
Hari ini hari Sabtu
"Yes", Bathin Beni bersemangat.
Tidak sabar rasanya ingin cepat cepat pulang. Sebenarnya Beni ingin sekali cepat cepat menembak Sari, atau menyatakan cinta kepada Sari secara langsung, tetapi Beni takut kalau setelah Beni menyatakan cinta nya kepada Sari, Sari malah menjauh dan tidak ingin lagi berdekatan dengan Beni.
Beni ingin pelan pelan dulu, mendekati Sari, mengetahui dan mendalami isi hati Sari.
Beni bersemangat sekali pagi ini, beni hendak pergi ke sekolah, di kamar mandi dia bersiul siul, bernyanyi 🎶 Sepanjang jalan kenangan kita selalu bergandeng tangan, sepanjang jalan kenangan ku peluk dirimu mesra🎶.....
Karena Beni mandinya terlalu lama, teman kosan yang lain pada tidak terima. Tok .tok..tokk..
"Beni cepat dong di kamar mandinya, aku sudah hampir terlambat ini, kamu sih enak, sekolahnya lebih dekat, sedangkan aku, aku masih harus naik angkot", ucap teman kosan Beni protes karena Beni kelamaan di kamar mandi.
Mereka pun ingin pergi ke sekolah, gara gara beni kelamaan di kamar mandi Hendra hanya bisa cuci muka saja, tidak sempat lagi mandi, nanti pergi sekolah bisa terlambat gumam Hendra dalam hati.
Beni cuek saja, walaupun teman teman kosan pada marah dan protes kepada nya pagi ini.
Beni tidak banyak bicara selama perjalanan menuju sekolah, tetapi Beni hanya senyum senyum sendiri, hingga teman teman lain yang memperhatikan beni pun, hanya bisa tertawa tawa kecil "Ternyata benar kata orang, kalau orang sudah jatuh cinta, maka ia akan seperti orang gila", ledek teman sekolah beni.
"Biarin, aku tidak peduli apa kata orang, yang penting aku lagi happy", balas Beni tidak mau kalah.
Dikelas Beni siswa perempuan nya sangat minim hanya ada 1 orang saja yang bernama Queen. Maklum Beni mengambil sekolah kejuruan di bidang listrik. Queen orang nya tomboi, memang kalau diberi nilai 1-10\= Queen mendapat nilai 7, artinya tidak jelek dan juga tidak terlalu cantik.
Queen merasa bingung dengan tingkah laku Beni, bukan hari ini saja, sejak Senin yang lalu Queen memperhatikan beni selalu senyum senyum sendiri tanya queen terhadap Hendra, karena memang Hendra adalah teman terdekat Beni "Ben, kamu tahu tidak, mengapa Beni senyum senyum sendiri", tanya queen ingin tahu, dan memang queen ada menaruh hati kepada Beni, tetapi Beni selalu cuek terhadap queen.
__ADS_1
"Beni ada suka kepada cewek desa di kampung nya", ucap Hendra kepada queen.
Mendengar itu, muka queen langsung cemberut, "Mengapa muka mu, langsung cemberut seperti itu, kamu suka ya sama Beni", goda Hendra melihat perubahan muka queen.
Queen tidak bisa menghindar lagi, dan queen pun tidak mau kalau ia memendam perasaan nya sendiri, queen ingin agar Hendra memberi tahukan kepada beni kalau queen suka kepada Beni.
"Hen, iya benar aku suka sama Beni, tolong sampaikan perasaan ku kepada Beni, kalau aku suka dan cinta kepada Beni", mohon queen kepada Hendra.
"Nanti kamu kecewa Queen, sebaiknya segera singkirkan perasaan itu, karena Beni cuma cinta Sari ", ucap Hendra.
"Bagaimana sih kamu, memangnya perasaan cinta itu bisa hilang begitu saja, bisa disetel maksud kamu???", ucap queen sambil cemberut kepada Hendra.
"Iya, supaya kamu tidak kecewa nanti, apa kamu tidak melihat tingkah laku aneh Beni selama satu Minggu ini, ya itu karena Beni sedang jatuh cinta, dan saat ini Beni sudah tidak sabar untuk segera cepat cepat balik ke kampung, aku yang teman satu kamar nya selalu di cuekin ", ucap Hendra menjelaskan.
Tetapi Queen tidak peduli, queen tetap mendekati Beni. Queen berusaha duduk di samping bangku Beni.
Kebetulan saat ini adalah waktu istirahat pertama. Dan Beni memang lagi malas ke kantin, Beni lagi asik menulis, Beni ingin merangkai kata kata, kata atau kalimat apa saja yang pantas dan layak beni ucap kan dihadapan Sari nanti malam. Tiba tiba suara queen menyapa dan menghilangkan lamunannya.
"Hai Ben, lagi ngapain", sapa Queen sambil menarik bangku dan segera duduk disamping Beni.
"Oh kamu Queen, tidak ngapa ngapain", balas Beni sambil berusaha buru buru menyimpan dan menyembunyikan peralatan tulisnya kedalam laci meja nya.
"Kamu lagi mengerjakan tugas tugas ya", tanya queen pura pura tidak tahu, padahal itu tadi adalah kertas warna yang biasa dipakai untuk berkirim surat cinta kepada pacar.
"oh iya, tugas matematika", jawab beni cepat sambil gelagapan.
__ADS_1
"Boleh aku duduk disini sebentar", tanya queen membuka percakapan mereka yang sudah sempat terputus.
"Silahkan saja duduk tidak apa apa kok", ucap Beni.
Queen juga bingung mau bilang apa lagi kepada Beni, yang terlintas dipikirannya cuma tugas matematika yang baru diberikan oleh guru Ika.
"Oh iya, aku tadi kurang paham mengenai pelajaran matematika tadi, boleh kamu mengajari aku?", tanya queen pura pura.
"Pelajaran matematika yang tadi pagi ya, aku juga kurang mengerti sebenarnya, karena pikiran ku lagi melayang layang sehingga tidak fokus", ucap Beni cepat, beni ingin agar queen segera meninggalkan nya, karena beni ingin fokus merangkai kata untuk Sari.
"Iya, oh kamu tidak fokus ya", ucap queen kesal, Beni saat ini sedang tidak ingin di ganggu. Karena beni langsung cuek dan tidak menanggapi queen lagi.
Queen pun tahu diri atas sikap beni, dan segera meninggalkan Beni.
tit...tit....Bel tanda bahwa jam istirahat telah berakhir, dan dilanjutkan untuk pelajaran selanjutnya.
Pelajaran kelistrikan adalah pelajaran selanjutnya, Beni paling menguasai pelajaran ini. Walaupun beni tidak mengikuti pelajaran hari ini, nanti sedikit saja bertanya dan mempelajarinya dari buku, pasti suda bisa, bathin Beni dalam hati. Karena saat ini yang paling ingin dilakukan beni adalah merangkai kata kata indah atau pertanyaan pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan nya kepada Sari, makanya Beni tidak mengikuti pelajaran kelistrikan saat ini, tetapi Beni pun tetap menunjukkan sikap seolah olah mengikuti pelajaran kelistrikan saat ini.
Pak Albert tahu sikap Beni, kalau beni sebenarnya tidak fokus mengikuti les pelajaran kelistrikan.
"Beni, apa yang dimaksud dengan daya listrik dan bagaimana rumus mencari daya?", tanya pak Albert kepada Beni.
Beni bingung tidak tahu harus jawab apa. Beni pun diam saja, mencoba mencari cari dan membolak balikkan buku pelajarannya nya. Beni sudah tahu seluk beluk bukunya, karena beni sudah sering membaca buku itu, dan segera di buka halaman buku 58 dan menjawab, " Daya listrik adalah kemampuan suatu peralatan listrik untuk melakukan usaha akibat adanya perubahan kerja dan perubahan muatan listrik tiap satuan waktu, yang di rumuskan oleh P\= V I atau P\= W/t".
Beni mantap menjawab, karena memang sudah menguasainya, Beni hanya lupa lupa sedikit.
__ADS_1