
hay Terima kasih masih mengikuti cerita ku. jangan lupa tambah ke favorit agar bisa update.
jangan lupa tinggalkan like komentar ya vote dan rate 5 ya. πππππ
Seusai melaksanakan sholat ied di masjid yang tak jauh dari kontrakan. para jama'ah saling bersalaman dan bersilaturahmi.
Setelah dari rumah pak RT pak RW juga tetangga kanan kiri Intan dan mamak yang menggendong aathif pulang.
Di depan rumah mamak sudah ada Sarah dan adiknya.
"Sarah! sudah lama? " tanya Intan
"baru kok mbak. minal adzin wal faidzin ya mbak" Sarah menyalami aku dan mamak bergantian.
"Farah tambah cantik aja" Intan mengusap pelan kepala adik Sarah.
"Terima kasih mbak. minal aidzin wal faidzin ya mbak. mamak" Darah menyalami Intan juga mamak.
"yuk masuk! " ajak mamk yang sudah membuka pintu.
mereka masuk ke dalam rumah dan membuka warung, tapi bukan untuk berjualan, untuk menyambut para tetangga yang akan bersilaturahmi.
Diatas meja sudah tertata beberapa jenis kue kering dan basah yang sebagian dibuat oleh Intan dibantu Farah. sedang di etalase sudah tersedia berbagai macam masakan yang siap di pilih.
"Sarah calon suamimu gak datang? " tanya mamak yang keluar dari kamar menaruh aathif yang sudah tertidur.
Sarah pernah bercerita kalau awal puasa dia dilamar kekasihnya.
"nanti katanya sore mak, setelah acara di keluarganya selesai. rumahnya agak jauh mak."jawab Sarah duduk menikmati kue kue diatas meja
" suruh langsung kesini aja. biar sekalian kenalan sama kita"ucap mamak sembari duduk disebelah Sarah
Sarah hanya mengangguk, dan dia mengeluarkan hapenya untuk mengirim chat pada calon suaminya itu.
" dedek aathif tidur ya mak? "tanya Farah
" iya, tu di kamar"jawab mamak singkat
Silih berganti para tetangga dan pelanggan mamak datang. saling mengucapkan maaf. mereka juga dipersilahkan menikmati hidangan yang ada.
habis sholat dzuhur juga masih ada yang datang bersilaturahmi. suasana di tempat baru ini ramai. tidak seperti dikampung halaman mereka.
Siang ini aathif rewel, walaupun sudah diberi asi . setelah 1 jam aathif sudah mulai tenang di gendongan Intan. Intan tak bisa ikut menyambut tamu yang datang.
Setelah sholat ashar Sarah dan Farah membantu mamak membersihkan rumah. tamu sudah sepi.
Sarah memperhatikan Intan yang menggendong aathif yang mulai rewel lagi.
"mbak kok pucat. apa mbak sakit" tanyanya menghampiri Intan
Intan memang sedikit pusing, karena efek semalam dia susah tidur memikirkan pertemuannya dengan Lukman, ditambah sibuk membantu mamak dan aathif yang sejak siang tadi agak rewel.
"mbak istirahat aja " kata Sarah
"gak usah sar.aathif lagi rewel. " tolak Intan
"biar aathif sama aku aja mbak"
__ADS_1
karena Intan merasakan kepalanya semakin pusing. dia pun menyerahkan aathif pada Sarah.
"aku titip aathif dulu ya, tu di kulkas ada asip nanti kalau dia lapar kasih aja ya. maaf merepotkan mu"
"gak papa mbak"
Intan pun berlalu masuk kekamar. meminum obat, kemudian Intan merebahkan tubuhnya diatas ranjang. tak lama diapun tertidur.
aathif masih rewel. dia menangis mamak dan Sarah bergantian menggendong.
"assalamu'alaikum" terdengar salam dari luar.
"Waalaikumsalam" mamak Sarah dan Farah yang ada di ruang belakang menjawab bersamaan.
mamak akan beranjak tapi di tahan Sarah.
"biar saya aja mak"
"kalau begitu siniin aathif"
"gak usah mak"
"tapi aathif rewel tu"
"gak papa mak. mamak lihatin mbak Intan aja, sapa tau butuh sesuatu"
Sarah beranjak menuju ke depan. mamak juga menuju kekamar Intan untuk melihat keadaan Intan.
Di kamar mamak melihat Intan tidur dengan berselimut. mamk menyentuh kening Intan mengecek suhu tubuhnya.
sedikit hangat dan berkeringat.
"mak" Intan beranjak untuk duduk di sandaran ranjang.
"gimana? udah baikan? " tanya mamak duduk di pinggir ranjang.
Intan mengangguk lemah "mendingan mak, tadi habis minum obat" Intan menyeka keringatnya.
sementara didepan Sarah menyambut tamu yang ternyata calon suami nya.
Sarah tersenyum lebar
"mas sudah datang, sendiri? " tanya Sarah sambil celingukan memastikan.
"iya sendiri , tadi habis acara keluarga langsung kesini. maaf ya telat" jawabnya, lalu dia melihat aathif yang sedang menangis di gendongan Sarah
"kok nangis. ini aathif kan? " lelaki itu memandang aathif.
"masuk mas"
mereka berdua masuk dan duduk di ruang tamu yang ada di dalam.
Sarah masih sibuk menenangkan aathif.
"sini biar aku gendong" Sarah memberikan aathif pada calon suaminya.
seketika itu aathif terdiam. "wah mas aathif diam" ucap Sarah heran sekaligus senang
__ADS_1
"kata orang kalau anak kecil anteng di tangan yang dingin, berarti tangan mas dingin" Lanjut Sarah.
"berarti aku sudah pantas dong jadi ayah, yuk cepet nikah biar bisa punya sendiri" lelaki itu menggoda Sarah.
mereka berdua asyik er cengkraman dengan aathif yang sudah mulai tenang meski tidak tertidur. sekali kali mereka juga menciumi aathif yang membuat aathif tersenyum.
sudah merasa enakan Intan dan mamak keluar dari kamar. mereka melihat Farah yang sedang nonton TV di ruang tengah.
"Farah mana dedek aathif? " tanya Intan
"eh mbak Intan! " Farah yang tiduran mendudukkan badannya
"itu lagi di depan" lanjutnya
mamak dan Intan hanya menggeleng kepala sambil senyum.
mereka menuju ruang tamu.
Sarah sedang menerima telepon ke depan rumah, di ruang tamu Intan dan mamak melihat lelaki yang duduk membelakangi mereka dan sedang bermain dengan aathif.
mamak dan Intan menghampiri lelaki yang mereka kira adalah calon suami Sarah.
senyum mereka pun seketika hilang saat melihat dengan jelas calon suami Intan.
mereka bertiga saling memandang dengan penuh keterkejutan. tak berapa lama Intan tersadar dengan ketegangan diantara mereka.
Dengan cepat Intan mengambil aathif dari pangkuan Lukman. ya calon suami Sarah adalah Lukman, orang yang menghancurkan Intan.
Intan berlalu membawa aathif masuk kedalam. sedang Lukman berdiri akan menyusul nya.
"apa yang kau lakukan disini? " mamak menarik tangan Lukman saat dia akan berlalu menyusul Intan.
pandangan mamak langsung menghunus ke mata Lukman, Lukman mengurungkan diri membuka suara.
"pergi kamu dari sini" bentakan mamak tak membuat Lukman bergeming, dia hanya diam melihat mamak.
"aku bilang pergi dari sini" suara mamak lebih meninggi
Farah yang mendengar suara mamak mengintip di balik tembok pembatas.
"jangan pernah kau perlihatkan wajahmu pada kami" ucap mamak masih dengan suara meninggi
"ada apa mak? " tanya Sarah yang masuk karena mendengar jeritan mamak
sekilas Lukman melihat Sarah, lalu dia melihat mamak dan akhirnya dia keluar.
"mas... mas" Sarah menyusul Lukman yang keluar begitu aja melewatinya.
"mas... ada apa ini" Sarah mencoba meminta penjelasan pada Lukman yang telah masuk ke dalam mobilnya.
Lukman menghidupkan mobilnya dan pergi tanpa memberi penjelasan pada Sarah.
bersambung....
pinginnya up bab yang banyak. tapi karena waktu aku belom bisa.
Terima kasih yang masih mengikuti cerita ku. jangan lupa like dan komentar nya ya.
__ADS_1
vote nya juga dongππ