Korban

Korban
02.Teman satu sel


__ADS_3

Maaf aku sedang merevisi cerita tapi gak akan mengubahnya.


Pov Intan


Pagi setelah sholat subuh kami ber12 ikut bergabung dengan 200an napi wanita lain untuk berolahraga. Ya ber12 karena sel yang aku tempati berisi 12 orang yang mempunyai kasus berbeda-beda.


Mbak Lina wanita ini yang selalu menyemangatiku dalam hal apapun. Dia di dakwa dalam hal narkoba walau dia hanya seorang kurir saja tapi dia jg harus menjalani hukuman 3 tahun 5bulan, dan dia sudah menjalani hukuman 1tahun lebih dan mendapat remisi 1bulan.


Ada jg Angelin dia masih berusia 25tahun dia adalah orang yang blak-blakan dan tak suka dengan kebohongan makanya dia di penjara karna kasus penganiayaan terhadap suaminya yang ketahuan selingkuh dengan tetangga rumahnya. Angelin yang tidak Terima langsung menghantam suaminya yang sekarang menjadi mantan itu dengan membabi buta menggunakan kayu balok yang digunakan untuk mengganjal pintu.


Bu Maya wanita berusia 40thn seumuran dengan mamak dia orang yang paling sabar diantara penghuni sel ini, kasusnya penggelapan, entah apa yang di gelapkan, yang jelas bu maya biasa kami memanggilnya adalah orang yang sabar.


Kristin meski dia adalah non-muslim didalam sel kami tapi dia sangat menghormati ketika kami menjalankan kewajiban kami. Gadis yang seumuran denganku itu tersandung kasus pencurian.


Ada jg siti 37tahun. Eva 32tahun. Lastri 40tahun. Dini 22tahun. Sari 25tahun. Tia 18tahun. Santi 25tahun dan Yuyun 27tahun.


Walaupun kasus kami berbeda-beda kami sudah seperti keluarga. Tak ada pembullyan tak ada yang kuat dan lemah. Bagi kami sama saja. Sama-sama bernasib kurang beruntung


Setelah berolahraga kami semua penghuni lapas sarapan pagi sebelum beraktivitas rutin. Di lapas kami mempunyai kegiatan keterampilan, tujuannya adalah ketika para napi keluar dari lapas bisa bekerja sehingga tidak kembali lagi ke dalam lapas karena kejahatan. Dan biasanya seorang residivis d luaran sana di pandang sebelah mata, sehingga dengan keterampilan yang di dapat dari lapas dapat bermanfaat.


Aku mengambil ketrampilan memasak bersama dengan bu maya dan siti. Sedang mbak Lina dan Kristin di kelas rias, katanya ntar di luar sana dia ingin buka salon.


Aku sudah 4bulan di lapas ini sejak d vonis 2bulan yang lalu aku memutuskan untuk tak ingin terpuruk harus bangkit. Walaupun tak bisa di pungkiri aku masih terpukul dan kecewa, dan aku memutuskan untuk tidak naik banding sumua kuserahkan pada Tuhan, karna ini adalah dari ny jadi akupun pasrah kan padanya


Seminggu sekali mamak mengunjungiku, padahal aku sudah sering melarang. Karna jarak tempuh dari daerahku dgn lapas lumayan jauh. Tapi beliau tak menghiraukan, katanya kangen, wajarlah aku anak satu-satunya bapak ku sudah meninggal sejak aku kelas 2smp. Hanya mamak yang ku punya. Aku selalu berdoa agar mamak di beri sehat umur yang panjang dan rejeki yang bayak. Agar kelak jika aku bebas aku bisa bersama belau yang selalu sayang peduli dan tulus padaku.


Biasanya hari sabtu mamak akan mengunjungi ku. Tapi sampai dhuhur mamak tak tampak, hatiku jadi waswas. Siti yang melihatku gelisah menghampriku. "Kenapa kamu in? tanyanya smbil menyentuh bahuku.

__ADS_1


"Mamak biasanya hari ini berkunjung tapi sampai sekarang tak kelihatan, aku khawatir" jawabku sambil berjalan kearah pintu lapas.


"Berdoa saja semoga tak ada hal yang mengkhawatirkan, mungkin mamak banyak kerjaan" hibur Siti


"ya semoga saja mamak tidak apa apa" harapku.


"Sudahlah yuk kita makan" ajak mbak lina sambil menggandeng ku.


Ketika mengantri makan tak sengaja aku tak sengaja menjatuhkan gelas yang di pegang napi lain "eh gak bisa ya gak cari masalah" kata napi itu yang memang terkenal kasar. Dia mendorong ku untung mbak Lina menahanku sehingga aku tidak terjatuh.


"Maaf" ucapku.


Aku memang tak ingin mencari masalah dengan napi lain karena aku malas dan tak mau ketenangan ku terganggu.


Sarah napi yang memang sok jago merasa paling cantik dan sok berkuasa. Karna kasus pembunuhan yang dilakukannya membuat nya jadi merasa kuat. Kalau bisa aku memang harus menghindarinya.


" Bu bisa sy pinjam hape sebentar. Saya ingin menelfon mamak saya" aku memberanikan diri.


Bu Hen yang memang ramah tapi tegas tersenyum padaku.


"Silahkan" katanya sambil memberikan hape yang memang khusus untuk napi.


"Terima kasih bu" aku menerima hape itu dengan sopan.


Aku memencet beberapa digit nomor. Panggilan tersambung tapi tidak di angkat.


Hingga panggilan yang ke lima juga belom di angkat. Aku mulai resah.

__ADS_1


"Baiklah coba sekali lagi, kalau tidak di angkat aku akan kembali" gumamku sambil terus mendial nomer.


Tuuuuuut....


tTuuuuuut...


Tersambung.


"Hallo assalamu'alaikum" jawab suara di seberang


"Waalaikumsalam, mamak, " jawabku lega sambil mengusap air mata


"Mamak gimana kabarnya? " tanyaku lagi.


"Alkhamdulilah.o ya Intan. maaf mamak belum bisa nengok in. Lagi repot bantuin bu Eka mau mantu" mamak langsung berkata seperti itu karena beliau tahu hape nya punya orang, jadi beliau sungkan.


"Alkhamdulilah. Ya sudah mamak sehat sehat ya mak! "


"Iya.kamu juga"


"assalamu'alaikum mak" pamit ku


"Waalaikumsalam, hati hati "


Tolong tinggalin jejak ya😁😁


Mampir ke MENGEJAR CINTA SANG JANDA

__ADS_1


__ADS_2