Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#50. Sonia dan Beni semakin dekat.


__ADS_3

Ditinggal pergi seperti ini membuat Sonia kesal, 'masa Beni tidak tertarik kepadaku, aku kan cantik, modern, dan sekolah di Amerika lagi', pikir Sonia dalam hati.


Sonia semakin penasaran dengan Beni. Ingin terus mendekati Beni, dalam hati Sonia, seberapa kuat kah Beni sehingga tidak tertarik dengan Sonia?, bathin Sonia, Sonia bertaruh dalam hatinya, apakah selama liburan ini sanggup membuat Beni luruh?.


****


Dipihak Beni.


Kelakuan Sonia tadi yang berusaha untuk mendekati dan menempel dengan Beni, membuat Beni risih, dibathin Beni hanya ada Sari. Sonia memang cantik, tetapi Sari lebih cantik menurut Beni, Sari memiliki kecantikan yang alami, selain cantik fisik, Sari juga cantik secara hati, Sari memiliki sifat yang lembut dan sederhana, tidak seperti Sonia.


Sonia memiliki kecantikan yang dipoles karena make up, sifat Sonia sombong dan angkuh, Sonia mengandalkan kekayaan orang tuanya, sedangkan Sari berusaha dengan kerja keras, Sonia tidak ada apa apanya dibanding Sari, sedikitpun Beni tidak tertarik dengan Sonia.


Beni sangat kesal dengan kejadian hari ini, Beni seperti pengecut, main tinggal saja dengan pekerjaan. Menurut Beni, Beni mampu untuk bekerja dengan baik, tanpa ada om Burhan pun, Beni mampu, karena setelah ada Beni, banyak proyek proyek besar yang berhasil Beni tangani. Tetapi saat ini Beni termakan Budi, karena memang kenyataannya Beni kerja karena ada om Burhan yang memasukkan lamaran Beni.


Beni kesal disetir seperti ini, beni bermaksud, setelah membawa Sonia jalan jalan Beni akan pindah dari rumah om Burhan, Beni tidak mau termakan Budi terus dan disuruh suruh seperti ini, sehingga harus mengorbankan pekerjaan nya. Padahal bekerja dengan profesional tujuan Beni merantau dan meraih masa depan yang indah bersama Sari pujaan hatinya.


****


Sonia mengetuk kamar Beni.


tok..tok..tok...


Beni tidak mendengar ketukan itu.


Beni masih terlelap, Beni tahu hari ini tidak masuk kerja, semalaman Beni berpikir dan membuatnya susah tidur, hingga subuh barulah Beni bisa terlelap, sehingga sekarang Beni jadi begitu ngantuk dan belum bangun.


Sonia kesal, "ihhhh, susah sekali sih, ngebangunin nya", kemudian pergi meninggalkan kamar Beni.


Tidak lama kemudian Sonia datang lagi membawa mbak Eca yang bantu bantu kerja di rumah. Kali ini mbak Eca yang disuruh Sonia untuk mengetuk pintu Beni.

__ADS_1


tok.. tok.. tok...


"Bang Ben...bang Beni...", Eca terus memanggil manggil.


krek .e.kk...k


pintu dibuka, dari balik pintu Beni bicara, "Ada apa mbak", tanya Beni malas, karena masih ngantuk dan tidak ingin di ganggu.


Sonia langsung mendorong pintu, yang membuat Beni terdorong ke dalam kamar, dan pintu telah terbuka lebar, Eca pun segera meninggalkan Beni dan Sonia.


"Gimana sih!, kamu hari ini tidak masuk kerja yah, untuk menemani aku untuk jalan jalan, jangan menyia-nyiakan waktu ku dong, aku tidak ingin waktu libur ku berakhir sia sia", ucap Sonia sombong, sepertinya dari tingkah Sonia terhadap Beni yang kurang sopan, sangat merendahkan Beni.


Menurut Sonia Beni memang harus menuruti keinginan Sonia, karena memang harus balas Budi telah diberi pekerjaan oleh Burhan ayah nya, dan telah diberi tumpangan gratis tinggal di rumah.


Sungguh Beni kesal sekali dengan tingkah dan sifat Sonia. Mau tidak mau kali ini Beni memang harus menuruti keinginan Sonia.


"Iya, apa kamu sudah menetapkan akan pergi kemana liburan ini?", tanya Beni lembut menahan emosinya.


Agaknya sifat sombong dan angkuh Sonia datang dari kemudahan dan kemewahan yang Sonia terima dari jabatan dan kekuasaan ayahnya Burhan, ditambah lagi Sonia kurang mendapatkan perhatian dari ayah ibunya.


Karena memang sejak kecil Sonia selalu ditinggal kerja oleh ayah dan ibunya dan hanya diasuh pembantu yang sudah meninggalkan setahun yang lalu.


Beni tidak bisa menolak keinginan Sonia, kalau menolak pasti Sonia akan mengadu ke om Burhan. Beni hanya bisa pasrah " Terserah kamu saja lah", ucap Beni balik badan mau merebahkan badannya ke tempat tidur. Belum juga jatuh ke tempat tidur Sonia langsung menariknya, "eitss mau tidur lagi?, Kita perginya sekarang, kamu harus mandi dan berkemas ", ajak Sonia.


"Sekarang?, pagi ini?", ucap Beni melotot.


"Iya sekarang, memangnya kenapa?", tanya Sonia bingung.


"Mall nya masih tutup", ucap Beni kesal

__ADS_1


"Kita ke salon dulu, creambath, membersihkan wajah atau message, karna aku terlalu lelah dan letih", ucap Sonia manja sambil duduk di tempat tidur Beni.


"Ngga ahh malas, masak cowok nungguin di salon, malu tau", Beni menolak kesal.


"Siapa bilang kamu nungguin, kamu ikut juga perawatan nya, nanti aku yang atur deh, kamu tinggal ikut dan nurut aja", ucap Sonia sambil menarik tangan Beni.


Beni langsung menarik tangannya dari genggaman Sonia, " ok ok. ok. kamu keluar dulu aku mau mandi dan siap siap " bermaksud menghindar karena tidak ingin tangan Beni dipegang oleh Sonia, Beni mendorong Sonia ke luar kamar dan segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam.


Dengan sedikit kesal Sonia pun tidak bisa melakukan apa-apa, toh kamar Beni sudah di kunci.


Senyum Sonia kembali merekah, karena seharian Beni akan menemaninya, Sonia pun segera berlalu dari tempat itu, selanjutnya mau mandi dan siap siap pergi kesalon dan jalan jalan.


Waktunya berangkat. Beni sedari tadi sudah menunggu, duduk di ruang tamu sambil membaca koran.


Sonia pun sudah siap untuk berangkat, lantas mengajak Beni untuk segera cabut "Ayo berangkat, aku sudah siap", ajak Sonia tersenyum lebar di depan Beni.


Beni terkesan dengan kecantikan Sonia, mata dan rambut hitamnya, kulitnya putih, senyumnya yang begitu dalam dengan sebuah lesung pipi.


Mirip mirip artis India Preity Zinta. Bedanya Sonia terlalu kurus. Hampir Beni dibuat terkesan, atas kecantikan Sonia, 'sifat angkuh dan sombong Sonia telah menutupi kecantikan nya', pikir Beni dalam hati.


Beni pun segera beranjak dari tempat duduknya dan hendak keluar, tetapi tiba tiba Sonia menggandeng tangan Beni dengan erat dan kencang, Beni berusaha untuk melepaskan tangan itu, tetapi sia sia, tangan Sonia terlalu kencang menguncinya, mungkin Sonia sudah wanti wanti untuk menggandeng erat tangan Beni.


Sonia merasa menang dan tersenyum puas karena Beni pasrah di gandengnya.


'Beni pun tidak kalah ganteng, tinggal dipoles sedikit dan mendapatkan perawatan wajah dan kulit, pasti Beni akan makin ganteng', pikir Sonia dalam hati. Tidak sabar rasanya kalau Beni nanti selesai perawatan dan gaya gaya rambutnya sedikit dibuat berbeda. 'Sonia yang atur deh', bathin Sonia dalam hati.


Sonia dan Beni pun masuk kedalam mobil. Sonia yang menyetir "Beni, kamu belajar dong bawa mobil, kamu mau kuajari menyetir ?", Sonia menawarkan jasanya.


Beni pun ingin belajar mengemudi "Baiklah", ucap Beni.

__ADS_1


"Ok. kita tunda dulu keberangkatan kita ke Bali, kamu kuajari mengemudi dulu ya, gampang kok, asal kamu niat dan rajin latihan, pasti cepat mengerti", ucap Sonia lembut.


Ternyata Sonia bisa juga lembut, pikir Beni. Sonia dan Beni semakin dekat dan kompak.


__ADS_2