Korban

Korban
22.jadilah istriku


__ADS_3

*Terima kasih buat pembaca yang masih mau menyimak cerita ku.


maaf tiap hari gak bisa kasih bab banyak karena hapeku gantian sama anakku untuk daring.


Terima kasih juga atas dukungan vote like dan komentar juga rate nya yaπŸ˜ƒπŸ˜ƒ.


yuk kita terusin ceritanya*


mamak mondar-mandir di depan rumah. pasalnya hingga malam Intan dan aathif belum pulang. hapenya juga gak bisa dihubungi.


mamak juga sudah minta bantuan pada warga untuk mencari. mau lapor ke polisi juga tidak mungkin karena belum 2x24 jam.


malam ini Sarah dan Farah menginap di rumah mamak. mereka juga mengkhawatirkan Intan dan aathif.


sementara itu di kamar penyekapan, Intan menangis, matanya sudah sembab.


ceklek


Intan menoleh kearah pintu. Lukman datang dengan membawa sepiring nasi beserta lauk dan air minum dan segelas susu.


"makanlah, tadi sore kata bik na, makananmu tidak kamu sentuh"Lukman meletakkan piring dan gelas di dekat Intan yang duduk dilantai.


Intan hanya sekilas melihat Lukman dan berdiri menghampiri aathif yang tidur diranjang.


Lukman berdiri menghampiri Intan yang duduk ditepi ranjang. dia menyodorkan nasi piring dan gelas tadi pada Intan.


"makanlah, setidaknya pikirkan anak kita"


seketika itu Intan menatap Lukman dengan pandangan sinis dan benci.


"huft... apa kamu tak tahu malu mengatakan itu? aathif anakku bukan anakmu" ucap Intan masih dengan tatapan menghujam.


" terserah apa katamu. yang penting makanlah dulu, demi aathif "Lukman masih tetap memaksa


Intan menerima piring itu, dengan terpaksa dia memakannya. Intan berfikir jika dia mau menuruti Lukman, maka Lukman akan mau melepaskannya.


" aku sudah menurutmu. Sekarang lepaskan kami"ucap Intan dengan nada ketus.


Lukman terkekeh mendengar ucapan Intan, Intan menoleh ke aathif khawatir terganggu dengan obrolan mereka.


aathif hanya bergerak sebentar, kemudian tenang kembali.


Intan menuju sofa yang ada agak jauh dari ranjang. agar aathif tidak terganggu.


"apa mau mu? " tanya Intan sembari duduk


Lukman menghampiri Intan dan dudu6di sebelahnya. Intan menggeser duduknya agar tidak berdekatan dengan Lukman, Intan merasa muak jika harus berdekatan dengan Lukman.


Lukman tersenyum dengan tingkah Intan.


"katakan sekarang, apa maumu? " tanya Intan lagi.


Lukman mengangkat kaki kiri dan menumpangkan ke kaki kanan. tangannya direntangkan diatas sandaran kursi belakang.


"aku mau kamu dan anak kita"ucap Lukman santai


" apa? "Jawab Intan jengah

__ADS_1


" ya, aku ingin kita bersama, aku kamu dan aathif "


Intan bangun dari duduknya, dia merasa muak dengan ucapan Lukman. Lukman menarik tangan Intan membuatnya terduduk kembali dengan posisi lebih dekat dengan Lukman.


Intan berusaha menjauh namun ditahan Lukman dengan melingkarkan tangannya pada pinggang Intan.


"lepaskan" Intan masih berusaha melepaskan diri, namun Lukman semakin mendekatkan wajahnya.


Intan bisa merasakan hembusan nafas Lukman di wajahnya, Intan berisik ngeri. jantungnya berdetak lebih kencang, dia takut Lukman melakukan hal tidak baik.


Intan berusaha melepaskan diri lagi, namun sia-sia, Lukman menyapu pelan wajah Intan dengan jarinya,


"mata ini.. hidung ini... pipi ini... dagu ini... mulut ini.... " ucap Lukman sambil menyapu bagian wajah yang disebut


Intan semakin takut,wajahnya memucat. dia seperti mengalami de java kejadian dulu, walau dengan kesadaran sedikit namun Intan juga tau apa yang dikatakan Lukman padanya dulu.


"menikahlah denganku" permintaan Lukman semakin membuat Intan membelalakkan matanya.


"tahukah kamu,... " Lukman memberi jeda ucapannya, dia menyelipkan anak rambut Intan ke belakang telinga.


"sudah lama aku menyukaimu, memujamu, mendambakan mu" lanjut Lukman masih dengan membelai wajah Intan.


Intan tak berani bergerak, dia takut Lukman bertindak lebih. Intan berpacu dengan detak jantung dan ketakutan nya.


Lukman menempelkan dahinya pada Intan. dia memejamkan matanya, seolah ingin menyalurkan rasa yang dimiliki nya.


Intan semakin takut. air mata nya mengalir lagi. Lukman melihat Intan menangis, dia pun menatap Intan dan meraup sisi wajah Intan,


"jangan menangis, aku tak ingin menyakitimu" Lukman mengusap pipi Intan yang basah dengan kedua ibu jarinya.


"ku mohon lepaskan kami" Intan terisak


Lukman menggeleng dan memeluk Intan


"jangan bicara begitu. aku ingin bersama kalian. aku tak akan menyakiti kalian, aku berjanji akan membahagiakan kalian, aku akan menebus kesalahanku"


Intan masih terisak, yang dia ingin saat ini adalah pergi menjauhi Lukman. tapi tak mungkin jika masih dalam penyekapan nya.


Lukman melepas pelukannya dan kembali menangkup wajah Intan.


"menikahlah dengan ku, aku benar-benar mencintaimu"


Intan hanya terdiam dia tak ingin terjebak dalam situasi ini lebih lama lagi.


"kalau kau mencintai kami. tolong lepaskan kami, biarkan kami hidup tenang" mohon Intan


Lukman berdiri, dengan menahan amarah karena penolakan Intan.


"jangan harap aku akan melepaskan kalian, walaupun kamu menolakku,aku tak akan membiarkan kamu hidup tenang, kamu akan selalu disini menemaniku"


Lukman berlalu keluar kamar kemudian menguncinya kembali.


Intan masih menangis, dia masuk ke kamar mandi dan mengambil air wudhu.


setelah Intan melaksanakan sholat isya', dia menumpahkan kegelisahan dan kesedihan hatinya. Intan meminta pertolongan pada Robb nya.


Intan menyudahi do'anya ketika Aathif menangis. Aathif merasa tak nyaman karena tapi siang tak berganti baju dan diapers

__ADS_1


Intan menggedor-gedor pintu sambil memanggil Lukman.


Lukman yang ada di kamar sebelah segera menghampiri kamar Intan.


"ada apa? " tanya Lukman ketika sudah masuk kamar yang di tempati Intan


aku perlu baju buat aathif dan juga diapers, dia gerah dari siang tak ganti.


Lukman menghampiri Aathif yang menangis di ranjang. dia menggendong Aathif, dan menenangkan nya.


Lukman menelfon seseorang "belikan baju perlengkapan bayi dan diapers,juga baju wanita dan daleman nya. secepatnya kamu bawa kemari" Lukman mengakhiri panggilan dan memasukkan ponselnya ke kantong.


Aathif mulai tenang di gendongan Lukman


"kamu lihat kan? Aathif saja tau kalau aku ayahnya, apa kamu tega memisahkan kami" kata Lukman


"tega? bukannya kamu yang tega, kamu merampas kesucian ku, memenjarakan ku" kata-kata itu yang terucap di hati Intan, dia tak mau lebih memperkeruh suasana.


15 menit kemudian suara pintu kamar diketuk dadi luar, Lukman berjalan mendekati pintu dan membukanya.


bik na memberikan beberapa kantong pada Lukman


"bawa masuk bik, aku lagi gendongan anakku bik"


Bik na masuk dan meletakkan kantong-kantong itu di sofa. lalu bik na pun pamit.


Lukman menidurkan Aathif di ranjang.


"tolong ambilkan perlengkapan Aathif dikantong itu" perintah Lukman pada Intan.


Intan membuka kantong-kantong itu. ada banyak baju dan perlengkapan bayi. ada juga baju wanita dan dalamannya.


Intan memberikan minyak telon bedak satu stel baju dan diapers.


Walau masih kaku Lukman berusaha mengganti baju dan diapers Aathif. dia ingin membuktikan pada Intan bahwa dia juga pantas jadi seorang ayah. lepas dari itu dia sebenarnya juga sayang pada Aathif dari pertama bertemu.


Intan hanya memandangi kerjaan Lukman. tak ada sedikitpun rasa tersentuh di hatinya atas perlakuan Lukman pada Aathif.


"selesai, anak ayah sudah ganteng wangi, sekarang tidur dulu ya. " Lukman menyerahkan Aathif pada Intan


"susuilah, biar dia cepat besar" ucap Lukman


dia keluar dari kamar dan menguncinya lagi.


memang siapa selama ini yang menyusulnya batin Intan.


Intan menyusui Intan sambil berfikir bagaimana caranya agar dia lepas dari Lukman dan bisa pergi menghindari nya.


karena lelah akhirnya Intan tertidur bersama Aathif


bersambung.....


Terima kasih sudah baca


jangan lupa like dan komentar nya ya 😍😍


vote juga ya😁😁

__ADS_1


__ADS_2