
**Terima kasih masih menyimak cerita ku
Yuk kita lanjutkan**
Furqon sudah mengurus segala surat sudah mendaftarkan ke KUA sudah menyiapkan gedung tempat resepsi dan akad.
Intan sudah Fitting baju di tempat Dewi, dan sesuai janjinya, Dewi menyiapkan baju terbaik untuk akad dan resepsi, dan tentunya dengan harga yang gratis.
Mengingat dulu Furqon adalah brand ambasador butik Dewi. Karir Furqon dari nol dimulai dari model di butik Dewi, kemudian dia dilirik oleh beberapa brand untuk memakai produk nya.
Furqon tak pernah menerima tawaran iklan atau film TV, karena dia memang menghindari terekspos. Dia tak ingin keluarga yang mengusirnya tau tentang dia.
Ya, Setelah pertengkaran dengan keluarga yang berujung pengusiran, Furqon memutuskan untuk melanjutkan sekolah yang tinggal setahun ke ibukota.
Dia bekerja serabutan, dari kuli bangunan hingga penjaga kafe part time. Hingga saat dia memutuskan untuk kuliah di jurusan hukum, dia bertemu dengan teman seangkatan yang sudah terjun ke dunia permodelan. Intan Lukita yang mendorong Furqon menjadi seorang model di suatu agensi.
Setelah wisuda dan menjadi seorang pengacara, Furqon memutuskan untuk vacum dari dunia modeling. Dia konsentrasi merintis karier pengacaranya.
Menangani kasus yang satu ke yang lain, dan seiring berjalannya waktu dan pengalaman. Furqon menjadi salah satu pengacara yang bisa diandalkan, Furqon akan memilih kasus yang dianggap benar.
Ini adalah hari dimana Furqon akan mengucapkan janji ikatan suci untuk Intan. perempuan yang mampu menggoyahkan hatinypa pada pandangan pertama.
Furqon memandang dirinya di depan cermin besar, dia sudah siap dengan setelah baju pengantin warna putih
"Cie yang mau melepas masa jomblonya" suara Furqon sahabatnya membubarkan lamunannya.
"Memang sudah jadi garis nasib kita, punya nama sama dan pasangan kita punya juga punya nama yang sama" kekeh Furqon kuadarat, diikuti tawa keduanya
"Gimana semua persiapan nya? "
"Tenang bro, gak usah dipikirin, yang penting nanti lo tenang. Gugup hal wajar, aku juga udah pernah ngalamin. Nanti lo waktu mau ngucapin ijab qobul nya, tarik nafas bayangkan Intan lo. Lalu ucapkan dalam 1 tarikan nafas. Lo udah hafalkan? "
"Tentu dong. Tapi untuk Jaga-jaga aku bawa catetan" mereka tertawa bareng
Sementara itu di kamar hotel yang lain. Intan sedang didandani oleh MUA profesional dari pihak WO.
Intan mengenakan kebaya putih yang panjang belakangnya hingga ke lantai. Sedang rambutnya dipanggil tinggi dengan hiasan emas di rambutnya.
Intan memantaskan diri di cermin, dia melihat dirinya dengan harus. Dihari ini setelah Furqon mengucap ijab qobul nanti maka statusnya akan berganti menjadi Nyonya Furqon Permana.
Intan masih menyakinkan dirinya bahwa dia juga pantas untuk bahagia, Furqon calon suaminya sangatlah mencintainya dan anaknya.
"Wah Intan kamu memang pantas jadi Ratu, bukan hanya sehari tapi untuk selamanya, Tapi dihati mas Furqon" goda Kristin dan diikuti tawa Sindy yang renyah.
Intan tersipu, wajahnya yang sudah terlihat flawless menjadi lebih merah.
"Cie malu nih ye" ledek Sindy
"Udah ah, ntar pengantinnya ngambek di ledekin terus" Kristin menyudahi
"Semoga kamu bahagia ya sayang, semoga acaranya lancar" do'a Kristin diamini sindiran, Intan. Lalu mereka berpelukan.
Tok.. Tok.. . . Tok..
Suara ketukan mengalihkan perhatian mereka, dan melepaskan pelukan
"Masuk"
Seorang perempuan menghampiri mereka
__ADS_1
"Maaf pengantin musti bersiap-siap" kata perempuan itu
Sindy melihat jam di pergelangan tangannya
"Tapi acara masih 20menit lagi"
"eh... itu.. eh mempelainya harus di finishing ulang make up nya"
Kristin sedikit ragu dengan perempuan itu
"Ya udah gpp, kami gak ganggu kok" ucap Kristin
"Tapi... . e.. . e.. mempelainya saya bawa ke ruang lain" ucap perempuan itu
Kristin mengernyitkan dahinya
"kenapa gak disini aja sih, toh disini sudah lengkap semuanya" protes Kristin
"Tapi itu sudah prosedur mbak, nanti mempelai wanitanya di foto dulu"
"kan... "
sebelum meneruskan ucapannya Sindy menarik Kristin keluar
"Ayolah biarin aja, biar cepet selesai" ucap Sindy
"Intan kami keluar dulu ya. kalau butuh apa-apa panggil aku, kami di bawah dulu" pamit Sindy, Intan hanya mengangguk.
"Mari mbak ikut saya" perempuan itu mengajak Intan keluar, Intan hanya mengikuti saja
"kita mau kemana mbak? " tanya Intan saat dia diajak masuk ke dalam lif barang
"ditunggu? " tanya Intan, perasaan nya sudah tidak enak.
"Tapi kenapa gak lewat lif yang biasanya? " tanya Intan curiga
"Biar cepet mbak, takutnya di lif biasanya penuh"
"tapi... emmm emmm"
Perempuan itu membekap Intan dengan sebuah sapu tangan.
Intan berusaha berontak, namun kesadarannya mulai hilang dan dia pun pingsan.
"Mas Intan gak ada, udah aku cari ke mana-mana" Sindy panik
"Kok bisa? " Furqon semakin cemas pasalnya ini sudah saatnya di pertemuannya kedua mempelai.
Sengaja acara ijab qobul hanya diikuti oleh mempelai pria, sedangkan mempelai wanita menunggu di ruang sebelah.
Saat Sindy dan Kristin serta mamak akan menemani Intan untuk ijab qobul, mereka tidak menemukan Intan, bahkan mereka menanyakan pada tim MUA yang tadi katanya akan membawa Intan untuk finishing.
Tim MUA mengatakan tidak menyuruh orang untuk finishing. Mereka pun panik dibuatnya.
Mamak dan Kristin serta tidak MUA mencari keberadaan Intan di seluruh hotel
Saat ijab qobul selesai di ucapkan dan disahkan oleh para saksi dan di doakan, Sindy mendekat pada Furqon dan berbisik
"Mas Intan gak ada"
__ADS_1
Furqon berdiri dari duduknya, semua mata pun tertuju pada Furqon yang berjalan cepat di ikuti Sindy dan Furqon serta pak Fadli yang tadi menjadi saksi
"Ad apa sebenarnya? " tanya pak Fadli dan Furqon pada Sindy
"Intan menghilang"
"Apa? " mereka berhenti sejenak lalu berjalan lagi mengikuti Sindy dan Furqon yang masuk kedalam lif.
Furqon sangat sahabat menelfon pihak WO untuk meneruskan acara tanpa pengantin dan membuat alasan yang relevan.
"Gimana? ketemu? " tanya Furqon saat berada di kamar rias Intan tadi
Mamak menggeleng sambil menangis
"Tadi udah kami cari kemana-mana, tapi tidak ada. Bahkan ini sebagian pihak WO ikut bantu cari" Kristin menjawab dengan cemas
Furqon mengusap rambutnya kebelakang karena prustasi, dia mondar mandir.
Matanya merah menahan amarah
"Ayo kita cari lagi" Furqon keluar kamar dengan tergesa-gesa
"Intan... Intan" Furqon mencari Intan disetiap kamar mandi dan setiap lantai hotel.
Bahkan dia mengetuk semua pintu kamar hotel demi untuk mencari sangat Istri.
Furqon sang sahabat ikut mendampingi Furqon mencari istrinya.
Mamak nampak syok dia menangis tak henti memanggil Intan. Sindy dan Kristin mencoba menenangkan mamak, Aathif digendong oleh Indri.
"Intan..." Furqon berteriak frustasi,dan duduk di depan kamar terakhir yang dia ketuk.
"Tenang bro, kita coba cari lagi ke kamar atas, siapa tahu Intan sudah kembali" Furqon sang sahabat mencoba menenangkan nya.
Mereka memutuskan untuk kembali ke lantai 5 tempat kamar rias berada.
Furqon membuka pintu dengan kasar, diedarkan nya pandangan kesegala arah.
Tak nampak olehnya Intan yang baru beberapa menit lalu telah menjadi istrinya itu.
Bahkan wajah-wajah panik dan cemas yang dilihatnya disana.. .
"Lukman... . ya pasti ini ulah Lukman" ucap mamak penuh emosi
"Mak... apa mamak yakin? " tanya Furqon sambil mendekati mamak,
Mamak mengangguk mantap
"Dulu dia juga pernah menculik Intan" lanjut mamak
"Selamat kan dia furqon" ucap mamak penuh harap.
Furqon mengangguk dan dia menggenggam tangannya dengan amarah
"Lukman.. tunggu pembalasanku" Geram Furqon, dia pun pergi di ikuti sahabatnya Furqon
Bersambung.. . .
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
__ADS_1
Bagi point juga yaππ