
Terima kasih sebelum dan sesudah pada pembaca yang tak sengaja membaca tulisan ku ini.
Tolong kasih jejak like dan komen ya. Kritik atau saran akan saya terima. Karna ini yang pertama buat ku. Asal jangan julit aja soal nya hati author gak kuatππ€£ππ
____________&___________&________
Pov Author
"Hamil?? " jawab mereka berbarengan, setelah nya mereka menunjukkan mimik muka yang berbeda beda, yang jelas mereka semua sama sama terkejut. Intan hanya memandang wajah mereka dengan bergantian, melihat raut muka dari masing-masing teman satu sel nya itu
"Kamu beneran hamil? " tanya lina, lagi lagi Intan mengangguk pelan.
Lina berkacak pinggang dan menutup mulutnya karna masih tak percaya dengan penuturan wanita yang di anggap adik ini
"Berapa bulan ini" sambung Eva? sambil mendekat pada Intan. Intan hanya menggeleng. "wawwww sakit tau" Eva mengaduh setelah mendapatkan kita kan dan plototan dari Kristin.
Eva hanya menyebikkan bibir ny sembari mengelus kepalanya, tak berani mengambil membalas seakan tahu maksud Kristin untuk menjaga perasaan Intan.
Hening beberapa menit sampai sari membuka suara "kamu yang sabar dan kuat ya In.... Bagaimana pun semua sudah menjadi tulisan takdir dari Alloh "dia berusaha menguatkan Intan.
Bergantian mereka memeluk intan seakan memberi kekuatan dan rasa peduli pada Intan. Tanpa sadar intan meneteskan air mata haru atas perhatian teman-teman nya.
" Kita rawat baik baik dengan bersama sama "Bu Maya melepaskan pelukan nya dan mengusap air mata intan. " Baiklah mulai sekarang kita akan menjaga kalian" Santi memegang pundak Intan dan di ikuti anggukan dan senyum dari semua.
____________&_________&_______
Jam sudah menunjukkan 01 dinihari. Tapi Intan tak bisa memejamkan matanya, perasaan nya campur aduk. dan tak tahu apa itu, air mata nya mengalir lagi, walau tanpa isakan tapi air mata itu menunjukkan betapa tertekan diri-Nya.
Intan mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat tahajud. Malam ini intan mencurah kan isi hatinya tanpa terkecuali. Intan selalu berderai air mata dalam setiap keluh kesah nya pada sang Khalik, "Ya Alloh, berilah keikhlasan pada ku. Jika ini yang terbaik untuk ku di dunia dan akhirat ku maka berilah kemudahan dan kekuatan di dalam setiap harimu. Semua ku kembali kan padamu ya Robb ku. Aamiin" akhir doa yang di panjatkan intan ketika menjelang subuh.
__ADS_1
Karena kelelahan menangis intan pun terlelap setelah melaksanakan sholat subuh, dan dia terbangun setelah olahraga usai.
"Intan udah mendingan? " Siti menghampiri Intan yang beranjak dari tidur dan duduk. " matamu sembab. Mandilah biar segar"lanjutnya
"Yang lain mana? " tanya Intan sambil mengedarkan pandangan nya "mereka sudah duluan. Kalau belum sehat istirahatlah dulu. "Gak usah, aku sudah mendingan, aku mandi dulu" Intan berdiri dan berjalan ke wc.
Kegiatan di kelas memasak sudah dimulai saat intan masuk "wah enak tuan putri jam segini baru nongol "sindir salah satu napi. " maaf Bu saya telat" Intan.
"Ya sudah ayo kita mulai lagi"
______&______&_______
"Eh perxxx, kamu hamil ya?? " ejek Sarah sambil melirik Intan ketika mengantri makan siang.
"Apa kamu bilang?" Lina membela Intan dengan tatapan menantangnya. "Ish bodyguard nya" kata Sarah di ikuti tawa Sarah cs. "kamu tu yang perxxx lonxx,murahan" Lina mendorong Sarah sampai hampir terjatuh, Sarah tak Terima dia ganti mendorong Lina. "Emang apa namanya kalau bukan perxxx? hamil gak ada lakinya" Sarah menyolot.
Para penghuni lapas berkumpul dan bersorak sorak. Intan berusaha melerai nya tapi tak bisa. akhirnya keributan itu mengundang para sipir yang berjaga,
"Hei hentikan.. hentikan" para sipir itu melerai lina dan Sarah. Mereka masih terus berusaha saling menyerang walaupun sudah di pegangi para sipir. "Bawa mereka ke kantor"
Intan mengikuti Lina dan Sarah yang di bawa ke kantor kepala sipir, sampai di depan pintu ruangan kepala sipir Intan di hentikan oleh salah satu sipir "ngapain kamu? mau ikut di isolasi? "kata sipir itu sehingga menghentikan langkah Intan
" Tapi bu... "Intan berusaha membela Lina "sudah sana jangan cari masalah" usir sipir yang diketahui dari tagname bernama Indria itu. Lalu dia menutup pintu. Sehingga intan tak bisa melihat dan mendengarkan apa yang terjadi di dalam.
"Maafkan aku mbak Lina" sesal Intan yang tidak bisa berbuat apa apa. Dan Intan pun pergi berlalu dari depan ruang kepala lapas.
Di ruang ka lapas Sarah dan Lina di interogasi masalah yang terjadi didepan ka lapas Ningsing "jelaskan apa yang terjadi? "
"Dia bu dorong dorong saya" Sarah memulai dengan menunjuk Lina. Lina yang tak Terima menarik jari Sarah"kamu tu punya mulut gak di jaga? " Lina pun membela diri
__ADS_1
Sarah semakin menyolot" emang siapa yang ngomong sama kamu, sok jago jadi pembela si perxxx itu"
"Eh jaga tu bacot" lina tak tahu
mau kalah.
"Sudah sudah. Kamu kenapa jelaskan" bu Ningsih menunjuk Sarah. "dan kamu diam" bu Ningsih memperingatkan Lina
Sarah mulai bercerita"saya hanya tanya sama si Intan perihal kehamilan nya. Eh si bodyguard malah dorong dorong saya? "
Bu Ningsih melihat Lina"benar itu? "tanyanya kemudian
"Tapi bu.... "belum selain Lina menjawab dipotong sama bu Ningsih dengan tegas" jawab iya tidak"
"Iya bu." Lina menjawab sambil memandang Sarah yang tersenyum menyeringai. Dan di balas tatapan sinis lina
"Kenapa kau melakukannya" tanya bu lina lagi.
"Dia menyebut intan perxxx bu. Padahal dialah perxxx dan loxxx"Lina memberi pembelaannya
" Eh .... "Sarah tak Terima.
" Sudah.. sudah.."Lina dan Sarah beringsut. "kalian" bu Ningsih menunjuk mereka berdua dengan bergantian
"Ini yang terakhir kalian ribut ribut. Atau kalian akan kami masukkan ke ruang isolasi" mereka saling pandang lalu menghadap bu Ningsih dan mengangguk.
"Sudah kalian kembali ke sel kalian" bu Ningsih mengibaskan tangan ββ agar mereka keluar
Jangan lupa like dan komentar ya. ππ
__ADS_1