
Terima kasih masih nyimak cerita kuπ
Terima kasih juga like komentar dan vote nya
Yuk kita lanjut ππ
Aathif tertawa terpingkal pingkal karena ulah Sindy yang menggelitik unya
"Sindy, udah ah nanti abang ngompol"Intan memukul pantat Sindy yang nungging
"Ampun tante, udah"teriak Aathif
"Ih sakit tau"ucap Sindy sambil memegang pantatnya
"Lebay, orang aku mukulnya gak kenceng"ucap Sindy
"Ya udah sini ganti si tantik"Sindy ganti mengganggu Gema yang tidur di boks tidurnya.
"Ish Sindy, baru tidur tu "Intan menepis tangan Sindy yang mencubit pipi Gema
"Pelit amat"Sindy mencebik,lalu dia duduk di sofa sambil melihat Aathif yang bermain mobil mobilannya
"Makanya bikin sendiri"ucap Intan yang ikut duduk di sebelah Sindy
"Emang bikinnya dari tepung"Sindy
"Ya nikah dulu dong"Intan
Sindy hanya melirik Intan
"Oh iya lupa, jomblo"Intan manggut-manggut.
Sindy memang sering berbagi cerita dengan sahabat yang kini jadi kakak iparnya itu
"Ish, ngece"Sindy memukul Intan dengan bantal
"Kan emang kenyataan. kalau gak mau jomblo cari lagi, kayaknya udah ada yang tertarik"ucap Intan membetulkan posisi duduk nya menjadi selonjoran
"Banyak"sombong Sindy
"Ya enak dong, tinggal pilih"Intan
"Emangnya roti tinggal pilih. Lagian aku mau menikmati ke jombloan dulu, mau happy happy"
"Ingat umur, ntar jadi perawan tua"
"emang di kampung umur 22 udah pada gendong bayi. Ini jakarta bu"
"Namanya jodoh gak pandang umur kalee"balas Intan tak kalah
"Siapa tau jodoh kamu lagi nunggu di luar"lanjut Intan
"Luar negeri?dapet bule dong"Sindy
"Ngapain luar negeri, cintailah produk produk Indonesia"Intan menirukan iklan elektronik
"Memperbaiki keturunan dong"jawab Sindy enteng
"Berarti kamu ngakuin kalau kamu tuh jelek"Intan
"Gak gitu juga kali. kalau aku yang cantik ini"Sindy memasang muka centilnya
"Terus dapet bule kan keturunannya ntar jadi bagus pakai banget"lanjutnya
"Gak usah ngayal, tu di luar ada yang Indo mau?"
"Siapa?"tanya Sindy semangat
"Dokter Adrian"Intan
"Gak ah, dia mah dokter ganjen"ucap Sindy
"Dari mana kamu tau, ketemu aja baru 2 kali"Intan
"Walaupun aku baru ketemu 3 kali, tapi dari matanya aja ketauan"
"emang kamu udah pernah mandang matanya?awas lho, cinta itu turunnya dari mata turun ke hati
"Itu dulu, sekarang mah, dari mata turun ke dompet"elak Sindy
__ADS_1
"Matre"
"Eh wajib itu, jaman sekarang kalau gak matre gak bahagia"
"Dokter Adrian kan juga tajir"Intan
"Udah ah malah ngomongin dokter genit"Sindy berdiri dari duduknya
"Mau ke mana?"tanya Intan
"Mau mandi, aku mau ke rumah mas Lukman. Kalau boleh Aathif aku bawa?"
Intan terdiam sesaat
"Coba kamu tanya masmu"jawab Intan
"Ya sudah aku tanya dulu"Sindy berlalu keluar.
Sindy menghampiri Furqon yang ada di ruang kerjanya
"Masuk"ucap Furqon yang mendengar ketikan pintu
0Q%π##πSindy masuk ke dalam dan menemui Furqon yang masih berbincangW2lserius dengan Adrian
Sindy
"Ada apa? "tanya Furqon
"Eh.. mas boleh aku ajak Aathif?"
"Kemana?"
"Ke.. rumah mas Lukman"jawab Sindy ragu
Furqon terdiam sejenak
"Ya sudah, Hati-hati pulangnya jangan sore sore"
"Ok Terima kasih mas"ucap Sindy girang
Sindy menatap Adrian sekilas pada Adrian yang sedang menatap nya dengan manik mendamba, lalu dia keluar
"Eh.. iya"Adrian menggaruk tengkuk nya dengan tersipu
"Kamu naksir sama Sindy?"tanya Furqon, membuat Adrian gelagapan salah tingkah
"Emang boleh?"tanyanya
"Asal dia mau, dan kamu serius. No problem"Furqon mengangkat bahunya
"Kayaknya dia juga jomblo, baru putus katanya"lanjut Furqon
"Iya aku tahu"Adrian
"Kok kamu malah udah tau?"
"Kemarin gak sengaja liat drama mereka"jawab Adrian mengingat kejadian di rumah sakit
"Ya udah ntar aja bahasnya, kita lanjut lagi"ucap Furqon
Mereka pun melanjutkan pekerjaan yang tertunda karena iklan yang lewat
...----------------...
Sindy menepikan mobilnya yang agak oleng
" Abang tunggu di dalam dulu ya, tante mau liat di luar bentar"
Aathif hanya mengangguk, lalu fokus lagi dengan acara YouTube di ponsel Sindy
Sindy keluar mobil dan memeriksa bannya.
Ternyata ban belakang sebelah kirinya kempes
"Pake acara kempes lagi"Sindy menendang ban sambil menggerutu
Sindy menoleh ke arah jalan, siapa tau ada yang bisa di mintai tolong
Pucuk di cinta ulam pun tiba, tak lama ada mobil Mercedes putih berhenti di belakang mobilnya
__ADS_1
Senyuman Sindy pudar kalau melihat sang empunya mobil turun dan membuka kaca mata hitamnya
"Kenapa mobilnya?tanya Adrian mendekati Sindy
"Kempes"jawab Sindy sambil menunjuk ban
"Jawabnya ketus bener"ucap Adrian sambil menyeringai
"Siapa yang ketus"Sindy membelalak
"Malah aku di pelototin"kekeh Adrian
"Ih, niat mau nolongin gak sih?"jenggah Sindy
"Kalau cuma ngejek aja pergi sana, gusti.. hust"Ketus Sindy sambil mengibaskan tangnnya
"Galak amat, ntar aku kawinin lho"goda Adrian
"Emangnya gue hewan di kawinin" Sindy berkacak pinggang
"Ya udah, ntar gue nikahin aja kalau gitu"ralat Adrian sambil mengedipkan matanya
"Apa lagi. males gue sama lo, udah sana pergi"usir Sindy
"Ih kok gitu sih, ya udah sorry deh, "Adrian mengacungkan 2 jarinya
"Ayo aku anterin, kasian keponakanmu"Adrian
Sindy terdiam
"Jangan khawatir aku gak bakal macem macem, janji. Satu macam aja, halalin kamu"
Sindy mengerutkan alisnya, ketika Adrian nyelonong membuka pintu mobilnya dan menggendong Aathif setelah membujuknya
"Ayo, apa kamu mau nunggu di situ sampai lumutan?"ucap Adrian yang sudah mendudukkan Aathif di kursi belakang
Dengan terpaksa Sindy menurut, dia mbuka pintu belakang
"Gak di situ juga kali, emangnya aku ini sopir. di depan tu"
Sindy kembali menutup pintu dan masuk ke kursi depan sebelah kemudi
"Mobilnya?"tanya Sindy
"Nanti biar di beresin sama montir langganan ku, tenang aja"
Sindy hanya mengangguk
"Eh mau ngapain?"Sindy menggeser duduknya sampai ke pintu saat Adrian tiba-tiba mendekat padanya
Apalagi ketika tangan Adrian sudah mendekati wajahnya, Sindy memejamkan matanya
KLEK
Sindy membuka matanya. Adrian sudah duduk seperti semula
"Sabuk pengamannya belum di pasang"ucapan Adrian membuat pipi Sindy memanas dan merah, menahan malu dengan pikiran yang kotornya
"Jangan khawatir, aku gak akan cium kamu sebelum kita sah" Adrian menghidupkan mesinnya
"A.. apaan sih?"Sindy semakin gugup
Adrian tersenyum sambil lalu menjalankan mobilnya
"Alamat kakak ipar dimana?"tanya Adrian
"Hah?"Sindy tertegun mendengar ucapan Adrian
"Calon kakak ipar maksudnya"
"Apaan sih gak jelas"Sindy membuang muka, menghadap keluar jendela
"makanya biar jelas aku tanya di mana alamat yang di tuju"ucap Adrian enteng sambil tersenyum gemas
Adrian mengetik alamat yang di tuju pada tombol navigasi di mobilnya
Kesunyian menemani perjalanan mereka, Aathif sibuk dengan acara Favorit nya, Sindy dan Adrian juga assik dengan pikiran mereka masing-masing
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentar nya yaπππ