
Sudah hampir sebulan Sari belum ada perubahan, badan Sari semakin kurus karena Sari jarang diberi makan, Sari di pasung, agar tidak mengamuk dan mengganggu warga setempat.
Sari meronta-ronta, berusaha melawan warga yang memasungnya, menendangnya, bahkan menggigitnya, itu karena Sari merasa panik dan ketakutan di pasung, sehingga melawan terus kaum Pria yang memasungnya.
Akhirnya Sari kehabisan tenaga, karena ketika Sari menendang salah satu warga yang memasungnya, warga yang lain langsung memukul kepala dan kaki Sari dengan balok, sehingga Sari tersungkur dan jatuh dengan lemas tidak bertenaga, 3 hari Sari di pasung dan tidak diberi makan, badan Sari semakin kurus dan lemas. Sari minta tolong agar dilepaskan.
"Ita, tolong lepaskan tali ikatan kakak ini" Sari memohon kepada Ita, adik bungsu Sari yang lumpuh seumur hidup karena jatuh dari punggung kerbau.
Ita merasa kasihan kepada Sari, karena Sari selama ini adalah ibu pengganti bagi adik-adik nya, Sari yang bekerja sebagai penenun ulos sejak kecil, sampai harus berhenti sekolah, hanya untuk bisa menghidupi adik-adiknya dan keluarganya. Ita menangis tidak menyangka kakaknya, Sari akan menderita gangguan jiwa.
Melihat Sari minta tolong, agar dilepaskan tali ikatannya, Ita pun merasa iba dan kasihan melihat Sari dan segera melepaskan tali ikatannya.
Setelah Ita melepaskan tali ikatan Sari, Sari pun langsung lari ketakutan, takut nanti diikat dan dipukuli warga lagi, Sari sembunyi ke dalam hutan tidak pulang selama 2 hari.
Tiba-tiba Sari muncul di dapur dan memakan sisa makanan yang ada di dapur. Ita melihat Sari dengan perasaan sedih dan iba "Kak, kakak lapar?" tanya Ita pelan, Sari ketakutan, Sari takut kalau Ita teriak dan memberitahu warga.
"Tidak usah takut kak, Ita tidak akan teriak. Ini kak ada nasi, makanlah" ucap Ita memberi sepiring nasi kepada Sari.
Sari pun segera mengambilnya dan terburu-buru untuk memakannya, karena sudah merasa lapar.
"Kak, kakak jangan pergi lagi ya, kakak di sini saja, Ita tidak akan memberi tahu warga" bujuk Ita kepada Sari. Sari hanya diam saja tertunduk diam.
"Kakak mandi ya, agar segar, kakak mau aku mandikan?" tanya Ita sambil membuka baju Sari perlahan-lahan.
Ita pun segera memandikan dan memberi pakaian bersih kepada Sari, tidak lama kemudian Sari pun tertidur lelap.
Ita terus saja menangisi Sari, "Mengapa kak Sari menjadi seperti ini, sungguh malang nasib mu kak, karena salah memilih suami, kakak harus menjadi seperti ini" tangis Ita tidak terbendung, Ita terus menangis sambil terisak-isak, sedih melihat Sari harus menderita gangguan jiwa.
Setelah beberapa jam, Sari terbangun, tersentak dan ketakutan melihat ke sekeliling nya.
"Jangan takut kak, kakak aman di sini, kakak tidak usah pergi lagi" bujuk Ita kepada Sari.
"Bagaimana kondisi dan kabar anak-anak ku?, siapa yang menjaga mereka di Sibolga?" tanya Sari pelan dan penasaran.
__ADS_1
Ita bingung dan terkejut, "Sari sudah ingat dan sudah sembuh", pikir nya dalam hatinya.
Ita segera memeluk erat Sari, "Syukurlah kakak sudah sadar, aku sangat senang kakak sudah sembuh".
"Anak-anak kakak diasuh dan dijaga oleh kak Vina dan seluruh keluarga Juan ada di Sibolga kak" ucap Ita memberitahu.
Sari hanya diam saja.
"Kakak harus kembali ke Sibolga, ta!" ucap Sari tegas.
"Tapi Ita tidak ada uang kak untuk ongkos kakak" ucap Ita pelan.
"Kerbau yang kakak tinggal kan dulu, untuk modal disini apabila ada keperluan yang mendesak, kakak mau jual untuk ongkos kakak" ucap Sari ngotot.
"Ita sih tidak masalah kak, apa ayah nanti setuju?, cobalah kakak tanyakan saja dulu kepada ayah, agar nanti tidak jadi ribut urusan nya" Ita menyarankan.
"Baiklah nanti akan coba kakak tanyakan secara langsung kepada ayah" ucap Sari.
tok...tok...tok
Ita segera berlari menuju jendela, untuk melihat siapa yang telah mengetuk pintu.
"Ternyata ayah" ucap Ita setengah suara kepada Sari.
"Buka saja pintunya" balas Sari dengan suara pelan.
Pintu pun dibukakan, Alex masuk bersama Tiur, istri kedua Alex.
"Seperti nya ayah mendengar kamu seperti bicara pada seseorang, siapa teman bicara mu Ita?" tanya Alex penasaran.
Ita lama terdiam, takut-takut untuk mengatakan yang sebenarnya, "Kenapa kamu diam saja, Ita" Alex semakin penasaran.
"Kak Sari sudah sembuh, ayah" ucap Ita memberanikan diri.
__ADS_1
Sari pun keluar dari persembunyiannya, "Ayah, tolong Sari, Sari ingin melihat anak-anak Sari di Sibolga" Sari memohon.
"Sari syukurlah kamu sudah sembuh, tetapi maksud kamu apa?" tanya Alex kurang paham.
"Sari ingin menjual kerbau agar ada ongkos Sari balik ke Sibolga, ayah" ucap Sari memberitahu.
"Tidak apa-apa Sari kamu menjual kerbau itu, karena kerbau itu adalah milik kamu, kamu pun berhak untuk menjualnya, apalagi sekarang kamu sangat perlu untuk ongkos kembali ke Sibolga, anak-anak kamu butuh kamu Sari" Alex mengizinkan agar kerbau di jual.
"Terimakasih, ayah sudah mendukung Sari" ucap Sari bahagia.
"Kamu sembuh begini, ayah sangat bahagia Sari, tadinya ayah sangat bersedih, kamu sakit sampai di pasung begitu.
Ayah sedih kenapa kamu jadi seperti itu, ayah jadi merasa bersalah, karena kamu menikahi laki-laki yang salah.
Apa lagi ayah tahu, Juan dan keluarganya tidak tulus meminta maaf kepada kamu, sehingga kamu tidak bisa sembuh, tetapi sekarang kamu sudah sembuh, sungguh membuat ayah sangat bahagia.
Sehat-sehat lah kamu selamanya ya, Sari, kamu harus semangat dan jangan berputus asa, lihat anak-anak mu jadi menderita karena kamu sakit, mereka jadi terlantar.
Seperti anak ayam kehilangan induknya, ayah yakin, anak-anak mu pun pasti sangat sedih melihat ibunya harus di pasung, ini suatu mukjizat yang sangat luar biasa Sari" Alex mengaku sedih, karena Sari sakit.
"Sudahlah, ayah tidak usah menyalahkan diri ayah sendiri, yang penting semua sudah berlalu, dan kedepannya, semua akan baik-baik saja, kehidupan kita pun akan baik-baik saja seterusnya" Sari menyakinkan Alex.
"Sekarang ayah ikhlaskan kerbaunya di jual?" ucap Sari.
"Iya Sari, ayah ikhlas" Alex menyakinkan Sari.
"Baiklah kalau begitu ayah, mudah-mudahan kerbau betina yang lain bisa melahirkan anak sampai 4 ekor ya, ayah untuk menggantikan yang sudah terjual ini" Sari menyemangati Alex.
"Amin" ucap Alex optimis.
"Nanti ayah ikut menemani kamu ke Sibolga ya, Sari?, ayah ingin agar Juan minta maaf kepadamu, agar Juan bisa lebih peduli dan perhatian kepada mu" ucap Alex mantap.
"Ayah yakin mau ikut bersama Sari?" ucap Sari ingin tahu.
__ADS_1
"Ayah sangat Yakin Sari!" ucap Alex.