Korban

Korban
38.Model Dadakan


__ADS_3

Terima kasih masih menyimak cerita author


Maaf kemarin gak bisa up. Lagi persiapan pulang kampung.


Sekarang juga masih di atas pesawat nulisnya. Hitung-hitung cari inspirasi diatas awanπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜„


Yuk kita lanjut πŸ‘‰


pagi hari Intan sudah siap akan pergi bekerja


"Sayangnya bunda, bunda berangkat dulu ya. Jangan rewel, jadi anak pinter. " Intan mengusap pucuk kepala Aathif.


"Mak Intan berangkat dulu. Assalamu'alaikum" Intan mencium punggung tangan mamak


"Hati-hati ya" pesan mamak sambil mengantar Intan kedepan rumah


Intan terdiam saat dia membuka pintu dan mendapati Furqon sedang berdiri dan menyunggingkan senyum.


"Eh nak Furqon, dari tadi? " tanya mamak yang melihat Furqon dari punggung Intan.


"Baru saja bu. Ini mau ngetok pintu udah nongol bidadarinya" candaan Furqon mendapat kekehan mamak dan menyenggol lengan Intan.


Tapi tidak dengan Intan dia hanya terdiam.


Ingin rasanya dia kabur dari hadapan Furqon.


"Hai ganteng apa kabar" Furqon mengacak rambut Aathif. Aathif pun menyambutnya dengan tawa.


"Tambah gembul aja nih anak ganteng" Furqon mencubit gemas pipi Aathif.


"Yuk kita berangkat" ajak Furqon.


Intan terpaksa mengiyakan, takut mamak curiga kalau dia menolak dengan tanpa alasan.


Setelah berpamitan mereka pun meluncur dengan mobil merah milik Furqon .


"Kiri kak" baru beberapa meter keluar dari gang komplek Intan memerintahkan Furqon untuk berhenti.


Furqon menoleh sekilas kearah Intan sambil mengernyitkan dahinya.


"Berhenti kak" perintah Intan.


"Mau apa? "


"Aku naik angkot saja. Kak Furqon gak usah repot-repot jemput aku lagi"


Furqon tak tetap melajukan mobilnya, seolah dia tak mendengar Intan.


"Kak tolong berhenti" Pinta Intan dengan nada memelas.


Furqon menepikan mobilnya.


Intan pun bersiap mlembuka pintu mobil.


"Terima kasih atas kebaikan kakak. Aku harap ini pertemuan terakhir kita"


Tanpa menunggu jawaban Furqon, Intan membuka handle pintu mobil. Namun pintu tak usah terbuka, Intan mencobanya berkali-kali.


"Kak tolong buka"


"Katanya mau berhenti. ini sudah berhenti. kamu kan gak bilang mau turun" ledek Furqon sambil tersenyum.


Intan terperangah mendengar Furqon.


"Tapi kak.. . . "


"Kalau gak ada perlu kita lanjutkan perjalanan, biar gak telat masuk kerja" sela Furqon sambil mengacak rambut atas Intan.


"Sudah sampai. kerja yang rajin ya sayang" ucap Furqon saat sudah sampai depan butik.


"Kak! kita sampai disini aja ya" ucap Intan dengan nada serius.


"Memangnya kamu mau aku antar kamu masuk? " Furqon sengaja tak menganggap serius ucapan Intan. Dia tau kemana arah pembicaraan Intan, namun dia tak mau Intan berkata lebih jauh.


Intan hendak menjelaskan maksudnya, namun Furqon telah keluar dan menuju kearahnya membukakan pintu untuknya.


"Ayo tuan putri, katanya mau diantar sampai dalam"


Intan tak habis pikir dengan sikap Furqon.


Furqon menengadahkan tangannya di depan Intan.


Intan menolaknya dan langsung keluar dari mobil

__ADS_1


"Kak kita harus bicara serius" Intan memasang wajah serius.


Furqon mengangkat alisnya


"Kak ak.."


"Intan... Intan"


Heni menghampiri Intan dengan wajah panik. Intan dan Furqon menoleh kearah Heni


"Hua... Hu.. . " Heni mengatur nafasnya


"Tan.. Gawat... nih" Lanjut Heni dengan terengah-engah


"Ada apa mbak? "


"Tan! bantuin bu Dewi yah"


"Kenapa mbak? "


"Sekarang kamu ke tempat fashion show dihotel xx bawa ini" Heni menyerahkan sepasang gaun pengantin yang di plastik


"Tadi katanya harus cepet. Paling lambat 20menit, "


"Mbak yang benar aja, ini agak jauh lho mbak. Paling cepet setengah jam lebih baru sampai kalau gak macet" protes Intan sambil mendelik


"Terus gimana dong. 45menit sudah mulai fashion show nya. Mana ini gaun andalan" Heni lebih panik.


"Sini biar kami yang antarkan." Furqon mengambil alih gaun dari tangan Intan.


Lalu dia menyimpannya di kursi belakang.


"Ayo masuklah" perintah Furqon setelah membuka pintu untuk Intan


"Semakin cepat kita berangkat, semakin cepat sampai" ucap Furqon saat Intan tak segera masuk kedalam mobil.


Intan segera masuk mobil


"Terima kasih ya mas Furqon" ucap Heni sambil melambaikan tangan salat mobil keluar meninggalkan parkiran.


Sesampainya dihotel, mereka disambut Dewi yang sebelumnya di kabari Intan.


"Terimakasih ya Furqon, tepat waktu . Untung acara di undur 10 menit, jadi bisa menyiapkan make up"


"Ayo masuk " Ajak Dewi


"Gak usah bu, kami langsung pulang aja! " Tolak Intan


"Pulang gimana? " Tanya Dewi


"Maksud saya langsung ke Butik"jelas Intan


"Lho terus siapa nanti yang pakai baju ini? "


Intan terdiam tak mengerti.


"Aku tadi bilang sama Heni kamu aku suruh kesini buat anter baju ini sama sekalian gantiin modelnya yang gak bisa datang"


"Tapi bu.. ."


Belum Intan menyelesaikan kata-katanya Dewi sudah memotongnya


"Furqon sekalian bantuin ya? Jadi pasangan Intan di catwalk. Kalian keliatan serasi"


"Pasangan beneran aja sekalian mbak" Ucap Furqon dengan senyum


"Oh gak papa. Sekalian di panggilkan penghulunya" Dewi semakin semangat.


"Tapi bu, saya gak bisa jalan di atas catwalk"


"Jangan kuatir, pasanganmu ini model terkenal " Dewi mengedikkan bahunya sambil melirik Furqon.


"Tapi bu.. . "


"Ayo"


Dewi menarik Intan masuk kedalam hotel.


Dewi memerintahkan MUA untuk merias Intan bersama model lain.


Sedangkan Furqon di rias di tempat terpisah.


Beberapa menit kemudian Intan sudah selesai dan disuruh ganti pakai di ruang ganti.

__ADS_1


"Say! udah belum? lama sekali"suara ketukan dan seruan dari balik bilik.


Intan mengintip dari balik pintu yang di buka sedikit. Seorang perempuan gemulai yang di panggil Sisi menatap Intan


" Aku bingung pakai bajunya "ucap Intan malu.


" Ya ampun say. sini keluar, aku pakaikan"ucap Sisi sedikit menahan senyum


Intan langsung menggeleng.


"Ha...Ha.." gelak tawa Sisi menggema


"Kamu pasti malu kan? Tenang aja aku tak bernafsu dengan wanita" Sisi masih tertawa


"Pakai manset dalam dulu say, baru keluar. Cepatlah bentar lagi kamu harus keluar"


walaupun gak nafsu tetap aja kamu lelaki. Huh!


Lagian kenapa sih bu Dewi pake acara nyuruh aku jadi model dadakan.


Apalagi sama si DIA gerutu Intan sambil memakai maset panjangnya


Intan keluar dengan malu


Sisi hanya memandangi Intan dengan geleng-geleng


Sisi memakaikan baju yang akan di pakai Intan


"Sudah berapa lama kenal sama si kece dingin itu? " tanya Sisi masih sibuk dengan membenarkan bawahan Intan


"Maksudnya? "


"Itu si kece model ganteng" sambil menata Intan, Sisi menceritakan kalau Furqon adalah seorang model sebelum menjadi seorang pengacara sukses.


Furqon juga sering memenangkan tender kelas kakap. Namun dia tak pernah terkenal dekat dengan perempuan. Kecuali Intan Lukita, tapi itupun sebatas teman. Furqon adalah orang yang ramah api juga dingin. Susah didekati wanita, walaupun itu artis ataupun model. Semua ditolak oleh Furqon.


"Kalian punya hubungan khusus ya? " Tanya Sisi saat selesai dengan Intan


Intan menggeleng


"Iya " kata itu keluar dari Furqon yang baru saja masuk. Dia Terlihat gagah dan lebih ganteng dengan baju pengantin warna gold.


Intan dan Furqon sama-sama saling menatap, Ada rasa kagum dan pesona pada mereka. "ehemn" deheman Sisi membuyarkan pandangan mereka.


"Duh yang lagi haut-hautnya.. . " sindir Sisi


"Btw kalian emang pasangan yang serasi. Si babang udah dapat tambatan hati nih. Sisi jadi patah hati" Sisi berkata seakan dia sedih sambil memegang dada kanannya


"Ayo kalian ayo. Udah waktunya keluar" seorang panitia mendatangi mereka


"Jangan gugup ada aku. Itung-itung latihan kalau kita menikah nanti" senyuman Furqon


Intan mendelikkan matanya.


"Ayo, kita sudah ditunggu para tamu" Lanjut Furqon sambil menyelipkan tangan Intan pada lengannya. Intan berusaha menariknya tangannya, namun pegangan Furqon lebih kuat.


Ketika mereka berjalan diatas catwalk, semua mata tertuju pada mereka, bisik-bisik tetangga.


"Si kece ganteng banget"


"Wah serasi bener"


"Ish! harusnya sama aku"


Begitulah kata yang keluar dari mulut penonton.


Intan terlihat grogi, tangannya dingin dan jalannya agak kaku.


Furqon menepuk-nepuk pelan tangan Intan, agar tenang.


Akhirnya selesai juga perjalanan di catwalk yang terasa jauh bagi Intan.


Di akhir acara Intan dan Furqon disuruh membawakan buket bunga untuk Dewi ketika akhir dari acara.



Kira-kira seperti ini Intan dan Furqon saat di atas Catwalk


***Sampai sini aja ya. Maaf baru up.


Terima kasih


Jangan lupa like dan komentar juga vote nya ya***!

__ADS_1


__ADS_2