
Tiur sedari tadi tidak keluar dari kamarnya setelah keluar untuk menjual hasil tangkapan ikan Alex, ketika berpapasan di depan pintu ketika Tiur hendak masuk ke dalam rumah dan Sari lagi menyapu depan rumah, Tiur seperti menahan sakit dan jalan tertatih tatih.
Pikir Sari itu adalah hal normal dan biasa yang dialami wanita hamil. Tetapi ini berbeda, Tiur telah melewatkan waktu makan siang nya, seharusnya Tiur sudah selesai makan siang jam segini, gumam Sari dalam hati, Sari mencoba mencari tahu, mengetuk kamar Tiur, tetapi tidak ada sahutan, Sari mencoba membuka pintu, mana tau tidak dikunci pikir Sari, dan ternyata Tiur dalam keadaan pingsan di lantai, Sari segera teriak minta pertolongan mana tau ada tetangga yang kebetulan lewat.
"Tolong...tolong...tolong", teriak Sari.
Ternyata ada orang yang menghampiri dan masuk rumah Sari.
"Ada apa ini", ucap tetangga terkejut.
"Ibu saya pinggsan pak, tolong bantu angkat dan bawa ke rumah sakit", pinta Sari kepada tetangga yang datang menolong, ada 3 orang warga yang datang menolong ketika Sari berteriak kencang tadi.
Segera dicarikan warga mobil bak terbuka, untuk bisa membawa Tiur, terlintas pikiran salah seorang warga pak Tono yang mengatakan, "oh mobil bak, milik pak Husein saja, pak Husein kan tokke beras, iya dia punya mobil bak terbuka", ucap pak Tino, lantas pak Tino langsung berlari ke rumah pak Tino, kebetulan rumah pak Tino berjarak 3 rumah lagi ke kiri dari rumah Sari.
Warga yang lain pak Rachel dan pak Setno membantu mengipas sambil memberi minyak kayu putih, agar Tiur bisa segera terbangun dari pingsan, Sari menyiapkan air teh manis hangat, bersiap siap untuk di minumkan kepada Tiur, ketika Tiur sudah siuman, tidak lama beberapa menit kemudian Tiur pun terbangun dari pingsan nya Sari segera memberinya minum teh manis sedikit sedikit sembari mengusutnya, agar peredaran darah bisa lancar.
Setelah beberapa menit kemudian mobil pak Husein pun tiba bersama pak Tino, bertanya apakah Tiur akan dibawa ke rumah sakit.
"Bagaimana Sari, apakah ibumu akan dibawa ke rumah sakit?", tanya pak Tino.
" Sari bingung pak, ayah saya belum pulang", ucap Sari.
__ADS_1
"Ayahmu ada di warung, Sari. Tadinya kami bareng di warung, sebelum saya mendengar teriakkan mu, saya sedang menuju rumah balik dari warung, mungkin ayahmu segera balik ke rumah, oh iya itu ayahmu sudah datang", ucap pak Tino sembari menunjuk ke arah Alex yang berjalan hendak pulang ke rumah.
Sari pun berteriak memanggil manggil Alex, melambai lambaikan tangan nya, agar cepat berjalan.
Alex pun menuruti dan cepat cepat berjalan, sesekali berlari kecil menuju rumah. Sesampai di depan pintu Alex bingung ada ramai ramai, ada pak Tino, pak Husein, pak Rachel dan Setno.
" Ada apa ini", tanya Alex bingung
"Istrimu pingsan, tadi Sari berteriak minta tolong, sekarang sudah siuman, sekarang kami mau tanya, apakah istrimu ini akan dibawa ke rumah sakit?, tadi saya khawatir, karena istri mu sedang hamil, saya buru buru memanggil pak Husein, agar pak Husein bersedia membawa Tiur ke rumah sakit", jelas pak Tino menjawab kebingungan Alex.
Alex pun melihat kondisi Tiur dan bertanya kepada Tiur bagaimana perasaannya dan kondisinya saat ini, bagaimanapun yang tahu kondisi sebenarnya adalah Tiur, pikir Alex.
"Bagaimana Tiur perasaan mu, apakah kamu baik baik saja, sanggup kah kamu lahiran di rumah saja atau di rumah sakit?", tanya Alex.
Alex pun langsung menyanggupi, 'iyalah, nanti kalau misal Tiur kenapa kenapa peralatan medis dan petugas medis cepat tersedia, daripada di rumah minim peralatan, apalagi selama mengandung anak ke tiga ini kondisi Tiur lemah sekali, makan terkadang selera, terkadang tidak selera, sehingga mungkin saja mempengaruhi tenaga Tiur maupun perkembangan janinnya', pikir Alex dalam hati.
"Baiklah bapak bapak, saya minta tolong ke bapak bapak semua, kiranya mau membantu kami membawa istri saya Tiur ke rumah sakit", mohon Alex kepada pak Tino, pak Husein, pak Rachel dan pak Setno.
Dengan cepat bapak bapak bergerak dan membantu untuk mengangkat Tiur ke atas mobil bak terbuka, ada yang memasang tempat tidur, sebagian ada yang memegangi dari atas, di taruh bangku sebagai pijakan dan dudukan Tiur agar bisa ditarik ke atas mobil bak terbuka.
Setelah beberapa jam kemudian sampailah di rumah sakit, Tiur pun segera masuk UGD dan cepat ditangani, kebetulan pasien pasien tidak terlalu banyak. Alex dan Sari terus menemani Tiur, untuk mengetahui kondisi dan keadaan Tiur, setelah diperiksa, ternyata benar Tiur akan segera melahirkan sudah buka 4, tiba tiba Tiur berteriak kesakitan "Aduh...aduh..sakit sekali", ucap Tiur menahan sakit.
__ADS_1
Alex segera menenangkan Tiur, mengusap usap rambut Tiur, dan memijat mijat tangan Tiur, sambil berkata " tenang ma, tenang, tarik napas pelan pelan terus buang", perintah Alex.
Namanya juga sakitnya tidak tertahan mana sempat lagi tarik napas pelan pelan, tidak kuat menahan sakit terlihat Tiur pun menarik napas panjang dan buru buru di hembuskan.
" Aduh...aduh... sakit, tolong dokter, sakit sekali", teriak Tiur untuk yang kedua kali.
Dokter mengingatkan
"Jangan terlalu di pikirkan, santai saja, tenaganya jangan diabis abisin untuk teriak, ini tensi mu masih tinggi kita harus menurunkan tensimu, kalau tensimu tinggi kami pun menyerah, tidak bisa menanganimu, ini ada obat, gulum di bawah leher, sembari kamu harus tenang, rileks, dan tarik napas", ucap Bu dokter menasihati. Begitu juga Alex dan Sari terus memberi dukungan semangat kepada Tiur "Tenang Bu, ambil saja napas, dan jangan pikirkan sakitnya, semua pasti akan baik baik saja, dan tentunya terus berdoa dalam hati, agar Tuhan yang memberi kekuatan dan kemampuan kepada ibu, agar bisa melahirkan secara normal dan lancar, kami juga selalu berdoa buat ibu, agar semua selesai sesuai dengan harapan kita", ucap Tiur lembut dan penuh dorongan kepada Tiur.
Pelan pelan Tiur menjadi tenang dan apabila rasa sakit datang, Tiur mengambil napas dan menghembuskan ya tanpa suara dan menciba menutup matanya sembari berdoa dalam hati.
Tidak terlalu lama menunggu lagi, kemudian Tiur merasa ada keinginan mau BAB terasa kuat, Tiur teriak "Dokter aku ingin mau BAB", ucap Tiur sambil, mencoba mengedan panjang. Dan ternyata benar kepala baby-nya sudah kelihatan.
Kemudian dokter memberi arahan "terus Tiur, terus, lagi, lagi, lagi" ucap dokter.
oooeeee, oeeee, oeeeee
suara bayi terus menangis, dan dokter beserta bidan segera membersihka si baby dan ibunya. Segala penanganan memotong Ari Ari nya, dan membersihkan darah ibu pasien, semua dilakukan dengan sigap dan cekatan, tibalah dokter menunjukkan baby-nya kepada ibu dan Alex, yang sedari tadi menemani Tiur dengan setia memberi semangat dan dukungan.
"Selamat ya, anaknya laki laki, sehat dan berat badannya 3.5kg", ucap dokter sembari menyerahkan bayinya kepada Tiur untuk dicium dan kepada Alex, agar digendong Alex sambil mengucapkan doa doa, agar si anak sehat, dan menjadi anak yang Sholeh.
__ADS_1
Terharu rasa Tiur mendengar anak nya lahir laki laki mengingat perjuangannya pada awal kehamilan hingga lahiran kondisinya selalu lemah dan tidak berdaya, ternyata anakku sehat sehat dan baik baik saja 'Syukur dan terima kasih banyak Tuhan', ucap Tiur dalam hati sambil menitikkan air mata. Dan Alex segera mencium kening Tiur sambil mengucapkan "Terima kasih ma"
Alex sungguh senang dan bahagia atas kelahiran anak laki lakinya.