Korban

Korban
63


__ADS_3

Saat tengah malam Intan terbangun dari tidurnya, di lihatnya jam di dinding menunjukkan pukul 2 dini hari.


Intan melihat di samping nya tak ada sang suami, kemana perginya ayah lalu dia turun dari ranjang


Setelah Intan menunaikan hajatnya untuk ke kamar mandi dan mengambil air wudhu.


Intan memangku Gema dan menyusui nya. Karena masih masa nifas Intan tak melaksanakan sholat tahajjud, hanya berdoa saja


Setengah jam kemudian Intan menyudahi kegiatannya. Di letakkan nya Gema ke boks bayinya dan menyelimuti nya


Intan beralih ke ranjang Aathif, di kecupnya kening anak sulungnya itu dan membenahi selimut yang sudah kemana-manakemana-mana


Saat Intan kembali ke biliknya, ia melihat Furqon keluar dari kamar mandi


"Dari mana kak?"tanya Intan menuju ke ranjang


"Dari ruang kerja, menyiapkan berkas untuk sidang besok"Lukman duduk di sebelah Intan dan membantu istrinya berbaring


"Besok sidang perdana Sonya, jadi segala sesuatu harus di persiapkan"ucap Furqon serius


Ia pun berbaring di sebelah Intan sambil menarik selimutnya. Memiringkan badan menghadap Intan


"Aku gak mau dia lolos begitu saja, dia harus membayar semua yang dia lakukan padamu"di kecupnya kening sang istri.


Intan memejamkan mata menikmati kecupan sang suami.


"Do'a in aja biar lancar tak ada halangan"lanjut Furqon membetulkan pososisi meng hadap ke atas.


"Selalu bunda do'ain semoga segalanya di beri kelancaran"


"Aamiin"jawab Furqon


"Yuk tidur lagi"Ucap Furqon sambil melingkar kan tangannya di perut Intan


Selesai sarapan Furqon bergegas menuju Firma nya, ia harus menyusun draf untuk persidangan nanti bersama beberapa pengacara lain


"Sayang ayah berangkat dulu ya, jangan nakal"Furqon mencium ke dua anaknya dan juga Intan


"Semoga lancar ya yah"ucap Intan


"Aamiin, ayah berangkat dulu ya, assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam"


Mobil pun melaju dengan di iringan lambaian tangan keluarga kecil itu


"Abang ayo masuk"ajak Intan


"Mbak aku berangkat dulu ya"Sindy sudah terlihat rapi


"Mau ke mana?"tanya Intan


"Lho kemarin kan aku bilang, hari ini aku mulai training di perusahaan"


"O iya lupa, hati-hati dijalan, good luck ya"


"Thanks mbak, cium dulu si ebul"Sindy mencium bayi yang ada di gendongan Intan, lalu beralih pada Aathif yang menggandeng tangan bundanya


"Abang tante berangkat dulu ya, dada ganteng, Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam"


"Ya sepi nih bang, ayo kita main di dalem"Mereka menuju ke ruang tengah


"In"panggil mamak


"Iya, mamak mau kemana kok sudah rapi"tanya Intan


"Mamak mau ke pasar sama mbok Nah. Bahan makanan udah pada habis. Kamu mau pesan apa?"tanya mamak


"Beliin tiwul aja mak"


"Ya nanti mamak bawain"


"Mak abang ikut"Aathif mengayunkan baju mamak


Mamak berjongkok mensejajarkan Aathif

__ADS_1


"Aathif di rumah aja ya, kasian bunda sendirian"


Aathif melihat bundanya lalu beralih ke mamak dan mengangguk


"Tapi abang mau di beliin jagung rebus"pinta Aathif


"Insya Alloh nanti mamak beliin, yang mentah aja ya, nanti direbus di rumah, biar dapat banyak


Aathif mengangguk patuh


"Mbok Nah ayo, keburu siang"


"Iya mak"


"Kami berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam"


Kepergian dua perempuan paruh baya itu membuat rumah semakin sepi.


Intan menemani Aathif bermain, sedangkan Gema yang sudah berusia 1 bulan itu terlelap di dalam boks bayi


"Nya ada tamu "Tika


"Siapa tik?"


"Bu Sarah"


"Suruh ke sini aja tik"


"Iya bu"


Tak lama Saran masuk ke dalam


"Mbak"


"Sar"


mereka bercipika cipiki


"Sama siapa?"tanya Intan melongok sekitar


"Abang "sapa Sarah


Aathif menyalami Sarah dan mencium tangannya


"Mama boleh ikut main nak"tanya Sarah


"boleh dong, biar abang ada temennya"jawab Aathif


"Gema tidur mbak?"


"Iya tadi barusan ku tidurin di kamar"


"Kamu main aja dulu sma Aathif ya, aku tinggal sebentar di belakang"


"Iya mbak"


Intan menuju dapur membuat minum untuk Sarah


Saat akan kembali di lihatnya wadah bekal


Furqon masih diatas meja makan


"Pasti kelupaan nih ayah"gumam Intan


Intan membawa minum untuk Sarah dan susu untuk Aathif


"Nih di minum dulu Sar"Intan meletakkan minumannya di meja


"Kok repot-repet mbak"ucap Sarah yang menemani Aathif bermain bongkar pasang


"Gak kok, sekalian bikinin susu buat abang, aku ke kamar sebentar ya, liat si adek"


Intan masuk ke dalam kamar, di lihatnya Gema masih tertidur pulas


Intan mengambil poslnselnya untuk menghubungi sangat suami

__ADS_1


"Assalamu'alaikum"sapa Furqon


"Waalaikum salam, ayah kok bekalnya gak di bawa?"Intan1


"Astaghfirullah ayah lupa, Tolong suruh mamang antar ke pengadilan aja, bentar lagi ayah mau berangkat"


"Pak Darman lagi nganterin Mamak sama mbok Nah ke pasar"


"Ya udah ntar ayah makan di luar aja"


"Bunda kirim lewat ojol aja ya? "


"Iya pun, nanti ayah kirim lokasi nyanya. Ntar bilangin suruh nitip di pos depan"


"Iya, udah dulu ya, ada Sarah di depan gak enak di tinggal lama-lama"


"Sama siapa Sarah ke situ? " tanya Furqon penuh selidik


Walaupun hubungan Furqon dengan Lukman sudah mulai baik, namun tak menampik rasa cemburu untuk istrinya itu


"Sendiri, kenapa memangnya? " tanya Intan


"Gak pa pa, ya udah kalau gitu ayah berangkat ke pengadilan dulu"


"Iya, semoga lancar ya yah"


"Aamiin, da bunda, Assalamu'alaikum"


"Waalaikum salam"


Furqon mengakhiri panggilannya dengan ciuman jauhnya


Intan keluar menuju ke meja makan


"Tika"Panggil Intan


Kartika yang sedang mencuci baju menghampiri


"Iya Nya? "


"Tolong anterin ke depan, titipin pak budi (satpam rumah). Bilang nanti kalau ada ojol kasih ini, pesanan suruh nitipin di satpam kalau udah sampai, sekalian ini untuk ongkos ojol nya" Intan menyerahkan uang 50ribu dan kotak bekal Furqon


"Terima kasih ya tik"


Kartika beranjak ke depan


Intan kembali ke ruang tengah


"Maaf ya kelamaan nunggunya, tadi nelfon kak Furqon dulu"ucap Intan


" Gak pa pa mbak, ini juga lagi main sama abang"Sarah mengusap puncak kepala Aathif


"Gimana kabar bapak dan ibu? " Intan


"Alkhamdulilah sehat, kemarin baru nelfon"


"Gimana kamu udah ngisi? " tanya Intan


"Alkhamdulilah mbak ini udah 7Minggu"Sarah mengusap perutnya


" Alkhamdulilah, semoga sehat selalu lahir dengan sehat sempurna "Intan ikut senang


"Aamiin"


"Kamu gak nyidam apa mual? "


"Kalau siang itu lemes bener, mau ngapa-ngapain tu males, bawaannya tidur melulu"


"Gak pa pa bawaan bayi, bayi nya pinter ngajakin mama nya istirahat"Intan


"Iya, di nikmati aja" Sarah


"Ngomong ngomong kok sepi pada kemana? " Sindy hari ini baru masuk kerja, mamak sama mbok Nah ke pasar. Kebetulan kamu ke sini jadi ada temen."ucap Intan


Bersambung.....


Terima kasih masih menyimak cerita ku

__ADS_1


Terima kasih juga like dan komentar nya juga vote nyaπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜πŸ˜˜


__ADS_2