Kisah Pilu Seorang Kembang Desa

Kisah Pilu Seorang Kembang Desa
#72. Sari kesurupan


__ADS_3

Setelah Sari melahirkan anak laki-laki, sungguh sangat luar biasa sukacita yang di rasakan Sari, dengan lahir nya laki-laki, hatinya tenang, karena suami sudah punya penerus, dan tidak perlu takut karena tidak akan di cerai suami dan dipoligami.


Beberapa hari kemudian, Juan datang, begitu tahu yang lahir adalah laki-laki, sukacita Juan begitu luar biasa, langsung di gendong nya baby boynya.


***


Hampir setiap 2 tahun sekali Sari melahirkan anak, karena ada istilah banyak anak banyak rezeki..


Sangat naas bagi Sari ketika melahirkan anak yang kelima, Sari tidak ada yang menemani di rumah, biasanya Sari melahirkan di rumah dengan di tolong bidan Dewi datang ke rumah untuk membantu proses lahiran,


naas lahir anak ke 5 ini Vina lagi pulang ke kampung, Sari sendirian di rumah, beruntung ketika Sari hendak melahirkan, Sari minta tolong kepada Bu Jeni, agar diantar ke rumah sakit, tetapi setelah tiba di rumah sakit Bu Jeni lagi kurang enak badan tidak bisa menemani Sari melahirkan.


"Maaf ya Sari, ibu tidak bisa menemani kamu lahiran disini, ibu sedang kurang enak badan" pamit Bu Jeni.


Sari tidak bisa memaksa hanya bisa pasrah.


"Baiklah Bu, tidak apa-apa, ibu membawa saya ke rumah sakit, saya sudah bersyukur" Sari mengerti kondisi Bu Jeni.


Sari pun di rumah sakit tidak ada yang menemani, setelah melahirkan, Sari merasa ketakutan karena di rumah sakit saat itu, kondisinya pasien sedang sepi, jadi tidak ada pengunjung, tidak dokter dan suster yang hilir mudik.


Sari sedih bercampur kesal, masak lagi lahiran yang harusnya ditemani, tega-teganya ditinggal sendirian, Sari frustasi malah mengadu kepada ibunya, Indri yang sudah meninggal dengan menangis sejadi-jadinya.


"ibu, ngeri sekali nasib anakmu, lagi melahirkan begini, tidak ada yang menemani, ambillah aku Bu, aku tidak mau hidup lagi, ambil aku Bu" teriak Sari dengan sedih luar biasa.


Sungguh sangat di luar nalar, Sari seperti kesurupan, tidak seperti diri sari sendiri, Sari hanya terdiam tidak mau bicara, seperti melamun dan pandangan kosong.

__ADS_1


pihak rumah sakit menghubungi keluarga, akhirnya Sari dibawa ke rumah, "Gimana sih kalian, tega sekali, masak lagi lahiran tidak ada yang menemani,


kalau lagi lahiran itu fisik dan psikologis nya masih lemah, wajar pasien merasa sedih luar biasa dan mengadu kepada ibunya yang sudah meninggal" teriak dokter memarahi Juan, padahal Juan lagi ada di rumah. Juan yang begitu kaku, tidak bisa mengambil hati Sari istrinya.


Juan bersusah payah mencari orang pintar untuk mengobati Sari


"Roh dan pikiran nya sudah jauh" kata paranormal.


Semua bingung, termasuk Juan, hanya bisa mengangguk-angguk kan kepalanya. Diberi ramuan dan potong ayam jantan, maksudnya roh dipanggil lagi, segala rupa bentuk sesajen pun telah disediakan dan dipersembahkan tetapi Sari masih yang diam saja, hanya pandangan kosong.


Salah satu paranormal ada yang bicara "Apa Sari sebelumnya pernah kesurupan?" tanya paranormal memastikan.


"Iya sewaktu gadis, ketika jalan-jalan acara muda mudi keluar kota, Sari kesurupan, dan diobati oleh para normal di kampung itu, para normal itu menawarkan untuk jadi istrinya, tetapi ditolak Sari dan langsung meninggalkan para normal itu" Vina bercerita tentang masa lalu Sari,


"Dulu waktu Sari gadis, ada dukun yang tertarik dan ingin menjadikan Sari salah satu dari istrinya, tetapi Sari menolak, para normal itu masih penasaran kepada Sari, dan masih mengikat Sari, dan tidak mau meninggalkan Sari.


Semua yang mendengar perkataan para normal tersebut bergidik bulu romanya, karena merasa ketakutan, sungguh sangat di luar nalar manusia.


"Juan, kamu bujuklah Sari baik-baik, minta maaflah kepadanya, semua keluarga harus meminta maaf mana tahu ada salah pernah menyakiti hati Sari, soalnya Sari masih penasaran terus, bujuklah Sari, kalau ada barang-barang Sari yang diambil, atau benda kesukaan Sari, kembalikan saja, agar roh Sari bisa kembali lagi" ucap para normal dengan penuh harap.


Juan hanya minta maaf sekedar nya saja, tidak sepenuh hati, entah malu bicara didepan orang banyak, Juan kaku sekali.


Vina mengharapkan keluarga Juan meminta maaf, karena Sari sering bercerita dan berkeluh kesah kepada Vina mengenai cincin Sari yang telah digadaikan untuk mengurus Robert agar bisa melamar jadi polisi, tidak dilakukan Juan mewakili Robert, karena Robert sedang di Jakarta, Ita yang pernah mengambil pakaian Sari, bahkan mertua Sari juga merasa tidak bersalah, padahal mertua Sari selalu menuntut Juan untuk terus dinafkahi.


Semua tetangga menasihati Sari " Sari lihatlah anak-anak mu ini, kasihan nanti tidak ada yang urus, kamu harus kuat, kamu harus semangat, jauhkan sifat putus asa, berdoa dalam hatimu Sari, Sari kembalilah" ucap semua keluarga yang datang menjenguk dan melihat Sari kesurupan.

__ADS_1


Melihat kondisi Sari yang masih begitu-begitu saja.


"Sepertinya kalian tidak sayang dan tidak peduli untuk kesembuhan Sari, kalian anggap enteng dan sepele, kalian begitu tidak pengertian, walaupun barang sekecil apapun cobalah minta maaf, bujuk Sari baik-baik, merendah hatilah, Sari ini sifatnya lemah dan putus asa, apa-apa langsung sedih sekali, bila dia tersakiti" bujuk para normal kepada seluruh keluarga Juan untuk meminta maaf dan membujuk Sari.


Tidak satupun dari keluarga Juan yang mau melakukan apa yang diperintahkan para normal,


akhirnya para normal pergi tidak mau mengobati Sari lagi.


Kondisi Sari masih yang diam saja, dan pandangan kosong, terkadang Sari mengamuk dan melemparkannya apa yang ada padanya.


Juan meminta tolong tetangga untuk mengikat Sari, agar tidak mengamuk, dan meresah warga.


Kasihan anak-anak Sari yang masih kecil-kecil, bahkan yang baru lahir harus terlantar.


Karena perkembangan Sari tidak ada, disini juga yang menjaga Sari tidak ada, karena para tetangga juga takut kalau Sari akan mengamuk, akhirnya disepakati Sari dibawa ke kampung dan diobati di kampung saja.


Vina dan keluarga Juan sementara tinggal di rumah Juan untuk menjaga anak-anak Sari termasuk yang baru lahir.


Anak yang baru dilahirkan Sari tidak pernah merasakan air susu ibu dari Sari sendiri, hanya karena keegoisan Juan dan seluruh keluarga Juan, tidak ada sifat rendah hati, dan tidak ada pengertian, akhirnya cucunya pun jadi terlantar.


Pengobatan Sari hanya sebatas paranormal, berganti dari satu paranormal ke para normal yang lain hanya menghabiskan duit saja,


Hanya karena keegoisan, tinggal minta maaf sepenuh hati tidak bisa dilakukan Juan dan keluarga nya. Nasi sudah jadi bubur.


Sari pun tidak bisa di sembuhkan secara normal seperti biasa. Baik secara doa-doa pun telah dilakukan tetapi kondisi Sari tetap saja suka melamun, berbicara sendiri, dan terkadang mengamuk dan marah-marah.

__ADS_1


__ADS_2