Korban

Korban
13.lingkungan yang baik


__ADS_3

Hai kak. makasih ya yang mau mampir dan menyempatkan baca sampai episode ini.


jangan lupa like dan komentar juga vote rate nya😍😍😘😘


pov Intan


saat aku tahajud mamak sudah bergelut di dapur untuk mengolah bahan makanan yang akan dijual hari ini.


setelah berdoa aku segera beranjak ke dapur untuk membantu mamak, aathif masih terlihat nyenyak karena sebelum aku sholat dia menyusu dulu.


"mak, biar Intan bantu" aku mengambil alih ayam yang sedang di masak mamak,


mamak pun mengerjakan yang lain.


sepertinya bumbu sudah diracik mamak jadi tinggal mematangkan lauk pauk, menggoreng dan merebus. tak terlalu repot.


"mamak sudah bikin bumbu nya ya? " tanyaku masih dengan berkutat dengan memasak


"iya! sengaja mamak bikin bumbu banyak dan masukin ke kulkas biar gak repot repot lagi. " jawab mamak sambil mengiris beberapa bahan


"kalau mamak sendiri pasti keropotan, karna harus ngurusin aathif juga" kataku dengan membayangkan bagaimana repotnya mamak harus mengurus aathif dan masakannya.


"maafkan Intan ya mak yang selalu merepotkan " aku mulai berkaca-kaca


"eh siapa yang direpotkan, aathif tu selama ini dia tu sangat pintar, bahkan kalau malam dia jarang bangun, yang penting asip nya di siapkan" kata mamak


"yang penting sekarang kita bisa kumpul kembali itu kebahagiaan buat mamak" ucap mamak sambil melanjutkan pekerjaannya.


"nanti pagi mamak mau ke pasar belanja. kamu mau ikut? " tawar mamak


"pingin sih mak, tapi siapa yang jaga aathif. " jawab ku


"ya sudah "


pekerjaan masak memasak selesai pas komat subuh. jadi kami langsung membersihkan diri dan sholat berjamaah di kamar yang dikhususkan untuk sholat.


jam 06 pagi semua sudah siap lauk pauk sudah si masukkan ke etalase nasi pun sudah matang.Sarah pun datang dia membantu membersihkan warung bersama denganku. mamak pergi ke pasar untuk berbelanja


sudah ada beberapa pembeli yang datang ada yang makan si warung ada juga yang dibungkus "mbak biar saya aja mbak urusin aathif aja, takutnya dia bangun" ucap Sarah


"gak papa sar, kan kalau aathif bangun pasti nangis dan kedengeran dari sini" jawabku sambil membantu membawa makanan ke pelanggan


"mbak teh manisnya 1 , sama nasi orek tempe dan ayam 1" pesan seorang bapak, aku yang masih selesai memberikan makanan tadi pun mengiyakan

__ADS_1


"lho mbaknya baru ya? " tanyanya lagi aku hanya mengangguk


"oh saya kira pembeli" katanya lagi


"siapa namanya mbak? " lanjutnya


"Intan pak" jawabku singkat dan berlalu


"wah enak dong tambah yang seger seger satu lagi" katanya lagi dan di satu titik tertawa oleh yang lain.


aku dan Sarah hanya menggeleng sambil melanjutkan kerjaan.


aku mendengar suara aathif menangis "saran aku masuk dulu ya. maaf ya" pamit ku


"gak papa mbak. kan tadi saya udah bilang mbak di dalam aja" Sarah


aku masuk dan menuju kamar. ku angkat aathif lalu menyusuinya. aathif tampak kuat mengASI. setelah kenyang dia melepaskan putxxx.


kami bermain main sebentar dan aku ke belakang untuk menyiapkan mandinya. aathif memang tak rewel jadi tak ada kerepotan yang berarti.


"anak bunda sudah wangi sudah ganteng, yuk kita berjemur, biar sehat kuat" aku mengajak aathif berjemur. sengaja aku lewat pintu samping agar tidak mengganggu pelanggan warung.


"mbaknya siapa itu neng? " tanya seorang pelanggan di warung pada Sarah.


aku bersyukur mamak dapat tempat yang baik strategis dan aman. kata mamak warga disini gak usil, gak mencampuri urusan orang lain, tapi kreatif kekeluargaan sesama warga.


jam 8 mamak sampai di rumah, beliau membawa banyak belanjaan. untuk angkot masuk ke gang jadi tak susah mencari kendaraan


aathif sudah lelap kembali jadi aku bisa bantu mamak dan Sarah mengolah bahan yang akan dimasak untuk kami bawa ke kantor LBH, seperti yang kami bicarakan semalam.


jam 11 siang makanan sudah siap dan di kemas ke kotak nasi. tidak banyak hanya 20 kotak. rencana aku dan mamak yang akan mengantarkan sendiri tentu saja aathif ikut dengan kami.


warung dititipkan pada sarah. dan kami pergi dengan angkot saja. tak jauh hanya 20menit perjalanan. tanpa harus ganti angkot.


angkot berhenti di depan LBH, setelah membayar ongkos kami masuk ke dalam kantor, dibantu satpam membawa 2 kantong besar tempat kotak nasi.


"permisi bu Rahma nya ada" tanyaku pada perempuan yang duduk di meja resepsionis


"sudah ada janji? " tanyanya lagi


"sudah" jawabku singkat. karena aku memang sudah menelfon bu Rahma tadi pagi


"atas nama siapa? " tanya resepsionis lagi

__ADS_1


"Intan"


"tunggu sebentar" resepsionis itu menelfon


tak lama dia pun mempersilahkan kami masuk ke ruangan lantai 2.


"assalamu'alaikum" sapa kami saat masuk keruangan bu Rahma


"Waalaikumsalam, mari masuk Intan sini duduk" bu Rahma mengajak kami duduk di sofa, dari belakang satpam tadi masuk dengan membawa bungkusan yang kami bawa tadi


"apa itu pak? " tanya bu Rahma pada satpam


"ini punya ibu ini bu. " jawab satpam itu sambil meletakkan 2 bungkusan itu di sebelah kami


"Terima kasih pak" ucap mamak


"sama-sama Bu. saya permisi dulu" jawab satpam itu sambil kemudian keluar dari ruangan


"apa ini intan? " tanya bu Rahma


"ini bu sedikit dari kami untuk ibu dan pegawai disini. maaf hanya ini yang kami bisa berikan" jawab mamak


"wah repot-repot aja" kata bu Rahma lagi


"gak kok bu. ini belum ada apa-apa nya dibandingkan bantuan ibu dan rekan-rekan disini." jawab mamak


"ya sudah kalau begitu kami Terima. dan Terima kasih dari kami" ucap bu Rahma


"ini pasti si ganteng itu ya. siapa namanya kemarin? lupa aku" bu Rahma mendekatiku yang menggendong aathif


"aathif bu" jawabku


"wah gantengnya MasyaAllah" bu Rahma membelai pipi aathif.


kami ngobrol ringan sebentar dengan bu Rahma lalu kami pamit.


"jangan lupa sering main ke sini ya" pesan bu Rahma sebelum kami meninggalkan kantor LBH, beliau mengantarkan kami sampai ke depan kantor.


"kami pamit bu assalamu'alaikum" pamit ku


"Waalaikumsalam, Hati-hati ya. da.. da aathif" bu Rahma pun masuk saat kami sudah naik angkot yang kami cegat


Terima kasih ya masih mau baca

__ADS_1


__ADS_2