
"Terima kasih ya"Ucap Sindy ketika sudah sampai di rumah Lukman
"Gak di suruh mampir nih?"celetuk Adrian
Sindy yang sudah membuka pintu kembali menatap Adrian
Adrian tertawa melihat ekspresi Sindy
"Aku becanda, lain kali aja kalau udah pasti"godanya
Sindy keluar dari mobil dan membuka pintu mobil belakang mengambil Aathif
"Sampai ketemu lagi" Adrian melambaikan tangan nya lewat jendela mobil yang di buka
Sindy menggeleng, tak habis pikir dengan segala tingkah dokter muda yang tampan, eit kok malah bahas tampan
Sarah mematikan kompor kala mendengar suara bel berbunyi
"Iya sebentar"Sarah berjalan menuju depan
"Hai Sindy" Sarah menyapa saat membuka pintu
"Assalamu'alaikum"ucap Sindy
"Waalaikum salam, yuk masuk"Sarah membuka pintu lebih lebar lagi
"Ih anak mama ikut"Sarah menggendong Aathif dan mencium pipi gembilnya.
karena belum mengenal,Aathif berusaha turun dari gendongan Sarah
"Kenapa?Ini mama nak, mama gak nakal kok" rayu Sarah
Aathif menggeleng. Akhirnya dengan berat hati Sarah menurunkan Aathif dan Aathif menyusul Sindy yang sudah duduk di kursi
"Mas Lukman mana mbak?"tanya Sindy
"Lagi ada di belakang, lihatin kolam ikan. Yuk langsung ke belakang"
Mereka bertiga menuju ke halaman belakang
"Mas ini lihat siapa yang datang"Sarah
Lukman yang asyik memberi makan ikan menoleh
Senyumnya merekah sempurna tatkala melihat Sindy dan Aathif mendekat
"Eh anak papa, sini nak"Sapa Lukman
"Nih kasih makan ikan"Lukman menyodorkan makanan ikan pada Aathif
Meski baru semalam Lukman berinteraksi dengan Aathif, namun ikatan batin mereka masih ada. Sehingga mudah akrab
"aku tinggal dulu ya ke dapur, nerusin masak"pamit Sarah
"Aku ikut mbak, abang tante bantuin mama ke dapur ya, jangan nakal"Sindy menyusul Sarah ke dapur setelah mendapat anggukan Aathif
"Masak apa mbak?"tanya Sarah
"Masak sayur asam sama bandeng presto"jawab Sarah sambil memindahkan sayur yang sudah matang ke wadah
__ADS_1
"Biar aku bantu mbak"Sindy
"Gak usah ini udah selesai kok, tinggal nunggu gorengan ikannya kering"
"Sini biar aku bawain ke meja"Sindy membawa sayur ke meja makan yang ada di samping dapur
"Bapak sama ibu kemana mbak?"Sarah
"Lagi ke agen,ngontrol barang. mas Lukman belum bisa kesana sini"
Sayur asam, bandeng presto, tahu tempe goreng dan sambal level dewa pesanan Lukman sudah tersedia di meja makan, tak lupa kerupuk wajib ada
"Harum bener mbak, bikin perutku meronta"Sindy mengendus aroma masakan
"Ayo makan, tolong panggilin mas Lukman sama abang"pinta Sarah
Saat semua duduk di meja makan persegi, pak Rahmat dan Ratna datang
"Wah ada tamu nih, pantesan di salamin gak ada yang jawab"ucap pak Rahmat menghampiri Aathif
"Ucu akung apa kabar sayang"Pak Rahmat mencium dan menyalami Aathif
"Kapan datang Sin?"tanya sang ibu
"Barusan"Sindy menjawab singkat
Bu Ratna duduk di sebelah Sindy di ikuti pak Rahmat
Suasana ruang makan hening
"Bagaimana kabar Intan?"tanya pak Rahmat mbuka percakapan
"Alkhamdulilah sehat, bapak gak main lagi ke sana?"tanya Sindy
Bu Ratna tak bersuara, tak ada kata yang terucap dari mulut nya
Sindy tau ibunya itu tak menyukai Intan dari dulu, dari mereka masih menjadi sahabat sampai jadi saudara ipar
Bukan hanya Intan saja, bahkan Sarah pun juga mendapat kesinisan dari sang ibu mertua
"Makanya cepatlah kamu hamil lagi, biar kami punya cucu"ucap Ratna di tujukan untuk Sarah, namun Sarah hanya diam tak kenanggapi. Dia tak mau menyulut keributan
"Bu.. "pak Rahmat memandang tajam pada istrinya,
"Apa sih pak, ibu itu cuma bilangin, ibu kan juga pingin punya cucu. Masak udah nikah 2 tahun belum dapat momongan"
Lukman menggenggam tangan Sarah yang ada di bawah meja, berusaha menguatkan sang istri dari ocehan ibunya
"Bu.. sabar aja. Lagian kita juga udah punya dua cucu"ucap pak Rahmat
"Ya kan lain"balas bu Ratna
"Sarah kan juga udah pernah hamil bu. Jadi kami insya Alloh akan sabar dikasih kepercayaan sama Alloh"ucap Lukman
"Kamu juga Sin. Kapan kamu mau nikah, tu Ilham anak pak Lurah sudah nanyain terus"bu Ratna
"Apaan sih bu!
Gak usah mulai deh pakai jodoh jodohan,emangnya jaman siti nurbaya"jawab Sindy sewot
__ADS_1
"Ibu tu pingin kamu hidup senang gak susah, lagian Ilham itu juga ganteng. Yang paling penting dia dari keluarga terpandang, cuma kamu harapan ibu bisa dapat orang yang sepadan"ucap bu Ratna sambil melirik Sarah
"Sudah dong bu, kami anak anak ibu bukan boneka inu yang bisa di gerakkan sesuai keinginan ibu. Kami sudah dewasa, jadi biarkan kami dengan pilihan kami dan bertanggung jawab"ucap Lukman yang mulai tersulut
Sarah mengusap tangan Lukman supaya tenang
"Bu.. Jangan maksain kehendak. sudah jangan bahas yang gak penting ayo terusin makannya"ucap pak Rahmat
Dan akhirnya suasana di ruang makan menjadi kondusif kembali
Bu Ratna segera masuk ke kamar setelah makan katanya mau istirahat, sedangkan yang lain setelah sholat berjamaah berkumpul ke ruang tengah menonton TV
Lukman dan pak Rahmat terlihat asik bermain dengan Aathif, mereka sudah mulai akrab
Sindy dan Sarah menonton drakor yang di siarkan salah satu TV swasta
Tak terasa waktu bergulir dengan cepat, Furqon sudah menanyakan kabar berkali-kali pada Sindy
Selesai sholat ashar, Sindy berpamitan pulang. Mobilnya tadi sudah di antarkan oleh bengkel, dan sudah di bayar oleh Adrian
Sesampainya di rumah Aathif mandi dan bercerita tentang kegiatan nya di rumah Lukman,
Dengan sabar Furqon mendengarkan cerita Aathif, sesekali menanggapi cerita nya.
"Sarah"panggil Furqon saat Sindy mau naik tangga
"Ada apa mas?"
"Sini duduk sebelah mas"
Sindy berjalan ke arah Furqon dan duduk di sebelah nya
"Kamu udah deket ya sama dokter Adrian?"Furqon
"Gak ah, baru ketemu beberapa kali, emang kenapa mas?"tanya Sindy
"Gak cuma tanya aja, kayak nya dia naksir kamu deh"
"Ah biarin aja, males sama dokter genit"
"Genit dari mana?tau gak kamu, Adrian itu cowok yang ramah pada pasien nya namun dia susah kalau deket cewek"
"Nah tadi dia bilang mau ta'aruf sama kamu, gimana kamu mau?"lanjut Furqon
"Au ah mas, aku pingin menikmati status kejombloan ku dulu"Sindy
"Jangan lama-lama, ntar jadi perawan tua"
"Ish, gak suami gak istri sama aja, do'ain adiknya jadi PT"dengus Sindy
"Apaan PT?"
"Perawan tua, udah ah aku mau lihat drakor dulu"Sindy berlalu menuju kamarnya
"Jadi gimana di terima gak Adrian nya, lumayan lho, dia tajir ganteng pinter dokter lagi"ucap Furqon
"Au ah masa bodoh"jawab Sindy sambil melangkah kan kakinya menapaki anak tangga
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih ya masih mau membaca cerita aku, juga Terima kasih atas like komen dan vote nyaππ
Yuk tinggalin jejak like dan komentar nya lagi