Korban

Korban
66


__ADS_3

"Adrian kemarin bilang mau ngelamar kamu"


"Apa?"Intan dan Sindy saling berpandangan dan beralih menatap Furqon


Sindy menganga mendapati ucapan kakaknya itu.


Pasalnya selama ini Sindy tak pernah dekat dengan Adrian, hanya bertemu beberapa kali.


Furqon yang di tatap dua perempuan di hadapannya itu malah tertawa lebar


"Ha... ha.. Kalian ini lucu bener ekspresi nya ha.. ha"


Sindy langsung mengerucutkan mulutnya sambil mendengus


"Gak lucu bercanda nya"Sindy melempar bantal sofa yang sedari tadi di pegangnya


Dengan sigap Furqon menangkapnya, dan mendekapnya.


"Mas gak becanda, kemarin kita gak sengaja ketemu. Terus dia nanyain kamu, lumayan lho sin, ganteng mapan lagi"Furqon meyakinkan


"Malas ah bahas kayak gini" Sindy beranjak, Intan menahan tangan Sindy saat dia melewati Intan


Sindy melihat ke kakak iparnya itu


"Duduklah dulu"Intan menepuk sebelahnya


Dengan patuh Sindy pun duduk


"Sin, coba pikirin dulu"ucap Intan memegang bahu sahabat rangkap ipar


"Jarang lho ada orang kayak gitu. Dia berani ngomong kayak gitu berarti dia adalah orang yang tanggung jawab"lanjut Intan


"Kalau kamu kurang yakin, kamu bisa istikharah dulu"Intan mencoba meyakinkan Sindy


"Belum tentu yang udah kenal lama dia jadi jodoh. Bahkan kalau belum pernah ketemu kalau dia jodoh pasti jadi"


Sindy terdiam meresapi ucapan Intan


"Atau kamu perlu taaruf dulu?"lanjut Intan


"Ya udah lah lihat nanti aja"jawab Sindy


"Jangan lihat nanti aja, pikirin bener-bener. Mas sih kalau sama Adrian recomended"


Furqon menatap Sindy serius


"Udah ah, aku mau ke kamar dulu"Sindy pun berlalu menuju kamarnya di lantai atas dengan gontai


"Kenapa sindy?"tanya mamak yang datang membawa camilan dan air putih


"Galau mak, mau di lamar?"Ucap Furqon mengambil sepotong bolu dan memakannya


"Beneran?sama siapa?"mamak terlihat bersemangat


"Dokter Adrian"


"Dokter Adrian yang tempo hari kesini kan?"Intan mengangguk


"Wah senengnya, kapan?"


"Gak tau, Sindy nya aja masih belum kasih jawaban.


Terkadang Furqon dan keluarga nya melaksanakan sholat isya pada jam 8 lewat.


Bukan karena apa?tapi di salah satu Hadis menyebutkan sholat isya di waktu akhir itu lebih baik


Walaupun bukan akhir setidaknya Furqon menjalankan sunah itu jika tidak berjamaah di masjid yang agak jauh dari rumahnya

__ADS_1


"Sudah tidur anak-anak?"Tanya I


Furqon saat Intan keluar dari bilik anak-anak


"Udah, udah malam juga pasti mereka mengantuk"Furqon mendekati istrinya yang baru saja duduk di ranjang.


"Sayang"bisik Furqon di telinga sang istri, yang sontak membuatnya kegelian


"Apaain sih, geli tau"Intan mencoba menjauh


Namun Furqon yang memeluknya dari belakang semakin mengeratkan pelukannya


"Kak, aduh, jangan kayak gini dong. Sesak tau"Intan masih berusaha meronta


"Kan tadi udah di bilang, hari ini aku minta jatah, rapelan 4 bulan"Furqon menciumi istrinya


"Emang gajian pake di rapel?"Ucap Intan terkekeh


Furqon tak membalas ucapan istrinya, dia terus menjelajahi wajah Intan yang sudah di bawah kungkungannya


Mungkin karena efek puasa batinnya selama 4 bulan semenjak sang istri melahirkan membuat Furqon menjadi bersemangat


Setelah melepaskan segala sesuatu yang menempel pada badannya dan istrinya, Furqon kembali melancarkan aksinya dengan mencium setiap jengkal tubuh Intan


Intan yang sudah terlena dengan sentuhan-sentuhan lelaki yang sangat ia cintai itu, mengeluarkan Desa*** dan leng**** yang membuat Furqon semakin menggila


Karena sudah di liputi dengan gairah yang membuncah, akhirnya Furqon menyelesaikan hajat yang sudah lama dia pendam


Furqon memandang wajah Intan yang terlihat agak gugup memberi kecupan di keningnya


"Aku pelan kok sayang"Ucap Furqon lembut sambil melakukan penyatuan di inti tubuh mereka, dengan perlahan tapi pasti akhirnya tubuh mereka bersatu bersama dengan rasa cinta dan kasih yang mereka miliki.


Dengan pelan Furqon dan lembut Furqon mengarungi gairah bersama Intan.


Hingga hampir setengah jam mereka memadu rasa bersama dalam gairah.


Dan di menit terakhir mereka pun menapaki puncak mereka dengan bersamaan.


"Terima kasih ya sayang"ucap Furqon menyudahi ciumannya


Intan menenggelamkan dirinya di tubuh sang suami dan mulai melepas lelah menuju ke alam mimpinya


Furqon memandang wajah istrinya yang terlelap, senyum bahagia terukir jelas di bibirnya.


Bukan hanya karena kegiatan percintaan mereka tadi, tapi juga karena rasa cinta yang di miliki nya untuk sang istri begitu besar.


Furqon sendi5juga tak habis fikir kenapa dia begitu bisa jatuh cinta pada seorang Intan, yang notabene nya adalah seorang single parent tanpa pernikahan.


Belum lagi status nya yang terjerumus dalam penjara, walaupun tanpa salah.


Furqon masih membelai wajah istrinya itu dengan intens


Terdengar suara tangis dari bilik sebelah tempat kedua anaknya tidur.


Furqon segera memakai pakaian yang tadi dia lepas sendiri, dan beranjak menuju suara tangis


Sang Putri yang terlihat sedang menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.


Dengan sigap Furqon mengangkat sang putri dan menggendongnya, memberikan dot yang sudah tersedia di pemanas Asip.


Tak ingin membangunkan istrinya yang terlelap, Furqon menjaga bayi mungil itu agar tertidur.


Tak lupa Furqon beralih ke sang Abang yang tidur dengan selimut kemana-mana.


Dengan hati-hati Furqon membanahi selimut Aathif, dan mencium keningnya.


Tak selang lama setelah Furqon terlelap dalam tidurnya, Intan terbangun dan melihat sang suami terlelap.

__ADS_1


Sebenarnya Intan tahu saat putrinya terbangun, namun karena kantuk yang sangat membuatnya engggan membuka mata.


Intan mencium pipi suaminya dan akan bangkit untuk membersihkan diri, namun suaminya itu memegang tangannya dan memeluk dirinya


"Sayang mau kemana, belum subuh. Kita tidur lagi dulu"ucap Furqon dengan suara seraknya


"Aku mau kencing "Intan berusaha keluar dari pelukan Furqon, bukannya terlepas bahkan kini Furqon mulai beraksi nakal lagi


Seberapa kuatnya Intan berusaha keluar dari keungkungan suaminya itu, tak bisa juga menghindar dari aksi yang di lakukannya.


Furqon memulai menciumi istrinya dan melakukan percintaan kembali.


Selesai sholat subuh, Intan meninggalkan suaminya yang tertidur lagi. Entah mungkin karena terlalu lelah atau memang dia tak ada jadwal ke Firma atau pengadilan


Intan sedang berkutat di dapur bersama mamak dan mbok Nah, sedang Sindy dan tika menyiapkan segala sesuatu yang akan mereka bawa nanti ke pantai


Semua telah siap, Sarapan sudah tertata di meja, dan bekal untuk picnic juga sudah di susun di wadah dan di letakkan di depan, agar nanti tinggal masuk ke dalam mobil.


Intan masuk ke kamar dan mendapati Aathif sudah terbangun dan terlihat bermain sendiri.


"Abang ayo mandi, katanya mau ke pantai"ajak Intan, dengan semangat Aathif menuruti san ibunda memasuki kamar mandi dan di mandikan bunda.


"Abang bangunin ayah gih"perintah Intan pada sang putra yang sudah siap dan rapi


Aathif segera menuju ke ranjang tempat ayahnya sedang tidur,


"Ayah bangun, ayo katanya kita mau ke pantai"Aathif menggoyangkan tubuh ayahnya


"Ehm.. iya tunggu sebentar abang, ayah masih ngantuk"jawab Furqon dengan malas tanpa membuka matanya


Sementara si abang sibuk dengan ayahnya, Intan juga sibuk dengan putrinya, dan setelah putrinya siap dia beranjak menuju ke sang suami yang enggan bengun


"Ayah ayo cepat bangun, semua udah siap tu"Intan mencubiti Furqon


Karena terganggu dengan aksi goyang dan cubit dari ibu dan anak akhirnya Furqon pun bangun, dan menuju kamar mandi


"Bajunya udah bunda siapin di atas ranjang ya yah?"ucap Intan di pintu kamar mandi


"kami tunggu di meja makan"tanpa menunggu jawaban Intan keluar menuju ruang makan dengan menggendong putri cantiknya


Sambil menunggu Furqon keluar, Intan menyusui anaknya.


"Mana nih mas Furqon, udah jam segini belum keluar juga"gerutu Sindy


"Sabar "ucap mamak


"Ya udah sarapan dulu aja"Intan


"Gak ah, biasanya juga bareng, gak enak lah kalau harus duluan"


"Maaf nunggu lama ya"ucap Furqon yang baru duduk


"Ngapain aja sih?mentang-mentang gak kerja malah tidur lagi"Sindy menggerutu lagi


"Udah ayo makan berisik"Furqon mengambil piring yang sudah di siapkan


menu pagi ini hanya nasi goreng dan telur juga kerupuk


"Assalamu'alaikum, selamat pagi"sapa seseorang yang baru saja masuk


"waalaikum salam"


Ngapain ni manusia pagi-pagi kesini Gimana Sindy


Bersambung.....


Maaf ya aku agak gimana bikin adegan kali ini

__ADS_1


Terima kasih like dan komentar nya juga vote nya


Jangan lupa tinggalin lagi jempolnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2