
Ketemu lagi yuk kasih saran ya. jangan lupa tinggalin like dan vote
Dikantor polisi Lukman sedang di interogasi diruang tertutup, Sudah hampir 2 jam dia disana, tak ada jawaban yang keluar dari mulut nya, dia hanya mengatakan menunggu pengacara
Tak berapa lama, Seorang lelaki yang di mengaku pengacara Lukman masuk ke ruang penyidikan.
Lukman menjawab pertanyaan yang diberikan penyidik dengan didampingi pengacara yang dikirimkan ibunya.
sudah 2jam penyidikan dilakukan jadi total Lukman berada diruangan itu sudah 4jam.
sementara Lukman hanya dititipkan di ruangan khusus, Untuk penyidikan selanjutnya.
keluarga Rahmat sudah datang ke kantor polisi setelah mendapat laporan dari pengacara.
"bagaimana keadaanmu nak" bu rahmat langsung memeluk Lukman ketika sampai diruangan Lukman.
"kamu jangan kuatir nak ibu akan berusaha membebaskan mu dari sini. Dan merekalah yang akan masuk ke penjara" ucap bu rahmat dengan penuh dendam
"bu jaga omongan ibu! " pak rahmat memperingatkan istrinya agar tak membela anaknya.
"kenapa sihBapak lebih membela mereka. sebenarnya anaknya itu Lukman atau gadis sialan itu"
"Ibu.. " Sindy mulai angkat bicara bagaimanapun juga, Intan adalah sahabat yang selama ini bersamanya.
"Kamu juga. sudah ibu bilang jauhi dia, kamu lihat sendiri kan apa yang dia perbuat" sergah bu Rahmat dengan emosi
"Ibu... selagi masih belum terbukti mas Lukman gak bersalah aku akan tetap membela Intan. dia sahabatku sahabat terbaik ku, bagaimana perasaan ibu jika aku yang ada diposisi Intan sekarang. " Sindy merasa tak Terima
"sudah... sudah... kita kesini hanya ingin memastikan kasus ini" pak Rahmat menengahi
"pak.. bu Lukman gak salah. Kalian tahu sendiri Lukman kemarin Lukman ikut ke rumah eyang" Lukman membela diri
"tapi sejak sore kamu keluar. bahkan Sindy mencarimu kemana-mana " ucap pak Rahmat
memang setelah Lukman mengantar keluarganya di rumah neneknya, dia pergi kerumah temannya Ajis yang tak jauh dari rumah neneknya.
Karena ada yang tertinggal,Lukman pamit sebentar pada Ajis untuk pulang kerumahnya. Sebenarnya Ajis mau ikut tapi dilarang Lukman, dia juga berpesan pada Ajis jika ada yang nyari suruh bilang kalau dia sedang tidur.
__ADS_1
Lukman sudah mengambil barang yang tertinggal dan saat akan kembali kerumah neneknya. rumahnya diketuk seseorang.
Saat membuka pintu dia melihat Intan, gadis yang selama ini diam-diam dia incar untuk dijadikan mainannya. karena selama berteman dengan adiknya. Sindy memperingatkannya agar tak mengganggu Intan karena Intan gadis pendiam dan tak pernah aneh aneh.
ini kesempatan batin Lukman, dengan tipuan nya Lukman berhasil membuat Intan masuk kedalam rumah, dia pun melancarkan aksinya dengan mencampur minuman yang diberikan untuk Intan dengan pil perangsang. Dan akhirnya terjadilah kejadian sore itu.
"tapi pak Lukman ada dirumah Ajis. kalau bapak gak percaya bapak bisa tanya sendiri sama Ajis" Lukman masih terus membela dirinya
"tu kan bapak dengar sendiri kan.. emang dasar gadis mur**** itu yang ingin menghancurkan nama baik kita" bu Rahmat membenarkan ucapan Lukman
Sindy mencebik karena dia tau betul sifat kakanya yang suka gonta-ganti pasangan di belakang kedua orang tuanya itu.
berbeda dengan kakak sulungnya yang entah kemana. waktu itu saat Sindy masih kelas 2 SMP kakak sulungnya itu berselisih dengan orang tuanya. entah masalah apa, kalau yang didengar Sindy ini ada hubungannya dengan Lukman karena nama Lukman sempat disebut.
Dan sejak kejadian itu kakak sulungnya pergi entah kemana. pak Rahmat sudah berusaha mencarinya namun hasilnya nihil. sedangkan ibunya tak pernah membahasnya dan seperti acuh.
_____&________&______
keesokan harinya Intan juga dipanggil pihak penyidik untuk memberikan keterangannya. 2 Jam Intan di mintai keterangan di unit perlindungan perempuan dan anak.
"o... o... o... akhirnya ketemu kalian disini. hei gadis Laxxx pa sebenarnya mau mu? uang? kalian ingin memeras kami? atau kalian ingin merusak nama baik keluarga kami? jangan mimpi. ingatlah anakku akan bebas dan aku pastikan kalianlah yang akan mendekam di penjara" ucap bu Rahmat dengan sombong dan angkuh nya.
pak Rahmat menarik istrinya untuk menjauh dan masuk kekantor polisi. Intan yang mendengar kata-kata bu Rahmat hanya diam dan menangis.
mamak merangkul pundak Intan dan menenangkan nya "sudahlah kita serahkan pada yang berwajib" mamak mengajak Intan pulang.
selama penyelidikan Intan didampingi seorang pengacara dari LBH. itu karena sudah menjadi peraturan tersangka dan pelapor harus didampingi pengacara.
setelah beberapa hari penyidikan terus berjalan. Hingga akhirnya kepolisian melepaskan Lukman karena tak ada bukti yang memberatkan.
Intan dan mamak sebenarnya tak Terima dengan keputusan itu namun pengacara yang mendampingi Intan juga tak bisa berbuat banyak. mungkin inilah kekuatan uang. Bahwa hukum pun bisa dibuat tunduk.
perasaan kecewa meratapi mamak dan Intan. Intanlah yang merasakan paling sedih. masa depannya hancur dan tak mendapatkan keadilan. bahkan cacian tetangga yang tak menyukainya dan memojokkan nya. walaupun tak banyak yang bersimpati pada Intan.
Ini sudah 2 minggu semenjak penyidikan dihentikan. Intan hanya bersedih dan melamun. harinya tak bersemangat lagi.
tok... tok.. . tok
__ADS_1
ketukan suara pintu mengundang mamak yang memasak didapur mendatangi pintu depan.
2 orang polisi dan seorang polwan berdiri didepan pintu yang memang tidak ditutup.
"ya ada apa pak bu? " tanya mamak heran
"selamat siang, kami dari kepolisian datang kemari ingin melaksanakan penangkapan terhadap saudara Intan, dan ini surat perintahnya" dengan gemetar mamak mengambil kertas yang diberikan oleh polisi itu.
"ada apa sebenarnya pak? " tanya mamak yang masih gemetaran. rasa takut dan bertanya-tanya di dalam hati dan pikirannya.
"kasus pencemaran nama baik." jelas polisi
"tapi pak.. . anak saya adalah korban kenapa jadi tersangka? bapak salah orang" mamak menangis masih tak percaya.
"tidak salah orang memang kalian lah yang salah. kalian mencemarkan nama baik keluarga kami" kata kata itu keluar dari bu Rahmat yang tiba-tiba datang
"tapi bu.. " mamak mencoba mencari penjelasan.
"sudahlah pak tangkap saja mereka, hei Intan keluar kamu. hei gadis Laxxx keluar kamu" teriak bu Rahmat.
mamak berusaha menghentikan tingkah bu Rahmat.
sedang Intan yang mendengar keributan itu segera keluar dari kamar. Intan merasa heran dengan keberadaan polisi dan bu Rahmat.
"ini pak anak nya. gadis Laxxx. tangkap dia" bu Rahmat menunjuk nunjuk Intan yang baru datang dengan muka keheranan.
seorang polwan membawa Intan "ada apa ini. lepaskan saya.. saya tidak salah.. "Intan berusaha berontak. mamak juga berusaha melepaskan Intan dari polwan itu
" biar lebih jelasnya kita ke kantor saja. ibu boleh menyusul"seorang polisi menghadang mamak yang akan menahan polwan membawa Intan.
mamak hanya bisa memandang mobil polisi yang membawa Intan pergi. tangisnya pun pecah.
bersambung
jangan lupa tinggalin like dan komentar ya. juga votenya.
Terima kasih
__ADS_1