
Hai kak yuk ikuti terus ya cerita nyaππ
Bagai petir yang menggelegar. mamak terdiam merasa seperti tak bertenaga hatinya begitu sakit, dadanya sesak.
mamak masih membatu merasa dunianya runtuh. anak semata wayangnya, satu-satunya penyemangat hidupnya setelah ditinggal sang suami 2tahun lalu, kini hidup anak nya hancur. perasaannya campur aduk marah benci dan kecewa. bukan pada Intan, tapi pada anak dari keluarga rahmat, keluarga yang selalu dihormati oleh semua orang bahkan oleh nya. keluarga sahabat anaknya.
bahkan dulu suaminya adalah salah satu pegawainya dan orang kepercayaan dari keluarga rahmat. keluarga yang terpandang dan disegani orang.
setelah beberapa menit mamak merasa harus menguatkan putrinya itu. mamak mengantarkan Intan yang masih menangis ke kamar mandi untuk membersihkan diri. mamak menutup kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur itu, lalu dia duduk di kursi makan. mamak menangis meratapi nasib putrinya.
sementara di dalam kamar mandi Intan mengguyur tubuhnya dengan air sebanyak-banyaknya. lalu dia menggosok badannya dengan sabun berulang-ulang berharap bisa menghilangkan bekas bekas Lukman.
Intan terus mengguyur badannya ,menggosok lagi. mengguyur lagi menggosok lagi.dia merasa badannya sangat kotor dan tak bisa hilang. Intan mengisi tak henti henti, dia melakukan aktivitas itu berkali-kali.
mamak yang sadar Intan sudah 30menit belum keluar kamar mandi beranjak.
"Intan" mamak mengetuk pintu kamar mandi
"Intan... Intan.. . " mamak memanggil lagi.
ceklek..
Intan keluar dengan wajah yang memucat.matanya sembab, pandangannya kosong.
mamak menuntun Intan masuk ke kamarnya.
mamak membantu Intan berganti pakaian, membaringkan di ranjang dan menyelimuti nya.
mamak Mengusap-ngusap kening dan rambut Intan. mamak menahan air matanya. dia tak ingin Intan semakin sedih.
setelah Intan tertidur, mamak mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat, dalam doa mamak meminta keadilan untuk putri semata wayangnya. mamak menangis mencurahkan isi hatinya pada sang Khalik.
"jangan mas.. jangan.. . kamu jahat mas.. . . tolong mamak, Sindy.. . . tolong" mendengar suara Intan mamak menghampiri
"Intan... Intan.. . bangun nak" mamak mengguncang pelan bahu Intan agar terbangun.
Intan terbangun dan langsung duduk. keringat dingin mengucur di dahi dan tangannya.
"Intan .. . " mamak menangis duduk di sisi ranjang menghadap Intan
"mamak" kembali Intan memeluk mamak sambil menangis.
adzan subuh telah berkumandang.
"Kita sholat subuh dulu ya" ajak mamak
masih dengan pandangan kosong Intan menurut ketika mamak mengajaknya berwudhu dan sholat.
bahkan selesai sholat yang biasanya Intan berdzikir, kini dia hanya termenung memandang kedepan. dan sesekali dia meneteskan air matanya.
________&________&______
pagi ini mamak mengunakan sepeda menuju kerumah keluarga rahmat.
sesampainya disana mamak mengetuk pintu rumah yang besar itu. tak ada sahutan dari dalam. mamak terus mengetuk pintu di depannya.
"cari siapa bu? " sebuah suara mengalihkan pandangan mamak
"bu rahmat dan keluarganya pergi dari kemarin" kata orang itu.
"mas Lukman nya ada kan? "tanya mamak
"kayaknya dia kemarin juga ikut nyusul"
__ADS_1
mamak terlihat putus asa, dia bermaksud akan mengatakan tentang perlakuan Lukman pada putrinya itu.
mamak kembali dengan tangan kosong.
sesampainya mamak dirumah, siapa menuju kamar Intan. di lihatnya Intan duduk dipinggir ranjang sambil melamun.
mamak menghampiri Intan dan membelai rambut Intan. Intan memandang mamak dengan sayu.lalu mamak menyandarkan kepala Intan pada bahunya.
"maafkan mamak tan. mamak tak bisa menjagamu dengan baik," mamak dan Intan pun menangis
"ayo ikut mamak tan" mamak mengajak Intan pergi . mamak membonceng Intan naik sepeda ontel nya.
setelah Perjalanan 30menit mamak menghentikan sepedanya di depan kantor polisi.
Intan terlihat heran, tapi dia menurut saja saat mamak mengajaknya masuk kedalam.
saat sampai didalam, seorang perwira polisi berdiri menyambutnya
"selamat siang . ada yang bisa kami bantu" sapanya
"selamat siang pak, kami ingin melaporkan seseorang pak" jawab mamak dengan nada agak meninggi
"baik bu mari ikut saya" perwira polisi itupun mengantarkan kami kesebuah ruangan
dia mengangkat tangan dengan posisi hormat
"lapor pak. ada yang ingin melaporkan kasus"
seorang polisi menyuruh kami duduk.
"ada apa bu" tanyanya
"kami ingin melaporkan tindak asusila pak" jawab mamak
"baiklah bu.siapa nama ibu" tanyanya sambil mengetik
polisi itu meminta mereka untuk melakukan visum.
mamak dan Intan menuju rumah sakit yang tak jauh dari kantor polisi.
setelah melalui beberapa tahap pemeriksaan, mamak datang kembali ke kantor polisi dengan membawa hasil visum.
"baiklah bu. kami akan proses dan akan melakukan Investigasi, jadi Ibu tunggu dirumah saja"
mamak dan Intan pun pulang kerumah.
_____&________&_______
sebuah mobil polisi berhenti didepan rumah keluarga aathif.beberapa petugas kepolisian turun dan mengetok pintu.
"selamat sore" sapa salah satu polisi saat pintu telah dibuka.
"ya selamat sore? " jawab seorang lelaki setengah baya dengan heran
"kami dari polres ingin melakukan penangkapan terhadap saudara Lukman, ini surat penangkapan nya" polisi itu memberi sebuah kertas
lelaki baya itu, pak rahmat. dia menerima surat dan membacanya, betapa terkejutnya ketika dia membaca bahwa anaknya menjadi tersangka kasus pelecehan yang berujung pemerkosaan, apalagi korbannya adalah anak dari orang kepercayaannya dulu.
"LUKMAN.. . .. "teriakan pak Rahmat mengagetkan penghuni rumah.
Lukman dan ibunya pun menghampiri pak rahmat " ada apa sih pak? "tanya ibu yang masih berjalan menuju depan
mereka dikejutkan oleh 3 orang polisi yang sedang berdiri didepan pintu.
__ADS_1
PLAK
karena kerasnya tamparan pak rahmat, Lukman pun tersungkur di lantai.
"
"pak..." teriak bu rahmat lantas membantu Lukman berdiri.
"ada apa ini? kenapa bapak menampar Lukman? " protes bu rahmat
"tanyakan sendiri pada anak kesayanganmu ini, " pak rahmat melempar kertas yang dipegangnya
bu rahmat mengambil dan membacanya, dia pun terkejut dan memandang anaknya.
"ini gak mungkin pak. anak saya gak mungkin melakukannya? " belanya
"ada apa bu? " tanya Lukman yang bingung dengan apa yang terjadi
"kamu gak mungkin melakukannya kan nak? " tanya bu rahmat
Lukman mengambil kertas dari tangan ibunya dan membacanya.
Lukman mengeraskan rahangnya, matanya menyiratkan amarah,
"bawa dia pak" pak rahmat menyerahkan Lukman pada ketiga polisi
"tapi pak ini fitnah. bu tolong Lukman" Lukman berontak ketika hendak di bawa 3 petugas kepolisian itu.
"sodara Lukman mohon kerja samanya. jelaskan semua dikantor polisi"dulu orang polisi membawa Lukman ke mobil.
" Lukman.. . pak tolong Lukman pak. "bu rahmat berusaha membujuk suaminya agar tidak membiarkan Lukman dibawa.
" Lukman.. . Lukman.. . "bu rahmat menangis sambil memegang tangan Lukman yang ada di mobil
" bu tolong Lukman bu? "teriak Lukman yang berlalu dengan mobil itu
bu Lukman terus menangis tak memperdulikan orang orang yang berkumpul menonton penangkapan itu
" Sindy ajak ibumu masuk"perintah pak rahmat . Sindy pun berusaha membawa bu rahmat masuk
"bu masuk, malu dilihat orang" sindy merangkul ibunya dan menuntunnya masuk
"Mas mu sin"bu rahmat masih menangis dan mengikuti Sindy.
" sebenarnya ada apa sih pak? "tanya Sindy ketika sudah mendudukkan ibunya di kursi
" mas mu di tuduh memperkosa Intan "jawab pak rahmat dengan muka yang memerah menahan amarah
"apa? " Sindy terperangah mendengar penuturan bapak nya
"itu pasti fitnah, mereka pasti ingin memeras kita" bela bu rahmat tak Terima dengan tuduhan itu
"aku tak akan memaafkan mas Lukman jika itu memang benar" ucap Sindy dengan marah
"kamu jangan percaya dengan mereka Sindy. mereka pasti ingin uang dari kita. mereka orang mis.. . "
"stop bu" potong pak rahmat
"sudahlah kita tunggu penyelidikannya" pak rahmat masuk kedalam diikuti Sindy
"awas kalian berdua. " bu rahmat memendam amarah pada Intan da mamaknya
"lihat saja siapa yang akan masuk ke jeruji besi itu"
__ADS_1
bersambung.. . ..
jangan lupa like dan komentar nya kak