
**Terima kasih masih menyimak cerita ku
Maaf kadang aku keasyikan baca novel lain makanya gak upππ
Terima kasih juga yang sudah like dan komentar nya. juga atas vote nyaππππ
Yuk kita lanjut πππ**
...****************...
"Tapi boleh kah kami mengunjungi kalian? bagaimana pun juga anak Intan juga cucu-cucu bapak"pak Rahmat sedikit mengiba
Furqon terdiam sejenak
"Asal bapak dan istri bapak tidak membuat kekacauan lagi"jawab furqon tegas
" Bagus ya kamu"sebuah suara terdengar bersamaan pintu terbuka..
Furqon yang sudah berdiri dari duduknya menoleh dan memberi tatapan tajamnya pada ibu tirinya itu
"Hanya karena perempuan si**** itu....."belum selesai menerus perkataan nya Furqon sudah menyelanya
"Jaga ucapan anda Nyonya Ratna, perempuan yang Anda hina adalah istri saya, ibu dari anak-anak saya"Furqon sedikit menekan pada kata-katanya, terutama menyebut nama ibu tirinya itu
"Kamu tidak kenal dengan keluarga mereka, dia dulu mendekati adik mu, tapi karena gagal makanya dia mendekati mu, dan dengan mudahnya kamu masuk pada perangkap mereka"Ratna tak mau kalah, dia hanya tak ingin menjadi kerabat keluarga Marlina mantan sahabatnya dulu
"Sekali lagi saya katakan jaga bicara anda, jika tidak anda akan merasakan apa yang di rasa istri saya dulu. Masuk Penjara" ucapan Furqon mampu membuat Ratna menjadi diam
"Perlu anda tau Nyonya, saya adalah seorang pengacara, jadi saya bisa saja menjebloskan anda ke jeruji besi dengan mudah. Apalagi jika saya membuka lagi kasus atas istri sayang"
Furqon berjalan menuju pintu, namun dia menghentikan langkah nya sejenak
"Dan satu lagi. Jangan coba-coba mendekati keluarga saya, apalagi berniat menyakitinya, anda akan menyesal seumur hidup"
"saya permisi, Assalamu'alaikum"Furqon keluar, Sarah yang masih berdiri di depan pintu memandang Furqon dengan sayu. Sarah terlihat ingin mengatakan sesuatu namun diurungkan.
"Waalaikum salam" akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulut Sarah
Rahang Ratna masih mengeras, menandakan dia tak suka dengan perkataan Furqon.
Sarah menghampiri Lukman yang masih terlelap, mungkin karena efek kemo dan obat yang dia konsumsi. Sehingga dia tak terbangun oleh keributan tadi.
Dengan telaten Sarah membenarkan selimut sangat suami, dan menyeka sedikit keringat yang keluar dari dahinya Lukman
"Kamu lihat kan pak, anak kesayangan kamu. semakin lama semakin kurang ajar sama orang tua"oceh Ratna yang sudah duduk di sebelah pak Rahmat
"Ibu bisa gak sih menjaga sikap"ucap pak Rahmat sambil memijat pelipisnya
"Maksud bapak, ibu yang salah gitu? "Ratna mulai tersulut
"Anakmu itu memang tak pernah menganggap ku, dari awal dia selalu menyepelekan aku. Apa karena aku hanya ibu tiri? hingga dia tak sopan padaku"
"Sudah lah bu"Bentak pak Rahmat
Ratna tercengang dengan pak Rahmat, pasalnya, suaminya itu tak pernah marah padanya.
"Ibu itu selalu ingin menang sendiri, ibu selalu mementingkan kepentingan ibu, tak perduli dengan orang lain, dengan perasaan orang yang ada di samping ibu"lanjut bapak dengan nada emosi
"Bapak minta rubah sifat ibu"pak Rahmat pun keluar meninggalkan istri nya
"Bu "Sarah memanggil ibu mertua nya yang masih terdiam menahan geram
"Kenapa? apa kamu juga mau ikut ikutan membela perempuan si**** itu?"bentak Ratna
__ADS_1
"Astaghfirullah, bu. Kenapa ibu benci sekali sama mbak Intan?"Sarah menggeleng tak habis fikir dengan mertuanya ini
"Jangan sebut dia" Ratna mendudukkan tubuhnya pada sofa dan menyenderkan kepalanya pada sandaran kepala
"Apa sih sebenarnya yang di lakuin perempuan itu. Sampai-sampai semua keluarga membela dia?"
"Heran aku"lanjut Ratna
Sarah meletakkan segelas air mineral kemasan gelas di meja depan Ratna
"Ibu! cobalah buka hati ibu untuk mbak Intan"ucap Sarah dengan nada pelan agar mertuanya tidak marah
"He! siapa kamu perintah aku. Apa kamu juga lebih baik dari dia?"Ratna memberikan tatapan sinis pada Sarah
"Kamu sama dia tuh sama saja, menggoda anak ku agar bisa hidup enak. iya kan?"ucap Ratna membelalakkan mata
Sarah hanya menghela nafas kasar, dari awal memang ibu mertuanya ini tak menyukai Sarah. Hanya karena sarah anak yatim piatu yang tak kaya.
"Terserah ibu. Asal ibu tau saja, semua orang sayang pada mbak Intan karena dia memang pantas di sayangi"ucap Sarah, namun di hadiahi bertahan sangat mertua
"Sarah. sudah ku katakan jangan sebut namanya di depanku"
Sarah menatap mertuanya sekejap, kemudian berlalu menghampiri sangat suami, dan membangunkannya, agar menjalankan sholat magrib dan isya'
Terdengar ketukan pintu saat Intan sedang menyusui putrinya. Furqon berdiri dan membuka pintu kamar rawat inap VIP itu
"Bapak?"ucap Furqon saat melihat bapaknya yang sedang berdiri di depan pintu
"Boleh bapak masuk?"tanya pak Rahmat
Furqon tak menjawab hanya saja dia membuka pintu lebih lebar dan membiarkan bapaknya masuk
"Bapak"sapa Intan yang terkejut melihat bapak mertuanya datang
"Bapak kesini hanya ingin melihat cucu-cucu bapak"pak Rahmat menghampiri Aathif yang sedang asyik bermain Lego
Aathif memandang kakeknya
"Kakek siapa?"tanya Aathif pada pak Rahmat yang tiba-tiba duduk di samping nya
"Aathif salim sama mbah kung" ucap Intan mencairkan suasana
seketika itu Aathif menuruti perintah bundanya
"Cucu akung main apa?"tanya pak Rahmat mencoba akrab dengan cucu yang baru dia jumpai, selama ini dia hanya tau tentang cucunya dari cerita Sarah
"Ini namanya Lego kung, mainnya cara di susun biar jadi mobil, robot, rumah sama lainnya"jawab Aathif fasih, tingkah Aathif membuat pak Rahmat gemas.
Lalu dia memangku Aathif dan mencium pipinya
"Pintar sekali cucu akung ini"puji pak Rahmat
"Abang cucunya mamak"protes Aathif
Pak Rahmat tergelak menanggapi protes sang cucu
"Abang! Mbah kung, sama mbah uti juga kakek dan neneknya abang. Jadi abang cucu mereka"Intan memberikan pengertian
"Ayah tolong adeknya udah tidur"panggil Intan pada Furqon yang masih diam di sisi pintu menyaksikan interaksi bapak dan anaknya itu
Furqon menghampiri Intan dan mengambil putrinya yang sudah tertidur dan meletakkan nya di boks bayi sebelah brankar
"Jadi sekarang abang punya banyak keluarga?hore"seru Aathif kegirangan
__ADS_1
"Hust, adek tidur sayang"tegur Furqon pelan
"Ups"Aathif menutup mulutnya dengan tangannya yang mungil, membuat kakeknya tersenyum, dan mereka berberdua kembali mengakrabkan diri
"Bunda makan dulu ya?"Furqon menawarkan makan pada Intan
"Bapak mari makan sekalian ya?. Tadi kak Furqon beli makan banyak"Intan pun menawarkan pada mertuanya
"Gak usah, nanti bapak makan di kantin saja"tolak pak Rahmat
"Gak pa pa pak, mendingan di sini sambil nemenin abang. Iya kan bang?"ucap Intan
Aathif hanya mengangguk mantap
"Ayah tolong ya, siapin buat bapak sama abang" pinta Intan pelan
Furqon mengambil 3 piring, menyiapkan nasi yang tadi di belinya beserta lauk pauk dan buahnya
"Abang makan sama akung ya?yang banyak"Furqon memberikan piring pada keduanya.
Pak Rahmat mengambil nasi untuk nya dan cucunya, dan lauk yang sudah tersedia di wadah di atas meja
Furqon mendatangi Intan dengan membawa nasi dengan porsi jumbo
"Banyak bener yah?mana habis?"tanya Intan
"Kita makan sepiring berdua sayang"Furqon menyodorkan sendok kedepan istri nya
"Ish, malu yah"ucap Intan pelan
"Bunda gak usah malu, biasanya juga di suapin ayah"ucap Aathif lalu menyuapkan makanan pada dirinya sendiri
"Tuh kan ayo makan"
Furqon terus menyendokkan makanan pada Intan. Intan sungkan dengan mertuanya, tapi Furqon terus memaksanya
Pak Rahmat senang melihat kebahagiaan anak sulung nya itu, dia menjadi tenang karena bisa bertemu anaknya yang sudah lama tak di jumpainya, dan sekarang sudah sukses
Setelah puas bermain dengan ke dua cucunya pak Rahmat berpamitan
"Ini untuk dua cucuku"pak Rahmat menyerahkan amplop pada Furqon
"Gak usah pak, Furqon masih bisa memenuhi kebutuhan kami"tolak Furqon
"Bapak tak meragukan itu, tapi ini adalah pemberian bapak untuk cucu-cucu bapak. Jadi bapak harap kamu menerimanya"paksa pak Rahmat
"Baiklah pak. Dan Terima kasih"akhirnya Furqon menerima nya
"Ijinkan bapak bisa menemui cucu-cucu bapak"
"Tentu, mereka itu hak bapak. Rumah kami akan selalu terbuka"ucap Furqon
Pak Rahmat memeluk anak sulung nya itu, melepaskan rindu, Furqon pun membalas nya. Setelah beberapa lama mereka melepaskan pelukan
"Terima kasih, bapak pamit dulu. Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam"
**Bersambung....
Jangan lupa like komentar nya ya
Terima kasihππππ**
__ADS_1