KU BALAS PERSELINGKUHAN SUAMIKU

KU BALAS PERSELINGKUHAN SUAMIKU
PERSIAPAN PRESENTASI


__ADS_3

"Aku ada presentasi di kantor hari ini, aku ganti baju dulu. Mas yang mengantar Fahmi ke sekolah kan?" kataku usai menghabiskan suapan sarapan kami.


"Presentasi apa,an?


Mas Bayu tertawa, namun ada ku lihat ada rasa kaget juga saat mendengar perkataanku tadi. Aku yakin dia tak menyangka, aku yang baru bekerja dua hari sudah presentasi segala.


Aku tak menjawab sambil mengibaskan tangan agar Mas Bayu cepat mengantarkan Fahmi. Kuselesaikan riasan wajahku dengan cepat, lalu lekas keluar dari kamar.


"Mama amazing, lebih cantik lagi hari ini." Fahmi memujiku dengan berlebihan, aku tahu dia sengaja berbuat begitu di depan ayahnya.


"Mama, peluk aku dulu" Fahmi merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukanku.


"Makasih sayang. Mama berangkat kerja dulu ya. Ayah yang akan mengantarkan kamu hari ini." aku mengusap kepala putraku lembut.


Mas Bayu menggeleng melihat tingkah anaknya. Namun dapat kulihat dia menatapku terkesima juga. Semoga dia lekas sadar bahwa aku masih punya pesona diri, berharap aku bisa melihat lagi pancaran cinta di matanya untukku.


Aku menghampiri ibu mertua yang masih menyelesaikan sarapan paginya. Nampaknya dia sedang tak enak makan kali ini.


"Bu, Hani berangkat kerja dulu, doakan semoga presentasiku lancar hari ini. Semoga pekerjaan Mas juga di mudahkan." Aku meraih tangan Mas Bayu lalu mengecup punggung tangannya.


Aku cukup senang Mas Bayu mengantarku sampai teras rumah.

__ADS_1


Ragu, pria yang sejujurnya masih sangat aku cintai itu mengecup pucuk kepalaku. Aku memejamkan mata, entah masih berapa lagi lagi saat-saat membahagiakan ini bisa aku pertahankan.


"Titip Fahmi" lirihku sendu pada Mas Bayu sebelum aku berlalu menuju mobilku.


Dari kaca spion aku masih bisa melihat suamiku masih terpaku menatap kepergiaan ku lama. Hatiku bersorak bahagia, mungkin kah dia mulai menyadari arti diriku baginya dan merasa bersalah telah membagi hati dengan wanita lain? Aku berharap semoga itu yang dia rasakan kini.


****


"Jangan membuatku malu, Bos sudah memberimu kesempatan untuk presentasi hari ini. Aku sampai bengek juga yang mengajari kamu, awas kalau tidak lolos." Luluk mengancam ku sambil menahan tawa, kami sedang bersiap untuk uji coba presentasi di hadapan atasan pagi ini.


"Iyaa, aku tidak akan menyia-yiakan kesempatan. Aku sudah siap" jawabku yakin sambil berjalan memasuki ruang meting di kantor kami.


Aku menenangkan hati, menyakinkan diri harus bisa menyajikan prensentasi terbaik pada kesempatan yang sangat berharga ini. Aku tidak boleh gagal, jika gagal maka tertutup sudah jalanku untuk membuktikan diri jika aku tak kalah bernilai dari Dini, wanita yang sedang di puja suamiku.


Teman-teman ku satu team denganku dan Luluk satu persatu memasuki ruang meting juga.


"Silahkan di mulai, Bu, saya menghargai rekomendasi Bu Sarah karena melihat riwayat ibu waktu dulu pernah bekerja disini. Saya beri satu kesempatan, saya mau lihat dulu konsep Bu Hani." Pak Kevin memberi instruksi padaku.


Aku hanya mengangguk sopan seraya mengucapkan terima kasih. Tidak akan aku sia-siakan kesempatan ini, hanya dengan lolos uji coba ini besok aku bisa ikut serta presentasi untuk merebut tender, menjadi rekanan branding bagi perusahaan Mas Bayu.


Dengan penuh percaya diri aku paparkan detail konsep ku agar team perusahaan kami menang tender merebut proyek branding produk perusahaan Mas Bayu bekerja. Sukses menang tender, Itulah impian ku terbesar saat ini, itu yang akan menjadi jalan untuk membalas wanita penggoda suamiku dengan cara yang cantik, tanpa harus melabraknya dengan cara yang kasar seperti yang sering di lakukan para istri saat mendapati suaminya selingkuh dengan wanita penggoda.

__ADS_1


Dengan penuh percaya diri ku sampaikan secara rinci gambaran pemikiran dan rencana ku. Tidak ku sangka, usai presentasi Pak Kevin tersenyum lebar sambil berdiri tegap memberi tepuk tangan untukku dan teamnya Luluk, Alhamdulillah pimpinan kami itu sangat puas dengan melihat percobaan presentasiku.


"Sudah bagus nanti saya tinggal menambahkan sedikit di proposalnya. Nanti perbaiki sedikit sama Bu Luluk, usahakan yang terbaik besok untuk presentasi" Pak Kevin mengapresiasi hasil presentasi ku.


Aku mengangguk senang. Tak henti aku berucap syukur dalam hati, mataku mulai berkaca, ku peluk Luluk dengan rasa senang tiada terkira. Sahabatku itu mengusap punggung ku ikut terharu.


"Jangan sampai membebani diri hingga lupa dengan kebahagiaan mu sendiri. Jika memang Bayu benar-benar pria yang baik, dia akan menerima mu dengan segala kekuranganmu." Luluk berbisik seraya mengurai pelukan ku.


"Iya, kamu benar. Hanya saja suamiku lagi tergoda sama wanita yang lebih cantik dan menarik, itu yang membutakan hatinya untuk melihat sisi baik ku selama ini." lirihku.


"Aku tidak sabar ingin ketemu Dini besok. Aku ingin lihat secantik apa dia itu." Luluk menggerutu kesal, membuatnya sedikit konyol.


"Wanita itu akan tetap tampil cantik dan smart meski usianya sudah kepala empat, apalagi dia masih single," tuturku.


"Iya sih, tapi cantik itu tidak hanya smart, tapi karakter dan attitudenya juga harus bagus. Percaya lah... kamu sudah lama jadi ibu rumah tangga tulen, kamu lebih hebat darinya dan lebih berpengalaman, punya banyak nilai plus." Sarah menyakinkan ku untuk tetap percaya diri.


"Kamu lebih banyak pengalaman hidup, aku tak salah berkeluh kesah padamu. terima kasih sudah memberi bahu untuk ku bersandar" Aku tersenyum hangat, merasa beruntung punya sahabat sebaik Luluk saat rumah tangga ku di ujung tanduk.


"Is't oke. Dulu, kamu malah lebih banyak membantuku bangkit dari keterpurukan. Sudah, tidak usah melow. Besok dandan yang cantik, kita akan kalahkan wanita idaman suamimu itu, oke?" Sarah terus membangkitkan ke yakinan diriku untuk tidak terpuruk.


Aku mengangguk semangat. Sudah terbayang dalam benak ku. Ketika besok Mas Bayu melihat ku saat tampil presentasi di perusahaannya, dia akan ingat kembali masa di waktu pertama kali dia tertarik untuk menjadikan aku pendamping hidupnya.

__ADS_1


Dulu aku di pertemukan dengan Mas Bayu saat lelang tender branding produk yang di tangani pria rupawan itu. Aku dan Luluk memenangkan tender. Jadilah aku sering bertemu dengan Mas Bayu untuk mengerjakan proyek bersama. Dia mengangumi kepiawaian ku dalam menciptakan branding produk di perusahaannya sehingga marketnya berkembang pesat dan karirku melejit.


Sebuah perkenalan yang berkesan karena kami tertarik bukan karena fisik semata. Aku melihat sosok Mas Bayu kala itu sebagai pria yang bertanggung jawab tinggi pada pekerjaannya hingga aku berfikir layak untuk dijadikan imam keluarga yang juga bertanggung jawab pada keluarga kecil kami nantinya. Tapi kini ternyata.... Setega itu dia ingin menduakan, aku bukan lagi ratu di hatinya, ada Dini disudut terdalam hatinya.


__ADS_2