
Makasih ya masih ngikutin cerita ku.
Jangan lupa like dan komentarnya ya
Maaf banyak typo, makasih untuk yang sudah mengkoreksi🙏🙏
Lanjut👉👉👉
Tak terasa kini usia kandungan Intan sudah memasuki 9 bulan, hanya menunggu hari untuk persalinan.
Sore ini Intan rencana mau ke kantor Firma Furqon, mereka akan langsung ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin.
Sebenarnya tadi Furqon akan menjemput Intan dulu, tapi Intan bersikeras akan datang aja dulu ke kantor, biar gak banyak buang waktu karena rumah sakit melewati kantor Furqon.
Intan diantar oleh Mang Oding sopir Furqon.
Aathif tak ikut, 2 hari ini dia demam dan semalam di bawa ke dokter anak.
Di perjalanan Intan menghubungi Furqon
"Assalamu'alaikum" sapa Furqon dari seberang
"Waalaikumsalam"
"Ada apa sayang? "
"Kak! Saya mau mampir sebentar ya di salon Kristin, mau jemput Sindy"
"Memang Sindy gak naik mobil sendiri? "
"Gak, tadi dia ikut temennya nyalon"
"Baiklah, Hati-hati ya, nanti langsung ke sini, biar Sindy ikut"
"Iya, tadi Sindy bilang mau ikut juga. Sapa tau dapat kecengan dokter ganteng katanya" Intan terkekeh sendiri
"Anak itu"
"Ya sudah kak, ni udah deket salon. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, Hati-hati bunda sayang"
Mobil menepati di salon Kristin,
"Pak tunggu disini sebentar ya? saya cuma mau nyapa temen saya "
Intan turun dari mobil dan berjalan menuju ke salon.
"Siapa kalian. Tolong.. empt...... " Teriak Intan yang tiba-tiba saja di hadang dan di bekap oleh dua orang lelaki saat mau masuk ke salon
Sindy yang mendengar keributan orang-orang di luar segera keluar bersama Kristin dan beberapa pelanggan di dalam salon.
"Pak Oding ada apa? " tanya Sindy yang melihat pak Oding yang panik berlari ke mobil
"Nyonya muda di culik non"
"Apa? " Teriak Sindy dan Kristin bersamaan
"Mana pak? "
"Itu mobil AP* hitam"
Pandangan mereka tertuju pada sebuah mobil hitam yang ngebut di depan
"Pak saya ikut"
"Aku juga ikut"
Sindy dan Intan masuk ke mobil pak Oding
__ADS_1
"Telp mas Furqon sin" perintah Kristin panik
"Iya ini lagi nelp" Sindy berusaha menghubungi Furqon
"Assalamu'alaikum, ada apa sin? "
"waalaikumsalam, Mas mbak Intan mas"
Furqon yang mendengar nada panik pada Sindy, langsung mencelos hatinya
"Ada apa sama mbak mu? "Tanya Intan ikut panik
"Mbak Intan di bawa orang naik mobil"
"Apa?? " Furqon meninggikan suaranya dan langsung
"Bagaiamana bisa? tadi dia bilang ke salon jemput kamu"
"Iya, tapi tadi di depan salon, Mbak Intan di culik, ini aku sama Kristin dan Pak Oding lagi ngikutin mobilnya, tapi ketinggalan jauh"
Furqon mengeratkan rahangnya dan mengepalkan tangannya
Dengan cepat Furqon menyahut kinci mobil dan keluar dari kantor nya
"Mas akan segera ngikutin Intan, kamu telpon polisi"
"Iya mas"
Segera Sindy menghubungi polisi.
Sementara itu Furqon menelfon sahabatnya Furqon kuadrat untuk melacak kan posisi Intan dengan GPS.
Furqon mengendarai mobil dan mengikuti arahan dari sahabatnya dengan earphones yang di pasang di telinganya.
Furqon menghentikan mobilnya pada sebuah rumah di tengah kota, Pagarnya yang tinggi membuat Furqon tak bisa melihat keadaan di dalam.
"Titik GPS menunjukkan Intan di sini, pasti dia di dalam" Furqon memperhatikan GPS yang di kirim Furqon kuadrat.
"Pak Istri saya ada di dalam" ucap Furqon panik
"Tenang pak, kita tak tahu pasti apa istri bapak ada di dalam atau tidak" Seorang polisi mencoba menengahi
"Ini GPS saya menunjukkan bahwa istri sayang ada di dalam" Furqon menyerahkan ponselnya
Sementara dari dalam rumah, seorang perempuan mengintip dari balik tirai di dalam kamar atas.
"Cepat sekali kamu datang sayang, belum 10 menit kamu sudah mendatangiku" perempuan itu tersenyum sinis dan menutup kembali tirainya
"Kamu memang wanita sialan, kenapa kamu masih hidup?. Harusnya dulu aku membunuhmu saja sekalian" ucap Sonia memandangi Intan yang tertidur di kasur akibat obat bius yang dia hirup.
Sonia gadis cantik seorang model yang begitu tergila dengan Furqon suami Intan,dulu Sonia sempat di pasangkan dengan Furqon saat menjadi model suatu brand sebuah butik. Dengan berbagai cara Sonia mendekati Furqon dan mencari perhatian nya.
Namun tak sedikit Furqon tak mau menanggapi dan selalu menghindar, bahkan Sonia pernah merayu Furqon dengan tubuh polosnya.
Untung Furqon masih punya iman, dia meninggalkan Sonia sendiri di dalam kamar hotel tanpa sehelai benang.
Setelah beberapa tahun dia menghilang dan kembali setelah menjadi buronan kasus penculikan Intan .
Kini dia datang lagi dan menculik Intan lagi.
Sonia ingin membalas dendam pada Intan, karena dia merasa Intan telah merebut Furqon dari nya.
"Oke hari ini kamu harus mati bersama dengan anak yang kamu kandung"
Sonia mengarahkan pisau tepat di atas perut Intan
Saat Sonia akan menusukkan pisau itu, tiba-tiba Pindul di dobrak dari luar
BRAkkk
__ADS_1
seketika itu Sonia menoleh pada arah pintu,
di lihatnya Furqon dan beberapa orang di luar kamar
"Oh syukurlah kamu datang, kamu bisa menyaksikan wanita sia*** ini mati" ucap Sonia sambil tertawa
"Sonia apa yang kamu lakukan? jangan kamu sakiti istriku" Teriak Furqon
"Istri? harusnya aku yang jadi istrimu mendampingimu, bukan wanita kampung sia*** ini. Kamu tak bisa jadi milikku makan tak ada seorang wanita pun yang boleh jadi istri mu, jadi ucapkan Selamat tinggal pada istri tersayangmu" Sonia mengangkat puisau yang dia pegang dan bersiap menghunus kan pada perut besar Intan
Dorrrrrr
sebuah tembakan dari seorang polisi membuat Sonia tersungkur
Dengan cepat Furqon mengangkat Intan dari ranjang, dan membawanya keluar
"Tolong lo urus dia" Pesan Furqon pada sahabatnya itu dan berlalu membawa Intan dalam gendongannya diikuti Kristin dan Sindy yang baru akan naik ke tangga
"Mas gimana Intan? "
"Gak tau, ayo cepat antar mas ke rumah sakit, ambil kunci di kantong belakang mas"
dengan patuh Sindy melaksanakan perintah sangat kakak
Kristin membukakan pintu belakang untuk Furqon yang menggendong Intan, dan dia duduk di kursi depan samping Sindy yang di belakang kemudi, dan langsung menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Intan segera masuk ke IGD dan di tangani dokter. Di luar Furqon dan yang lain tampak tegang dan nampak cemas.
"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok? " tanya Furqon saat seorang dokter lelaki keluar dari ruangan
"Untung saja jumlah obat bius yang di hirup pasien tidak banyak, jadi tidak mengganggu pada pasien dan janin. Tapi kita juga harus menunggu perkembangan selanjutnya, jadi pasien akan kami pindahkan ke ruang rawat, silahkan lengkapi administrasi dulu" Jelas dokter Abrio
Furqon melengkapi berkas yang di perlukan, setelahnya dia menuju ke kamar VIP tempat istrinya di rawat.
drtt.. drtt..
Sebuah panggilan dari Mamak menghentikan langkah Furqon, dengan sedikit ragu Furqon menjawab panggilan itu
"Assalamu'alaikum" sapa Furqon
"Waalaikum salam, Furqon gimana keadaan kalian? "
"Alkhamdulilah baik mak, jangan khawatir"Furqon berusaha menutupi keadaan Intan sebenarnya tanpa berbohong
" Ya sudah kalau begitu, perasaan Mamak kok tiba-tiba gak enak, takut terjadi apa-apa pada kalian"
"Gak pa pa mak, jangan khawatir, gimana Aathif mak? " Furqon berusaha mengalihkan pembicaraan
"Dia sudah gak demam, itu lagi main sama Kartika"
"Oh syukurlah, jangan boleh capek ya mak abangnya"
"Ya udah kalau gitu, Assalamu'alaikum"
"Waalaikum salam"
Furqon masuk ke kamar, terlihat Sindy duduk disebalah Intan yang masih belum sadarkan diri, sedang Kristin duduk di sofa
Furqon melihat keadaan Intan sebentar dan pamit ke mushola, pasalnya waktu ashar segera habis, Sindy pun juga ikut bersama Furqon dan meninggalkan Intan pada Kristin.
Setelah menjalankan sholat ashar mereka berdua segera kembali ke kamar Intan, namun langkah Sindy terhenti kala melihat seseorang yang dia kenal
"Mas Furqon, coba lihat itu siapa? " Sindy memanggil Furqon yang sudah mendahuluinya
Furqon kembali mundur dan melihat pada seseorang yang ditunjuk Sindy
Rahang Furqon seketika mengeras dan melangkah menuju pada orang itu, Sindy juga mengikuti Furqon
"Akhirnya kita bertemu juga" Ucap Furqon sarkas
__ADS_1
Dan orang yang di sapa pun menoleh kaget
"Mas Furqon, Sindy"