Korban

Korban
44.Melupakan Masa Lalu


__ADS_3

Terima kasih masih menyimak cerita ku


Yuk ajak temen untuk baca juga


Jangan lupa like dan komentar nya juga voteπŸ˜„πŸ˜„


Yuk kita lanjut πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Rumah besar 2 lantai yang dulu sunyi, hanya di huni Furqon dan beberapa pelayan, di tambah Sindy yang beberapa bulan ini juga ikut tinggal. Kini menjadi ramai, kehadiran Intan sang istri Aathif juga mamak.


Apalagi Aathif sudah mulai berjalan, menambah kebahagiaan dan keceriaan di rumah. Saat ini mereka ada di ruang tengah yang di fungsikan sebagai ruang keluarga, cukup luas sehingga Aathif bisa bermain dengan leluasa.


Furqon sudah menyiapkan banyak mainan untuk Aathif.


"Maaf tuan, di luar ada polisi" Sita salah satu dari 3 pembantu Furqon memberitahu.


seketika pandangan mamak Intan dan Sindy beralih pada sita dan Furqon.


"Baiklah aku akan kesana, Terima kasih" Jawab Furqon sambil berdiri


Sita pun beranjak pergi setelah pamit.


"Ayo sayang, kita temui mereka" ajak Furqon


Intan tak bergeming dari duduknya, bahkan dia melihat Furqon dengan tanya


"Kenapa? "


Furqon kembali duduk di sebelah Intan.


"Sudahlah ikut saja, gak papa kok" Furqon mengusap punggung tangan Intan, dia tau kalau Intan punya pengalaman buruk, sehingga dia agak takut.


Intan menurut saat Furqon menggandengnya menuju ke depan, diikuti mamak dan Sindy, sedangkan Aathif dititipkan pada Bik Nah.


3 orang polisi berdiri diambang pintu, mereka memberikan hormat alasan polisi pada Furqon


"Selamat sore Pak" sapa mereka


"iya sore Pak, silahkan masuk "


Ketiga polisi itu masuk dan duduk dikursi berhadapan dengan Furqon dan Intan


"Bagaimana perkembangan laporan saya? "


"Kami sudah menyelidiki, dan dugaan kami tersangkanya Ibu Sonia"


Terlihat wajah Furqon yang menahan amarah, dia mengepalkan tangannya


"Walaupun CCTV di hotel di sabotase, namun ada seorang OB yang melihat pelaku yang membawa ibu Intan, dan kami sudah mengamankan nya, dan meminta keterangan darinya. Meskipun sulit akhirnya dia mau mengaku"


"Apa Sonia sudah di tangkap pak? " Tanya Furqon


"Sepertinya Ibu Sonia sudah mengetahui penangkapan anak buahnya, makanya dia kabur dari rumahnya. Tapi jangan khawatir pak, pihak kepolisian telah melakukan pencarian dan kerjasama dengan kepolisian daerah lain yang dianggap tempat Bu Sonia melarikan diri"


"Saya harap pelakunya di tangkap, tak peduli siapapun itu" Furqon menegaskan ucapannya


"Baik Pak kami akan berusaha semaksimal mungkin. Kalau begitu kami permisi undur diri"


Para polisi itu berdiri dan berpamitan, kemudian mereka pun pergi dengan mobil polisi nya


"Sonia siapa mas? " tanya Sindy ketika mereka sudah kembali ke ruang keluarga


"Anak pejabat daerah"


"Kok bisa, jangan-jangan dia pacarnya mas yang sakit hati karena mas permainkan" Sindy berkata dengan sinis


"Enak aja" Furqon melempar bantal kursi yang ada di dekatnya, dan langsung mengenai sasaran, Sindy mencebik dengan manja.


"Ih, mas Furqon jahat bener sih" Nada Sindy yang di buat manja membuat gelak tawa semua


"Bukannya yang menculik Intan itu Lukman? " tanya mamak


"Kalau Lukman yang menculik Intan, pasti nya dia tak akan meninggalkan Intan sendiri di dalam gudang itu mak" jelas Furqon sambil tangannya yang merangkul bahu Intan mengusap kepalanya.


"Terus siapa Sonia kak? Apa mungkin perempuan yang kemarin mendatangiku saat aku di sekap? "


"Oh Ya? " tanya Intan

__ADS_1


"Aku juga gak tau kak, yang jelas dia memakai baju seksi dan rambutnya di warnai ungu sama hijau gitu"


"Ya tak salah lagi. Pasti si ja**** itu. Auwww sakit tau sayang" Furqon mengusap pinggang yang di cubit Intan


"Mulutnya itu lho kak, kasar bener ngomong nya"


"Lah emang dia ja**** yang tak tau malu mengejarku seperti ayam mau kawin" Furqon semakin meyakinkan ucapannya


"Kak! " protes Intan lagi


"Iya, maaf"akhirnya Furqon mengalah


Mamak dan Sindy terkekeh


Furqon meraih tangan Intan dan melihat pergelangan tangannya yang masih merah dan memar, dengan telaten dan penuh hati-hati Furqon mengoleskan salep yang dia ambil di nakas sebelah kursi yang didudukinya.


" Masih sakit"Furqon meniup pergelangan Intan saat Intan meringis menahan sakit


"Sedikit"


"Ciee yang pengantin baru, so sweet" Sindy meledek mereka


"Hust anak kecil diam" Sergah Furqon, di bales jurusan lidah oleh Sindy.


"Tuan makannya sudah siap" Bik Nah mengetok pintu kamar


"Terima kasih bik, sebentar lagi kami kesana" jawab Furqon


"Anak ayah sudah lapar kan? yuk kita makan" Furqon menghentikan bermain yang dengan Aathif, dan membawanya ke ruang makan


Disana sudah ada mamak dan Sindy. Dengan telaten Furqon menyuapi Aathif yang di duduk kan di kursi bayi


"Kak biar aku yang suapi dedek, Kakak makan dulu"


"Gak usah, biar aku aja, kamu suapi aku aja" goda Furqon


"Ish kakak"


"Cie romantis nya"


Furqon hanya tersenyum menanggapi godaan Sindy, sedang Intan kelihatan malu.


"Masuk dulu ya, dedek sudah tidur" pamit Intan.


"Biar aku antar "


"Gak usah kak, Udah isya, langsung aja ke mushola sama yang lain. Biar aku nyusul"


Setelah sholat isya berjamaah di mushola di lantai atas, mereka membaca alquran terlebih dahulu lalu kali ke kamar masing-masing.


"Kak sudah malam ayo istirahat dulu"


"Furqon melihat jam didinding kamar, sudah jam 10 malam


" Siap bu bos, aku ke kamar mandi dulu" Furqon menutup laptopnya dan meletakkan di atas meja.


Intan sudah terlihat berbaring di atas ranjang saat Furqon keluar dari kamar mandi, sebelum Furqon naik ke atas ranjang menyusul istrinya, dia melihat Aathif yang tidur di dalam box bayi besar.


Tadi mamak berniat membawa Aathif untuk tidur bersamanya, namun Furqon ingin Aathif tidur bersamanya, agar kalau Aathif bangun bisa langsung di susui bundanya.


Furqon mencium kening Aathif, dan kemudian menyusul sang istri di ranjang.


"Sayang sudah di oles salep? " Furqon memeriksa tangan Intan, terlihat lebam nya sudah berkurang


"Sudah, baru aja"


Lukman mencium tangan Intan dan mendekapnya


Intan merasakan nyaman dalam dekapan Furqon


"Kita bulan madu yuk" ucapan Furqon membuat Intan mendongakkan kepala nya menghadap Furqon


"Bulan madu? "


"He em, kita ke Bali aja, ajak mamak dan Sindy, mumpung dia libur semester" Furqon mencium dahi Intan lama.


Intan terlihat senang, pasalnya sudah lama dia ingin ke Bali

__ADS_1


"Atau kita ke LN aja? " Furqon semakin mengeratkan pelukannya


"Gak usah kak, kita ke Bali aja, aku juga ingin kesana"


"Baiklah lusa kita berangkat"


"Cepat bener kak"


"Gak lah, kalau perlu besok kita berangkat"


"Lusa aja kak, biar besok kita siap-siap dulu"


"Sayang" Furqon menyamakan posisinya dengan Intan, mereka berhadapan


Mata mereka saling memandang, wajah mereka semakin mendekat.


Intan bisa merasakan hembusan nafas Furqon yang menerpa wajahnya.


Furqon mencium kening Intan lalu berlanjut ke mata hidung pipi dan berlabuh di bibir Intan yang tipis, Intan nampak menahan nafasnya saat Furqon mencium bibirnya.


Cukup lama mereka berciuman sampai Intan melepaskan karena kehabisan nafas.


"Sayang jangan menahan nafas"


"Gimana gak tahan nafas, kakak terlalu menuntut"


Furqon nampak tersenyum, dia tahu kalau istri manisnya ini belum tahu cara berciuman.


"Sayang nikmati aja ya"


"Tapi.. "


"Sama aja sayang, aku juga belum pernah melakukannya, jadi kita sama-sama belajar ya"


Sejujurnya Intan masih takut, kadang bayangan tentang perlakuan Lukman padanya dulu masih berkeliaran di pikirannya, walaupun saat itu Intan tak sepenuhnya sadar namun ada sedikit rasa trauma yang dia rasa.


Furqon melihat perubahan wajah Intan, istrinya itu kelihatan murung


"Baiklah sayang jika kamu belum siap, lain kali aja ya? "


Intan merasa tidak enak dengan Furqon, bukan bermaksud menolak Furqon untuk mendapatkan haknya sebagai seorang suami, namun tiba-tiba bayangan kejadian dulu tiba-tiba berkelebat di pikiran nya


Intan melihat Furqon tersenyum padanya


Bagaimana pun juga aku adalah seorang istri, aku harus melanjutkan hidupku, aku tak boleh mengingat masa lalu. Di depanku adalah orang yang tulus mencintai kami yang mau menerima kami yang mau melindungi kami.


Lalu kenapa aku musti takut, aku harus mengubur masa laluku yang suram, aku fakta boleh kalah dengan masa


lalu Intan memantapkan diri


"Kak" ucap Intan lirih


"Iya sayang? ada apa? "


"Dampingi aku untuk melupakan masa laluku"


" Tentu saja sayang, aku akan menghapus masa lalu dari ingatanmu"


"Terima kasih Kak, kakak selalu ada di samping aku"


Intan mendekati wajah suaminya, dia mencium pipi Furqon dan mendekati bibir Furqon dan mencium sekilas.


Furqon merasa mendapatkan lampu hijau dari Intan, dia pun kali mencium Istrinya itu dengan lembut, namun lama-lama kelamaan seperti menuntut.


Intan menerima semua perlakuan Furqon, dia


pun merespon dlanggu menikmati semua sentuhan bibir dan tangan suaminya itu. Hingga pakaian yang mereka kenakan pun telah terlepas semua.


Dengan perlahan Furqon menyatukan tubuh mereka dengan rasa cinta. Walaupun ini bukan yang pertama untuk Intan, namun dia juga masih merasakan sakit saat tubuh Furqon memasukinya.


Furqon menyadari istrinya merasakan sakit, diapun mencium bibir Intan, mengalihkan rasa sakit yang di alami Intan.


Untung saja semalaman Aathif tak terjaga, jadi mereka bisa menikmati malam pertama mereka.


**Bersambung...


Maaf ya aku belom bisa nulis yang vulgar πŸ˜„

__ADS_1


Jangan lupa like gambar atau komentar ya, juga vote nya


Terima kasih**


__ADS_2