Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#31. Queen mencoba bunuh diri.


__ADS_3

Hari ini hari Senin.


Banyak orang bilang "I Don't Like Monday", karena saatnya beraktifitas lagi seperti semula, karena hari sebelumnya sudah libur, tiba tiba esoknya harus beraktifitas lagi, itu mungkin yang membuat sebagian orang tidak suka dengan hari Senin.


Bagi Beni sungguh sangat terbalik, Beni suka dengan hari Senin 'I Like Monday', istilahnya. Karena Kemarin sudah libur, justru Beni makin bersemangat untuk melakukan aktifitas baru.


Dengan penuh semangat Beni pergi kesekolah. Tiba tiba Beni dikejutkan dengan teriakan Hendra yang sedari tadi rupanya memanggil manggil Beni, tetapi karena pikiran Beni terlalu senang, berpikir ini dan itu, sehingga beni tidak mendengar teriakkan Hendra.


"Beni, Beni, gimana sih kamu, budek amat", ucap Hendra sambil tergesa gesa karena sedari tadi berlari sambil teriak mengejar Beni.


"Apaan sih, kamu memanggil aku sedari tadi?", tanya Beni bingung.


Sambil manggut manggut dan masih ngos ngosan, berusaha menarik napas, dan kembali mengeluarkan nya begitu berulang ulang, sampai beberapa kali. Agar lelah nya sedikit hilang.


"Aduh, Beni. gawat", ucap Hendra sedikit tenang karena lelahnya sudah hilang.


"Apanya yang gawat?", ucap Beni bingung.


"Queen, hampir mencoba untuk bunuh diri, karena frustasi dan patah hati, karena selalu kamu cuekin, setelah queen memberikan surat cinta itu kepada mu", ucap Hendra memberitahu kan kabar mengenai Queen.


"Memang apa yang terjadi kepada queen?", tanya Beni kembali dengan penuh penasaran.


"Sepulang dari sekolah, Sabtu yang lalu, Queen mengurung diri di kamarnya, dan berusaha meminum obat pembasmi nyamuk" balas Hendra menjawab pertanyaan Beni.


"Terus", ucap Beni datar.


"Terus,..terus", kamu seolah olah tidak khawatir dengan kondisi queen.


"Maksudmu, aku yang bertanggung jawab, sehingga membuat queen nekat untuk bunuh diri?", ucap Beni bingung.


"Iyalah, kamu yang bertanggung jawab", jawab Hendra kesal.


"Aku kan menolak dia dengan lembut, queen saja yang tidak bisa menerima kenyataan", bela Beni, tidak terima kalau beni disalahkan atas percobaan bunuh diri Queen.


"Sudahlah, mengapa kita yang jadi ribut dan berdebat. Oh ya sekarang Queen keadaan nya bagaimana?, apakah baik baik saja", tanya Beni penasaran.

__ADS_1


"Saat ini queen berada di rumah sakit, katanya kondisinya sudah stabil dan semakin membaik", ucap Hendra.


"Bagaimana sih kronologi nya, coba kamu ceritakan", tanya Beni kembali ingin tahu kejadian nya.


"Sebelum kejadian, Queen bawaannya sudah sering mengurung diri di kamar,


puncaknya setelah Sabtu pulang sekolah, sampai Sore, Queen tidak keluar keluar dari kamarnya, orang tuanya curiga dan langsung mencek mendatangi kamar Queen,


dan ternyata kamar Queen di kunci dari dalam kamar, tanpa pikir panjang lagi, ayah queen langsung mendobrak pintu kamar dari luar dengan sekuat tenaga, setelah pintu di buka.


Ternyata queen sudah terkapar, dan terbaring lemas di lantai kamarnya. Dengan segera ayah queen langsung membawa queen ke rumah sakit, berharap Queen masih tertolong nyawanya.


Dan syukur lah, ternyata Queen masih bisa di tolong, dan kondisinya sudah stabil dan berangsur angsur mulai membaik", ucap Hendra bercerita panjang lebar mengenai kronologi queen melakukan percobaan bunuh diri.


"Jadi sekarang, menurut mu aku harus bagaimana?", ucap Beni mencoba minta saran Hendra, agar tidak disalahkan, bahwa Beni yang bersalah telah cuek dan tidak peduli terhadap Queen.


"Setidaknya kamu pergilah men jenguk queen, agar queen bisa lebih bersemangat", ucap Hendra menyarankan apa yang harus dilakukan Beni.


"Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kamu menemani aku ya kerumah sakit sekarang", ucap Beni memohon agar Hendra mau menemani Beni ke rumah sakit menjenguk queen.


"Baiklah, aku janji untuk bersikap lembut kepada Queen", ucap Beni.


"Tetapi kita berangkat setelah jam pelajaran hari ini selesai ya", ucap Beni menambahi.


"Baiklah, aku setuju", ucap Hendra. Kemudian mereka pun bubar, untuk segera duduk tempat duduk masing masing, karena Bell pelajaran akan dimulai sudah berbunyi.


***


Kemudian Beni dan Hendra berangkat bareng dengan bersepeda motor menuju rumah sakit tempat queen dirawat.


Setelah sampai di rumah sakit dan segera memarkirkan sepeda motornya pada bagian belakang rumah sakit, Beni dan Hendra menuju resepsionis, mencoba bertanya mengenai pasien yang bernama Queen yang dibawa karena percobaan bunuh diri. Hendra pun segera bertanya kepada perempuan berbaju putih yang sedang duduk dibalik meja yang bertuliskan resepsionis.


"Selamat siang bu", ucap Beni sopan bertanya kepada petugas resepsionis.


"Iya selamat siang, ada yang bisa saya bantu", ucap resepsionis ramah.

__ADS_1


"Mau tanya, pasien yang bernama Queen yang masuk UGD, Sabtu kemarin, karena percobaan bunuh diri, dirawat di kamar berapa Bu?", tanya Beni


"Sebentar saya periksa dulu ya, buku tamunya", ucap resepsionis ramah menanggapi pertanyaan Beni.


"Baik Bu", ucap Beni dan Hendra serentak.


"Oh ya, kamar pasien yang bernama Queen berada di lantai 3 kamar melati no 6", ucap resepsionis menjawab pertanyaan Beni dan Hendra.


"Baiklah, terimakasih ya Bu, atas informasinya", ucap Beni sambil membungkuk dan segera berlalu meninggalkan resepsionis dan segera menuju sesuai informasi yang diberikan resepsionis tadi.


Setelah menemukan kamar yang dimaksud. Mereka pun mencoba memastikan Melati no 6.


"Iya benar, ini Melati no 6", ucap Beni memastikan.


Beni kemudian mencoba mengetuk pintu dan segera masuk pelan pelan, mencoba bertanya kepada orang yang sedang duduk menunggu i pasien, disamping tempat tidur pasien.


"Selamat siang, Benarkah ini kamar pasien yang bernama Queen?", tanya Beni bertanya pada bapak bapak separuh baya yang duduk disampingnya tempat tidur pasien.


Sambil menatap kearah Beni, lelaki paruh baya itu menjawab "Iya benar, kalian siapa?".


Beni pun menghampiri dan memastikan bahwa pasien yang terbaring itu, memang benar queen.


"Saya teman Queen pak", ucap Beni sambil menjabat tangan lelaki paruh baya tersebut.


"Oh teman temannya queen, saya ayah queen", ucap lelaki paruh baya tersebut menerima jabat tangan Beni dan Hendra.


Mendengar beni dan Hendra datang, queen terbangun dari tidurnya, dan tersenyum bahagia melihat Beni datang menjenguknya.


"Hai Queen, gimana keadaan kamu saat ini, apakah kamu sudah merasa baikan?", tanya Beni kepada queen.


"Syukurlah, sekarang sudah berangsur angsur membaik", ucap queen.


"Mengapa kamu sampai berpikir dan bertindak konyol seperti itu Queen?", tanya Beni kepada Queen.


"Sudahlah Ben, jangan kamu ungkit lagi itu, akupun menyesal telah melakukan itu, akupun berjanji tidak akan mengulangi lagi", ucap queen sedih, karena akibat perbuatan nya yang mencoba untuk bunuh diri, kedua orang tua nya menjadi sangat sedih, dan sekarang harus bolak balik rumah sakit demi untuk menjaga dan menginap di rumah sakit menjaga queen yang masih butuh beberapa hari lagi untuk mendapatkan perawatan untuk pemulihan yang lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2