
Terima kasih masih mau mengikuti dan membaca cerita ku.
Setelah Intan mulai kehilangan kesadarannya, Lukman mendekati "tan... Intan" Lukman menggoyang bayangkan tubuhnya memastikan keadaan Intan.
ketika memastikan kesadaran Intan telah hilang, Lukman mengangkat tubuh Intan menuju kamarnya,
karena kondisi rumah sepi, Lukman dengan leluasa bertindak sesuka hati.
dari awal Lukman membohongi Intan dengan mengatakan Sindy adiknya ada dikamar. padahal Sindy dan ibunya sedang pergi ke rumah neneknya di sebelah desa. rencana mereka akan menginap disana.
Lukman memandangi Intan yang diletakkan di atas tempat tidurnya. Lukman membelai rambut hitam Intan, beralih ke dahi hidung pipi dan bibir Intan.
Intan seperti menikmati itu, dia mulai meracau tak karuan. entah apa yang dicampurkan Lukman didalam minuman yang di minum Intan.
Dengan samar Intan melihat Lukman yang sedang tersenyum puas, Intan juga merasakan tangan Lukman yang menggerayangi badannya.
"apa yang kamu lakukan" dengan mengumpulkan sisa kesadarannya, Intan berusaha menepis tangan Lukman yang menjalari di tubuhnya, tapi tenaganya yang terkalahkan oleh ketidaksadaran tidak berguna.
"sudahlah sayang nikmati aja.." Lukman mulai bergerilya di daerah dada Intan.
"lepaskan mas" dengan suara yang pelan Intan berusaha menghentikan kegiatan Lukman.
entah mungkin karena reaksi dari minuman yang di minum Intan, membuat Intan mendesah dan dia merasakan sesuatu dorongan untuk menikmati nya.
dengan mudah Lukman melepaskan semua pakaiannya dan Intan, Intan tak dapat berbuat apa-apa, tubuhnya lemah dan seperti diliputi sebuah gairah.
"lepaskan mas" dengan sisa kesadarannya Intan berusaha menghindari Lukman tapi dia sudah tidak mampu berbuat apapun.
Lukman menindih Intan dan menciumi setiap inci tubuh Intan, "tahukah kamu, setiap aku melihatmu rasanya aku ingin memangsamu..aku selalu menahan gairah ku setiap melihatmu" gumam Lukman ditengah aktivitas nya menikmati inci demi inci tunuh Intan.
"mata ini... "Lukman mencium mata Intan
" hidung ini.. . pipi ini.. . dan mulut ini"Lukman mencium bagian-bagian tubuh yang di sebutkan.
"semuanya membuat ku gila. semua membuatku terbakar"lanjut Lukman sambil terus mengerjai Intan
Intan benar-benar tak bisa berbuat apa-apa lagi. obat yang dicampurkan Lukman benar-benar sudah bereaksi, Intan seperti cacing kepanasan, kesadarannya benar-benar hilang tergantikan gairah.
__ADS_1
Lukman terus berburu dengan gairahnya sendiri. dia menginginkan Intan. selama ini dia hanya berfantasi dengan pikiran nya sendiri pada Intan.
Lukman ingin segera menuntaskan gairahnya yang selama ini terpendam pada sahabat adiknya itu, dia berusaha menyatukan tubuhnya dengan Intan. tapi Lukman merasa kesusahan melakukan penyatuan itu karena Intan masih suci.
karena sudah tidak tahan lagi Lukman pun memaksanya dengan hentakan kasar. Intan menjerit didalam ketidaksadarannya, Lukman membungkam mulut Intan dengan ciumannya.
Lukman menikmati detik demi detik waktu penyatuan nya dengan Intan,Intanpun merasa kesadarannya tergantikan dengan gairah yang tak diinginkannya,.
setelah beberapa lama Lukman pun mendapatkan klimaks nya. dia telah menuntaskan rasa penasaran dan gairah pada Intan yang selama ini dia idamkan.
dengan senyuman penuh dengan kemenangan Lukman mencium kening dan bibir Intan. lalu dia menutupi tubuh polos mereka dengan selimut, lalu dia pun terlelap.
Intan merasakan tubuhnya sakit semua, dengan mengerjapkan matanya beberapa kali Intan mulai mengumpulkan kesadarannya, Intan merasakan pusing saat akan duduk dari berbaring nya.
Intan tetap memaksakan diri untuk beranjak dengan memegang kepalanya. namun saat dia akan berdiri dia merasakan sakit yang luar biasa pada tubuh bagian bawahnya, dan diapun merasakan dingin di tubuhnya.
betapa terkejutnya Intan saat dia menyingkap selimut yang membalut tubuhnya. tak ada sehelai pun benang dibadannya. "astaghfirullah"Intan kembali menutupi tubuhnya.
dia memandangi sekelilingnya, ini bukan kamarnya. kamar ini lebih luas, batinnya. saat pandangan nya kearah belakang, tepatnya ranjang yang dia duduki, matanya menangkap sosok lelaki yang pulas dengan selimut yang menjadi satu dengan selimut yang ia pakai.
karena pencahayaan yang tidak terang Intan ingin memastikan siapa lelaki itu. dadanya begitu sesak, kesedihan menderanya. dia mengingat-ingat kejadian sebelumnya.
Lukman segera menutup mulut Intan dengan telapak tangannya. " berhentilah berteriak, apa kamu ingin semua orang datang dan memergoki kita seperti ini? "
Intan berusaha melepaskan bekapan Lukman, di mendorong dan memukul Lukman dengan sembarang.
Lukman tak bergeming dia tetap membekapnya. Lukman melepaskan tangannya, ketika dirasa Intan sudah melemah.
"sudahlah jangan pura-pura .. kau tau, tadi kau menikmati semuanya" dengan tenang Lukman beranjak pergi kekamar mandi yang ada didalam kamarnya.
Intan masih tidak percaya dengan ucapan Lukman, "jangan mengada-ngada" Intan kembali berteriak.
Lukman yang sudah ada di depan pintu kamar mandi pun menoleh, "kalau kamu tak percaya, lihat ini.. ini.. ini" Lukman menunjukkan beberapa bekas cakaran di punggung dan bekas kissmark di bagian dada dan lehernya.
Intan menggeleng tak percaya, dia pun terduduk di lantai dengan memegang kuat selimut yang membalut tubuhnya.
Lukman kembali masuk ke kamar mandi dengan suara tawanya.
__ADS_1
setelah beberapa saat Intanpun bangkit dan memakai pakaian nya. lalu dia pun keluar dari kamar Lukman.
diluar sudah terlihat gelap. Intan melihat jam dinding yang ada di atas pintu. sudah pukul 2 malam. Intan segera bergegas keluar dari rumah sahabatnya itu. dia mengambil sepedanya dan mengayuhnya.
di sepanjang jalan Intan menangis, tak dihiraukan nya suasana yang sepi dan gelap. hanya mengandalkan cahaya bulan yang sedang purnama Intan tetap mengayuh sepedanya,
Yang di inginkannya hanya cepat sampai rumah dan memeluk mamak.
20 menit Intan sampai rumah. dia mengetok pintu rumah. tak berapa lama mamak membuka pintu.
Intan pun langsung meneghambur kepelukan mamak. "Intan kamu kenapa nak. darimana kamu? mamak menghawatirkan mu" mamak membelai rambut dan punggung Intan
Intan menangis dengan sesegukan di pelukan mamak, mamakelepas pelukan dan memegang bahu Intan,
" ada apa Intan? "tanya mamak heran.
mamak menutup pintu dan menuntun Intan duduk di kursi .
" ada apa Intan? "mamak mengulang pertanyaannya
Intan masih menangis dan memeluk mamak kembali
" mamak.. . hiks.. hiks.. . mamak.."tangis Intan semakin memilukan
"mak... hiks.. hiks.. Intan hancur mak.. . Intan sudah kotor mak.. . Hu.. . huu"
mamak melepaskan pelukan dia memegang bahu Intan,
"katakan apa yang terjadi Intan? " mamak berusaha meminta penjelasan.
mata mamak tertuju pada leher Intan. ada beberapa bekas merah di sana. bukan di situ saja, di dada atas juga ada
"apa ini Intan? " mamak menunjuk leher dan dada Intan.
"mamak hiks.. hiks.. . hiks.. mas Lukman mak. hiks.. hiks" Intan terus sesegukan menangis
mamak masih menunggu penjelasan Intan
__ADS_1
"hiks.. mas Lukman menodai Intan mak" tangis Intan kembali pecah.
jangan lupa like komentar ya kakππ