Korban

Korban
32.Kamu harus menggantikan


__ADS_3

*Terima kasih ya masih menyimakπŸ˜€πŸ˜€


Yuk bantu vote biar aku ngerasain jadi punya Ranking πŸ˜€πŸ˜€


Yuk lanjut πŸ‘‰πŸ‘‰*


"Sudahlah, sebenarnya apa yang kamu cari. Biarkan semua berjalan dengan semestinya. Jangan memaksakan segala sesuatu" ucap Sarah berusaha agar Lukman menyadari kesalahannya.


"Semestinya itu aku harus menikah dengan Intan. Tapi karena kamu dia kabur dariku" bentak Lukman.


"Harusnya kamu sadar mbak Intan gak mau hidup denganmu. "


"Itu semua karena kamu. Dengar ya, Intan itu adalah ibu dari anakku. Maka dia juga harus jadi istriku"


"Dia jadi ibu dari Aathif itu karena kesalahan mu. Apa kamu masih mau buat dia menderita? Kamu sudah menghancurkan kehidupan nya."


"Diam tutup mulut mu" dengan amarah Lukman melayangkan tangannya hendak menampar Sarah, namun di urungkan.


Sarah memalingkan wajahnya sambil terpejam. Dia takut saat Lukman akan menampar nya.


Lukman meremas tangannya. "Jaga bicara mu" Lukman menghempaskan tangannya yang masih di udara.


Sarah menoleh kearah Lukman, terlihat dia sedang prustasi.


"Ku mohon lepaskan aku. " Sarah memberanikan diri


Lukman yang akan pergi pun berbalik menghadap Sarah.


"Baiklah aku akan melepaskan mu."


Sarah tersenyum bahagia.


"Tapi setelah kamu menggantikan Aathif"


seketika itu senyum Sarah hilang, berganti dengan kegundahan.


"Siapkan dirimu" ucap Lukman penuh penekanan. Diapun pergi meninggalkan kamar dan membanting pintu dengan keras.


Sarah masih terpaku. Mencerna semua kata yang di ucapkan Lukman.


siapkan diri, apa maksudnya? Sarah masih berkutat dengan kebingungan dan kegelisahan dihati.


Dia takut Lukman menghancurkan hidupnya seperti Intan. Sarah keluar dan menuju kamar Lukman.


"Lukman buka... Lukman... Aku mau bicara... Lukman" Sarah mengetuk pintu kamar Lukman dengan keras.


"Maaf Bu. Bapak tadi keluar" ucap bik nah


"dari kapan bik? "


"Beberapa menit yang lalu"


Sarah berjalan dengan lemah menuju kamar nya. Dia duduk di tepi ranjang. Hatinya masih bertanya-tanya. Cemas pun menguasai dirinya


ayah ibu tolong Sarah Keluhnnya . Sarah pun menangis. Malam ini Sarah tertidur dengan kegundahan hati.


Sarah merasakan silau di matanya. Dia menghadang matanya dengan tangan.


"Ah sudah pagi. Astaghfirullah, aku belum sholat subuh"


Sarah menuju dan dia mandi.


Sarah membayar sholat subuh karena kesiangan.


Sarah berdoa dengan khusuk meminta ampun pada Tuhan,sampai dia tak menyadari kalau Lukman masuk ke kamar.


Sarah kaget saat melihat Lukman sudah duduk di pinggir ranjang.


"Pakai ini, Jam 9 acara akan di mulai. " Lukman menunjuk paper bag yang ia letakkan di nakas sebelah ranjang.


"Acara apa? " tanya Sarah


"Aku sudah bilang semalam. Jadi persiapkan saja dirimu."


"Aku sudah membawakan sarapan mu, jadi makanlah di kamar saja" Lukman berdiri dan meninggalkan Sarah dengan kebingungannya.


Sarah menyimpan kembali perlengkapan sholat nya. Semalam Sarah tak makan, begitu melihat makanan, perutnya pun merasakan lapar yang tak bisa di tahan.


Sarah menghabiskan sarapannya dengan cepat.


Lalu Sarah mengambil paper bag yang di bawa Lukman tadi.


"Apa ini? " Sarah begitu terkesiap begitu tau isi paperbag


Sarah merentangkan sebuah kebaya warna putih lengkap dengan bawahan dan tudung panjang.


"Buat apa ini? , sudah gila apa dia" Sarah melempar kebaya itu sembarangan.


Tot.... Tok... Tok...


"Masuk"

__ADS_1


Bik nah masuk bersama dengan seorang wanita yang membawa koper kecil.


"Bu, saya mengantarkan mbak ini. Disuruh bapak? "


Sarah semakin tak mengerti dia menautkan alisnya bingung.


"Saya permisi dulu bu. "pamit bik nah


" Maaf mbak, apa bisa kita mulai sekarang?" tanya wanita itu.


"Mulai apa? " Sarah balik bertanya


"Saya mau merias mbaknya"


Sarah semakin di buat bingung.


"Buat apa? "pertanyaan dari Sarah membuat sangat perias ikut bingung


" Lho bukannya hari ini mbaknya mau akad? "


Sarah membuang nafas dengan berat, matanya membulat karena ucapan wanita yang ada dihadapannya.


"Tunggu.Ini salah, saya gak akan melangsungkan pernikahan. mbaknya pasti salah" Sarah menggeleng kepalanya.


"Tapi pak Lukman sendiri yang membawa saya kesini"


Sarah keluar kamar dengan tergesa-gesa, dia menuju kamar Lukman


Dok.... Dok... Dok..


Sarah mengetuk kamar Lukman dengan tak sabar.


Lukman keluar dengan rambut yang masih basah. Dia mengangkat satu alisnya, seolah bertanya ada apa


"Apa ini, kenapa kamu menyuruhku menikah tanpa persetujuan ku? " tanya Sarah dengan sedikit emosi


"Kamu bilang ingin aku lepaskan kan? , jadi kamu harus menggantikan Aathif. Apa kamu mau langsung mengganti sekarang tanpa nikah? "


"jangan gila kamu. Aku tak sudi menikah denganmu" Sarah semakin tersulut.


"Sudahlah tak ada bantahan. Apa kamu mau kehilangan keluargamu? " ancam Lukman.


Sarah ingin membalas ucapan Lukman namun Lukman sudah menutup pintunya.


"Sialan, dasar lelaki kurang ajar tak tau diri" dengan jengkel Sarah meninggalkan kamar Lukman


Sarah masuk kamar dengan malas. Hatinya terlihat dongkol.


"Sudah mbak. Sekarang mbaknya ganti baju dulu.


Sarah memandang pantulan dirinya di kaca. Memang benar kata orang. Make up punya kekuatan magic.


Sarah yang polos kini berubah jadi seorang putri di negeri dongeng. Sarah sendiri juga takjub dengan dirinya.


seulas senyum terukir. bukan karena pernikahannya, tapi dirinya yang benar-benar berubah.


" Mbak Sarah"


Sarah seketika langsung menoleh kearah suara.


Air mata jatuh tanpa di komando.


"Mbaaaaak" Farah berlari menghambur kepelukan Sarah. Mereka menangis melepaskan rindu yang selama ini tertahan.


Mereka duduk bersimpuh dilantai.


"Kamu baik-baik aja kan Farah? " Sarah menangkup kan tangannya pada kedua pipi Farah.


"Apa mas Lukman menyakitimu? "tanya Sarah sambil memeriksa bagian tubuh Farah.


"Farah gak papa mbak. " Farah meraih tangan Sarah.


"Mbak cantik sekali" Farah menatap wajah Sarah.


Sarah tersenyum malu.


"Kamu juga cantik. kamu kok ada disini? "


"Farah kesini di jemput mas Lukman. pakde sama bude juga ada di sini? "


Sarah merasa tak percaya dengan ucapan adiknya.


"kok bisa? apa mas Lukman memaksa kalian juga? "


Farah menggeleng sambil tersenyum.


"Mas Lukman tadi pagi datang kerumah pakde"


"Berarti kamu selama ini sama pakde kan? "


Farah mengangguk.

__ADS_1


"Saat mbak menghilang aku menelfon pakde. Lalu pakde menyusul Farah mbak. 2 hari tak menemukan mbak Sarah, pakde melapor pada polisi. " jelas Farah.


"Sarah! "


Sarah mengarahkan pandangannya ke pintu.


"bude"


Sarah berdiri dan menghampiri bude nya.


Air mata Sarah semakin deras kalau memeluk bude nya.


"kamu sehatkan Sarah? kami menghawatirkan mu, kami terus mencarimu. "


Mereka melepaskan pelukannya.


"Jangan menangis, make up mu luntur lho"


Sarah tersenyum kecut.


"Ayo turun, ijab qobul sudah selesai kamu sekarang sudah menjadi seorang Istri"


Sarah membelalakkan mata, dia terkejut mendengar ucapan bude.


"Kamu jadilah Istri yang baik. Turuti perintah suami, dampingi dia dalam suka dan duka. Jaga rumah tangga kalian. Bude doakan kalian jadi keluarga sakinah mawaddah warohmah. "


Sarah masih termangu


"Mbak ayo saya perbaiki make up nya." perias itu memperbaiki make up yang terkena air mata. Untung make up pake waterproof. Jadi tak luntur.


Bude menggandeng Sarah menuju lantai bawah.Sarah melirik ke penjuru ruang tengah yang telah di sulap jadi penuh bunga.


Sarah juga melihat ada bapak dan ibu Lukman. Ada pakde Sarah yang duduk menghadap Lukman yang duduk membelakangi tamu.


Lukman menatap Sarah yang sudah duduk di sebelahnya. Lukman memang Sarah dengan takjub, dia terpesona dengan penampilan Sarah yang sekarang sudah resmi jadi istri nya.


"Silakan lanjutkan memandangnya di kamar saja, sekarang silahkan tanda tangan dulu. "


ucap penghulu yang membuyarkan pandangan Lukman, dan diikuti tawa dari para tamu yang hadir.


Setelah acara usai semua tamu pulang, termasuk keluarga Sarah. Orang tua Lukman juga memutuskan langsung pulang, karena ada urusan yang


"Kamu jangan sampai merasa bahwa kamu akan hidup enak dengan menikahi Lukman. Sampai kapanpun aku tak akan merestui kamu sama Lukman" bisik ibu Lukman saat akan pulang.


Intan hanya diam. Tak ada rasa jengkel ataupun sakit hati. Bagaimana pun dia adalah ibu mertuanya sekarang.


Setelah tamu pulang semua, Sarah menuju kamarnya. Saat Sarah akan membuka pintu tangannya di tahan oleh Lukman.


"Sekarang kamar kamu bukan di sini"


Sarah melihat Lukman sebal.


Sarah hanya pasrah saat Lukman membawanya ke kamar Lukman.


Sarah juga terheran melihat kamar Lukman yang sudah dihias dengan bunga-bunga. Bahwa di ranjangnya pun bertaburan bunga mawar. Persis di cerita novel.


"Apa ini? " tanya Sarah


Lukman menutup pintu dan menguncinya.


Dia mendekati Sarah yang malah semakin mundur, dan akhirnya terduduk di ranjang.


Lukman meraih Tudung diatas kepala Sarah


"Apa yang kamu lakukan"Sarah terlihat pucat dan takut.


" Kenapa? Bukannya aku sudah mengatakan semalam."Lukman kembali beraksi.


Lukman sudah berada lebih dekat pada Sarah. Sarah terus naik ke atas ranjang menjauhi Lukman.


Lukman juga terus mendekati Sarah.


"Hentikan Lukman" sergah Sarah.


"gak sopan manggil suami hanya dengan nama" Lukman menggoda Sarah.


"Sekarang ayo kita buat ganti Aathif" Lukman terus melancarkan aksi nya. Sarah yang kalah tenga pun akhirnya harus pasrah dengan tindakan Lukman.


Ini Sarah saat dirias.Meskipun umurnya masih 19 tahun,karena kekuatan make up jadi dewasa😁😁



bersambung........


Maaf ya gak diterusin adegan Lukman dan Sarah. Takut ada yang dibawah umurπŸ˜€πŸ˜πŸ˜.


Yang sudah kelewat umur bisa membayangkan sendiri.


Ini aku kasih episode khusus buat Sarah dan Lukman. Untuk beberapa episode kita skip dulu mereka.


Kita konsentrasi sama Intan dan seseorang πŸ˜„πŸ˜„.

__ADS_1


Terima kasih ya masih mengikuti cerita ku πŸ˜€πŸ˜€


Jangan lupa like dan Komentarnya. juga vote ya. Biar author bisa merasakan gimana saat masuk ke RANKING😁😁


__ADS_2