
**Terima kasih masih mengikuti cerita aku
Terima kasih juga like komentar dan vote nyaππ
Lanjutππππ**
Ternyata kemo kali ini agak lama, sehingga hampir magrib baru selesai. Lukman dan Sarah berencana menemui Intan dan Furqon, namun Sindy tadi bilang mereka sudah pulang.
"Gak pa pa, sabtu depan kita kan di undang untuk datang ke rumah mereka. Jadi mas bisa ketemu mereka disana"ucap Sarah saat suaminya itu sedikit kecewa karena belum bisa menemui kakaknya untuk meminta maaf
"Besok kita tunggu hasil lab, semoga hasilnya bagus dan kita bisa pulang"hibur Sarah
"Kalau sudah pulang mas mau kemana?ke pantai atau ke ancol?"tanya Sarah sambil membenarkan bantal untuk suaminya
Lukman tersenyum mendengar sang istri
"Memangnya aku anak kecil?mau ke ancol"ucap Lukman terkekeh
"Lho jangan salah mas, di ancol juga ada pantainya, gak cuma mainan ekstrim"Sarah
"Bilang aja kamu yang mau liburan"ucap Lukman sambil menoel hidung Sarah
"Gak juga, kata orang biar kita lebih segar dan cepet sehat harus refresing"elak Sarah
"Ya lah terserah kamu aja, asal kita sama-sama"ucap Lukman membuat pipi Sarah merona
Suaminya ini baru bisa romantis, membuat Sarah salah tingkah.
Lukman menggenggam tangan Sarah yang sedang membenarkan baju Lukman.
Sarah terdiam dia jadi memandang suaminya yang terlihat serius
"Maafkan atas semua perlakuan ku selama ini, tetaplah bersama ku, jadilah cahaya yang selalu menerangi jalanku"Sarah terkesiap mendengar penuturan suaminya
Dadanya bergemuruh, rasa cinta yang dia miliki untuk suaminya ini tak pernah hilang. walaupun dia selalu di sakiti, dan sekarang dia mendapatkan hasil kesabarannya
"Ingatkan aku kalau aku salah, tuntun aku di jalan yang benar, tetaplah bersamaku"Lukman menarik Sarah ke pelukannya
Sarah begitu bahagia, air matanya mengalir membasahi baju bagian dada Lukman
"Aku akan selalu bersama mu mas, aku tak akan meninggalkan mu, aku mencintaimu mas"ucap Sarah di tengah isak tangisnya
Lukman mencium lama pucuk kepala Sarah dengan penuh kasih sayang
"Terima kasih, sayang"ucapan itu lolos dari mulut Lukman dengan tulus
Seketika itu hati Sarah sangat berbunga, tak ada yang lebih membahagiakan selain cinta Lukman suaminya
Intan memasuki kamarnya bersama Furqon,
sungguh Intan merasa takjub. kamar yang selama ini di tempati di lantai bawah, di robak oleh Furqon.
2 kamar tamu yang bersebelahan di jadikan satu, dan di beri sekat untuk kamar Aathif dan putri bayinya. Warnanya pun sangat indah perpaduan warna girly dan muskulin.
Barangnya pun juga sebagian baru, ranjang Aathif yang berbentuk mobil dilengkapi lemari yang bergambar mobil balap kesukaan Aathif, sedang di sisi kanan terdapat jendela besar bertelaris menghadap ke taman dan kolam ikan mini.
sebuah boks baru untuk sang putri barunya berwarna pink, juga lemari bergambar barbie warna pink juga di sediakan dikamar itu.
Boneka dan beberapa mainan Aathif yang baru dan lama tertata rapi di rak pojok.
"Gimana?suka?"tanya Furqon yang memeluk Intan dari belakang
Intan mengangguk dengan mata berbinar
"Kapan di renovaainya?kok bunda gak di kasih tau?"tanya Intan sambil meletakkan bayi mungilnya di boks mungilnya
"Beberapa hari yang lalu, saat bunda di rumah sakit"jawab Furqon masih menciumi istrinya
"Kok bisa cepat?"Intan duduk di sofa dekat boks bayi, yang di peruntukan Intan saat menyusui bayinya
"Bisa dong sayang, untuk apa ada tukang borongan kalau gak bisa memuaskan pelanggan"Furqon mendaratkan satu kecupan lagi di pucuk kepala Intan
__ADS_1
"Oh ya sayang, besok sabtu pas 7 hari putri kita, kita akikahan sekalian untuk Aathif. Dia kan belum di akikah katanya"ucap Furqon
Intan mengangguk, dan mencium tangan suaminya itu. Sekali lagi Intan sangat terharu dengan perhatian suaminya, rasa syukur selalu dia ucapkan karena memiliki suami yang sangat baik
"Ayah, kita undang keluarga ayah juga kan?"tanya Intan sambil menatap suaminya
Furqon menghembuskan nafasnya pelan
"Apapun itu, yang penting bunda senang"
"Apa Ayah masih marah sama mereka?"tanya Intan lagi
Furqon menghadap istrinya, di tangkupnya wajah istrinya itu dengan lembut
"Sayang, bagaimana pun mereka keluarga kita. Selagi mereka mau berubah dan menyesali kesalahan mereka, kita pun tak boleh sombong dan acuh. Toh Alloh saja yang maha segalanya mau menerima tobat hambanya, apalagi kita, yang hanya hambanya yang terbuat dari air yang hina"
Intan memeluk suaminya dengan erat dan bahagia
...****************...
Hari ini Sindy akan menyerahkan skripsinya ke kampus, namun dia menyempatkan menjenguk kakaknya di rumah sakit.
Mamak membawakan makanan untuk Sarah dan Lukman
"Terima kasih ya, jadi ngerepotin"ucap Sarah saat menerima kantong makanan dari Sindy
"Gak pa pa, kata mamak mbak Sarah juga anak mamak. Jadi mbak Sarah gak usah sungkan"ucap Sindy
"Gimana hasil lab nya?"tanya Sindy lagi
"Hari ini udah keluar, mudah-mudahan hasilnya baik, dan kami bisa pulang"jawab Lukman yang terlihat sudah segar karena habis mandi
"Aamiin.Oh iya jangan lupa hari sabtu ke rumah mas Furqon, akikah gema sama Aathif"
Wajah Lukman mendadak menjadi sedih
Sarah yang melihatnya pun menghampiri suaminya itu
"Sungguh jahatnya aku, harusnya aku bertanggung jawab terhadap Aathif. Dia darah daging ku, tak sepatutnya aku menghindar dari tanggung jawabku"air mata Lukman berhasil lolos membasahi pipinya dan jatuh di tangan yang sedang menautkan jari-jarinya
Sarah memeluk pundak sang suami, memberi kekuatan
"Sudahlah mas, semua sudah berlalu. Mas bisa kok menyayangi Aathif"ucap Sarah
"Mas gak usah khawatir, mas Furqon menyayangi Aathif seperti anaknya sendiri. Mas bisa lihat kan gimana Aathif nyaman di gendongan mas Furqon"Sindy ikut bicara
TOK... TOK..
"Assalamu'alaikum"sapa dokter bernama Adrian, bersama dengan seorang perawat dia masuk ke dalam kamar
"Waalaikum salam"jawab serempak
"Pak Lukman gimana?sudah enakan?"tanya dokter Adrian
"alkhamdulillah dok, hanya efek mualnya belum hilang"ucap Lukman
"Gak pa pa, banyak makan buah saja. Mari saya periksa sebentar"
Lukman berbaring di ranjang, dan dokter muda itu mulai memeriksa dan melihat riwayat di papan kecil di samping brankar
"Ini dok, hasil lab pak Lukman"perawat itu menyerahkan amplop yang langsung di buka oleh dokter
"Ok pak semua bagus, tapi harus rajin madical cek up. Biar bisa di ketahui sel kankernya sudah mati atau belum"dokter Adrian menulis di papan pasien
"Jadi kami boleh pulang hari ini dok?"tanya Sarah
"Boleh, jangan lupa haga pola makan dan perbanyak minum air putih dan buah. Baiklah saya tinggal dulu, assalamu'alaikum"
Dokter Adrian memutar badan hendak keluar, namun pandangannya tertuju pada Sindy yang berdiri di dekat jendela
Dokter muda itu berhenti dan menghadap Sindy
__ADS_1
"Kamu..... "terlihat dokter Adrian mencoba mengingat sesuatu
"Kamu adiknya pengacara Furqon kan?"tanya dokter Adrian setelah mengingat Sindy
"Iya dok"jawab Sindy malu-malu
"Kok bisa disini, kamu... "dokter muda itu menggantung ucapannya
"Dia adik kami dok"jawab Lukman
"Oo jadi pak Lukman ini juga saudara pengacara Furqon?"
"Iya dok"Jawab Lukman
"Wah gak nyangka ya"dokter Adrian menggut-manggut
"Ya sudah lain kali kita bisa ketemu lagi. Assalamu'alaikum"Dokter Adrian keluar dengan mengkerlingkan matanya pada Sindy
"Waalaikum salam"ucap Sindy sambil berisik mengangkat bahunya
"Kenapa Sin?"tanya Sarah yang melihat tingkah Sindy
"Gak mbak"jawabnya sambil nyengir
"Kamu kenal dia?"tanya Sarah lagi
"Cuma ketemu sekali, itu pun gak sengaja karena ikut nebeng mobil mas Furqon dan mampir ketemu klien nya sebentar"jawab Sindy cuek
"Tapi kayaknya dia naksir kamu"goda Sarah
Sindy mengangkat bahunya lagi sambil bergidik
"Ih, dokter kayak gitu kok diladenin"ucap Sindy
"Jangan gitu, nanti kamu kepincut sama dia"goda Sarah
"Ish udah ah mbak, gak usah bahas lagi, gak penting. Jadi kapan mas Lukman pulang?"
"Habis ini, aku mau urus administrasi dulu"
"Bapak sama ibu gak kesini?"
"Kemarin mereka pulang ke kampung, katanya ada sesuatu yang penting yang harus di urus"
"Jadi bapak sama ibu gak bisa datang ke acara nya mas Furqon?"tanya Sindy sedikit kecewa
"Kata bapak nanti diusahakan bisa datang kalau urusan nya sudah selesai"
"Ya sudah mbak Sarah sama mas Lukman makan dulu gih, biar aku yang urus administrasi nya"
"Kamu gak kuliah?"tanya Lukman
"Cuma nyerahin skripsi aja, nanti siangan juga bisa. itu juga ada salat buah di dalam kotak"Sindy keluar setelah Sarah menyerah kan berkas dan sebuah kartu ATM
"Mbak saya mau bayar administrasi atas nama Mohammad Lukman"ucap Sarah saat berada di loket pembayaran
"Tunggu sebentar ya mbak, silahkan tunggu dulu"
Sindy duduk di depan loket bersama beberapa orang yang juga mengantri
Sindy mengeluarkan ponsel dari tasnya dan memeriksa beberapa pesan dari teman-temannya
"Hai"sapa seseorang yang baru duduk di sebelah Sindy
Sindy mengangkat wajahnya melihat siapa gerangan yang menyapanya
"Huft"Sindy menghembuskan nafasnya lalu beranjak akan berdiri, namun tidak terduduk setelah di tarik oleh orang di sebelahnya
**Bersambung....
jangan lupa like komen dan vote nya ya**
__ADS_1