Korban

Korban
Furqon Kuadrat


__ADS_3

**Terima kasih masih mengikuti cerita ku.


Terima kasih juga votenya. πŸ˜€πŸ˜€


Yuk kita lanjut


Hari minggu siang Intan mengunjungi salon Kristin, saat mereka datang terlihat Kristin sedang melayani seorang pelanggan pria.


"Aathif sayang" Nancy pria gemulai yang bekerja di salon, menghampiri mereka. dia mengambil Aathif dari gendongan Intan dan mengajaknya main.


"Hai In," sapa Kristin yang masih sibuk dengan pelanggan.


"Tunggu sebentar tinggal sedikit lagi. Nanggung," lanjut Kristin


"Lanjut aja, aku tunggu di dalam ya" Intan masuk kedalam ruangan khusus pegawai .


Saat Intan melewati ruang pelanggan khusus, Intan melihat Furqon sedang duduk berkutat dengan ponselnya.


Intan tak berani menyapa.


"Bunda Aathif" suara kemayu Nancy menghentikan tangan Intan yang akan membuka pintu.


"Anak bunda kenapa? kok Nangis" Intan mengambil alih Aathif yang menangis di gendongan Nancy.


Kejadian itu mengalihkan perhatian Furqon. Dia mengernyitkan alisnya, melihat Intan gadis yang pernah dia datang kerumah nya.


Ternyata dia sudah menikah gumam Furqon. Ada rasa tak nyaman di hatinya.


Intan melihat Furqon sekilas dan tersenyum sambil menganggukkan kepala. Lalu Intan berlalu masuk keruangan.


setelah 10 menit Kristin masuk ke ruangan.


"Halo ganteng, gimana kabarnya? " Kristin meraih Aathif yang sedang merangkak, dan menciumnya.


"Mamak gak ikut In? " tanya Kristin sambil duduk di samping Intan


"Mamak lagi ada panggilan masak. "Intan berdiri mengambil air minum dari dispenser.


"Aku keluar bentar" Kristin bersiap membuka pintu


"kemana? "


"tu" Kristin menunjuk luar dengan dagunya.


"Ada pengantin baru lagi perawatan. pelanggan special. " Kristin keluar dengan menggendong Aathif


Intan pun tau yang dimaksud pengantin baru itu siapa. Dia menghembuskan nafas dengan berat. Lalu dia mangikuti Kristin keluar.


Intan melihat Furqon masih duduk di kursi.


Intan mengedarkan pandangan keseluruh ruangan.


"Nyari siapa? " tanya Furqon memandang Intan.


"Eh...ee ini nyari Kristin" jawab Intan sedikit gugup


"Tu orang nya masuk ke dalam" Furqon menunjuk ruangan yang ada dibelakang nya.


Belum Intan menuju ruangan itu, Kristin sudah keluar.


"mas Furqon gak bosen nunggu istri orang? " tanya Kristin.


"Ya mau gimana lagi" jawab Furqon mengangkat bahunya. dia memasukkan ponselnya ke saku celana depan.


"Eh mas, kenalkan ini Intan temen aku" lanjut Kristin menarik tanggan Intan supaya mendekat.

__ADS_1


"Iya kami sudah kenal" jawab Furqon santai


Kristin sedikit terkejut


"Kok bisa? " tanyanya heran


"2 minggu yang lalu dia nyasar ke rumahku" Jawab Furqon lagi


Intan mendelikkan matanya.


Kristin memandang Intan penuh selidik.


"Aku gak salah kok. Mbak Dewi yang ngasih alamat. " protes Intan


Kristin ganti melihat Furqon sama seperti melihat Intan.


"Sudahlah gak usah di bahas"Furqon mengalihkan perdebatan pada Aathif.


" Wah ganteng bener, siapa namanya bro? tanya Furqon memainkan tangan Aathif yang digendong Kristin.


"Namaku Aathif om" Kristin menirunkan suara anak kecil.


"Berapa bulan ini? " tanya Furqon lagi


"Berapa bulan ya In? " Kristin balik tanya ke Intan.


"10 bulan. sini aku gendong" Intan hendak mengambil Aathif namun di tolak Kristin.


"Enak aja, baru juga bentar gendongnya. Udah terusin ngobrol kalian, aku ke depan dulu pesen makan"


"Katanya kita yang mau makan di depan" protes Intan


"Kita makan bareng aja ke depan. biar aku yang traktir" Furqon menyela


"Bentar lagi juga datang" jawab Furqon


"Okelah kalo begitu" ucap Kristin antusias.


Mereka berjalan keluar salon


hendak menuju rumah makan di depan salon Kristin. Tempatnya sangat nyaman da makanannya juga enak.


"Sorry bro gue baru datang" seorang lelaki datang menghampiri mereka saat di depan pintu salon


"Katanya 30 menit. ini udah 1 jam lebih. Tuh bini lo di dalem. gue tinggal dulu" Furqon


"oke thanks ya bro. Tunggu, Anak siapa nih kris? " tanya lelaki tadi


"Anak gue lah. orang gue yang gendong" jawab Kristin asal


"hamil sama kucing lo. Baru 2 minggu gak ketemu udah beranak" lelaki itu meledek Kristin


"Enak aja. " Kristin memukul bahu lelaki itu.


"Ni anak bunda Intan" Kristin menunjuk Intan yang ada di sebelahnya.


"Intan? " tanya lelaki itu


"Bukan Intan bini lo. tapi Intan temen gue, ini orangnya" Kristin


"Ya gue juga tau keles. orang dia baru gue jamah masak langsung nongol bayi. Atau... " lelaki itu melirik Furqon dengan penuh selidik.


"Ini bro? " tanya lelaki itu pada sambil melihat Furqon. Dan Furqon hanya mengangguk lesu.


Lelaki itu berbisik pada Furqon

__ADS_1


"Wah ternyata dia udah punya orang" lelaki itu tersenyum mengejek dan Furqon memukul bahunya.


Mereka berdua tertawa, sedangkan Intan dan Kristin menatap bingung.


"Apaan sih kalian gak jelas bener" ucap Kristin sambil memutar bola matanya.


"He.. he.. Ah urusan lelaki" lelaki itu pun pamit masuk ke salon.


Furqon Intan dan Kristin yang menggendong Aathif berjalan menuju rumah makan di seberang. Kristin mencarikan tempat yang lesehan, agar bisa meletakkan Aathif yang sudah tak bisa diam.


Mereka makan dengan menu berbeda-beda. Intan dengan tomyam, Kristin dengan sop iga, dan Furqon dengan sop buntut. Tak lupa Intan memesankan puding dan nasi bubur untuk Aathif, anaknya itu sekarang lagi doyan ngemil dan makan makanya sekarang dia terlihat gemuk dan sehat.


"Ayah Aathif gak ikut? " pertanyaan pembuka dari Furqon merubah raut wajah Intan menjadi murung dan tegang. Furqon hanya menatap heran Intan dengan ekspresi serta diamnya Intan.


"Udah gak usah bahas itu, gak penting" Kristin mencairkan suasana.


"Oh ya mas, pengantin baru kapan mau bulan madu? kemana? " lanjut Kristin.


"Katanya sih lusa, ke Eropa" jawab Furqon sambil melihat pramusaji yang menata makanan di meja mereka.


"Wah seru nih, mas Furqon gak ikut? " tanya Kristin lagi dan di balas tawa renyah Furqon.


"Terus aku disana suruh jadi obat nyamuk? "


Kristin yang gantian tertawa.


Intan yang sedang menyuapi Aathif merasa heran. Kalau kak Furqon gak ikut terus siapa yang bulan madu batin Intan.


"Enak ya jadi artis kaya mbak Intan. Bulan madu aja ada yang bayarin. Terus mas Furqon kapan nyusul mas Furqon kuadrat? " tanya Kristin lalu menyiapkan nasi ke mulutnya


Intan menoleh kearah Furqon, dan kebetulan Furqon juga melihat Intan. Pandangan mereka bertemu, dan seolah magnet yang bertemu 2 kutub yang berbeda, Saling menarik.


Mereka saling menatap lama. Kristin yang melihat pemandangan itu tersenyum, dan sengaja membiarkan nya.


"Nda... nda... nda... " suara Aathif membuyarkan mereka dan membuat keduanya salah tingkah.


"Anak bunda mau mam.. mam lagi? sini sama tante" goda Kristin


Intan yang menahan malu membuat pipinya merona. Lalu dia menyuapi Aathif dengan buburnya.


"Ehem.. wah mas Furqon mau nyusul mas Furqon kuadrat? " Kristin terkekeh sendiri. Furqon hanya mendelik pada Kristin.


Mereka melanjutkan makan mereka dengan sedikit obrolan dan rasa canggung. Furqon sesekali main dengan Aathif, dan memangkunya.


Intan teringat dengan baju yang di pinjami Furqon tempo hari


"Kak Furqon, baju yang kemarin udah saya cuci, mau ngembaliin belum sempat. Maaf ya" Intan memberanikan diri


"Oh, gak papa gak usah di balikin pakai aja. lagian itu juga gak pernah di pakai sama yang punya" jawab Furqon


"Tapi kata mbak Heni itu mahal lho kak" lanjut Intan mulai santai


"Ya elah Ini, mas Furqon ni semua bajunya juga mahal keles gak ada yang murahan kayak kita. Lagian baju apaan sih kok bisa mas Furqon kasih baju sama kamu tan? "


Bersambung....


Maaf baru bisa up. ini cerita aku buat dari kematian tapi gak kelar-kelar. lagi nungguin anak-anak liburan 😁


Dan selamat Idul adha ya.


Terima kasih ya masih menyimak cerita ini. 0


Jangan lupa like dan komentar nya ya πŸ˜€πŸ˜€


vote nya yaπŸ˜„πŸ˜„

__ADS_1


__ADS_2