Korban

Korban
45.Time is Happy


__ADS_3

Terima kasih masih menyimak cerita ku


Maaf ya terkadang masih typo


HP nya mana yang di pencet mana yang keluar jadi gk sinkron😁


Lanjut πŸ‘‰πŸ‘‰


Betapa bahagianya Furqon, hari-hari nya di temani oleh istri dan anaknya. Bahkan dia akan lebih cepat pulang dari kantor lawyer nya, hanya karena merindukan orang-orang yang disayanginya.


Seperti pagi ini, saat menjelang subuh dia terbangun, di sampingnya ada istrinya yang sedang tidur memeluk Aathif.


Semalam Aathif bangun dan Intan menyusui nya sambil tiduran, dan dia pun tertidur.


Furqon memeluk keduanya dari belakang, bahkan Furqon menghujani kepala istrinya dengan ciuman yang bertubi-tubi.


Furqon merasa sangat bahagia dengan keluarga kecilnya saat ini. Di bulan kelima pernikahannya Furqon selalu memberikan yang terbaik untuk Intan Aathif Sindy dan Mamak.


Intan yang selalu telaten melayani suaminya dari bangun tidur sampai tidur lagi. Intan akan memasak sendiri makanan untuk sang suami, dan menyiapkan segala keperluannya.


Sama halnya dengan Furqon, Intan pun merasa sangat bahagia dan bersyukur, karena dia merasa mencintai dan dicintai dengan sepenuh hati.


Intan selalu berdoa agar kebahagiaan yang dia rasakan sekarang selalu dirasakan sampai akhir hayat.


Intan merasakan sebuah tangan yang melingkar erat pada pinggangnya sampai ke pantat Aathif yang sedang dia peluk.


"Ayah sudah bangun? " tanya Intan mendongakkan wajahnya pada Furqon


Ya sekarang panggilan mereka pun di samakan dengan Aathif, Ayah Bunda, mengingat Aathif yang sudah pintar berbicara.


Furqon mendaratkan ciumannya lagi pada kepala Intan sambil berdehem


"Tangannya gak capek bunda? Aathif udah nyenyak, ayah pindahin dulu ya"


Furqon beranjak dari tidurnya, dia mengangkat Aathif dan menaruhnya di box besar dengan pelan.


Lalu dia kembali membaringkan dirinya di sebelah Intan lagi.


"Ayah, kok gak mandi, bentar lagi kan subuh"


Lukman semakin merapat kan pelukannya


"masih lama sayang kurang setengah jam lebih kok"


Kalau sudah mode seperti ini Intan tau endingnya apa?


Intan pun hanya pasrah saat Furqon mulai menciumi setiap jengkal dari anggota tubuhnya


Dengan lembut Furqon menjelajahi tubuh Istrinya itu dengan penuh cinta dan gairah, sampai Furqon menyatukan tubuh mereka kembali.


Intan tak pernah mengeluh akan kewajiban nya melayani suami di atas ranjang. Dia merasakan kewajiban nya belumlah impas, bila dibandingkan dengan rasa yang diberikan Furqon untuknya dan keluarganya.


Furqon mencium kening Intan saat dia sudah mencapai puncak nya, lalu dia berbaring sebentar disamping Intan. mengumpulkan kesadaran dan memulihkan tubuhnya yang letih akan kegiatannya yang ke 2 di malam ini.


Setelah melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan anggota keluarga dan para ART di mushola di lantai 2, seluruh anggota keluarga sibuk dengan kesibukan masing-masing.


Mamak yang sedang membantu Bik Nah memasak untuk sarapan, dan Sindy yang bersiap untuk kuliah akhir semester nya.


Intan sedang menyiapkan baju untuk di pakai Furqon kerja, hari ini Furqon akan ke pengadilan untuk menangani kasus yang akan dia tangani.


Walaupun Furqon punya Firman hukum sendiri, namun untuk beberapa kasus dia akan turun tangan sendiri, seperti saat ini dia akan menangani kasus sengketa tanah panti asuhan yang di klaim pihak lain.

__ADS_1


Karena tadi sebelum subuh sudah mandi, Furqon hanya mencuci muka lalu memakai baju yang sudah disiapkan Intan.


"Bunda doain ayah ya, semoga kasus ini bisa kami menangkan, agar anak-anak yatim itu tak kehilangan tempat tinggal"ucap Furqon saat Intan sedang memasangkan dasi padanya


"Doa kami selalu beserta ayah"


Intan mengencangkan dasi Furqon dan di hadiahi kecupan oleh Furqon.


Dan walaupun sudah sering mendapatkan kecupan dan ciuman kecil dari Furqon, tapi itu selalu bisa membuat Intan tersipu.


Furqon menggendong Aathif yang sudah rapi dan menggandeng tangan Intan, mereka menuruni anak tangga satu demi satu dengan bahagia.


"Intan yang duduk di sebelah Furqon mengambilkan sang suami mna sih goreng yang tadi dia buat, Furqon memang selalu menginginkan nasi goreng buatan Intan untuk sarapan. Dan tak lupa menyiapkan bekal makanan sehat yang akan di bawa suaminya.


Baru Intan makan beberapa suapan tiba-tiba perutnya merasa mual, dia pun berlari ke dapur dan menuju wastafel.


Sebisa mungkin Intan mengeluarkan isi perutnya dengan suara pelan, dia tak mau mengganggu sarapan yang lain.


Punggung Intan di Tepuk-tepuk seseorang, Intan masih memuntahkan isi perutnya yang sudah kosong. Setelah dirasa tak ada yang dikeluarkan Intan membersihkan mulutnya dengan air.


" Sayang kamu sakit? " Furqon membalik badan Intan dan mendekapnya dalam pelukannya.


"Gak papa yah, perut bunda tiba-tiba mual"


"Kita ke dokter ya? "


Intan menggeleng


"Gak pap kok, mungkin masuk angin"


Furqon menuntun kedua bahu Intan kembali ke meja makan.


"Bik tolong bikinin lemon tea madu hangat ya"


Mamak menghentikan suapannya pada Aathif, dia melihat Intan yang pucat.


"Kamu kenapa Tan? " tanya mamak cemas


"Masuk angin mungkin mak, perut Intan mual, tadi habis muntah" Furqon menggosok punggung Intan


Mamak malah tersenyum mendengar nya


"Ke dokter aja, biar lebih jelas" kata mamak


"Gak usah mak, paling bentar lagi juga sudah baikan" jawab Intan lemah, dia menyandarkan punggungnya.


Bik Nah memberikan segelas lemon tea pada Furqon, lalu dia meminumkan pada Intan.


"Gimana? sudah baikan? " tanya Furqon masih khawatir.


"Sudah mendingan, Terima kasih"


"Bunda kenapa" tanya Aathif melihat sang bunda yang ada di sampingnya.


"Gak papa sayang" Intan mengusap kepala anaknya yang semakin embul


"Furqon nanti habis dari sidang ajak Intan periksa, siapa tahu lagi ngisi" ucapan mamak membuat senyum dibibir Furqon dan Sindy tercetak jelas


"Beneran mak? " Furqon mengelus perut datar IntanjjiiiiPpppppplll


"Kamu sudah datang bulan Tan? " tanya mamk lagi

__ADS_1


Intan mengingat memang harusnya 2 minggu lalu dia harusnya sudah datang bulan.


"Iya, ini sudah telat hampir 2 minggu"


"Wah senengnya aku mau nambah keponakan" Sindy kegirangan


Aathif yang melihat orang di sekeliling nya tersenyum bahagia dia pun ikut angkat bicara


"Ada apa cih? " tanyanya polos


"Mulai saat ini Aathif gak usah di panggil dedek lagi, ganti kakak" Sindy mengedipkan sebelah matanya pada Aathif.


Aathif mengerutkan alisnya.


Sindy tertawa melihat ekspresi Aathif


"ha.. ha. kalau kaya gitu persis kaya mas Furqon"


"Udah ah aku mau berangkat, btw selamat ya Mas Furqon dan sahabatku mbak Intan"


"Mak Sindy berangkat dulu" Sindy menyalami dan mencium tangan mamak, lalu dia beralih pada Aathif, dan mencium keponakannya itu lalu dia beralih pada Intan dan Furqon.


"Berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam" jawab mereka serempak


Intan dan Furqon masih tampak tersenyum bahagia


"Sudah ayah berangkat dulu, nanti telat, jangan sampai telat makan siangnya"


Furqon pun berdiri dan mencium anaknya dan menyalami mamak serta mencium tangannya.


Intan mengantar Furqon ke depan dengan membawa bekal yang sudah dia siapkan tadi.


Kalau bukan karena rasa tanggung jawabnya, Furqon ingin segera membawa Intan untuk periksa.


"Sayang istirahat aja ya"Furqon mencium kening Intan dan mengusap perut Intan lagi


" Semoga beneran ada nyawa di sini"


"Aamiin, Udah ah cepetan berangkat, semoga sukses berhasil, dan menang. SEMANGAT"


Intan mengangkat tangannya menyemangati sang suami


"Ya sudah, aku berangkat dulu ya" kali ini bukan kening yang dia tuju, tapi bibir Intan yang menjadi tempat mendaratnya kecupan Furqon


"Hati-hati ya, semoga selamt sampai tujuan dan kembali kerumah juga dengan semangat"


"Assalamualaikum" ucap Furqon sembari melambaikan tangannya dan menjalankan mobilnya


"Waalaikumsalam"Intan membalas lambaian sang suami.


Intan kembali masuk setelah Mobil Furqon keluar dari gerbang dan di tutup kembali oleh pak mamat satpam yang menjaga di depan.


" Semoga kebahagiaan ini selalu bersama kami ya Alloh "


Bersambung.....


Udah dulu ya. sebenarnya masih pingin nulis. Tapi waktunya


Jangan lupa like dan komentarnya yaπŸ˜πŸ˜€πŸ˜€

__ADS_1


Vote nya juga yaπŸ˜„


__ADS_2