Korban

Korban
28.kerja


__ADS_3

Terima kasih masih ngikutin cerita ku. πŸ˜πŸ˜„πŸ˜„


jangan lupa nanti like dan komentar nya ya , sama vote juga😍😘😘


Seperti rencana Kristin menjemput Intan jam 7 pas. walaupun nanti macet tapi kata Kristin gak papa, kebetulan butik nya deket cuma 6km dari kontrakan Intan.


Kristin menghentikan mobilnya di depan sebuah butik yang menyediakan khusus baju pesta dan pengantin.


Mata Intan terpana melihat dengan takjub beberapa baju yang indah dan mewah yang terjajar. ada yang di pasang di manekin aja juga yang hanya di gantung,


pandangan Intan terbayarkan oleh tepukan di bahunya.


"hei mupeng ya? dari tadi di panggil gak nyaut" ejek Kristin


Intan tersenyum menahan malu.


Kristin mengajak Intan masuk ke dalam ruangan, sepertinya itu ruangan pemilik butik. semua tersusun rapi pada tempat nya. dengan interior yang glamor dan berwarna cerah.


"sudah datang kris? "


baru mereka duduk di sofa yang ada di dalam ruangan, Sebuah suara mengalihkan perhatian mereka.


"duduk aja" lanjut wanita yang terlihat cantik yang menyapa mereka.dia pun duduk disofa samping Kristin


"baru aja mbak" jawab Kristin sambil menghadap wanita cantik itu


"mbak kenalkan ini Intan yang semalam aku bilang" Kristin mengenalkan Intan


"Intan"


"dewi"


mereka saling berjabat tangan.


"oh iya! Baik Intan kamu bisa bekerja sekarang, tapi masih masa training 1bulan, nanti kalau kerja kamu bagus kamu bisa lanjut kerja di sini"ucapan dewi ramah


"Terima kasih bu Dewi" Intan begitu bahagia karena dia sudah bisa bekerja.


"oh ya bu ini perlengkapan CV saya" Intan menyerahkan map warna merah, tapi di tolak dewi


"gak perlu gitu-gitu an. yang penting kamu mau kerja dan jujur" senyum yang ditunjukkan dewi menggambarkan bahwa dia sangat ramah.


Intan dan Kristin tersenyum puas.


dewi melangkah ke mejanya dan menelfon seseorang.


tak lama seorang mengetuk pintu dan membukanya,


"iya bu ada apa? "


"Heni kenalkan ini Intan" intan menunduk sebentar tanda kenal, begitu juga Heni.

__ADS_1


"tolong kamu ajari dia tentang semuanya, pelan aja. dan Intan kamu bisa ikut heni, kamu bisa belajar banyak dengan nya. kalau ada yang kurang di mengerti kamu tanya aja sama dia" terang dewi


"baik bu" jawab Heni dan Intan bergantian


"ya sudah aku permisi dulu ya" pamit Kristin


"semoga kamu betah di sini in," Intan mengangguk


"Terima kasih ya kris, kamu banyak bantu aku" ucap Intan sambil menggenggam tangan Kristin.


"sudahlah, kamu udah kayak adikku sendiri jadi gak usah sungkan. kalau perlu apa-apa jangan sungkan hubungi aku ya"


Intan mengangguk


"mbak dew, aku pergi ke salon dulu ya. aku titip adik manisku"


"iya jangan kuatir"


Kristin Intan dan Heni keluar dari ruangan. Kristin melanjutkan perjalanan ke salon sedang Intan mengikuti Heni.


seharian ini Intan banyak hal, mulai dari penataan busana yang di pajang, melayani pelanggan, memilihkan baju untuk pelanggan.


butik dewi ini mempunyai 10 karyawan, semua perempuan, dan juga ramah. karena itu salah satu syarat bekerja di sini.


toko tutup jam 5,tapi pegawai bisa pulang dari jam 4 sore. karena sudah ada yang bertugas menutup butik. sebelum pulang semua pegawai membersihkan ruang dan menata gaun-gaun, agar tetap rapi.


sedikit informasi dewi adalah kakaksepupu Kristin, dia salah satu pemilik butik yang terkenal. baju yang di produksi juga gak banyak, Limited edition. harganya juga wow. makanya pelanggannya dari kalangan kelas atas. dewi sudah berkeluarga dia punya 2 anak yang masih sekolah dasar dan tk. dewi juga orang nya ramah pada siapapun, tapi dia orang yang tegas.


sebelum pulang Intan menyempatkan sholat di mushola yang ada di butik. walaupun pemiliknya nonton muslim tapi disediakan mushola untuk karyawan ataupun pengunjung.


Intan mampir ke mini market dekat gang, membeli keperluan rumah dan Aathif.


Intan berjalan pulang menuju kontrakan dengan membawa 2 kantong belanjaan. t


Intan terjatuh ketika sebuah motor menyambar tasnya.


"jambret... jambret.. tolong" Intan berteriak meminta tolong. orang-orang berdatangan menghampiri Intan. ada yang membantu Intan berdiri dan mengambil barang-barang yang berserakan


"tolong.. pak. tas saya di jambret" Intan menangis meminta tolong pada orang di sekitar.


"yang sabar neng. orang nya udah jauh, gak bisa di kejar" ucap seorang satpam yang juga menolong Intan.


Intan di duduk kan di kursi depan toko dekat tkp. setelah Intan agak tenang orang-orang yang membantu pun pergi.


dengan berat hati Intan mengikhlaskan tas yang di bawa kabur jambret. walaupun isinya tak seberapa, hanya KTP dan beberapa ribu rupiah.


Intan kembali berjalan menuju kontrakan dengan bersedih hati.


sesampainya di kontrakan Intan menceritakan kejadian itu pada mamak.


____&______&_____&________

__ADS_1


waktu berlalu dengan cepat. 6 bulan sudah Intan bekerja di butik dewi. Aathif yang sudah 8 bulan mulai bisa merangkak jadi mamak harus lebih ekstra untuk menjaganya.


Kristin juga masih sering main ke kontrakan tak jarang dia mengajak mamak Intan dan Aathif main ke salon dan juga kost an nya.


gaji Intan sudah lumayan mengikuti UMR yang berlaku kadang dia juga dapt bonus karena kepuasan pelanggan.


mamak juga sudah mulai berteman lagi dengan pak Fadli, hanya saja mamak juga masih menjaga jarak. ternyata dulu pak Fadli harus meninggalkan mamak karena mendadak neneknya meninggal, sebenarnya dia juga menitipkan pesan pada salah satu tetangganya, tapi tak di sampaikan.


hari ini Intan di minta datang ke butik lebih pagi karena harus menyiapkan pesanan pelanggan yang akan di pakai siang ini.


jam 6 kurang Intan sudah sampai di butik. setelah di bukakan pintu oleh satpam,dia menyiapkan baju pengantin pesanan salah satu artis ibu kota.


Intan juga menyiapkan beberapa gaun yang akan di pakai pengiring pengantin. walaupun cuma menyiapkan saja tapi sungguh pekerjaan ini seperti berat. karena dia harus menyiapkan semua sendiri. sepasang baju pengantin dan 4 pasang gaun untuk pengiring pengantin.


jam 8 kurang sebuah mobil datang.


"maaf mbak mau ambil pesanan baju pengantin atas nama ibu Intan" ucap seorang lelaki.


namanya sama batin Intan sambil tersenyum


"mbak" tegur lelaki itu tadi,


"oh iya maaf" ucap Intan sungkan


"maaf Pak ini bapak siapa ya? biar saya bisa konfirmasi ke ibu dewi" tanya Intan dengan ramah


"saya Oding, sopir bapak furqon pihak pengantin pria"


"oh baiklah, tunggu sebentar ya pak"


Intan memencet no dewi.


"hallo bu Dewi" ucap Intan setelah mendapat jawaban dari seberang


"ini ada yang mau ambil pesanan atas nama ibu Intan, tapi yang ngambil namanya pak Oding dari pihak pengantin pria"


"oh iya, saya tadi lupa mau bilangin kamu. ya udah kasih aja sama orangnya. udah berat semua kan? "


"iya bu. sudah saya siapkan dan sudah saya packing dengan rapi"


"ok kalau begitu, kasih aja sama dia. tapi jangan lupa tanda terimanya, dan foto dia supaya untuk admnistrasi"


"baik bu, Terima kasih"


"sama-sama" mereka mengakhiri panggilan


"Oh iya Pak ini tolong tanda tangani. Dan maaf saya juga akan foto bapak saat tanda tangan, untuk kelengkapan administrasi"


"iya mbak"


Intan membantu memasukkan baju baju itu di mobil dengan hati-hati. dan menutup pintu mobil setelah selesai semua. mobil pun meluncur meninggalkan butik.

__ADS_1


bersambung πŸ–


sampai dissini dulu ya. jangan lupa like komentar dan vote nya. πŸ˜„


__ADS_2