembako secukupnya saja, dan Sari pun makan seadanya juga.
"Sari harus berhemat, Sari harus bisa menabung untuk kebutuhan suatu waktu Yang sangat mendesak, untung sekarang belum punya anak, kalau nanti sudah punya anak, pasti ada-ada saja kebutuhan yang diperlukan" pikir Sari dalam hati.
Sari sendirian di rumah, "kalau Juan tidak di rumah, aku merasa kesepian, baiknya aku ada teman yang menemani ku, apabila Juan sedang di luar kota" pikir Sari dalam benaknya.
Terlintas ide di dalam benaknya untuk mengajak salah satu dari adik nya, Sari pun berencana mengajak Vina, adik ketiganya, karena tidak mungkin mengajak Siti dan Sita, secara Siti dan Sita yang paling besar, Siti dan sita adalah pengganti Sari untuk menenun ulos, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Nanti setelah Juan datang dari luar kota, Sari akan mengutarakan maksudnya untuk memboyok Vina tinggal bersama Sari, agar Sari tidak kesepian ketika ditinggal pergi oleh Juan selama 2 minggu, pikir Sari di dalam benaknya.
Dua Minggu berlalu setelah keberangkatan Juan ke luar kota. Juan pun akhirnya pulang ke rumah.
Tok...tok .tok.. pintu diketuk.
Sari merasa bingung siapa yang telah mengetuk pintu rumah nya, karena Sari merasa belum ada berteman dengan siapapun di sekitarnya.
Sari mencoba melirik orang yang telah mengetuk pintu rumah nya dari balik gorden jendela rumah nya.
Sari terkejut ternyata Juan telah datang dari luar kota, Sari pun senyum-senyum sendiri, akibat rasa ketakutan nya, yang masih terasa asing dengan orang-orang baru yang ada disekitarnya. Maklum Sari baru pindah dari desa ke kota.
Mengetahui ternyata Juan adalah tamu Sari, Sari pun langsung membukakan pintu.
"Sudah pulang bang " ucap Sari sambil mengambil tas, yang sedang ditenteng Juan yang berisi kain kotor selama 2 minggu.
"Iya, bagaimana kabar kamu, apa kamu sudah terbiasa di tinggal? tanya Juan sambil mencium bibir Sari karena sudah 2 minggu tidak ketemu dengan Sari.
Sari tidak menyangka kalau Juan akan mencium bibir nya, Sari pun malu dan pura-pura menghindar dari Juan dan segera ke kamar mandi bermaksud untuk meletakkan kain kotor Juan di embar kain kotor.
__ADS_1
Juan merasa ingin sekali memeluk Sari, karena malam pertama mereka belum mereka lakukan.
Karena setelah pernikahan mereka Sari ngambek langsung masuk ke kamar dan langsung tidur, hari kedua Juan dan Sari pindah ke Sibolga
dan beres-beres rumah, hari ketiga Juan langsung berangkat karena cuti kerja hanya 3 hari saja.
Sari pun karena masih merasa asing dengan Juan, Sari selalu menghindar dan tidak mau dekat-dekat Juan.
Jantung Sari berdegub kencang, tidak mungkin berlama-lama di kamar mandi, Sari bingung entah apa yang bisa dikerjakan.
Terlintas diotaknya "Oh iya, aku akan menyuguhkan air putih", pikirnya dalam benaknya.
Sari lantas mengambil segelas air putih untuk diberikan kepada Juan. Juan berada di kamar hendak melepaskan lelahnya.
Sari menghampiri Juan "Bang ini minumnya" tawar Sari dengan canggung dan grogi.
Juan pun langsung memeluk erat Sari, tidak ingin kesempatan malam pertama nya tertunda lagi Juan memberanikan diri, sebenarnya Juan sangat dingin dan tidak romantis, tetapi kali ini hasratnya untuk segera menyetubuhi Sari tidak ingin di tunda-tunda lagi.
Juan lantas menciumi Sari, Sari pun tidak mau menolak Juan, walaupun dipikirannya masih terbayang sosok Beni, kenyataan nya Juan adalah suami Sari saat ini, toh hubungan Sari dan Juan sudah sah, Sari pun tidak mungkin berpaling dan kembali kepada Beni.
Sari pasrah diciumi Juan, Sari pun balik menciumi Juan, masing-masing Sari maupun Juan tidak ingin hubungan suami-istri ini ditunda-tunda lagi, masing-masing mereka ingin hasrat nya terpuaskan dan tidak ingin kecewa.
Sari menjerit ketika Juan menyetubuhinya dan segera kenikmatan mereka rasakan, dan karena kelelahan Juan pun tertidur lelap.
Sari langsung pergi ke kamar mandi, bermaksud untuk mandi dan membersihkan diri. Seluruh milik Sari telah menjadi miilik Juan. Sari tersenyum puas ketika dinginnya air membasahi tubuhnya, membayangkan kenikmatan yang baru saja dirasakannya bersama suaminya Juan.
Selesai mandi Sari langsung masuk ke kamar, dan melihat Juan masih tertidur.
__ADS_1
Sebelumnya Sari dan Juan masih canggung-canggung dalam berbicara, mereka bicara seadanya saja, kemudian terdiam dan membisu.
Maklum karena Sari dan Juan belum pernah ketemu sebelumnya dan Sari dan Juan adalah korban dari perjodohan orang tua Juan.
Melihat Juan masih terlelap, sementara sekarang adalah waktunya makan siang, karena kewajiban Sari untuk menjaga kesehatan suaminya, Sari Sari ingin membangunkan Juan untuk segera makan siang, agar tidak terkena penyakit maag, dan asam lambung.
"Bang, bangun. bang.....bangun, ayo makan yuk" ajak Sari membangunkan Juan sambil menggoyang-goyangkan tubuh Juan agar terbangun dari tidurnya.
Akhirnya Juan pun terbangun, dan masih belum sadar, bertanya kepada Sari dengan setengah sadar " Ada apa Sar?" tanya Juan bingung.
"Ayo makan siang bang, ini sudah hampir lewat waktunya untuk makan siang" ucap Sari.
Setelah merasa sadar, dan memang perutnya sudah terasa perih. Juan ingat kalau dia tidak ada sarapan tadi pagi, maksudnya sesampai di rumah Juan ingin sarapan, tetapi karena melakukan hubungan suami-istri, keinginan sarapan jadi terlupa karena keburu terlelap tidur.
Juan pun menuruti Sari untuk segera makan siang dan mengikuti Sari kearah dapur, dan segera duduk di meja makan kecil yang menyatu ke dinding dapur, meja makan kecil itu sudah bawaan dari rumah.
Lumayanlah kondisi rumah sewa yang Juan dan Sari sewa saat ini, bagi pasangan suami-istri yang baru saja nikah sangat cocok, karena tidak perlu lagi membeli tempat tidur dan lemari, karena sudah tersedia di rumah sewa yang Sari dan Juan tempati.
Juan sangat lahap sekali makannya, dan sangat menikmati masakan Sari. Sari tidak ikut makan bersama Juan. Juan pun bingung mengapa Sari tidak mau makan " Mengapa kamu tidak makan Sari, ayo makan bersama ku" tanya Juan.
"Aku sudah makan tadi bang, aku selera sekali ketika selesai masak tadi, karena tidak tahan lagi akupun langsung makan" ucap Sari, padahal Sari tadi makan hanya sepotong kecil ikan, agar bisa hemat. Dan uang belanja bisa di irit.
Tidak ingin Juan curiga dan menanyai Sari banyak hal, Sari pun langsung mengalihkan pembicaraan "Oh ya bang, boleh tidak Vina adikku kuajak kemari, maksudnya supaya aku ada yang menemani ketika abang 2 minggu diluar kota, kalau Robert datang nanti kan, aku jadi tidak enak sama tetangga kalau hanya aku dan Robert di rumah ini" ucap Sari.
"Iya juga ya" pikir Juan dalam hati, dan segera menuruti keinginan Sari.
"Baiklah Sari, Vina boleh kamu ajak kesini, supaya kamu tidak kesepian" ucap Juan menyetujui.
__ADS_1
Saripun tersenyum " Terima kasih bang"