Korban

Korban
31.Furqon


__ADS_3

Terima kasih masih menyimak KORBAN.


Moon maaf kalau belum bisa menempatkan kata yang pas.😁😁


Kadangmasih nyontek sama Author yang setia.


Sering ngintipin kak eR-ka, Nona, dan yang lainnya πŸ˜€πŸ˜€


yuk kita lanjut....


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan di dekat kolam?, apa kamu ingin berenang? " tanya lelaki yang menolong Intan ketus. Sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Intan hanya diam dan menunduk tak berani melihat ataupun menjawabnya.


"Hei, apa kamu juga tuli dan bisu. Merepotkan saja" katanya sambil berlalu


"Maaf tuan, saya tadi hanya terpesona dengan kolam renang anda" Intan menjawab dengan sedikit agak berteriak.


Lelaki itu mendekat kembali pada Intan.


"kalau tak bisa berenang jangan mendekati kolam renang. Lihat akibatnya" Lelaki itu merentangkan tangannya menunjukkan keadaannya yang basah kuyup.


"Ini baju yang harus aku gunakan di pernikahan itu. Sekarang basah, aku harus pakai apa kesana? mana acara 1 jam lagi dimulai. " Lanjut lelaki itu dengan jengkel.


Intan berdiri dari duduknya


"Maaf tuan, saya juga tidak bermaksud mengacaukan acara pernikahan tuan"


lelaki itu mengernyitkan alisnya


"Saya kesini mengantarkan buket bunga pengantin wanita yang tertinggal"


Intan masuk kedalam dan mengambil kotak yang tadi diletakkan diatas meja, dan menyerahkan pada lelaki itu.


"Sekali lagi saya minta maaf. saya permisi.." Intan akan pergi namun di halangi.


"Maaf tuan, kalau disuruh ganti rugi saya tidak mampu, bahkan mungkin gaji saya gak cukup menggantikannya. " Intan mulai meneteskan air mata karena takut.


"Saya akan ganti tuan, tapi saya akan menyicilnya. Tapi tolong jangan tuntut saya" Intan mulai terisak, dia takut dan tak bisa membayangkan akan masuk penjara lagi.


Lelaki itu semakin heran dengan Intan, apalagi dia semakin terisak.


"Siapa yang akan meminta ganti rugi, apalagi menuntut. aku hanya mau bertanya padamu. Apa ku akan pulang dengan keadaan basah kuyup"


"Gantilah bajumu dulu"


Intan mengangkat wajahnya menghadap lelaki itu.


"Tapi... " belum sempat Intan berkata lelaki itu menyuruh Intan mengikuti pembantunya.


"Bik, antarkan gadis ini kekamar nona. Berikan satu baju yang cocok untuk nya"


Intan yang masih terheran dengan sikap lelaki itu, di ajak ke lantai 2 dan memasuki kamar yang besar.


"Mbak gantilah baju dengan ini" pembantu itu memberikan baju warna pink muda selutut dengan aksen tali di pinggang. Lengkap dengan daleman.


"Saya tinggal ya mbak" pamit pembantu itu ramah.


"Maaf mbak" panggil Intan saat pembantu itu hendak keluar


"Iya, ada apa mbak? "


"Ini baju saya gimana? "


Pembantu itu tersenyum

__ADS_1


"Mbak tinggal saja nanti saya cucikan"


Intan pun bergegas masuk kekamar mandi yang tadi sudah ditunjukkan pembantu tadi.


Intan terpesona kembali dengan kamar mandi di kamar itu.


Ukuran nya aja lebih besar dari kontrakan batin Intan


Intan memperhatikan isi kamar mandi dengan takjub.


Ada bathub dan juga ada shower didalam ruangan kaca. Ada wastafel dengan kaca besar dan perlengkapan mandi dan perawatan tubuh.


Intan tersadar dari keterkejutan nya. Intan segera mengganti bajunya, dan merapikan rambutnya.


Intan keluar dari kamar dan turun ke lantai dasar. Di bawah Intan melihat pemilik rumah berdiri membelakangi Intan, sepertinya dia sedang menelfon seseorang. Batin Intan, Intan terus berjalan menghampirinya.


Saat lelaki itu berbalik dia melihat Intan yang sudah ada di hadapannya. Matanya memandang Intan, begitupun Intan dia melihat ke arah lelaki itu dengan lekat.


Mereka sama-sama merasakan sesuatu yang menjalar ditubuh dan berakhir di jantung,. Membuat efek kedut yang berlebihan pada jantung.


Intan terpana dengan lelaki di hadapanya, dia begitu sempurna. Tampan dan sangat kere dengan kemeja putih dengan lengan panjang. dan celana bahan warna hitam.


Lama mereka saling memandang seolah tak mau lepas. Lelaki itu memutuskan pandangannya saat bunyi panggilan di ponselnya.


mereka saling melepas pandangan dengan gugup. Intan memandang kebawah, sedang lelaki itu mengalihkan pandangannya ke samping.


"Ya! ok... tadi sudah aku sudah suruh pak Gun mengantarkan ke hotel... ok.. nanti aku kabari"


lelaki itu mengakhiri panggilannya.


"Tuan Terima kasih atas pertolongan dan bajunya. dan sekali lagi saya minta maaf. Saya permisi mau pulang" ucap Intan tanpa melihat lelaki di hadapannya. Intan masih canggung.


"Aku akan mengantarkan kamu ke butik" ucap lelaki itu.


"Tidak apa-apa, tujuanku searah dengan butik Dewi. ayo aku sudah agak terlambat" lelaki itu melihat jam tangannya dan berjalan dahulu. Intan mengikuti langkah cepat lelaki itu


"Furqon.panggil aku Furqon" lelaki yang memiliki nama Furqon itu membuyarkan kesunyian di mobil.


Intan hanya menatap Furqon yang duduk di sebelahnya.


"Kenapa kamu? siapa namamu? "tanya Furqon menoleh kearah Intan sebentar.


" ehm.. Sa-saya Intan "jawab Intan gugup


Furqon kembali melihat Intan sekilas, lalu kembali kearah depan. Furqon mengulas senyum.


" Beneran namamu Intan? "tanya nya lagi


" Iya tuan, nama saya Intan "


Furqon menggeleng pelan sambil tersenyum


"Kebetulan sekali sama namanya" ucap Furqon lagi masih dengan senyum.


"Sama namanya? "Intan sedikit heran. Namun dia teringat dengan nama pengantin wanita Intan, sama dengannya


" Iya, kebetulan sekali "ucap Intan pelan, tapi masih bisa di dengar Furqon. Entah mengapa ada sedikit rasa kecewa pada Intan, namun dia menepisnya.


" Kamu tahu? "tanya Furqon menebak


" Tahu apa? "


"Maksud perkataan ku"


Intan mengangkat alisnya tidak mengerti.

__ADS_1


"Nama yang sama"lanjut Furqon


"Sama dengan nama mempelai wanita" jawab Intan


"Kebetulan tadi saya baca pesanan gaun atas nama ibu Intan" lanjut Intan


"Iya sangat kebetulan, Intan Furqon" Furqon terkekeh sendiri


"Di dunia ini memang banyak yang sama tuan. Jangankan nama, wajah aja bisa mirip walaupun bukan saudara" jelas Intan.


"jangan panggil saya tuan, kesannya kamu pegawai saya" ucap Furqon.


"Maaf rasanya tak sopan harus panggil nama saja. Anda kelihatan lebih dewasa dari saya"


Lukman tersenyum.


"Terserah panggil saya apa, asal jangan tuan"


Furqon menekankan nama tuan.


"Baiklah saya akan panggil kak Furqon aja" ucap Intan saat mobil berhenti di depan butik.


"Sekali lagi maaf dan Terima kasih banyak"


Intan keluar dari mobil dan masuk setelah mobil Furqon pergi.


"Intan, baru balik?." sapa Heni saat Intan Jaya masuk ke dalam butik.


"Kok bajumu sudah ganti? " tanya Heni lagi.


"Iya mbak, tadi saya kecebur kolam. Terus di pinjami baju ini"


"Wow Intan. tau gak baju yang kamu pakai ini harganya selangit. Ini keluaran Disainer terkenal" Heni memutar tubuh Intan.


"Masak iya mbak? "


Heni mengangguk mantap


"Aku cuma di pinjemin mbak. Nanti juga aku kembali kalau udah aku cuci"


"Apa yang memberimu baju ini orang yang mengantarmu tadi? "


"Dipinjemin mbak" ralat Intan


"Iya, terserah deh,. Tapi beneran orang itu"


"Iya mbak. Namanya Furqon, kalau gak salah dia mempelai pria nya"


"Wah hilang dong kesempatan mu" sesal Heni


"Apaan sih mbak. Ada-ada aja" Intan menjadi tersipu sendiri, lalu dia masuk ke ruangan Dewi yang sempat diketuk nya.


bersambung....


**Maaf ya berhenti nya kayaknya kurang okeh deh.


Aku lagi belum bisa cari pemberhentian yang pas. Maklum Amatiran 😁😁


BTW Terima kasih ya masih baca cerita ini.


Jangan lupa Like Komen dan Vote.


Juga rekomendasi kan cerita ini ke temen. Biar aku punya MODBOOSTER buat cerita


😍😍😘😘**

__ADS_1


__ADS_2