
Ku...ku ru..yukkk.
Bunyi riuh Kokok ayam yang menandakan hari ini akan cerah, dengan semangat dan sukacita nya ayam berkokok mengajak ayam ayam lainnya juga untuk "bangun ...bangun ..., ayo mencari makan, hari ini cerah, hari sudah pagi", ajak para ayam kepada teman-teman nya.
Tidak bagi Sari, pagi ini dengan cuaca kabut dan masih dingin, malas rasanya untuk bangun dan beraktifitas masih ingin tetap merebahkan tubuh diatas tempat tidur dan ingin tetap sembunyi dibalik kehangatan selimut.
Tetapi Sari ingat hari ini harus ikut mengantar Beni ke terminal, hari terakhir nya ketemu Beni, Sari harus semangat dan tetap harus bangun sebelum jam biasanya dia bangun pagi, karena memang Beni berangkat pagi pagi sekali.
Karena jarak dari kampung menuju Medan jarak tempuhnya cukup lama, memakan waktu dalam perjalanan selama 6-8 jam, maksudnya agar di Medan mobil angkutan tidak kemalaman sampai tujuan, karena Beni masih harus mencari alamat omnya, sehingga Beni menargetkan harus bisa sampai di Medan ketika matahari belum tenggelam agar tidak kewalahan mencari cari alamat.
Sari pun mau tidak mau harus melepaskan kehangatan selimut, dan tetap harus merasakan cuaca dinginnya pagi, untuk melakukan aktifitas dan rutinitas pagi sebelum akhirnya pergi menemani Beni.
"Kak, mengapa cepat sekali bangunnya, kakak mau kemana?", Sita tiba tiba bangun, dan hampir mengagetkan Sari.
"Kakak mau ke terminal ikut mengantar Beni", ucap Sari sambil beberes melipat selimutnya dan sedikit merapikan tempat tidurnya.
"Memangnya kak Beni mau kemana kak", tanya Sita bingung dan ingin tahu.
"Kak Beni ingin merantau mencari pekerjaan ke Medan ", jawab Sari datar.
"Ahh, berarti kakak akan ditinggal dong ", ucap sita terkejut.
"Iya", jawab Sari lemas sambil menguap panjang karena Sari memang masih merasa kantuknya belum hilang.
"Bagaimana hubungan kakak apa masih lanjut?", tanya Sita kembali.
"Masih, Beni berjanji akan kembali ke kampung setelah merantau 2-3 tahun, setelah itu Beni akan melamar kakak", Sari menjelaskan sambil berbalik turun dari tempat tidur dan beranjak membuka pintu kamar hendak pergi ke dapur melakukan aktifitas dan rutinitas pagi sebelum akhirnya siap siap untuk mandi dan ketemu dengan Beni.
__ADS_1
"Oh, bagus lah kalau begitu, mudah mudahan kak Beni cepat mendapatkan pekerjaan dan segera balik melamar kakak", celoteh Sita sambil tetap mengikuti Sari ke dapur dan ingin membantu Sari.
*****
Setelah melakukan aktifitas dan mandi, Sari segera bergegas pergi ke dermaga, Sari takut Beni sudah berangkat dan meninggalkan Sari, bila Sari telat Beni juga pasti sangat kecewa tidak bisa ikut mengantarnya.
Dari kejauhan Sari sudah melihat sosok Beni duduk di warung tempat mereka biasa duduk makan. 'Karena kapalnya belum berangkat, para penumpang juga belum terlalu ramai, masih bisalah duduk santai ngopi ngopi dan sarapan pagi', pikir Beni dalam hati.
Beni pun telah melihat sosok Sari dan segera melambaikan tangannya, agar Sari mendatangi Beni ikut duduk ngopi dan sarapan pagi.
"Ayo duduk disini sayang", ajak Beni sambil menyodorkan bangku untuk tempat duduk Sari.
"Sudah makan pagi belum?, mau pesan apa", tanya Beni.
"Belum makan, teh manis aja", jawab Sari menarik napas menghilangkan lelah nya telah berjalan dari rumah ke dermaga dengan jalan terburu buru agar tidak terlambat.
Hasrat Beni bergejolak saat mata Beni beradu dengan mata Sari, diam membisu mereka seketika.
Dalam pikiran Beni ingin rasanya ******* lagi bibir mungil milik Sari, tetapi orang orang terlalu ramai, tidak mungkin mencium bibir Sari di depan umum. Seketika Beni tersadar dan segera menawarkan Sari untuk minum, karena penjaga warung telah datang mengantar pesanan mereka.
Saripun senyum senyum malu, karena tingkah mereka telah dipergoki penjaga warung, membuat penjaga warung tidak enak hati telah mengganggu momen mesra mereka dan segera buru buru meninggalkan Beni dan Sari.
"Aku minum ya", ucap Sari membuka percakapan sambil meneguk teh manis hangat yang ada di depan.
"Oh iya, perlengkapan dan barang barang mu sudah lengkap di bawa semua?", tanya Sari mengingatkan Beni.
"Siip beres", ucap Beni bersemangat sambil mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
"Sari, tidak ingin sebenarnya meninggalkan mu disini, aku ingin sekali mengajakmu pergi bersama mu, karena bersama mu hidupku terasa berwarna", ucap Beni pelan.
"Iya sayang, kita jangan bahas itu lagi, komitmen kita harus di pegang dan dijalankan, jangan di rombak rombak lagi, yang penting kita harus saling berkomitmen dan menjaga dan tetap setia dengan janji suci yang telah kita sepakati", ucap Sari memberi dukungan dan semangat kepada Beni.
Beni pun manggut manggut dan meremas tangan Sari dan menariknya mendekatkanya ke bibir nya dan segera mengecup tangan indah milik Sari sambil berkata "Baiklah sayang, terima kasih telah memberi dukungan dan semangat kepada ku", ucap Beni bersemangat.
"Berangkat.... berangkat ... berangkat...", teriak awak kapal memanggil manggil penumpang agar bersiap siap dan segera menaiki dan memasuki kapal, karena kapal akan segera berangkat menuju pekan.
Sari dan Beni pun buru buru bergegas dan segera menenguk habis minumannya. Beni segera menghampiri penjaga warung untuk membayar biaya minum dan sarapan nya "Berap Bu?", tanya Beni menegeluarkan uang dari dalam dompetnya dan menyerahkan nya kepada penjaga warung.
Penjaga warung pun bergegas berlari untuk mengambil kembalian uang beni dan segera mengembalikan nya dengan tergesa-gesa.
Sari dan Beni segera bergegas menuju kapal dan mengambil tepat di sisi kapal agar bisa memandang indahnya Panorama Danau Toba.
Tidak lama setelah penumpang naik, kapal pun melaju pelan, dibutuhkan 30 menit untuk sampai ke pekan.
Sari larut memandangi Danau Toba. Danau Toba ini dulu telah merenggut nyawa ibunya. Sari menumpahkan segala beban nya, sebentar lagi aku akan sendirian disini kemana aku akan mengadu dan menumpahkan segala penat dan lelah pikir Sari dalam hati, Beni tahu makna pandangan itu. Beni langsung merangkul erat pinggang Sari dari belakang, dalam dan membiarkan kata hati masing-masing yang berbicara. Tidak mau tahu lagi pandangan dan gunjingan orang. Mereka larut dalam pelukan dan perasaan masing-masing.
Seolah olah warga pun tahu dan mengerti perasaan Sari dan Beni saat ini, sebentar lagi akan berpisah. Warga pun cuek dengan tingkah Sari dan Beni seolah olah tidak melihat saja.
Tit..tit...bunyi klakson kapal tanda kapal akan berlabuh di dermaga.
penumpang turun dan bergegas meninggalkan kapal begitupun Sari dan Beni.
Beni memegang erat tangan Sari berjalan menuju terminal, dan segera mengambil tiket karena penumpang pun lumayan ramai di loket. Penumpang langsung naik dan mengisi penuh kursi kursi mobil angkutan yang akan mereka naiki, "Aku berangkat Sari, jaga diri kamu baik baik iya", Beni pamit dan segera memasuki mobil angkutan.
Tidak beberapa lama lagi mobil angkutan berangkat membawa penumpang dan Beni, Sari hanya bisa melihat Beni dari luar mobil angkutan dan terus melambaikan tangannya ketika mobil angkutan berangkat pergi.
__ADS_1
Tinggal lah Sari sendiri, balik kembali ke kampung dengan sendiri terasa sepi dan tidak bersemangat, karena tidak ada Beni disampingnya yang selalu lembut berbicara menemaninya menghapus kesunyian.