Korban

Korban
50


__ADS_3

Terima kasih masih mengikuti ceritaku


Jangan bosan ya.


Jangan lupa like dan komentar nya ya


yuk kita Lanjutkan πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰


Semalaman Intan dan Lina mengobrol sampai setengah 10. Bahkan yang menidurkan Aathif adalah Furqon.


Saat Intan masuk kamar, dia melihat Furqon sudah tertidur di samping Aathif.


Mungkin dia kelelahan, maaf ya kak dan terimakasih Lirih Intan sambil mencium kening keduanya dan membenarkan selimut pada tubuh 2 lelaki yang mengisi hatinya.


Intan tak langsung naik ke ranjang, dia masuk ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi, dan berganti baju untuk tidur.


Saat Intan keluar di lihatnya Furqon sudah duduk bersandar kepala bad sambil tersenyum


"kok udah bangun kak? " tanya Intan sambil naik ke atas ranjang yang sudah tak ada Aathif


"Mindahin si Abang" jawab Furqon sambil memeluk Intan yang ikut duduk di sebelah Furqon


"Tadi ketiduran waktu nidurin abang, dan kebangun saat ada yang cium tadi"


Intan tersenyum malu


Furqon yang melihat Intan tersipu semakin ingin menggodanya


"Masak ciumnya cuma di sini" Furqon menunjuk keningnya, lalu dia menunjuk bibirnya.


"Sini juga dong"


"Ish..ayo tidur udah malam" Intan langsung berbaring sambil menarik selimut menahan malu


"Ya sudah sini biar aku aja" goda Furqon, dia ikut berbaring dan menghadap Intan.


Intan langsung menutup mukanya dengan selimut


"Ayolah sayang! Ini masih jam segini, masak cepet tidur, gak seru ah" Furqon berusaha membuka selimut dari wajah Intan


"Udah ah, malam ini kita langsung tidur aja, ingat kak di atas ada tamu"Intan membuka sedikit selimutnya


Furqon langsung menariknya sampai kebawah


" Ah, kak jangan gitu dong"Intan berusaha menarik selimutnya namun di buang oleh Furqon.


Dengan sigap Furqon menarik Intan agar baring lagi, lalu Furqon menindih nya namun tanpa menyentuh perut Intan yang mulai buncit.


Walaupun sudah hampir setahun mereka menikah, namun Intan yang notabene pemalu dan pendiam itu, masih aja malu jika dalam keintiman.


"Sayang kenapa sih makin hari kamu tambah manis aja, bikin aku susah untuk tak menciumi mu" Ucap Furqon sambil menciumi wajah Intan


Intan hanya bisa menahan malunya.


Dia sangat bersyukur mempunyai suami seperti Furqon yang sangat penyayang dan sangat bertanggung jawab.


Furqon kembali menciumi setiap inci tubuh sang istri setelah dia melepaskan seluruh baju yang ia dan Intan kenakan.


Furqon pun menumpahkan segala perasaan cinta dan sayangnya pada Intan lewat penyatuan, dengan hati-hati Furqon menyalurkan rasa yang dia punya untuk Intan.


Baginya Intan adalah anugerah yang harus dia jaga dan lindungi bersama dengan anak dan mamaknya, juga adik perempuannya.


Setelah pergulatan yang cukup panjang malam ini, dengan pencapaian yang memuaskan untuk keduanya. Furqon kembali menggusap punggung dan perut Intan, hal yang selalu dia lakukan agar Intan bisa tidur.


"belom tidur? apa mau lagi" goda Furqon saat di rasa intan masih belum tidur


"Apaan sih" Intan memukul tangan Furqon yang mulai nakal.

__ADS_1


"he.. he.. " kekeh Furqon sambil mencium puncak kepala Intan


"Besok kita ke rumah Furqon ya" kata Furqon sembari mengusap punggung Intan


"Mbak Intan sudah lahiran? " Intan mendongak agar bisa menatap sang suami


"he-em, anaknya cowok" jawab Furqon sembari masih menciumi Intan


"Wah senengnya, biar jadi temen Aathif" Ucap Intan yang meransek ke dada Furqon


"Kira-kira adik abang cewek apa cowok ya? " tanya Furqon


"Mau nya apa? " Intan semakin merapat


"Kalau cewek seru ya. Jadi anak kita sepasang"


"Besok jadwal periksa lagi, kita tanya ya? " Ucap Furqon antusias


Intan mengangguk


"Udah 18 week pasti udah kelihatan" Ucap Intan


"Udah minum susu? " tanya Furqon, karena dia ingat belum membuatkan susu untuk nya.


"Sudah tadi sesudah ngobrol sama mbak Lina, langsung bikin"


"Ya sudah yuk kita tidur, udah jam 12"


Dan mereka pun tertidur dengan saling berpelukan di balik selimut.


Setelah sarapan pagi Lina dan Bapaknya kembali ke rumah kerabatnya, tak lupa Intan membawakan beberapa kue yang dia pesan online tadi pagi-pagi sekali.


"Anak ayah udah siap? yuk kita lihat dede bayi" Furqon memasangkan topi pada anak sulungnya itu


"Tiap Anyah. Abang au ihat dede ayi"


celoteh Aathif


"Siap bunda" Furqon bersikap hormat seperti upacara


"Ish ayah lebay" Intan mendengus


"Mamak beneran gak mau ikut? " tanya Intan saat sudah di teras depan


"Gak, lain kali aja, salam buat Furqon sama Intan. Ucapkan selamat buat kelahiran mereka, doa mamak semoga di jadikan anak yang sholeh pinter dan berbakti. Juga selalu sehat, jangan lupa beliin kado dari mamak untuk anaknya"


"Iya, nanti kami sampaikan. Kami berangkat dulu ya mak, Assalamu'alaikum" Intan menjabat dan mecium tangan Mamak.


"Nanti kalau ada apa-apa hubungi kami ya mak, Sindy juga tolong bangunin" Furqon juga berpamitan pada mamak


"Iya, Hati-hati ya semoga Selamat sampai tujuan"


Mobil yang mereka tumpangi pun berlalu meninggalkan halaman rumah, dan melaju ke rumah sakit tempat Intan melahirkan.


Tak lupa mereka mampir ke babyshop membeli beberapa perlengkapan untuk hadiah sangat baby. Tidak ketinggalan 2 jagoan Intan yang sibuk mencari mainan tentunya.


"Ini mah banyakan beli sendiri dari pada untuk hadiah" Gerutunya Intan yang melihat beberapa kotak mainan Aathif yang memenuhi jok belakang


"Gak semua buat abang kok bunda, nanti juga untuk anak panti, ya kan bang? " Jawab Furqon yang sedang menyetir


"Iya nda, kan temen abang banak di anti, kacian meleka dak ada mainan kaya abang" jawab Aathif pula


"Iya maaf bunda gak tau kalau untuk anak panti juga"


Sesampainya di rumah sakit mereka langsung menuju ke ruang dahlia VIP


"Assalamu'alaikum" sapa Intan saat masuk ke dalam kamar

__ADS_1


"Waalaikumsalam, eh abang sini sayang" Intan yang sedang menyusu bayinya diatas ranjang langsung menyambut dengan riang.


"Gimana mbak udah enakan? " tanya Intan


"Alkhamdulillah, udah legaaaah, tinggal nyembuhin jahitan nya aja"


"Ih mbak MasyaAllah lucu bener, cantiknya, iiih gemes" Intan menoel pipi bayi yang ada di gendongan ibunya


"Nda abang mo ihat" Aathif menarik baju Intan agar bisa lihat bayi


"Sini biar ayah gendong, hup" Furqon menggendong Aathif dan mendudukkan di ranjang


"Nda ucu nda, abang au nda" Aathif mencium pipi gembul bayi


"Iya sayang, nih adek abang masih di perut bunda" Furqon mengelus perut Intan


"Hai bro kapan datang? " Si Furqon kuadrat baru muncul


"Baru aja, dari mana lo? "


"Dari kantin beli minum"


"Selamat ya bro jadi papa juga akhirnya" Furqon duduk di sofa di ikuti Furqon kuadrat


"thanks ya"


"Mamak gak ikut? " tanya Intan


"Gak mbak, mamak cuma titip salam dan selamat buat mas Furqon sama mbak Intan, doa mamak semoga anaknya jadi anak yang sholeh pinter dan berbakti juga sehat anak dan mama nya, sama nitip buat si baby"


"Aamiin, terimakasih buat mamak ya, nanti kalau acara akikah suruh dateng ya"


"Iya mbak"


"Ngomong-ngomong adek Aathif cewek apa cowok? " tanya Furqon kuadrat


"Lom tau, nanti habis dari sini mau periksa"


"Gue do'ain semoga dapet gadis"


"Aamiin, tapi apa aja yang penting sehat"


Satu jam mereka bercengkrama, tiba Furqon dan Intan pamit karena mau periksa dan langsung ke panti


Intan berbaring di ranjang untuk pemeriksaan sangat janin, tampak di layar terlihat janin yang sudah berbentuk bayi. Dokter memperjelas suara detak jantung bayi, hal itu membuat Furqon dan Intan terharu dan bahagia.


Tak hentinya Furqon menciumi tangan Intan sambil melihat layar di depannya


"Semua baik, bayi nya sehat, plasenta nya bagus, berat nya juga sudah sesuai. Apa bapak dan ibu mau tau jenis kelaminnya? "


dokter wanita itu masih berkutat di perut Intan


"Boleh dok" Jawab Furqon antusias


"Kakak mau adek cewek apa cowok? " tanya dokter itu pada Aathif yang sedang di pangku Furqon


Aathif menggeleng tanda tak tau


"Nih adeknya cewek insyaallah, kakak seneng"


Aathif hanya mengangguk


Dokter mencetak hasil USG dan memberi sedikit nasehat untuk kehamilan.


Beberapa vitamin dan penambah darah sudah di bayar, mereka melanjutkan perjalanan ke panti.


Di panti mereka bercengkrama dengan seluruh penghuni dan membagikan makanan dan mainan yang tadi di beli.

__ADS_1


**Bersambung....


Terimakasih ya jangan lupa like dan komentar juga vote nya**


__ADS_2