Korban

Korban
64


__ADS_3

Persidangan hari ini di agendakan membaca dakwaan untuk Sonia, dengan kasus penculikan dan percobaan pembunuhan.


Tak tanggung tanggung Furqon membawa 2 orang pengacara dari firma nya, sedangkan Sonia yang memang model papan atas, dia menggandeng 4 pengacara sekaligus


Dalam perkaranya Sonia mengajukan eksepsi, sehingga sidang di tunda dan di lanjutkan lagi satu minggu kedepan


Sebelum meninggalkan ruang sidang Sonia yang sudah di borgol mendekati Furqon


"Tunggu aku sayang, aku pastikan kamu akan jadi milikku selamanya"Sonia pun berlalu dengan senyuman


"Aku pastikan itu tak akan terjadi, kamu akan ada di penjara dalam waktu yang lama"ucap Furqon dengan nada tegas


Sonia menghentikan langkahnya dan berbalik pada Furqon di meja penuntut


"Oh ya, kita lihat saja nanti"setelah mengucapkan itu Sonia di bawa keluar dan di naikkan ke mobil tahanan


"Pak setelah ini ada sidang pak Harto, bapak mau kembali ke kantor apa menunggu di sini?"tanya Dani anak buah Furqon yang juga direkrut jadi pengacara Intan dan pak Harto


" Kayaknya di sini saja. Kamu kalau mau makan siang silahkan saja, aku di ruang jaksa"ucap Furqon sembari membereskan berkas


"Kalau begitu kita makan bersama pak"tawar Dani pengacara satu ini bisa diandalkan, walaupun masih muda seumuran Furqon, namun tak kalah lihainya


"Tadi aku bawa bekal kok, kamu aja duluan"tolak Furqon


"Ya sudah saya permisi dulu pak"Dani dan Isa rekan sejawatnya pun berlalu


Furqon yang sudah selesai dengan berkas-berkasnya pun keluar menuju ke pos satpam depan pengadilan


"Assalamu'alaikum"sapa Furqon


"Waalaikum salam, ada titipan pak"ucap satpam


"Iya tadi istri saya udah ngabari, Terima kasih pak. Assalamu'alaikum"


Furqon pun beranjak menuju ke ruang rehat untuk menikmati makan siang buatan sang istri


Jam dua Sarah pulang setelah di jemput Lukman, ia mampir sebentar karena Aathif sudah tertidur. Tak lupa mamak membawakan beberapa cemilan untuk Sarah


Mamak beralasan kalau bumil itu biasanya suka makan, jadi mau tak mau Sarah menerimanya. Menghargai orang yang dianggap ibu sendiri


Furqon tiba di rumah tepat jam empat sore, setelah mandi dan melaksanakan sholat ashar Furqon menemani anak-anaknya bermain.


"Assalamu'alaikum"sapa Sindy yang baru datang


"Waalaikum salam, baru datang kamu sin?" Furqon yang sedang menggendong Gema menjauhkannya dari jangkauan Sindy yang akan menciumnya


"Pelit amat, cuma mau nyium"Sindy cemberut


"Mandi dulu, kotor banyak kuman"Furqon mendorong kepala Sindy yang kembali mencoba mencium Gema


"Hai abang, sini cium tante"Sindy beralih pada Aathif yang sedang asik mencoret-coret buku


"Eh mau kemana?bersihkan dulu badannya"Furqon menarik baju belakang Sindy


"Ish pelit nian"Sindy memeletkan lidahnya


"Sana bikin sendiri"selorok Furqon


"Iya sama kucing"jawab Sindy asal


"Ngapain sama kucing, yang lebih ganteng juga banyak. Tuh Adrian nanyain kamu"


"Bodo, males. I'm jomblo happy"Sindy berlalu naik ke atas menuju kamarnya


Intan keluar dari kamar mandi, ia nampak lebih segar setelah mandi. Dan segera memakai baju dan sedikit berias.

__ADS_1


"Mbak"Sindy tiba-tiba masuk


Intan yang sedang memakai lipstik nya dibuat terkejut


"Kamu tu kebiasaan, ketok dulu kalau mau masuk"omel Intan


"Sorry"jawabnya enteng, Sindy naik ke atas ranjang dan duduk bersila sambil memangku bantal


"Kenapa kamu, muka kok di tekuk"ucap Intan sambil berpikir di depan meja rias


"Ih aku nyesel kerja di perusahaan itu"Sindy memasang muka cemberut


"kenapa?"


"Tau gak mbak, si Cung** Ferdi ternyata juga kerja di situ. Mana satu divisi lagi"Sindy merebahkan badannya sambil menutup mukanya dengan bantal


"Ya udah cuekin aja, atau jangan-jangan kamu masih ada rasa sama dia?"Intan menghampiri adik ipar nya itu


"Itulah masalahnya, aku tu uda mulai ngelupain dia, pingin move on"


"Katanya udah gak ada rasa?"goda Intan


"Ya pikir sendiri deh mbak, aku tuh 2 tahun jalan sama dia, mau gak mau pasti masih ada kenangan bersama yang belom bisa di lupain"


Sindy kembali duduk bersila


"Apa aku keluar aja ya?"


"Kenapa?takut CLBK sama mantan?uh cemen"ejek Intan


"Terus aku harus gimana?"Sindy memeluk Intan dari samping, kebiasaan dulu kalau lagi cerita sama Intan selalu pakai acara meluk


"Ih gak usah gini, kebiasaan"Intan mencoba melepas tangan Sindy, namun Sindy tak melepaskan


"Ya udah kamu harus hadapi dia dong, tunjukkan kalau kamu bisa tanpa dia"


Intan memukul pelan kepala Sindy


"Ya kamu kerja aja, kamu gak boleh menunjukkan kelemahan kamu sama dia, kalau bisa menghindari saat ada kesempatan berdua dengan dia"


"Gimana mau menghindar, orang kubikel aku di sebelah dia"Sindy kembali duduk tegak


"Ya gak tau lah, gimana kamu. Atau.... "Intan menggantungkan katanya


"Atau apa?"tanya Sindy antusias


"Kamu cari cowok aja lagi"


"Emang cari cowok tu kayak pilih kue, asal ambil. Kan aku tu pinginnya yang dewasa yang bisa ngelindungin aku, yang setia dan satu lagi yang mapan"


"Ada kalau kayak gitu, mau"kali ini Furqon yang baru masuk ikut bicara


"Emang ada?"tanya Sindy


"Ada lah, malah jelas orang nya baik tanggung jawab"Furqon menurunkan Aathif dari gendongannya


"Abang sini"Intan meraih anaknya dan memangku nya


"Beneran ada?"tanya Sindy


"Asal kamu serius, dan gak usah pacaran langsung aja nikah"jawab Furqon yang ikut duduk di sisi ranjang sebelah Intan


"Aku kan masih pingin menikmati masa muda, jadi kalau nikah belum kepikiran"


"Gak pa pa, lagian umur mu udah 23 tahun, udah gak muda lagi kalau untuk cewek. Lagian masa umur segitu udah matang dan bagus untuk pembuahan"Furqon

__ADS_1


"Apaan sih sama yang di bawah umur ngomongnya pembuahan segala"Sindy melengos


"Di bawah ketiak iya"Furqon mengusap wajah adiknya dengan telapak tangannya


Sindy menepis tangan Furqon


"Apaan sih mas, bau tau tangannya"


"Mana ada"


"Udah ah males ngomong, minggir"Sindy beranjak turun dari ranjang melewati Furqon dan Intan


"Abang ikut tante aja yuk"ajaknya


Aathif menggeleng


"Gak mau, abang mau sholat"


"Ya sudah, tante punya permen lolipop sama coklat"


"Abang mau te"


"Ya udah ayo ikut tante"Aathif dan Sindy keluar kamar


"Sekalian nanti abang wudhu ya, langsung kita sholat berjamaah"pesan Intan


"Ok bunda"


"Siapa tadi yang ayah jodohkan sama Sindy?"tanya Intan


"Adrian, tadi habis sidang dia nanyain Sindy, katanya sih dia pingin serius sama Sindy"


"Aku juga setuju, tapi apa Sindy mau?"


"Semoga.Oh ya tau gak bunda, Sindy tu kerja di perusahaan milik keluarga Adrian"


"Dari mana ayah tahu?"


"Tadi pak Harto yang bilang"


"Wah kebetulan sekali, tapi mantan Sindy juga kerja nya bareng sama Sindy, satu divisi malah"


"Jadi tadi curhatan masalah mantan?"


Intan mengangguk


"Ya udah nanti aku bilang supaya Sindy di pindah aja"


"Ayah mau sholat dulu ya"


"Bunda juga mau sholat"


"Emang udah selesai nifasnya?"


"Udah, barusan mandi wajib"


Furqon tersenyum sambil menaikan alisnya


"Berarti ayah boleh dong deket sama bunda"


"Apaain sih, ganjen. Ayo keburu magrib nya habis"


Bersambung......


Terima kasih ya like dan komentar nyaπŸ˜πŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


l


__ADS_2