
Terima kasih masih nyimak. Yuk ajak temen buat baca juga ππ
Buat author yang sudah singgah, aku singgahin balik kok. Terima kasih.
Yuk Like dan komentar nya juga vote ππ
Kita lanjut yukπ
Setelah menikmati makan dan sedikit obrolan, mereka kembali ke salon. Ternyata masih ada pelanggan yang dilayani oleh pekerja.
Sang pengantin baru Intan dan Furqon kuadrat (sebutan Kristin ketika ada 2 Furqon di depannyaππ) baru keluar dari ruangan perawatan.
"Lo udah kelar? " tanya Furqon pada pasangan yang lagi anget-anget nya.
"Thanks ya tadi udah nungguin.Dan maaf merepotkan"ucap Intan sangat pengantin baru dengan manja bergelayut pada lengan suaminya
" Sudah biasa.... kalian merepotkan ku"jawab Furqon.
"ish kamu nih" Intan pengantin baru akan memukul bahu Furqon, namun pandangan nya beralih pada Intan yang menggendong Aathif. Dia melepaskan tangannya dari sang suami.
Lalu dia maju mendekati Intan. Lalu dia melihat suaminya, dengan isyarat mata suaminya, diapun mengenalkan diri
"Kamu Intan ya? Kenalkan aku Intan, Intan Lukita"
dengan ragu Intan membalas uluran tangan sangat pengantin baru
"Intan Nuril Baiti,teman Kristin"
"Siapa si ganteng ini? " Intan pengantin baru menjawil pipi Aathif.
"Ini anakku Aathif"
"Oh Lucunya" Intan menciumi Aathif "Yang kita bikin kayak gini yuk"
"Ish.. lebay" Furqon mencebik
"Iya sayang, kita bikin 2 ya? " jawab Furqon kuadrat merangkul istrinya
Ish.... buy 1 gt 1 free bisik Intan (kuadrat jua deh) pada sahabatnya dan sahabat suaminya
Dan Intan kuadrat mendapat toyoran dari Furqon "mulutnya bu... " ucap Furqon.
Pasangan suami istri itu malah terkekeh.
"Udah ah kita pulang dulu ya. " Pamit Furqon kuadrat sambil menarik istrinya
"Good luck bro" ucapan itu lolos dari Intan kuadrat yang sudah diambang pintu dan berlalu.
"Mas Furqon gak perawatan sekalian?" tanya Kristin
"Gak ah, lain kali aja"
"Kris aku nitip Aathif ya, aku mau sholat dulu. Taruh aja di bawah, biar bisa trantan di tembok" Intan menyerahkan Aathif pada Kristin.
"Kak Furqon gak sholat? " pertanyaan Intan membuat Furqon tersentak, pasalnya dia sudah lama dia tidak pernah sholat.
"Duluan aja" Jawab Furqon
"Sayang, bunda sholat dulu ya, jangan bawel ya" pamit Intan pada Aathif, membuat Furqon menarik kedua sudut bibirnya.
__ADS_1
Ketika Intan sholat, Furqon menanyakan banyak hal tentang dia pada Kristin
"Mas Furqon naksir ya sama Intan? " Tanya Kristin menggoda
Furqon hanya tersenyum, dan menemani Aathif yang sedang berjalan merambat berpegangan tembok
"Emang boleh? "
"Kenapa gak boleh, Intan kan single mother. jadi tak ada yang mengikatnya"
"Terus ayah Aathif? "
"Kalau mas memang ada rasa sama Intan biar Intan sendiri yang menjelaskan semua. Aku gak berhak. " Kristin menghembuskan nafas berat
Asal mas jangan sakiti Intan. Dia gadis yang baik pendiam, hanya saja nasibnya gak baik"Lanjut Kristin
Furqon duduk di sebelah Kristin sambil menggendong Aathif.
"Memangnya kamu ketemu dimana dengan Intan? "
"Mas kan tau kalau aku pernah masuk bui? Intan salah satu temanku di lapas"
Furqon nampak terkejut dengan pernyataan Kristin, dia nampak penasaran
"Kok bisa? " tanya Furqon
"Karena uang"
Furqon menautkan alisnya, semakin tidak mengerti
"Ya, karena orang yang menjebloskan dia adalah orang kaya, jadi dia bisa membeli pengacara dan hukum. Dia adalah korban yang jadi tersangka"
"Satu lagi, mas juga harus menerima Aathif dan menyayanginya,. Menggantikan peran ayah untuk Aathif" Kristin membelai kepala Aathif.
Saat Intan kembali Aathif sedang merengek di gendongan Furqon.
"Sini kak Aathif nya, mungkin dia mengantuk" Intan mengambil Aathif pelan.
"Terima kasih ya, maaf merepotkan" lanjut Intan
"Gak repot kok, orang Aathif juga gak rewel"
"Kristin kemana? "
"Tadi ada telfon, jadi dia keluar"
"Kamu mau pulang? ayo aku antar pulang"
"Gak usah kak. Aku pulang sore. Biasanya Kristin yang akan mengantar ku"
"Oh ya sudah, kalau gitu aku pamit pulang dulu. Sampai ketemu lagi. Da.. Da. Aathif, om pulang dulu ya" Furqon menggosok pucuk kepala Aathif
Furqon pergi keluar dan pamit pada Kristin.
Inta menyusui di kasur yang ada diruangan Kristin. Karena mengantuk, Aathif tidur dengan cepat. Intan pun ikut tertidur juga.
Intan terbangun saat jam 3 sore
wah ini namanya gak ketiduran tapi memang tidur dengan nyenyak gumam Intan tersenyum
__ADS_1
"Udah bangun In? " tanya Kristin dengan suara lirih karena Aathif masih tertidur.
"Maaf aku ketiduran" Intan tersenyum lebar
"Alah, kayak gak biasa tidur di sini aja"
Kristin duduk di kursi diikuti Intan yang duduk di hadapannya.
Intan mengambil gelas yang ada di meja dan meminumnya
"Eh In, kayaknya mas Furqon naksir kamu deh, aih Intan, basah deh" Intan yang sedang minum menyemburkan air ke arah Kristin karena kaget mendengar ucapan Kristin
"uhuk.. ma... af... uhuk" Intan menepuk dadanya karena tersedak air
"Lagian kamu ngomong aneh-aneh,. Jadi maaf kalau kena hujan lokal" Intan terkekeh, sedang Kristin sibuk membersihkan air di muka dan lehernya dengan tissue
"Sorry" ucap Intan lagi.
"Tapi beneran lho In, mas Furqon tu naksir kamu" Ucap Kristin setelah selesai dengan kegiatan lap me-lap.
"Udah ah gak lucu"
"Eh In, aku beneran kok. Tadi waktu kamu sholat mas Furqon tanya tentang kamu"
Intan menatap Kristin
"Aku gak cerita semua kok, itu bukan hanya ku. aku cuma ngomong seperlunya aja. Dan..." Kristin berhenti sejenak
"Dan aku bilang kalau kita bekas napi"
"Tapi mas Furqon kayaknya sih gak masalah"
"in... " Kristin menggenggam telapak tangan Intan.
"Sudah saatnya kamu mencari kebahagiaan. Kamu harus bangkit dari lukamu. Tak semua lelaki itu brengsxx seperti Lukman"
"Jika ada yang menawarkan kebahagiaan untuk kalian jangan di tolak, itu adalah balasan dari Tuhan buah dari kesabaran mu selama ini."
Intan menghembuskan nafas, sambil menggeleng
"Aku tak berani, aku tak pantas untuk siapapun. Aku kotor"
"In, kamu masih ingat dengan omongan mbak Lina dan bu Maya?. Tuhan tidak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuan.
Ingat juga dengan lagu depe? Indah pada waktunya. " mereka tersenyum mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Kristin.
"Bukalah hatimu. Mas Furqon orang baik, walaupun dia kaya tapi dia tidak pernah sombong, dan dia adalah orang yang mandiri.
Mungkin kalau kami seiman udah ku gebet dia"
"Aku kenal denganya baru 3-4 bulan. Tapi aku sangat percaya kalau dia orang baik"
"Coba tanyakan pada hatimu. Apa kamu tertarik juga padanya?. Aku berdoa yang terbaik untuk sahabatku ini"
Bersambung...
Jangan lupa like dan komentarnya ya.
With vote juga. ππ
__ADS_1