Korban

Korban
24.kabur 2


__ADS_3

Terima kasih masih mengikuti cerita ku😘😘


Farah datang kerumah MamaK, tapi didepan dia dicegat 2 pengawal yang berjaga.


"mbak Farah takut" kata Farah saat sudah masuk kedalam rumah


"kayak masuk di rumah pejabat aja pakai acara di geledah segala" lanjut Farah.


"udah sini tasnya" Sarah mengambil tas ransel yang di bawa Farah.


Sarah mengeluarkan baju yang ada di dalam tas Farah, lalu dia mengisi tas Farah dengan beberapa stel baju Aathif dan 2 stel baju Intan. dan Intan juga memasukkan surat penting.


di dalam tas Sarah juga di masukan 2 stel baju mamak. dan beberapa baju Aathif.


agar tidak menimbulkan kecurigaan sengaja Farah disuruh datang membawa baju. lalu digantikan dengan baju Aathif dan Intan untuk di bawa keluar.


"semoga besok rencana kita berhasil" harap mamak


"aamiin" jawab semua serempak


"baiklah mak, kami pulang dulu ya. assalamu'alaikum" Farah dan Sarah pamit pulang setelah menyalami dan mencium telapak tangan mamak.


di depan rumah Farah dan Sarah di awasi oleh 2 pengawal yang berjaga. Sarah takut kalo tas mereka di geledah. mungkin karena tas mereka tidak terlalu besar dan tas Farah tadi juga sudah di geledah jadi penjaga itu membiarkan mereka pergi.


____&_____&&&&______


keesokan harinya dengan ragu Intan mendial no Lukman


terdengar nada sambung. tak butuh waktu lama, panggilan sudah dijawab.


"halo sayang" sapa Lukman sok manis,


membuat Intan berekspresi jengah.


"ya... ehm... Lukman, boleh kan aku pergi kepasar" tanya Intan ragu


"kok panggil nama, panggil sayang dong" ucap Lukman merayu


Intan mencebikkan mulut nya


"ehm.. iya m-mas Lukman, boleh kan aku pergi ke pasar? "


"kok mas sih?, ya sudah gak papa, mungkin kamu masih malu"


malu apanya, yang ada aku mau muntah Intan seolah sedang muntah tapi tentu saja Lukman tak bisa melihatnya


" Untuk apa kamu pergi? padahal kamu bisa berbicara padaku,aku akan mengirimkannya,"


ucap Lukman


" tidak perlu, Aku hanya ingin memastikan semuanya tidak ada yang kurang"bujuk Intan


tidak ada jawaban dari seberang sana.


" Aku juga ingin membeli baju untuk aku pakai saat akad nikah nanti, apa kamu mau aku memakai baju yang tidak pantas? " lanjut Intan


masih belum ada jawaban


" Mas...mas... mas Lukman"panggil Intan dengan nada sedikit manja.


"itu gak perlu sayang. nanti ada pihak WO datang" ucapan Lukman membuat Intan kaget.


"WO? "


"iya.. mereka akan mengurusi persiapan. mereka akan mendekorasi rumah. aku ingin semua terkesan, aku ingin pernikahan kita menjadi spesial"


"i-itu tidak perlu mas. aku ingin yang sederhana saja. aku ingin mempersiapkan sendiri"

__ADS_1


"sudahlah sayang. kamu tinggal duduk manis dan semua akan beres. aku tidak mau saat di qmalam pertama kamu akan kecapean" Intan sampai terperangah mendengar Lukman.


"tapi aku harus cari baju dulu untuk pernikahan" Intan masih berusaha mendapatkan ijin dari Lukman.


"semuanya sudah ada yang urus. baju catering dan segala macam sudah ada yang urus, kecuali kamar pengantin,karena kita akan malam pertama di rumah kita. aku akan menghias dengan sedemikian rupa. agar semua lebih berkesan. " ucap Lukman dengan percaya diri.


"ya sudah aku masih mau mengurus yang lain, kamu baik-baik disana ya. salam buat Aathif" Lukman mengakhiri panggilan dan Intan hanya bingung,rencananya tak berjalan dengan baik


"bagaimana?" tanya mamak


"mak....rencana nya gagal. Lukman menyewa WO untuk persiapan semuanya."Intan putus asa


mamak juga kaget sama seperti Intan tadi.


mamak juga terlihat gusar. ia tak rela anaknya harus menikah dengan orang yang menghancurkan nya.


tiba-tiba pintu dibuka, terlihat pengawal yang ditugaskan Lukman masuk


" maaf Bu! ada WO diluar"


mamak dan Intan saling memandang dengan heran


"bu... gimana? " pengawal itu membubarkan mereka


"ooo.... eh suruh mereka masuk" jawab Intan


seorang perempuan masuk dengan membawa beberapa buku.


"perkenalkan bu saya fitri perwakilan WO. ini ada beberapa contoh baju yang bisa ibu pilih untuk baju akad. " perempuan yang bernama fitri itu menyerah buku itu pada Intan


"silakan duduk dulu"setelah duduk Intan menyerahkan buku itu pada pihak WO. perempuan itu menatap Intan heran


"saya ngikut aja sama Lukman" ucap Intan malas


"tapi pak Lukman juga menyerahkan semua pada ibu"


"kalau mau saya rekomendasikan yang ini aja bu" fitri menujukan sepasang baju kebaya putih yang sederhana namun anggun dengan pasangan yang memakai setelan jas putih pula


"baiklah mana bagusnya" ucap Intan tanpa melihat pilihan


Fitri hanya menggeleng, dia heran dengan reaksi yang diberikan Intan sebagai calon mempelai yang tidak semangat.


"baiklah bu saya permisi, dan saya minta ijin untuk mendekorasi ruangan"


Intan hanya mengangguk dan berlalu masuk kedalam kamar.


sementara para pekerja WO sibuk menghias ruang untuk akad. Intan dan mamak sedang bingung di kamar.


tok.. tok.. tok


pintu kamar diketok dari luar.


dengan malas Intan membuka pintu.


Intan melihat Sarah yang keheranan di balik pintu.


Intan menarik Sarah masuk kedalam kamar.


"mbak.. mbak mau nikah beneran sama si Lukman? " tanya Sarah heran


"amit-amit." kata Intan sarkas


"tapi itu didepan... " Sarah menunjuk luar


"itu kerjaan si Lukman sialan. seenaknya ngirim WO" kata Intan masih jengkel


"terus gimana rencana kita? aku udah mesenin tiket kereta untuk hari ini. jam 4 sore berangkatnya.

__ADS_1


" entahlah aku juga bingung. mana Lukman naruh penjaga di depan dan belakang lagi"Intan masih panik.


lama mereka bertiga berfikir


"yaaah" suara Sarah mengagetkan mamak dan Intan


"eh maaf" Sarah cengengesan


"aku punya ide"Sarah menjentikkan jarinya


" apa? "tanya mamak dan Intan bersamaan


"tunggu di sini"Sarah keluar. tak lama dia masuk dengan membawa boks kotak besar,


" dapat dari mana? "


"buat apa? "


pertanyaan itu meluncur dari mamak da Intan bersamaan


"ini punya WO, aku pinjam sebentar"


"buat apa? "tanya mamak heran


" begini mak. ini kan udah jam 11 lewat. bentar lagi kereta berangkat. bagaimana pun caranya kalian harus pergi. apa mbak Intan mau beneran nikahnya sama si Lukman? " ucap Sarah yang di sahuti gelengan Intan


"nah itu.. ini kesempatan kita. karena di sini banyak orang dan tentu si herder herder di depan gak begitu memperhatikan. jadi Aathif taruh di sini biar bisa keluar. untuk mamak dan mbak Intan bisa nyamar jadi bisa keluar"


Sarah menuangkan idenya dengan antusias.


"gimana? " lanjut Sarah


mamak dan Intan saling berpandangan berisyarat


"apa gak terlalu ekstrim sar?masak Aathif di masukin situ. apa gak kehabisan nafas" tanya Intan memastikan


"ya elah mbak. masak iya mau ditutup rapat. udah deh serahin sama aku"


dengan ragu Intan mengangguk


setelah sholat dzuhur mereka menjalankan rencana.


sebelumnya Intan berpesan pada pihak WO jika semua udah beres gak perlu dan akan pulang gak perlu pamit. mereka bisa langsung pulang. karena Intan ingin melakukan perawatan di kamar.


Aathif dimasukkan ke dalam boks tadi. dan Sarah menyuruh seorang pekerjaan WO untuk membawanya keluar tentunya dengan hati-hati. Sarah mengikuti dari belakang.


setelah sampai luar pagar yang kebetulan ada mobil yang membawa perlengkapan WO,dan itu memudahkan rencananya.Sarah mengambil Aathif dan membawanya ke rumahnya yang kebetulan berada di ujung gang komplek.


Intan dan mamak memakai kerudung dan juga masker. mereka keluar satu per satu. mereka sengaja keluar dengan membawa alat WO agar tidak di curigai.


saat giliran Intan melewati penjaga dia di berhentikan "tunggu"


Intan mencoba menenangkan diri agar tidak dicurigai


terdengar langkah penjaga yang mendeknya.


"mbak bunganya jatuh" ucapan itu membuat Intan menghela nafas lega.


Intan mengambil bunga dan mengangguk tanda Terima kasih.


penjaga itu melihat intan ragu.. namun dengan segera pergi berlalu menuju depan.


bersambung....


Terima kasih aku usahain up lagi.


jangan lupa like komentar dan vote juga ya😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2