
Terima kasih yang masih mau membaca cerita ku
jangan lupa like dan komentar vote dan rate5
Dengan tergesa-gesa mamak masuk rumah mengambil dompet dan hape, lalu dia keluar dan mengunci pintu.
di halaman rumah masih ada bu Rahmat yang masih terlihat ngomel tak karuan. mamak hanya melewatinya dengan tatapan sinis.
mamak mengayuh sepedanya menuju ke kantor polisi yang berjarak 20km.
Saat sampai dikantor polisi mamak segera masuk. "pak anak saya dimana? " tanya mamak sambil menangis
"maaf bu, ada yang bisa saya bantu? " tanya salah satu petugas juga
"anak saya dimana pak? "
"siapa anak ibu? "
mamak melihat polwan yang tadi menangkap Intan, dengan tergesa-gesa mamak menghampirinya
"bu dimana anak saya? "mamak bertanya masih dengan isak tangisnya
" bu tenang, silakan duduk dulu"polwan itu menunjuk kursi panjang yang ada di depan mamak.
"anak saya mana bu? " tanya mamak yang masih berdiri
"tenang bu. ibu silakan duduk dulu. sodara Intan sedang dalam pemeriksaan" jawab polwan itu sambil menuntun mamak duduk.
"tapi anak saya gak bersalah bu" bela mamak
"kita lihat saja bu. Lebih baik sekarang ibu siapkan pengacara" polwan itu memberi saran
"tapi bu saya tak punya biaya untuk membayar pengacara. " jawab mamak sambil menundukkan kepala.
"ibu bisa datang ke LBH"
Mamak baru ingat. Intan sebelumnya juga di dampingi pengacara dari LBH. tapi mamak juga pesimis karena pengacara kemarin tidak berhasil.
Polwan yang melihat raut wajah mamak menjadi simpati.
"bu coba hubungi bu Rahma, beliau juga pengacara dari LBH." ucap Polwan itu sembari mengambil kartu nama dari dompet yang ia letakkan di aaku celananya
"ini kartu namanya"
mamak menerima kartu nama itu dan dia pun berusaha menelfon nomor yang tertera di kartu itu.
tut.. . .. .
panggilan tersambung. di nada ke tiga terdengar suaraenyahut dari seberang
__ADS_1
mamak menjelaskan maksudnya. Bu Rahma yang ada di seberang mendengarkan dengan seksama
"baiklah bu, 15 menit kami akan kesana, ibu tunggu aja ya? " ucap bu Rahma sebelum matikan telfonnya
Mamak sedikit lega , mamak melihat Polwan yang masih ada disebelahnya. "Terima kasih bu" ucap mamak
Polwan itu mengangguk sambil tersenyum
"semoga bu Rahma bisa membantu" ucap polwan itu kemudian dia pamit bertugas kembali.
terlihat 2 orang menghampiri mamak
mereka memperkenalkan diri sebagai pengacara dari LBH. Bu Rahma dan Pak Billy
setelah melapor kedua pengacara itupun masuk keruang pemeriksaan.
Setelah 1 jam lebih mereka keluar. dan menyusul Intan yang di apit oleh 2 orang polwan.
Intan menghambur kepelukan mamak dengan menangis.
"mak tolongin Intan, Intan gak salah mak. Intan gak mau dipenjara mak" Intan semakin erat memeluk mamak.
"sabar nak. mamak akan berusaha sekuat tenaga dan semampu mamak" mamak pun menangis
kedua polwan itu membawa Intan ke dalam. mamak dan Intan semakin menangis pilu.
"sabar ya bu. kami akan berusaha agar Intan segera bebas. pihak lawan memiliki banyak bukti, kita berdoa saja supaya dipermudahkan" Bu Rahma mencoba menguatkan mamak.
Hari ini adalah hari pertama sidang Intan dengan dakwaan pencemaran nama baik.
mamak yang ditemani bu nurul dan beberapa warga yang bersimpati masuk keruang sidang. di sana sudah ada bu Rahmat dan Lukman serta beberapa orang yang dijadikan saksi pihak pelapor. tapi tak terlihat Pak Rahmat dan juga Sindy
Bu Rahmat memandang sinis pada mamak dan orang yang bersama mamak. mamak duduk di belakang meja pembela yang terhalang pagar kayu.
Sidang berlangsung dengan agenda pembacaan tuntutan dari pelapor, Intan yang duduk dikursi pesakitan hanya bisa terisak.
Setelah 1 jam sidang di tunda 2 hari lagi Untuk pembacaan pembelaan.
Dalam waktu 2 bulan sidang berlangsung, walaupun di selang 1 minggu sampai 2 minggu setiap kali sidang.
Dengan agenda yang berbeda-beda. dari agenda tuntutan, pembelaan, Saksi-Saksi dari lihat pelapor dan terdakwa, alat bukti, sampai pembacaan tuntutan oleh Jaksa.
ketika saatnya vonis tiba, harapan mamak dan Intan pupus karena hakim memutuskan bersalah pada Intan dan harus menjalani hukuman penjara 2 tahun dipotong masa tahanan 3 bulan.
BU Rahma dan pak Billy berusaha untuk banding tapi Intan menolaknya. Dia sudah lelah dengan proses persidangan yang tentu banyak menguras tenaga fikiran dan hati.
Intan memasrahkan semua pada yang kuasa. dan setelah menjalani hukuman 10bulan.akhirnya Amnesty yang diajukan para pengacara tanpa sepengetahuan Intan pun setujui.
Intan bebas dengan terbebas dari tuntutan, secara otomatis nama baiknya di mata hukum juga sudah bersih. walaupun di mata masyarakat Intan masihlah seorang residivis yang pernah dipenjara.
__ADS_1
______&_______&______
"Intan " suara mamak membuyarkan lamunan Intan.
Intan mengusap air matanya, lalu menoleh pada mamak.
mamak menghampiri Intan dan ikut duduk dilantai sebelah Intan
"ada apa tan? " tanya mamak yang melihat mata Intan sembab.
Intan menarik nafas beberapa kali dan menghembuskan dengan berat.
mamak adalah satu-satunya yang dimiliki Intan selain aathif tentunya.
dari dulu Intan selalu berkeluh kesah pada mamak. Dan hari ini juga Intan memutuskan untuk menceritakan pertemuannya dengan Lukman.
"mak... . " Intan menjeda kalimat nya untuk mengumpulkan kekuatan dan ketegaran.
mamak masih setia menunggu kalimat selanjutnya dari Intan.
Intan mengambil nafas lagi"Intan tadi gak sengaja ketemu sama Lu-Lukman"
mamak terkejut mendengar pengakuan Intan, ada rasa marah dan kuatir dari raut wajah mamak. mamak hanya memandang Intan dengan tatapan yang lain.
"a-apa yang dia katakannya? " tanya mamak
Intan menggeleng "Intan lari mak.. . Intan takut mak.. . Intan benci sama dia mak.. Intan tak mau ketemu dengannya mak" Intan memeluk mamak sambil menangis dengan tertahan. tak ingin membangunkan aathif yang sudah terlelap.
mamak membelai punggung Intan, lalu mamak melepaskan pelukannya dan memberi jarak agar bisa menatap Intan
"apa dia mengikutimu sampai rumah"
Intan menggeleng "Intan tadi lari lalu naik angkot yang berlawanan dengan kontrakan kita mak"
"bagus.jangan sampai dia tahu dimana kita tinggal'
" sekarang kamu tenang aja. Istirahatlah dulu. mamak mau meneruskan pekerjaan mamak "
mamak pun berlalu menuju dapur.
Intan berbaring disebelah aathif dan mencoba memejamkan matanya. tapi kilasan ingatan tentang pertemuan dengan Lukman membuatnya tak bisa tidur.
bersambung.. . ..
Terima kasih ya kak. maaf saya hanya bisa berusaha menyampaikan apa yang ada di angan saya. kalau ada persamaan mungkin kebetulan saja.
saya juga tidak tau ada kemiripan cerita pada suatu film. saya gak begitu suka dengan film. kecuali serial Indiaππdan juga film Bollywood.
jangan lupa ya tinggalin like dan komentar nya ya. biar saya juga semangat nulis.
__ADS_1
Untuk para author lain Terima kasih telah singgah di cerita aku. aku pasti like balik kokππππ