
**Terima kasih masih menyimak cerita aku.
Terima kasih juga yang udah Like komentar dan vote
Lumayan udah ngalami dapat Rank.
Yuk tambah vote biar naik ranking ππ(biar tambah semangat)
Yuk kita lanjut π**
Senin waktunya Intan kerja, dia bersiap-siap. Habis sholat subuh sudah memasak dan beberes bareng mamak. Jam 7 pagi sudah siap semua.
Aathif sudah terlihat rapi dan kenyang di susui dan makan MPASI.
Intan sudah memerah ASI seperti biasa.
"Mak sudah lama Sarah tak bisa di hubungi. aku jadi khawatir mak, takut dia kenapa-napa. Apalagi menghadapi Lukman" ucap Intan di saat sarapan.
"Iya mamak juga khawatir. Gimana kabarnya? Tapi kita harus menghubungi siapa lagi? "
"Kalau hape Intan gak nyemplung ke air mungkin Intan bisa hubungi pakde nya Sarah" sesal Intan.
"Kita doakan semoga mereka baik-baik saja dan bahagia selalu" ucap mamak menyelesaikan makannya dan mencuci piring nya.
"Anak bunda yang pinter ya sayang. Udah mo pinter jalan, jangan nyusahin mamak ya! Sehat terus ya sayang. Biar bunda tenang cari uangnya"
"udah hampir jam setengah 8 cepat siap-siap. Nanti mamak akan ajak Aathif Imunisasi campak dulu, bulan kemarin gak bisa soalnya Aathif sakit"
"Nangis gak mak kalau di suntik? " tanya Intan khawatir
"Ya nangislah, tapi sebentar. Udah berangkat sana"
"Ish..... Mamak ngusir bener sih"
"Biar gak telat, ntar kalau di pecat susah cari kerja"
"Mamak...! Kok gitu ngomongnya, harusnya mamak tu doain Intan naik jabatan. he... he.. "
"Naik kasur iya" jawab mamak cepat
Tok..... Tok.... Tok...
Intan mengambil tas ransel kecil dan memakainya, "Biar Intan yang buka sekalian mak"
Ceklek
Betapa terkejutnya Intan saat pintu dibuka ada sosok lelaki yang kemarin baru dibahasnya sama Kristin.
"Kak Furqon, kok kakak ada disini? "
Yang ditanya hanya tersenyum manis
"Kakak nyari siapa? "
"Ya nyari kamulah masak nyari Kristin"
"Tapi ada apa? oh ngambil baju yang kemarin? " Intan hendak masuk namun tangannya ditarik Furqon.
Intan kembali berbalik sambil melihat tangan yang dipegang Furqon
"Eh maaf! " Furqon melepaskan tangannya
"Aku kesini jemput kamu"
Intan mengernyitkan alisnya
"Kakak tau dari mana alamat ini? "
"Minta Kristin"
__ADS_1
"oh... emang ni an..... "
Belum sempat meneruskan katanya, mamak sudah bertanya di balik punggung Intan
"Siapa Tan? " tanya mamak
"E.... E.. I-ini mak, temen Kristin"
"Saya Furqon bu" Furqon mengulurkan tangannya dan di balas mamak, lalu Furqon mencium punggung tangan mamak.
"Ada perlu apa? " tanya mamak ramah, karena Furqon bersikap sopan.
"Mau jemput Intan bu"
"Gak usah kak, Intan bisa berangkat sendiri" tolak Intan
"Gak Papa Tan. kasihan nak Furqon nya sudah jemput. Hargai niat baiknya. Tapi nak lain kali gak usah repot jemput, nanti merepotkan"
"Gak kok bu, lagian tempat kerja saya searah dengan butik"
Mamak tersenyum, mengerti maksud Furqon sebenarnya. Walaupun agak kuatir karena belum mengenalnya.
"Bukan maksud mamak melarang lagi, tapi kan kita semua sepertinya belum begitu kenal. Jadi... "
"Saya tahu kok bu, saya akan sering main biar kita lebih kenal"
Intan terkejut dengan ucapan Furqon barusan, sedangkan mamak hanya tersenyum.
"Ya udah mak, Intan berangkat" Intan menyalami dan mencium tangan mamak dan di lanjutkan mencium Aathif yang berusaha minta gendong
"Nda... Nda.. "
"Sayang, dirumah dulu aja sama mamak. nanti bunda usahain pulang cepat ya" Intan mencium Aathif lagi.
Intan melambaikan tangan dari balik jendela mobil yang terbuka. Dan mobil pun berjalan meninggalkan kontrakan Intan.
Furqon menoleh sekilas pada Intan.
"Aku gak repot kok. Lagian aku kan lagi Pedekate, jadi wajar dong" jawab Furqon santai, dan itu membuat Intan kaget.
Nih orang kok ngomong to the poin aja, gak ada sungkan-sungkannya,. Atau minimal basa-basi Batin Intan, masih melihat kearah Furqon dengan tatapan heran dan terkejut.
"Kata Kristin kamu jomblo, jadi apa salahnya aku deketin kamu. Lagian aku bukan orang yang suka basa basi, jadi jangan kaget kalau aku langsung ngomong"
"Tapi kakak gak tau siapa saya, latar belakang saya dan semua tentang saya. Saya gak mau mengecewakan orang lain, dan saya gak mau orang terbebani dengan masa lalu saya"ucap Intan sambil menunduk.
" Itu sebabnya aku deketin kamu. Biar lebih kenal satu sama lain. aku juga gak perduli masa lalumu seperti apa? yang jelas aku hanya ingin tau kamu yang sekarang dan seterusnya, bukan sebelumnya. "
"Tapi... kak Furqon baru bertemu dengan saya 2 kali, apa itu tak terlalu cepat untuk... "
Furqon memotong Intan
"Mau ketemu sekali, seratus kalipun. kalau feeling gak ngeh ya gak akan aku pedekate. begitu juga sebaliknya."
Furqon menatap dengan senyum yang mengembang sempurna, sesempurna orangnya,
"Percayalah aku tak ada niat jelek. Kalau istilah sekarang. Aku ingin ta'aruf sama kamu."
Furqon menjeda ucapannya
"Jadi biarkan aku menjalani ta'aruf ini dengan lancar. ok"
Intan hanya bisa terdiam, dia tidak bisa menjawab
Mobil Furqon sudah berada di depan butik.
"Boleh ya aku mengenal lebih dekat kamu dan Aathif? "
Bagai terakhir dengan tatapan Furqon, Intan mengangguk pelan.
__ADS_1
"Baiklah kalau gitu, nanti pulangnya aku jemput,"
"Gak usah kak, nanti merepotkan.Lagian aku bisa pulang sendiri"
"Baru tadi kamu menyetujui ta'aruf ku. sekarang aku minta no mu? "Furqon memberikan ponselnya.
Intan terdiam
" Tulis no mu di sini"
"Maaf kak ponsel saya rusak karena tercebur di kolam tempo hari. Pulang kerja nanti baru rencana mau beli, habis gaji" ucap tersenyum membuat Furqon semakin deg-degan dengan senyum manis Intan.
"Ya udah kak Intan masuk ke butik dulu. Terima kasih tumpangannya,.
Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam, masuklah dulu nanti telat"
Intan masuk ke butik dan Furqon menjalankan mobilnya meninggalkan butik.
Didalam mobil Furqon tersenyum bahagia, niat nya pedekate di terima
Sore hari setelah kerja Furqon menjemput Intan di butik. Kebetulan Intan keluar pas ketika mobil Furqon datang.
"Mbak dewi, apa kabar? " sapa Furqon pada dewi Dewi yang sedang bersama Intan
"Baik.Furqon? kok kamu kesini ada perlu lagi? " tanya Dewi
"Iya mbak. Aku mau jemput Intan"
Dewi langsung melihat ke arah Intan yang menahan malu dengan pipi merona.
"Wah ada yang deket nih" sindir Dewi
Intan menundukkan wajahnya.
"Ya sudah sukses buat kalian ya. Nanti kalau mo nikah aku diskon deh gaunnya, asal kalian ambil baju dari butik" kekeh Dewi
"Ya sudah kami duluan mbak" Pamit Furqon.
Dia membukakan pintu mo ilmu sebelah kiri depan untuk Intan, dan menutup kembali setelah Intan masuk.
Lalu dia pun masuk kedalam mobil.
"Mari mbak,duluan" Furqon melambaikan tangan pada Dewi dari balik jendela yang masih terbuka. Furqon pun menjalankan mobilnya membelah jalan yang sedang macet karena memang ini jam pulang kantor.
"Jadi kan kita cari hape? " Tanya Furqon
Intan mengangguk.
Furqon menepikan mobilnya di pusat ponsel terkenal di jakarta. Mereka turun bersamaan
menuju satu counter hape.
"Selamat sore kak. Mau cari hape apa? " sapa pramuniaga perempuan dengan ramah
"Ponsel terbaru mbak"Jawab Furqon cepat.
" perempuan itu mengeluarkan beberapa ponsel keluaran terbaru dan tentunya dengan kecanggihan fitur yang tak diragukan.
"Kamu pilih yang mana? " tanya Furqon sama Intan.
"Saya akan memilih sendiri kak. Lagi pula gak usah yang mahal kaya gitu. Gaji saya gak cukup untuk bayar"
"Biar aku yang bayar" ucap Furqon cepat. Intan tersenyum
"Terima kasih Kak, tapi ini untuk saya, jadi biar saya yang beli. Nanti kalau saya sudah jadi tanggung jawab kakak, saya gak akan nolak"
Furqon sangat senang mendengar ucapan Intan, itu tandanya kemungkinan besar Intan akan menerimanya sebagai suami.
__ADS_1