
*maaf aku gak bisa up kemarin. hape di pake daring 3 anak yang sekolah. mana jadi guru dadakan lagi.
lelah jiwa melanda ku.
Terima kasih ya ya masih mau mampir ke siniππ*
"Intan bangun. " mamak membangunkan Intan yang terlelap dengan Aathif
Intan mengerjapkan matanya beberapa kali, mencari kesadaran dari tidurnya.
"makan dulu yuk. terus mandi, habis itu kita keluar cari keperluan kita" mamkπ
menyodorkan sepiring nasi uduk.
"mak nanti kita jangan beli barang bayak ya. Intan takut. toh kita gak tau apa kita aman di sini"
"iya.mamak tahu, yang penting beli baju dulu, kemarin kita hanya bawa beberapa stel aja."
setelah sarapan mereka membersihkan rumah sebentar, karena rumah belum lama di tinggal pengontrak yang lama, jadi gak kotor amat.
Aathif sudah dimandiin, dan mereka siap-siap pergi.
tok... tok... tok..
pintu di ketuk dari luar
"assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam "
Intan membuka pintu
"ada apa ya pak? " tanya Intan pada seorang lelaki paruh baya yang berdiri diambang pintu
"siapa tan? " tanya mamak yang menghampiri, namun mamak berhenti dan menatap lelaki itu dengan tajam.
"mar... " sapa lelaki itu.
"maaf Pak tadi saya sudah membayar uang kontrakan dan sudah melaporkan pada anda tentang identitas kami, jadi apa yang kurang" Jawab mamak dengan suara agak berat. Intan terdiam memperhatikan mamak dengan heran, tak biasanya mamk bicara seperti itu dengan orang asing.
"boleh aku masuk" tanya lelaki paruh baya pemilik kontrakan yang tadi bertemu mamak.
"bo.... " belum selesai Intan menjawab sudah di potong mamak dengan cepat
"maaf tapi kami akan keluar, kalau tidak ada yang penting kami permisi"
"tapi mak.. "
mamak segera menggandeng Intan yang masih terheran di depan pintu. lalu menutupnya dan menguncinya.
"permisi" kata mamak sambil berlalu melewati lelaki itu.
"mamak tahu dimana tempatnya,? "tanya Intan saat berjalan keluar dari komplek kontemporer
" tadi waktu beli sarapan mamak sudah tanya-tanya sama orang yang jual, itu tokonya"
mereka memasuki toko besar serba ada.
"mau cari apa bu? " tanya seorang pramuniaga
"kami cari baju"
mereka diarahkan ke tempat baju-baju cukup lengkap, mamk dan Intan memilih beberapa potong baju dan daleman untuk mereka. karena memang kemarin mereka tak bawa baju banyak.
mereka juga membeli beberapa keperluan dapur.
__ADS_1
setelah mereka membayar mereka pun kembali ke kontrakan, walaupun tak jauh dari kontrakan tapi mereka naik bajai karena kerepotan membawa barang.
sesampainya di kontrakan mamak dan Intan mulai menata barang-barang. Aathif di letakkan di kasur lantai di dalam kamar.
"Intan mamak keluar dulu ya cari makan"
"biar Intan aja mak. mamak dirumah aja sama Aathif
karena mamak belum beristirahat mamak mengiyakan dan memberikan dompet pada Intan.
Intan hanya keluar dengan hanya membawa uang seperlunya, takut kecopetan katanya.
Intan berjalan menuju rumah makan yang tadi di tujukan mamak saat pergi mencari barang tadi.
saat Intan pulang dia bertemu dengan pemilik kontrakan yang tadi sempat menemui mereka.
" pak"sapa Intan ramah
"kamu anak Marina ya?" tanyanya saat di depan rumah pemilik kontrakan
"iya, saya Intan" Intan mengulurkan tangannya
"saya fadli teman ibumu dulu" jawabnya sambil membalas tangan Intan
"oh bapak temen mamak? "
fadli mengangguk
"wah gak nyangka ya bisa bertemu di sini"
"iya.yuk main kerumah" tawar pak fadli
"iya pak lain kali saja, mari pak, say permisi" Intan pun meninggal pak fadli yang masih melihatnya.
Intan masuk ke kamar. terlihat mamak tertidur di samping Aathif.
Intan pun menuju ke dapur menata makanan yang dibeli tadi di piring dan mangkuk yang tadi sudah di cuci.
setelah menyelesaikan sholat dzuhur Intan membangunkan mamak untuk sholat, karena waktu sudah mau habis.
Intan bermain dengan Aathif yang terbangun. dia sekarang sudah aktif sudah mau tengkurap.
"kamu sudah telefon Sarah? " tanya mamak yang sedang membawa makanan ke depan
"belum mak.habis ini aja,semoga dia tidak kenapa napa"
"aamiin, ya udah sini ayo makan bawa keluar sekalian Aathif nya"
selesai makan dan membereskan nya Intan menelfon Sarah
"halo? mbak Intan" sapa Sarah dengan suara agak berbisik
"assalamu'alaikum Sarah"
"Waalaikumsalam, mbak sudah sampai? mbak aman kan? " Sarah masih dengan suara berbisik.
"ya Alkhamdulilah. kamu kenapa Sarah? " tanya Intan heran
"mbak Lukman tadi pagi marah besar, dia sudah tau mbak kabur. semua yang ada di kontrakan kalian di berantakin. tadi dia sempat ke rumah ku mbak. dia ngancam aku, kalau sampai mbak gak ketemu aku harus bertanggung jawab" ucap Sarah dengan nada cemas.
"tapi kamu gak papa kan? "
"gak mbak. aku gak papa. mbak gak usah khawatir kami bisa menjaga diri. yang penting kalian baik baik saja"
"iya kami baik-baik aja. maaf sar kami merepotkan mu"
__ADS_1
"gak kok mbak. mbak udah dulu ya. jangan telpon dulu takut Lukman ngelacak mbak."
"ya sudah kamu baik-baik aja ya. kalau ada apa-apa telpon kami"
"iya mbak, assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
panggilan terputus
"Lukman sudah tau kita kabur mak. kata Sarah tadi dia marah-marah dan mengobrak-abrik kontrakan. Lukman juga mengancam Sarah"
mamak terlihat khawatir
"terus gimana Sarah sama Farah? "
"katanya mereka baik-baik aja, kita gak boleh telfon mereka dulu"
"ya Alloh lindungi mereka, semoga mereka baik-baik aja"
"aamiin"
______&______&_____&_____
Di rumah Sarah terlihat sepi. Sarah dan Farah mengunci pintu nya.
"Sarah buka pintu," dengan emosi Lukman menggedor pintu
Sarah dan Farah ketakutan didalam.
"Farah kamu sembunyi disini aja ya. jangan keluar apapun yang terjadi. kalau bukan Mbak yang panggil jangan keluar, ambil hape ini. kalau ada apa-apa telp pakde " Sarah menyembunyikan Farah didalam lemari dan menutupinya dengan selimut
belum sempat Sarah membuka pintu Lukman sudah berhasil mendobrak pintu depan
"hei kurang ajar sekali kamu." Sarah berusaha menghadang Lukman yang ada di depan pintu
"mana mereka? " tanya Lukman dengan marah dia mencengkram rahang Sarah
"lepaskan" Sarah berusaha melepaskan tangan Lukman.
"jangan macam-macam denganku. katakan dimana mereka" tanya Lukman masih dengan mencengkram Sarah.
"aku gak tau.sumpah aku gak tau" Sarah meronta
"kamu kira aku percaya" Lukman menghentakkan Sarah dengan keras sampai tersungkur di lantai.
Lukman menghampiri Sarah dengan mata memerah. Sarah terus mundur dengan posisi terduduk.
"aku gak tau mereka," suara Sarah gemetaran.
Lukman berdiri dan memeriksa semua ruangan yang ada di rumah Sarah
Sarah berdiri dan akan pergi keluar. namun tangannya di cekal Lukman
"lepaskan," Sarah menarik tangannya namun Lukman semakin menarik dan menabrak Lukman
"jangan harap kamu bisa lolos" Lukman menarik Sarah dengan kasar menuju mobilnya
"lepaskan... lepaskan. tolong.. emph..... emph... " dengan membekap mulut Sarah yang berteriak-teriak Lukman memasukkan Sarah kedalam mobil dan membawanya pergi
bersambung....
Terima kasih. aku usahain up lagi.
jangan lupa like komentar dan vote yaππππππ
__ADS_1