
**Terima kasih masih mengikuti cerita ku
Yuk ajak yang lain baca
Lanjut ππ**
Sidang yang diikuti Furqon telah selesai pukul 11:45 dengan kasus yang di menangkan pihak panti asuhan.
"Terima kasih pak atas segala kebaikan bapak, kami akan selalu mengingat kebaikan bapak. Kami akan selalu mendoakan kebahagiaan bapak dan keluarga, semoga Alloh melimpahkan rahmat dan kebahagiaan pada keluarga bapak" ucap seorang lelaki paruh baya sambil menyalami tangan Furqon dengan erat, air matanya juga tak berhenti karena rasa harus.
Pak Aji adalah salah satu pengurus panti asuhan Al-Rohman, yang kasusnya diambil alih oleh Furqon.
Flashback on
Beberapa bulan yang lalu, saat Furqon akan pulang ke rumah dia melihat beberapa anak dan orang dewasa menangis di depan sebuah rumah rumah.
Furqon menghentikan mobilnya dan mendatangi mereka
PANTI ASUHAN AL-RAHMAN
Begitulah tulisan yang tertulis di papan sedang yang sudah lusuh dan tercabut.
"Maaf ada apa ya pak?" tanya Furqon pada lelaki paruh baya yang sedang memeluk seorang anak kecil.
Dia menyeka air matanya
"Kami di usir dari tempat ini" jawabnya
"Kok bisa pak? "
"sebenarnya rumah ini adalah wakaf dari seseorang, beliau meng-amanahi kami supaya digunakan untuk panti asuhan. namun anak dari pemilik lama itu mengambilnya lagi"
"Apa bapak ada surat-suratnya? "
lelaki tu menggeleng lemah
"tapi kami ada surat hitam diatas putih dan disaksikan pak lurah yang dulu"
Furqon mengangguk
"Bapak bisa lapor ke polisi"
"Bagaimana saya mau lapor, anak pemilik lama adalah seorang polisi juga"jawab bapak itu sedih
"Kalau begitu bapak bisa cari pengacara"
"Tidak pak, kami tak bisa menyewa pengacara, kami tak punya biaya"
Furqon nampak berfikir sejenak
Hari sudah semakin sore tak mungkin mereka semua tidur di jalanan
mata Furqon tertuju pada seorang perempuan yang menggendong bayi
Apalagi ada bayi
Furqon mengambil ponsel dari saku celananya, dan menelfon seseorang
"Hallo assalamualaikum,ya pak? " jawab orang diseberang sana
__ADS_1
"" Waalaikumsalam, Fahmi tolong siapkan rumah yang di jln sudirman, dan kirimkan 1 bus ke alamat yang akan saya share, sekarang "
"Baik Pak"
"ya sudah secepatnya ya. Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Pak berapa jumlah penghuni panti? "
"45 pak sama pengurus nya"
"Sementara bapak dan anak-anak di tempat saya dulu. Besok saya akan kesana, ini kartu nama saya, bapak bisa menghubungi saya"
"Terima kasih pak" ucapan bapak itu sambil berusaha mencium tangan Furqon, namun Furqon menolaknya.
"Sebentar lagi ada yang jemput bapak dan anak-anak, saya tidak bisa lama-lama karena ada janji"
"Baik Pak saya permisi dulu" Furqon pamit dan pulang ke rumah, karena sudah janji dengan seseorang di rumahnya
"Fahmi tolong kamu siapkan keperluan untuk orang-orang yang akan di jemput nanti, mereka dari panti asuhan, beri makan dan baju-baju untuk mereka. Ada 45 orang, jangan lupa" Furqon menghubungi orang kepercayaan nya saat di perjalanan pulang
Sesuai dengan janji Furqon, keesokan harinya dia datang ke rumahnya yang di tempati penghuni panti,
Mereka semua sedang sarapan di lantai, karena memang rumahnya baru selesai direnovasi.
"Assalamu'alaikum" sapa Furqon
"Waalaikumsalam" jawab mereka serempak
Pak Aji lelaki paruh baya itu akan berdiri menyambut Furqon
Furqon mendudukkan dirinya dekat pak Aji.
Dia mengusap kepala seorang anak lelaki di sebelahnya.
Setelah sarapan selesai para penghuni panti menjalankan rutinitas mereka, karena ini hari libur mereka mengisi kegiatan dengan belajar di rumah.
"Terima kasih ya pak atas segala kebaikan bapak, semoga Alloh membalasnya dengan yang lebih baik"
"Aamiin"
Kini pak Aji dan Furqon telah duduk di bangku di bawah pohon.
"Maaf Pak, kalau di izinkan saya boleh membantu kasus sengketa ini? "
Pak Aji menghadapkan badannya pada Furqon
"Tapi pak kami tak punya uang untuk membayar bapak"
"Furqon! panggil saya Furqon
aja, soal biaya gak usah di fikirkan, saya tak akan meminta satu rupiah pun"
Pak Aji menggenggam tangan Furqon dan dia berusaha menciumnya sebagai rasa Terima kasih, namun Furqon menahannya, dia menahan kepala pak Aji yang tertunduk.
"Terima kasih nak Furqon.. Terima kasih" pak Aji menangis terharu.
Pak Aji menyerah sebuah surat bermaterai sebagai bukti nanti di persidangan, Furqon pun mengajak pak Aji untuk melapor ke polisi.
__ADS_1
flashback off
Setelah sidang Furqon kembali kekantor untuk menyelesaikan berkas-berkas yang lain.
Setelah sholat dzuhur, Furqon kembali ke ruangan nya untuk menikmati bekal yang dibawakan istrinya.
Nasi, ayam rica, capcay, acar mentimun dan wortel, serta buah yang sudah di potong kecil, membuat Furqon semangat melahap bekal.
Setelah menikah Furqon lebih kelihatan berisi dan sehat, itu semua karena Intan selalu memperhatikan segala kebutuhan nya.
Jam 4:30 sore Furqon sudah sampai rumah, setelah membersihkan diri Furqon menunaikan sholat ashar berjamaah.
"Anak ayah sudah ganteng wangi ih gemes... gemes" Aathif tertawa saat Furqon menciumi badannya, itu semua membuat Furqon lebih gemas.
"Bunda udah siap belum? " tanya Furqon
Intan yang baru selesai memoles lipstik favoritnya menoleh
"Sudah ayo kita berangkat, ntar ngantri lama" Intan meraih tas dan menggantung nya di bahu
"Tenang aja sayang, kan tadi sudah ayah daftarkan online. Kita dapat no urut 10 paling sebelum magrib sudah selesai"
"Wah ayah siaga" Intan mencium pipi Furqon dan Aathif bergantian.
"Ih bunda, udah pinter godain ya! "Furqon mencubit gemas dagu Intan, Intan hanya mendengus sambil tersenyum.
" Udah ah ayo berangkat, ini jaket Aathif di pake dulu"Intan memakaikan jaket pada Aathif.
"Sini jagoan ayah, uh... beratnya, udah besar anak ayah bunda" Furqon menggendong Aathif dan menggandeng Intan.
Setelah berpamitan mereka pun berangkat ke dokter kandungan ternama di daerah itu.
Karena agak macet, akhirnya mereka sampai dalam waktu 35 menit
Hanya menunggu antrian 2 orang saja akhirnya mereka pun mendapatkan giliran.
"Ini calon anaknya pak, masih kecil jadi harus hati-hati, jangan kecapean dan banyak pikiran. Usia kandungan nya sudah memasuki minggu ke 7,jadi hampir 2 bulan "
Sepanjang dokter Herni menjelaskan kandungan Intan, Furqon memangku Aathif di pahanya dan tangan kanannya menggenggam tangan Intan.
Senyum nya tak pernah surut dari bibirnya, sedangkan matanya tertuju pada monitor USG dan pada Intan.
"Karena tak ada keluhan, Ini resepnya saya kasih vitamin dan penambah darah, jangan lupa minum susu ya bu" dokter memberi secarik kertas.
"Ini Foto USG nya"
"Kalau mual, minum lemon tea campur madu aja"Lanjut dokter
Setelah berpamitan mereka pun melanjutkan perjalanan
Karena sudah waktunya magrib Furqon menghentikan kendaraan nya di masjid pinggir jalan.
" Maaf ya nunggu lama"Furqon menghampiri Intan yang sudah menunggu di teras masjid
"Sini Aathif sama Ayah, bunda mau sholat dulu" Furqon mengambil alih Aathif yang ada di pangkuan Intan, dan Intan masuk ke masjid untuk sholat.
"Ayah nanti kita ke taman ya, bunda pingin beli martabak telor sama rujak buah" ucap Intan saat mereka menuju parkiran masjid
"Lagi ngidam ya bunda" goda Furqon
__ADS_1
Intan hanya nyengir