Korban

Korban
52


__ADS_3

Makasih ya jempol dan dukungannya


Jangan lupa ajak temen sodara dan yang lagi demam novel di fb Twitter atau ig


Yuk kita lanjutπŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Akhirnya kita bertemu juga" Ucap Furqon sarkas


Dan orang yang di sapa pun menoleh kaget


"Mas Furqon, Sindy"


Tanpa basa basi Furqon melayangkan tinjunya dan membuat orang itu tersungkur


"Mas hentikan" Teriak SindySindysambil menahan Furqon yang menarik orang itu untuk bangun


Sedang seorang perempuan disebelah orang itu pun tak kalah panik dia berusaha menarik sang suami dari cengkraman orang asing yang tiba-tiba memukulnya.


"Hentikan, apa yang kau lakukan? Siapa kamu? " perempuan itu menarik suaminya dan berdiri di depannya


Pandangan nya tertuju pada Sindy yang sedang memegangi Furqon


"Sindy? ada apa ini, siapa dia tiba-tiba memukul mas mu? " tanya perempuan yang tak lain Sarah, kakak ipar Sindy juga.


"Mbak bawa mas Lukman pergi, nanti aku jelasin"


"Dasar kamu baji****"Furqon terlihat emosi


" Kenapa mas? apa salahku"protes Lukman sambil mengelap darah yang ada di ujung bibirnya


"Itu belum seberapa di banding dengan rasa sakit yang di alami Intan karena ulah mu breng***"Furqon masih ingin menghajar sang adik itu, namun Sindy dan sarah menghalanginya


Mendengar nama Intan di sebut membuat keduanya terkesiap, untuk sesaat Sarah terdiam


"Intan? "


" Mbak Intan? "


Tanya Sarah dan Lukman bersamaan


"Di mana mbak Intan sekarang? apa kamu tahu dimana dia Sindy? " tanya Sarah antusias


"Kalian tak perlu tahu dimana Intan, aku harap tak akan melihat baji**** ini lagi, atau aku akan menghabisi nya" Furqon terlihat masih emosi


"Mbak Sarah bawa mas Lukman pergi nanti aku jelaskan, ayo mas, kasian mbak Intan" Sarah menarik Furqon


Furqon menunjuk Lukman dengan penuh dendam sebelum dia berlalu


Sedangkan Sarah masih mengamati kepergian Sindy dan juga Furqon


"Mas kamu gak pa pa? " Sarah memegang pipi dan bibir Lukman yang biru, Lukman terlihat meringis menahan sakit.


"Siapa dia mas? "


"Dia kakak ku yang lama menghilang"


"Mas Furqon? "


"Iya"


"Bukankah selama Ini bapak nyariin, tapi kok Sindy sama dia? ah sudahlah nanti kita cari tahu, ayo kita ke kamar dulu"


Mereka akhirnya kembali berjalan menuju kamar inap yang ada di rumah sakit itu.


Sesampainya di kamar yang di tuju, Sarah membantu Lukman berbaring dan menutupi badannya dengan selimut


"Mas istirahat dulu, aku keluar sebentar"ucap sarah sambil merapikan selimut Lukman

__ADS_1


" Mau kemana? "Lukman menahan tangan Sarah


" Sebentar aja kok mas, ngambil resep obat di apotik "


"Baiklah jangan lama-lama"


Sarah mengangguk dan di keluar dari kamar


Sarah berjalan ke depan, tujuannya mencari sarah dan Furqon. Dia ingin menanyakan kabar Intan dan Mamak


Sarah berkeliling di depan dan parkiran, namun tak menemukan Sarah, akhirnya sarah memutuskan bertanya pada resepsionis di depan, siapa tahu Intan adalah salah satu pasien di sini


"Maaf Sus, saya mau tanya, apa ada pasien bernama Intan Nuril baiti? "tanya Sarah pada seorang suster yang bertugas


" Anda siapanya? "


"Saya temannya?, ini saya mau besuk"


suster itu sedang menmengutak atik komputer di depannya


"Atas nama Ibu Intan Nuril baiti ada di kamar mawar kelas vip, ada di lantai 3"


"Terima kasih Sus? "


Sarah segera menuju ke lantai 3 dengan menggunakan life, dan mencari di ruangan Koridor itu.


Langkah Sarah berhenti di sebuah kamar, dia melihat Sindy dan Furqon serta perempuan yang sepertinya di kenal olehnya berada di kamar itu.


Sarah mengintip dari kaca di pintu kamar, dia melihat Intan yang sedang berbaring.


Seketika itu hati Sarah menjadi bertanya-tanya apa yang terjadi.


Sarah tak ingin membuat keributan lagi, yang penting dia tahu dimana Intan sekarang, nanti dia akan kembali lagi.


Sarah segera turun dan kembali ke kamar Furqon, Sarah membuka pintu perlahan, khawatir mengganggu istirahat suaminya itu.


Sebenarnya tadi Lukman di vonis mengidap kanker paru stadium 2 sejak 3 bulan lalu, dan sekarang dia sedang menjalani perawatan kemo terapi.


Seorang perawat datang mengantarkan makan dan obat untuk Lukman,


perawat itu menyimpan nya di atas nakas sebelah branker Lukman.


"Kamu sudah datang" tanya Lukman yang terbangun setelah perawat tadi pergi


"Iya, maaf meninggalkan mas sendirian" Sarah mendekati Lukman


Lukman tersenyum menanggapi ucapan istrinya itu


"Makan dulu ya mas, nanti minum obatnya . Biar kemo besok berjalan lancar"


Dengan telaten Sarah melayani suaminya itu, dia menyuapi Lukman sampai habis,. Dan memberikan beberapa butir obat dan air minum


Lukman meminum obatnya hanya dengan sekali telan dengan bantuan air minum


"Terima kasih ya" ucap Lukman saat Sarah menaruh gelas di meja


"Sudah jadi kewajibanku sebagai istri" jawab Sarah sembari tersenyum dan duduk di kursi sebelah branker


"Maafkan atas perlakuan ku selama ini padamu, aku menyesali segala perbuatan kejam ku padamu"


Sarah menyentuh tangan Lukman dan menggenggam nya


"Mas, semua orang pernah berbuat salah, termasuk aku, yang penting sekarang kita harus bisa menjadi yang lebih baik dari sebelumnya"


"Ya kamu benar, mungkin sekarang Allah sedang menghukumku dengan penyakit ini" Pandangan Lukman terlihat nanar


"Mas, Alloh memberi cobaan pada hambanya tidak melebihi batas kekuatan hamba it. Dan sekarang mas di coba dengan sakit ini, Alloh menghapus dosa-dosa mas. Asal mas mau bersabar dan tawakal pada Alloh"

__ADS_1


Lukman tersenyum, dia mencium tangan istrinya.


Lukman menyesali segala perlakuannya pada Sarah sang istri


Dari sejak pertama dia menukahi Sarah, dia memperlakukan nya dengan tak baik.


Dia selalu memaksakan kehendaknya pada Sarah, bahkan urusan ranjang pun Lukman jarang bersikap lembut.


Karena dendamnya pada Sarah yang telah membantu Intan kabur darinya, Lukman mengharuskan Dirinya mengandung anak Lukman untuk menggantikan sosok Aathif anaknya dengan Intan.


Bahkan Intan harus selalu menelan hinaan sang ibu mertua yang setiap kali dia berkunjung.


Sarah pernah hamil di 3 bulan usia pernikahan mereka, namun janin itu tak bertahan lama hanya 2 bulan, dan sampai sekarang dia juga belum hamil.


Lukman tak menyakiti Sarah secara fisik, namun dia menyakiti hati Sarah.


Lukman selalu berkata kasar dan membentak Sarah, bahkan tak memperbolehkan Sarah bertemu dengan keluarga dan adiknya Farah.


Hingga suatu hari Lukman yang sakit batuk tak berkesudahan selama 2 bulan, berkali-kali Sarah menyuruh nya untuk periksa ke dokter spesialis, namun di tolak nya.


Dan di saat Lukman berada di gudang beras miliknya untuk memeriksa barang, tiba-tiba dia batuk dan mengeluarkan darah, akhirnya dia pingsan.


Dan dari serangkaian tes, akhirnya dokter menyimpulkan bahwa Lukman mengidap kanker paru stadium 2.


Sarah selalu mendampingi dan menguatkan Lukman yang merasa frustasi dan merasa terpuruk, Sarah membantu dan merawat suaminya itu dengan telaten, dan akhirnya dia mau menjalankan pengobatan di rumah sakit di jakarta.


Dan ini adalah kemo yang ke 3 yang di jalani oleh Lukman. Dia sangat beruntung dan bersyukur karena sang istri tak menaruh dendam padanya, suami yang selalu menyakitinya.


Setelah sholat magrib berjamaah di kamar, Lukman dan Sarah mengobrol ringan.


"Mas mbak Intan di rawat di sini" Sarah membuka pembicaraan


Lukman sedikit terkejut, ada rasa bersalah yang mengganjal hatinya


"Kamu tahu dari mana? "


"Sebelumnya maaf ya mas, tadi saya keluar bukan untuk mengambil obat, tapi untuk mencari Sindy dan mas Furqon tapi gak ketemu. Saat mereka menyinggung nama mbak Intan aku jadi kepikiran, tadi aku coba tanya ke depan tentang mbak Intan, dan dia ternyata dirawat di sini, di lantai 3"jelas Sarah


"Kamu tahu Intan sakit apa? "


Sarah menggeleng


"Aku hanya melihat sampai di depan kamar, karena ada mas Furqon dan Sindy, dan satu lagi sepertinya aku pernah lihat tapi siapa aku juga lupa"


Sarah mencoba mengingat


"Oh iya sepertinya dia temen mbak Intan di Lapas, soalnya dulu dia datang bareng mbak Intan saat bebas"


Kata dari Sarah yang kebebasan Intan membuat Lukman lebih bersalah lagi, hatinya semakin mencelos, dan tanpa terasa air matanya menetes.


Hal itu di tak luput dari pandangan Sarah


"Mas kenapa? apa saya menyinggung mas? "


"Enggak, aku hanya merasa bersalah atas kejahatan ku pada Intan. Harusnya dulu aku bertanggungjawab padanya, agar dia tidak menderita"


"Mas semua sudah terjadi, besok kita temui Intan dan meminta maaf padanya, biar hidup mas tenang,. Dan siapa tahu ini bisa jadi obat yang mujarab untuk mas Lukman"Sarah menguatkan sang suami


"Iya kamu benar, besok kita temui dia. Tapi.... Ada hubungan apa mas Furqon dengan Intan ?"


"Besok kita cari tahu"ucap Sarah


Dan obrolan mereka berlanjut membahas rencana kehidupan mereka ke depan, dan pengobatan yang di jalani Lukman


Bersambung......


Jangan lupa like komentar dan vote ya

__ADS_1


Terima kasih😍😘😘


__ADS_2