
Terima kasih masih ngikutin cerita aku🤣🤣😃
Jangan lupa tinggalin like komentar dan vote nya ya😁
Yuk kita lanjutin.
Di suatu rumah dimana Sarah disekap beberapa bulan ini, terlihat Lukman membanting buku yang ada di atas meja.
Baru saja dia mendapatkan telfon dari bapak nya di kampung. Lukman diharuskan pulang karena dia harus menemui gadis yang akan di nikahkan dengannya.
"Sialxxan urusan dengan Intan belum kelar di tambah perjodohan. "
Lukman terlihat prustasi, dia mengacak-acak rambutnya dan mengusap wajahnya dengan kasar.
Lama dia berfikir akhirnya dia dapat ide.
Dengan tergesa dia masuk keruangan tempat dia menyekap Sarah selama 6 bulan ini.
Ceklek
Lukman membuka pintu. Di lihatnya Sarah yang sedang memandang keluar jendela kaca.
Sarah menoleh kearah Lukman sebentar kemudian dia segera memalingkan wajahnya cepat.
"Mandilah bersihkan dirimu, dan bersiaplah. pakai baju ini" Lukman melemparkan sebuah baju warna pink ke arah Sarah.
Sarah hanya melihat kearah baju itu dengan malas.
"Cepatlah aku tunggu kamu 20menit lagi. Ingat dandanlah yang pantas, kalau perlu secantik mungkin" Lukman keluar kamar di ikuti tatapan kesal Sarah.
Mau tak mau Sarah menuruti kemauan Lukman.
selama disekap Lukman dia selalu di kurung di kamar. Lukman tak membiarkan Sarah keluar kamar. Dengan begitu dia berharap Sarah mau mengatakan dimana Intan.
Kadang kala Lukman memaksa dan mengintimidasi Sarah, agar Sarah buka mulut. Tapi tak sedikit pun Sarah buka suara.
Sarah keluar kamar sudah dalam keadaan rapi dan cantik. Lukman yang duduk di kursi depan kamar memandang Sarah dari atas sampai bawah.
Wanita yang dulu pernah dia lamar ternyata masih terlihat cantik, meskipun sedikit kurus.
Lukman menepuk kursi sebelahnya. Sarah pun menghampiri Lukman dan duduk di sebelahnya.
"Aku akan membawamu ke kampungku. Aku mau kamu berpura-pura jadi calon istriku" Sarah membelalakkan matanya kaget.
"Ingat jangan banyak bicara dan jangan coba-coba kabur, kalau kamu berani kabur dan macam-macam. Jangan harap aku akan memaafkanmu" ancam Lukman.
"Aku gak mau. Udah deh Lukman ngapain juga kamu masih nyekap aku. Kamu tak akan dapat informasi apapun dariku, karena aku tak tahu dimana mereka.
" Sudah lah saat ini gak usah bahas itu. sekarang kamu turuti aku., kalau tidak mau terjadi sesuatu pada adikmu dan pakde mu"
"Jangan sakiti mereka atau... " Sarah tak meneruskan ucapan nya.
Lukman tertawa mendengarnya.
"Atau apa? apa yang bisa kamu lakukan? kamu ada dibawah kendali ku. Turuti aku atau kamu gak akan melihat keluargamu lagi" ucap Lukman dengan nada mengancam.
Sarah mendengus kesal. "Baiklah aku akn mengikuti kemaluanmu, asal jangan kamu sakiti keluargaku."
"Baguslah, sekarang ikut aku"
Mereka berdua keluar rumah bersama. Saat di depan pintu Sarah menghentikan langkahnya, ini adalah kali pertamanya dia keluar rumah dan menghirup udara luar, setelah sekian lama di sekap di dalam.
"Ayo ! apa kamu mau aku seret? " bentak Lukman.
Merekapun pergi dengan mobil.
__ADS_1
___&__________&________
Setelah mobil pergi, Intan berjalan masuk ke butik yang sudah mulai di buka sepenuhnya.
Baru Intan masuk ke butik ponselnya berbunyi, ada nama bu Dewi memanggil.
"Ya halo bu? "
"Intan ada yang kelupaan. apa orang yang mengambil baju pengantin tadi udah pergi? "
"Baru saja bu, 5 menit yang lalu"
"waduh! ehm... Intan bisa minta tolong" suara Dewi terdengar gusar.
"Iya, apa bu? "
"Tolong kamu masuk keruangan saya, di atas meja ada buket bunga, tolong kamu antarkan ke rumah pengantinnya. Nanti saya kasih alamatnya sama kamu"
"baik bu"
"oh ya kamu naik ojol aja biar cepet sampai, jam segini pasti macet"
"Iya bu"
"ya udah Terima kasih ya In"
Panggilan pun berakhir dan Intan segera menjalankan perintah Dewi.
Di sebuah rumah besar dan berpagar tinggi ojol yang di naiki Intan berhenti.
"Beneran ini mas alamatnya? " tanya Intan sambil melepas helm yang di kenalannya.
"dari alamatnya sih iya. Tapi coba mbak tanyakan sama satpam di dalam. Biar saya tunggu disini" pengemudi itu menerima helm dari Intan.
Dengan ragu Intan memencet bel yang ada di samping pagar.
"Ya cari siapa? " tanya satpam
"Maaf pak, apa betul ini rumah pak Furqon,? "
"iya, ada perlu apa mbak? "
*ini pak saya mau memberikan ini, tadi ketinggalan gak kebawa mang Oding "Intan menyerahkan kotak tempat buket bunga.
" Tunggu sebentar mbak, saya kasih tau tuan di dalam "satpam itu masuk ke dalam dan menutup kembali pagar
" Aduh ribet bener sih. tinggal bawa masuk aja kok, ribet. "kesal Intan karena harus menunggu di luar yang mulai kepanasan.
" gimana mbak? "tanya pengemudi ojol yang tadi
" Oh iya mas bener kok, ini ongkosnya mas, sisanya buat mas nya aja. Terima kasih ya mas"Intan menyerahkan 20 ribu
"sama-sama mbak, Terima kasih juga"
Intan mengangguk.
"mbak disuruh masuk aja." kata satpam yang baru datang.
"saya titip aja pak"
"tapi kata tuan tadi mbak nya disuruh masuk"
Intan menghela nafas berat, gagal deh niat mau sarapan cepet, mana perut udah keroncongan lagi gumam Intan.
Intan masuk ke dalam rumah yang seperti istana. "Ternyata begini aslinya rumah yang di sinetron
__ADS_1
bener-bener bagus " batin Intan.
Dia begitu takjub dengan isi rumah yang dimasukinya, rumah seperti ini hanya bisa di lihatnya di TV yang dulu pernah dia lihat.
"mari mbak ikut saya" seorang perempuan mengajak Intan ke dalam
"tunggu di sini sebentar ya mbak, saya bilang tuan dulu"
Intan hanya mengangguk dan melihat perempuan itu berlalu.
Intan masih mengedarkan pandangannya.
Rumah yang di penuhi dinding jendela serta pintu kaca itu membuat Intan kagum.
Pandangannya tertuju pada kolam renang yang ada di belakang pintu yang terbuka.
Tanpa disadari Intan dia berjalan menuju kolam renang itu.
Intan berjalan di pinggir kolam renang, dulu waktu sekolah Intan sempat diajak teman-teman nya ke kolam renang.
Intan tersenyum sendiri saat mengingat dimana dia berlatih renang, namun gagal terus.
"kamu dari butik dewi ya? "
Intan dikejutkan oleh suara bariton, dengan cepat dia menoleh,. Namun tiba-tiba kaki nya terpeleset.
Reflek Intan mencari pegangan agar tak terjatuh. Intan memejamkan mata karena takut tercebur, sedangkan dia tidak bisa berenang.
Karena merasa dirinya tidak terjatuh dan tak basah, Intan membuka matanya pelan.
Dia baru sadar bahwa dia menarik dasi seorang lelaki.
Terlihat lelaki itu seperti tercekik. Intan pun melepas pegangannya dan
BYUURRR
Intan terjatuh ke dalam kolam renang yang cukup dalam.
Intan berusaha meraih tepi kolam yang tak jauh darinya. Tapi tak berhasil, bahkan Intan semakin menjauh dan tenggelam.
Lelaki itu menyadari Intan semakin tenggelam, dia pun melompat ke dalam kolam dan menarik Intan.
Lelaki itu berusaha mengeluarkan air dari tubuh Intan yang pingsan.
Dia menekan dada Intan berkali-kali, namun Intan tak juga sadar. Akhirnya lelaki itu memberi nafas buatan untuk Intan.
Tak lama Intan terbatuk dan mulai sadar. Lelaki itu mengangkat tubuh yang masih lemas ke atas kursi yang ada di pinggir kolam.
"Bik tolong ambilkan handuk" perintahnya pada perempuan yang tadi.
"Kamu gak papa? " tanya lelaki itu saat Intan sudah mendapatkan kesadaran sepenuhnya.
Uhuk...Uhuk
Intan terbatuk akibat air yang masuk ketubuh nya.
Lelaki itu memberikan handuk yang di bawakan pembantunya tadi.
"Keringkan badanmu, nanti kamu masuk angin"
Intan menerima handuk itu dan mengeringkan rambut nya yang basah. Sedangkan lelaki itu juga mengeringkan badanya yang juga basah.
bersambung....
Maaf bersambungnya kurang pas, maklum aku belum pinter nulisnya 😄😄tapi jangan lupa Like komen dan vote ya🤣🤣
__ADS_1
Terima kasih😘💕