Korban

Korban
12.melanjutkan kehidupan


__ADS_3

yuk like komentar nya ya. jangan lupa vote rate 5πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜


Ketika hari sudah menjelang sore, Kristin dan papinya pamit menuju hotel yang telah disewa papinya,. mamak sudah menawarkan untuk menginap dirumah tapi mereka menolak, tak mau merepotkan katanya.


"ntar jangan lupa hubungi aku ya. dan ini untuk mu, walau bukan baru alias bekas tapi semoga ini bisa bermanfaat buat mu" Kristin menyerahkan hape yang tadi diambil sebelum keluar lapas.


"gak perlu Kris, kamu juga membutuhkannya." tolak Intan


"kalau kamu nolak kamu gak nganggep aku temen" paksa Kristin.


"tapi... . " Intan menjawab dengan ragu. Kristin menggenggamkan hape yang 2 tahun lalu mempunyai harga 5 jutaan ke tangan Intan.


Intan pun menerimanya dengan terpaksa, demi menghormati temannya itu


"baiklah kami pamit ya bu, Intan. dan Terima kasih atas jamuannya" kata papi Kristin


"ah gak usah sungkan pak. anggap kami keluarga sendiri" jawab mamak


Intan dan mamak mengantarkan mereka sampai ke mobil.


"jangan lupa telpon ya. dan ciumin buat si aathif" pamit Kristin dari jendela mobil yang masih terbuka.


Kristin melambaikan tangan tanda perpisahan, Intan dan mamak Membalasnya. setelah mobil berlalu dan tak terlihat mereka kembali ke dalam rumah. sebelumnya mereka menyempatkan masuk teras yang di sulapnya menjadi warung


ada 2 meja panjang yang masing-masing diapit 2 bangku panjang yang muat 4-5 orang setiap bangkunya. Intan masuk ruangan sebelah yang hanya dibatasi etalase untuk memajang lauk pauk menu warung, sedang didalam ruangan itu adalah dapur yang bersih dan tertata rapi.


"mbak Intan" sapa Sarah yang sedang membuat teh untuk pembeli

__ADS_1


"sini aku bantu Sarah" Intan akan mengambil alih gelas yang dibawa Sarah.


"gak usah mbak. mbak Intan istirahat aja, jagain aathif" tolak Sarah sambil berlalu ke depan


Mamak pernah cerita,Sarah adalah gadis yatim piatu yang harus menghidupi adiknya yang masih sekolah. umurnya sama dengan Intan, dan dia punya cita-cita ingin jadi PNS, tapi dia harus bekerja karena sejak orang tuanya meninggal 3 tahun lalu otomatis dia adalah tulang punggung, adiknya masih sekolah dibangku 3 smp.


"tan! .. . . " panggilan mamak membuyarkan tatapan Intan pada Sarah


"aathif bangun, dia mau ngASI tu kayaknya" lanjut mamak.


aku beranjak menuju kamar yang akan aku tempati dengan aathif. aku mengambil aathif yang menangis.


"anak bunda sudah bangun"Intan mencium pipi aathif, kemudian memberi ASI pada aathif


jam 4:30 sore Intan memandikan aathif, dia terharu karena ini adalah kali pertama dia memandikan anaknya, di dalam hatinya terasa begitu bahagia tanpa terasa airmata nya pun menetes.


karena aathif sudah tidur Intan pun mandi dan bersiap untuk ke depan untuk membantu Sarah dan mamak, karena tadi sepertinya warung agak ramai.


" mbak Intan kok kesini aathif sama siapa? "


kata Sarah saat melihat Intan masuk ke dapur warung


"aathif tidur. biar aku bantu ya." jawab Intan


"gak usah tan, jagain aathif aja. istirahatlah" kata mamak sambil mendorong Intan keluar dari dapur


"maaak.. " Intan berusaha merayu mamak

__ADS_1


"udah sana" didorong nya intan sampai masuk ke dalam rumah


"siapa itu mak? " tanya satu pelanggan mamak


"bundanya aathif" jawab mamak singkat


"oo dia udah pulang ya. boleh juga mak. kenalin ke kita dong" sambung pelanggan yang lain. mamak hanya menanggapi dengan tersenyum dan gelengan kepala.


____&________&____________


magrib warung mamak sudah tutup Sarah juga kembali kerumahnya.


kini tinggal mamak dan Intan yang memangku aathif.


"Intan, besok kita antar makanan ke kantor bu Rahma ya. sebagai tanda Terima kasih kita" kata mamak saat acara di TV baru menayangkan iklan.


Intan menoleh pada mamak "iya mak intan juga pingin berterima kasih lagi pada bu Rahma dan pak billy juga rekan-rekannya" jawab Intan semangat,


"aathif anteng sama kamu, biasanya jam segini dia bangun sampai malam" mamak menoel pipi aathif yang terlelap


"mak, Terima kasih ya, mamak selalu ada untuk kami" Intan menggenggam telapak tangan kanan mamak dengan mata berkaca-kaca.


"kalian adalah semangat mamak, hidup mamak, amanah untuk mamak" mamak pun membalas tangan Intan dengan kedua tangannya. "sekarang kita mulai hidup baru. mamak kamu dan aathif " lanjut mamak sembari memeluk Intan.


"ayo kita sholat isya berjamaah, udah adzan tu" mamak bangkit dan mematikan TV, Intan mengikuti mamak berdiri dan menuju kamarnya untuk menidurkan aathif dan memberinya kelambu


setelah sholat isya berjamaah mereka pun beristirahat agar bisa beraktivitas besok

__ADS_1


yuk kasih like dan komennya 😍😍😘😘


__ADS_2