Korban

Korban
11.Bebas


__ADS_3

Terimakasih yang masih membaca tulisanku dari bab ke bab, dan jangan lupa like dan komennya


Pov author.


Saat selesai makan siang para napi bebas melakukan aktivitas, dan seperti biasa Intan dan teman satu selnya berkumpul.


"Tadi ada apa kamu di panggil bu kepala? " Lina membuka percakapan dan di tujukan pada Intan.


Dengan senyum mengembang dan dengan pancaran kegembiraan Intan mulai bercerita tentang tadi pagi saat dikantor bu Ningsih.


Mereka menyambut gembira kabar itu dan saling berpelukan ikut merasakan bahagia, walaupun mereka tak lama kenal tapi ikatan mereka kuat, saling menganggap saudara satu sama lain.


"Jadi kita besok bebas bareng dong"kata Kristin antusias.


Intan mengangguk" ya, kamu ada yang jemput kris? "


"Entahlah aku sudah sms papiku, tapi aku tak tahu dia mau menjemput atau tidak" jawab Kristin


"Nanti mampir kewarung mamak dulu ya? " tawar Intan


"Siippp"kristin mengacungkan jempolnya.


" Kalian juga kalau bebas mampir ke warung ya? "ajak Intan.


" Siiip"jawab semua serempak


"ausie Mbak Lina habis lebaran juga bebas kan? " Santi bertanya.


"Harusnya sih iya, tp sapa tau bisa lebih cepet, dapat grasi lebaran gitu" kekeh Lina dengan penuh harap.


Dan sisa hari ini diisi dengan canda ria dan saling curhatan diantara penghuni sel. Mereka tertawa menangis memeluk dan memberi semangat.


_______&_______&_______


Pagi hari ini setelah apel dan sarapan, Intan dan Kristin bersiap untuk kebebasan, mereka berpamitan pada beberapa teman dan saling menangis


"Jangan lupa kunjungi kami ya" bu Maya melepas pelukan dari mereka


"Insyaallah bu, Intan akan sering mengunjungi kalian" jawab intan sambil mengusap air matanya.


"aku juga akan ku usahain berkunjung" Kristin menimpali, setelah bebas Kristin berencana akan kembali ke kampung halamannya di Sumatra Selatan. Jadi dia berharap tidak terputus tali saudara dengan semua.


"Gak usah dipaksakan, yang penting kamu bahagia dan jangan lupa kasih kabar, ingat jangan terjerumus lagi ke narkoba" pesan bu maya pada Kristin

__ADS_1


Kristin mengangkat tangan seperti hormat"siap ibu Suri"


dan semua tertawa


"Sampai ketemu lagi ya semua,semoga kalian juga cepat bebas" pamit kritis dan Intan, mereka diantar oleh teman-teman nya sampai ke pintu keluar sel utama.


Setelah melambaikan tangan tanda perpisahan keduanya masuk kekantor lapas untuk menandatangani berkas yang di perlukan dan mengambil barang mereka yang di tahan.


Ketika pintu gerbang lapas dibuka, keduanya keluar dan di sambut mamak yang menggendong Aathif, mamak memeluk Intan dan Kristin bergantian. Tak lupa mereka mencium baby Aathif, dan Intan mengambil alih Aathif dari mamak.


"Anak bunda," Intan menciumi pipi aathif hingga aathif bergerak, "bunda kangen"kembali Intan menciumi Aathif.


Kristin mengedarkan pandangan kesegala arah, berharap seseorang akan menjemput.


Tak menemukan siapapun yang ia cari Kristin dengan muka sedih memejamkan matanya


"Apa memang tak ada maaf lagi buatku" batinnya. Intan yang melihat wajah sedih Kristin mengusap punggung temannya itu.


"Ayo ikut kami Kristin" ajak Intan, dengan lemas Kristin mengangguk.


Mereka berjalan beriringan, ketika mereka akan menghentikan angkutan sebuah suara menghentikan mereka,"Kristin "yang punya nama pun menoleh ke sumber suara.


Kristin menangis dan berlari menghampirinya. Ya papinya jauh-jauh dari palembang menjempitnya. Kristin menghambur ke pelukan papinya dan dia menangis harus dan bahagia.


"Ya sayang! kamu anak papi dan mami, kami semua menunggumu" papi Kristin membelai rambut sampai punggung.


Intan dan mamak menghampiri Kristin dan papinya.


"Papi kenalkan ini Intan dan mamaknya" kata Kristin setelah melepaskan pelukan nya.


"Saya Intan pak" Intan mengulurkan tangan dan di sambut papi Kristin "saya papi Kristin"


mamak pun melakukan hal sama.


Papi Kristin menyelipkan rambut anaknya ke belakang telinga,


"Ayo kita pulang" ucap papi Kristin dengan penuh kasih sayang.


"Kita mampir dulu ya pi ke rumah Intan, katanya gak jauh koq" kata Kristin


"Nanti merepotkan" papi Kristin


"Gak koq pak, malah kami senang, kebetulan memang rencana nak Kristin mau saya ajak kerumah" Jawab mamak

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, naik mobil sewaan saya aj kalu begitu" papi Kristin menyuruh kami menunggu sedangkan dia ke parkiran mengambil mobil.


Tidak lama sebuah mobil xenia putih berhenti didepan mereka dan mereka pun masuk kedalam, mamak menunjukkan arah jalan menuju rumah nya, tepatnya kontrakannya.


"Nanti belok kiri pak, rumahnya yang ada pohon mangga dan warung makan" kata mamak ketika mobil sudah memasuki sebuah gak yang lebar.


Mobil berhenti disebuah bangunan sederhana dan ada warung yang lumayan ramai, ya walaupun di gang tapi tempat ini mayoritas warga nya adalah pendatang yang bekerja di pabrik tak jauh dari kawasan kontrakan ini.


Mereka semua turun dan mamak mengajak kami masuk, di depan kontrakan mamak mendirikan warung makan, dan disana ada seorang gadis yang sedang melayani pembeli yang akan makan.


"Mari masuk" mamak mengajak semua untuk masuk lewat pintu sebelah dan langsung menuju ruang tamu dengan kursi yang sederhana, kursi ini sudah disediakan pemilik rumah, sebenarnya rumah ini adalah milik seorang warga yang sedang keluar negri. jadi daripada kosong rumah ini di kontrakan, harganya pun tak mahal kata pemilik rumah yang penting mau merawat sudah cukup.


"Tunggu sebentar ya," mamak masuk kedalam,


"Itu anaknya?" tanya papi Kristin pada Intan yang sedang menimang aathif


"iya Pak" jawab Intan mengalihkan pandangannya sekelas pada papi Kristin, kemudian kembali lagi pada aathif.


"Laki-laki atau perempuan" tanya nya lagi


"cowok pi, namanya Aathif pi, baru sebulan"Kristin yang duduk disebelah Intan dan bermain dengan Aathif ikut menjawab


" Ayahnya mana? " otomatis pertanyaan dari papi Kristin membuat hening suasana, Kristin dan Intan melihat kearah papi Kristin dengan pandangan tak terbaca.


"Pi jangan tanya itu? " Kristin menengahi, papi Kristin memandang dengan penuh pertanyaan.


Belum sempat papi Kristin bertanya lagi mamak datang dengan Sarah gadis yang ikut membantu mamak di warung. Mereka membawa nampan yang berisi lauk pauk dan sayur, juga sebakul nasi.


"Silakan makan dulu pak, Kristin, maaf seadanya. " mamak mempersilahkan


"Terima kasih bu, kok jadi merepotkan" ucap papi Kristin.


"Gak pak, kewajiban kami menjamu tamu" jawab mamak


Kemudian merekapun menikmati hidangan, Aathif diambil alih mamak agar Intan bisa ikut makan.


"Wah masakan ibu enak" puji papi Kristin


"Ah biasa aja pak" jawab mamak


"Memang mamak tu masakannya enak, tiap jenguk Intan selalu bawain kami makan juga pi" Kristin ikut menjawab


papi Kristin hanya mengangguk sambil menikmati hidangan.

__ADS_1


Terima kasih ya. jangan lupa like komen dan vote nya ya😍😍😍😘😘😘


__ADS_2