Korban

Korban
21.diculik


__ADS_3

Terima kasih masih membaca cerita ini.


maaf karena gak bisa up banyak setiap hari.


saya juga masih pingin baca cerita author yang lain๐Ÿ˜๐Ÿ˜


selamat membaca๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Sarah begitu terlihat syok, ternyata lelaki yang dia kenal 6bulan yang lalu dan melamarnya itu adalah lelaki yang menghancurkan orang yang sudah dianggap nya saudara sendiri.


Hati Sarah begitu hancur, banyak mimpi yang sudah dirajut bersama lelaki yang dia kenal saat menolongnya dulu.


lelaki yang dulu dengan gagah berani menyelamatkan nya dari seorang jambret yang mengancamnya dengan pisau.


Masih jelas di ingatan Sarah saat dia pulang dari perpisahan sekolah, Sarah berjalan sendiri setelah turun dari angkot.


tiba-tiba seseorang menarik tas yang dia pakai. dengan reflek Sarah menarik tasnya. terjadi tarik menarik diantara Sarah dan copet itu. Sarah juga berteriak-teriak meminta tolong.


copet itu mengambil pisau yang terselip di saku celananya.


Sebenarnya Sarah takut jika pisau itu melukainya atau bahkan membunuhnya. tapi karena didalam tas itu ada uang hasil penjualan kalung yang akan digunakan untuk berobat Farah yang sedang sakit tifus. Sarah harus mempertahankan.


Sarah terus berusaha menghindari pisau yang di layangkan jambret itu, sambil terus berteriak meminta pertolongan dan berusaha mempertahankan tasnya.


pada akhirnya tangan Sarah terkena sayatan pisau, tapi tak membuat dia menyerah. karena jalanan sepi jambret itu nekat akan menusuk Sarah.


BUGK


sebuah pukulan berhasil membuat jambret itu jatuh. dan dia berlari ketakutan.


Sarah menoleh kearah samping, seorang lelaki tinggi dan tegap telah menolongnya.


"kamu tidak apa-apa kan? " tanya lelaki itu


Sarah menggeleng "Terima kasih mas" ucap Sarah sambil mengalungkan tas di bahunya.


"tanganmu terluka, ayo sini aku obati" lelaki itu menuntun Sarah ke mobil putih yang tak jauh dari situ.dia mengambil kotak obat. dan menyuruh Sarah duduk di dalam mobil menghadapi keluar. dan dia duduk bersimpuh menghadap Sarah


lelaki itu membersihkan luka Sarah yang mengeluarkan cukup banyak darah. Sarah memandangi wajah tampan penolongnya itu. ada sedikit senyum yang mengembang karena kekaguman.


"lukanya agak dalam. jadi aku perban plester dan perban aja biar cepat tertutup" kata lelaki itu masih sibuk dengan luka Sarah.


"sudah.jangan kena air dulu ya"setelah mengoleskan salep dan menutupnya dengan kasa dan plester., lelaki itu berdiri dan meletakkan kotak obat di dashboard sebelah Sarah


Sarah masih terpana memandang lelaki itu.


dengan senyum nakalnya lelaki itu memandangi Sarah.


Sarah tersadar dari pandangannya, dia pun berdiri


" Terima kasih mas"ucap Sarah malu


"Lukman" lelaki itu mengulurkan tangannya.


dengan grogi Sarah membalas uluran tangannya


"Sarah"


"sekali lagi Terima kasih ya mas, sudah menolong saya dan mengobati luka saya" ucap Sarah menutupi rasa gugupnya


"gak papa, kebetulan aku tadi dari situ melihat orang yang lagi orang lagi kena masalah ya langsung aja aku turun tangan" Lukman menunjuk sebuah rumah yang ada di sebelah.

__ADS_1


"Terima kasih ya mas, kalau begitu saya pamit dulu" pamit Sarah


"saya antar, nanti takutnya jambret itu masih nungguin di ujung jalan"


"gak usah mas, saya cuma mau ke rumah sakit sana, deket kok" tolak Sarah


"ya sudah. Oh ya boleh pinjam hapenya? "


Sarah menautkan alisnya "buat apa? "


"sebentar aja kok" Lukman mengadahkan tangannya


dengan ragu Sarah mengambil hape dikantong roknya, dan memberikan pada Lukman.


Lukman menekan beberapa nama dan melakukan panggilan pada hapenya.


"nih sudah" Lukman memberikan hape Sarah kembali.


Sarah ingin bertanya tapi diurungkan


"baiklah saya permisi ya mas, sekali lagi Terima kasih" Sarah pun pergi setelahnya.


setelah pertemuan itu Lukman sering menghubungi Sarah dan sering bertemu. dan akhirnya Lukman melamar Sarah, walau belum sampai bertemu keluarga Lukman.


Sarah menyeka air matanya


"mak, maafkan Sarah, Sarah gak tau kalo mas Lukman itu lelaki yang.... " Sarah tak bisa melanjutkan ucapannya


"bukan salah kamu Sarah, toh memang kamu juga tak tau. sekarang kamu sudah tau kan siapa Lukman, tapi kami juga tak akan ikut campur tentang hubungan kalian, semua terserah kamu" ucap mamak.


"Sarah gak mau berhubungan dengan orang seperti Lukman mak. Sarah akan memutuskan hubungan dengan Lukman" putus Sarah.


_____&____&____&_____


Intan membawa beberapa lauk pauk dan kue yang dimasukkan kedalam wadah picnic.


"maaf ya tan mamak gak bisa nemenin, bu Mar tetangga kita dulu sudah berencana ke sini" kata mamak sambil membantu membawa wadah.


"gak papa mak."


Intan menghentikan angkot yang sedang melintas.


"salam ya buat semua" mamak mencium aathif sebelum naik ke angkot.


Intan bercengkrama dengan teman-teman nya di ruang kunjungan. mereka sama berebut aathif.


jam besuk berakhir, Intan pun pamit dan berjanji akan datang lagi.


Intan berada di halte, sambil menunggu angkot, Intan bermain dengan aathif, aathif begitu ceria. memang usianya masih 2 bulan, tapi sudah bisa diajak berinteraksi.


sebuah mobil putih berhenti di depan halte, seseorang keluar dari mobil itu. Intan terkejut dan akan pergi karena dia melihat Lukman menghampirinya.


Intan berusaha melepaskan tangan Lukman yang berhasil mencegatnya,


"ikut aku sekarang atau aku akan bertindak kasar" Lukman menarik Intan menuju mobilnya


"lepaskan atau aku akan berteriak" Intan masih berusaha melepaskan diri. namun dengan cepat Lukman membuka pintu dan memaksa Intan masuk mobil.


belum sempat Intan membuka pintu mobil yang sudah ditutup, Lukman sudah masuk dan mengunci mobil.


"buka pintunya," Intan terus mencoba membuka pintu

__ADS_1


Lukman tak memperdulikan nya, dia menghidupkan mesin dan membawa Intan dengan mobilnya.


"apa mau mu? " ucap Intan ketus


Lukman tetap diam dan memandang ke depan


"berhenti... aku bilang berhenti" suara Intan semakin meninggi


Sekilas Lukman melihat Intan, kemudian dia mengalihkan pandangan nya ke depan lagi


"berhenti.. " Intan menarik tangan Lukman yang sedang menyetir


"hei apa yang kamu lakukan? apa kamu mau kita mati bersama? " ucap Lukman


"aku bilang hentikan. apa maumu. " Intan masih menarik-narik tangan Lukman.


karena takut terjadi hal tak di inginkan Lukman menepikan mobilnya.


kesempatan ini diambil oleh Intan untuk keluar dari mobil. tapi sayang pintu masih terkunci.


"buka pintunya. " ucap Intan sambil menarik handle pintu


Lukman menatap Intan dengan senyum sinis.


Intan menghembuskan nafasnya dengan kasar. "ok.apa mau mu? " tanya Intan memberanikan diri menatap Lukman


"dia anakku kan? " Lukman menunjuk aathif dengan matanya


Intan terdiam, namun dia mencoba menangkan diri agar tidak terlihat ketakutan.


"apa kamu gak salah bicara? dia bukan anakmu" elak Intan.


"jangan membohongiku"Lukman mencengkram lengan Intan


" sakit! lepaskan."Intan menepis tangan Lukman


"hanya aku satu-satunya orang yang menyentuhmu, jadi dia anakku" Lukman menekan kata katanya


"kapan kamu menyentuhku?bukannya kamu orang baik tak mungkin kamu menyentuh orang tanpa ikatan pernikahan" Intan membalikkan ucapan yang pernah dikatakan Lukman saat di persidangan.


Lukman meremas setir dan menancap gas.


"hentikan.... " Intan merasa ketakutan karena Lukman melajukan mobilnya dengan kencang.


Sepanjang perjalanan Lukman tak menghiraukan permintaan dan perkataan Intan,dia tetap melajukan mobilnya.


Akhirnya mobil berhenti di depan sebuah rumah berpagar tinggi. Lukman membawa paksa Intan masuk kedalam rumah itu. dan memasukkannya ke dalam kamar dan menguncinya dari luar.


"buka.... Lukman buka.... " Intan menggedor-gedor pintu berkali-kali.


aathif yang merasa terganggu menangis.


"diamlah disitu dan jangan coba-coba kabur"


suara Lukman terdengar dari luar kamar.


Intan pun menangis memeluk aathif yang juga menangis


"kamu jahat Lukman".....


bersambung

__ADS_1


Terima kasih semua. jangan lupa like dan komentar nya ya. kasih vote juga dong๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2