
Dimas bangun hanya setelah dia dipanggil oleh ibunya untuk sarapan, dengan wajah mengantuk Dimas pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka kemudian duduk di depan meja makan yang telah disediakan makanan di atasnya. Dimas dan orang tuanya makan dengan tenang dan menghabiskan makanan dengan cepat, setelah selesai makan keluarga tiga orang itu berbincang bincang singkat mengenai beberapa hal yang tidak penting.
Setelah Dimas kembali ke kamarnya, Dimas membuka antrian realisasi virtual dan mengkonfirmasi reaktor fusi nuklir yang telah selesai. Reaktor fusi nuklir memiliki bentuk yang hampir sama dengan reaktor yang ada di dada Tony Stark saat dia melawan ketua keluarga berencana yaitu Thanos di planet Titan, hanya saja reaktor fusi nuklir di tangan Dimas tidak memiliki teknologi nano di dalamnya.
Dengan reaktor fusi nuklir ini tempat perlindungan mereka akan dapat terus mendapatkan listrik yang berlebih bahkan jika generator di tempat perlindungan mereka mati. Energi yang ada di reaktor fusi nuklir juga cukup untuk menyediakan listrik di tempat perlindungan mereka selama sebulan sebelum akhirnya perlu diganti, namun dengan Dimas yang memiliki laboratorium teknologi maka Dimas bisa membuat reaktor fusi nuklir lainnya tanpa perlu bahan apapun hanya dalam 7 jam.
Dimas membawa reaktor fusi nuklir di tangannya menuju tempat generator berada, dia bermaksud untuk mematikan generator dan membiarkan reaktor fusi nuklir yang menghasilkan listrik di tempat perlindungan. Dengan begitu bahan bakar yang digunakan seharusnya digunakan untuk generator akan bisa disimpan untuk kendaraan atau transaksi dengan orang lain nantinya. Dimas meletakan reaktor fusi nuklir di stabilizer listrik dan mencabut kabel yang terhubung dengan generator, reaktor fusi nuklir menempel dengan erat di stabilizer listrik dan menggantikan generator dalam menyediakan listrik. Bunyi generator yang nyaring berhenti namun listrik masih menyala dengan dukungan reaktor fusi nuklir.
Dimas mengangguk puas dan meninggalkan ruang generator, saat Dimas membuka pintu Dimas melihat ayahnya sedang memakai pakaian pelindung yang sepenuhnya tertutup dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Mau kemana yah" Dimas bertanya kepada ayahnya.
Pakaian pelindung sangat diperlukan saat keluar, meskipun suhu saat ini sudah turun dan mencapai suhu normal tapi ada kemungkinan hujan asam terjadi setelah tabrakan meteor. Meskipun hujan asam tidak akan membuat manusia terkorosi seperti di film film namun asam mengenai kulit membuat kulit iritasi dan jika tidak diatasi dengan benar bisa menyebabkan infeksi.
Belum lagi kualitas udara yang saat ini dipenuhi abu vulkanik dan asap pembakaran yang tidak baik untuk paru paru jadi perlu untuk memastikan tidak menghirup kedua hal ini.
__ADS_1
"Aku akan pergi melihat mobil rv yang sebelumnya telah kita modifikasi, apa yang kau lakukan di ruang generator?" Ayah Dimas menjawab dan kemudian mengajukan pertanyaan.
Dimas tidak menyembunyikan apapun, dia membuka membuka pintu ruang generator lebih lebar dan menunjuk ke generator yang mati "aku mengganti generatornya dengan yang lebih kuat dan lebih ramah lingkungan".
Ayah Dimas akhirnya menyadari bahwa bunyi generator yang sebelumnya nyaring tidak lagi ada, namun listrik di tempat perlindungan masih menyala. Ayah Dimas kemudian masuk ke ruang generator dan melihat reaktor fusi nuklir diatas stabilizer listrik memancarkan cahaya biru redup.
"Ini yang kau buat? Apa ini?" Ayah Dimas bertanya kepada Dimas sambil menunjuk reaktor fusi nuklir itu.
"Reaktor fusi nuklir, jika ukurannya diperbesar sampai seukuran generator biasa maka listrik yang dihasilkan cukup untuk sebuah kota kecil" Dimas memperkenalkan dengan bangga, dia mengangkat sedikit kepalanya dan membusungkan dadanya seolah olah menyombongkan diri.
"Dari mana kau belajar cara membuat fusi nuklir, dan juga dari mana bahan bahan pembuatannya berasal" Ayah Dimas meraih bahu Dimas dan menatapnya dengan serius.
"Aku membaca banyak hal mengenai penelitian fusi nuklir sebelumnya, sedangkan untuk bahan bahannya aku hanya mengekstraknya dari peralatan bekas" Dimas tidak ingin mengungkap masalah laboratorium kepada orang lain termasuk ayahnya jadi Dimas memilih untuk berbohong.
Ayahnya tidak tau bahwa Dimas telah membohonginya, sejak dulu Dimas dan kakaknya memang sering bermain dengan barang barang bekas dan setelah beberapa hari barang bekas tersebut digantikan dengan berbagai hal dalam bentuk padat, cair, dan gas yang terlihat berbahaya. Untuk bagaimana Dimas membuatnya dia bahkan lebih tidak ingin tau, penjelasan Dimas hanya akan membuatnya merasakan kesenjangan antara dirinya dan anaknya.
__ADS_1
Ayah Dimas merasakan kakinya melunak karena mendengar perkataan Dimas, untungnya Dimas dengan sigap menopang tubuh ayahnya dan membawanya ke ruang tengah untuk membiarkan ayahnya beristirahat. Dimas membantu ayahnya melepas pakaian pelindung dan meletakkannya di sofa ruang tengah. Ibu Dimas juga di ruang tengah segera menghampiri mereka berdua, wajahnya terlihat cemas karena yang dia tau ayah Dimas akan keluar untuk mengecek mobil rv mereka namun tiba tiba dia kembali dengan bantuan Dimas.
"Apa yang terjadi" Tanya ibu Dimas.
Dimas yang ditanya oleh ibunya langsung saja menceritakan tentang apa yang terjadi dari dia menggunakan reaktor fusi nuklir sampai dengan pertemuan dengan ayahnya di depan ruang generator.
Sekitar 15 menit setelah Dimas selesai menceritakan apa yang terjadi kepada ibunya saat ini Dimas telah berada tepat di luar tempat perlindungan. Kedua orang tua Dimas sedang merosot di sofa ruang tengah setelah mengetahui Dimas membuat reaktor fusi nuklir, meskipun itu hal yang bagus untuk mengembangkan reaktor fusi nuklir namun tetap saja merupakan hal yang berbahaya. Bisa dibayangkan jika reaktor gagal dibuat dan meledak, untuk hukuman Dimas disuruh untuk mengecek mobil rv mereka menggantikan ayahnya.
Sayangnya orang tua Dimas tidak mengetahui bahwa reaktor fusi nuklir dibuat di laboratorium di benaknya, jadi tidak ada resiko sama sekali saat Dimas meneliti dan membuat reaktor fusi nuklir. Dimas menggelengkan kepalanya, lagipula dia tidak ingin siapapun tau keberadaan laboratorium di benaknya, Dimas melihat ke sekeliling dan mendapati beberapa perbedaan dari sebelum dia masuk ke tempat perlindungan seminggu yang lalu.
Dimas berjalan menuju halaman depan rumah dan memperhatikan bekas tabrakan serpihan meteor yang dia ambil sebelumnya tumbuh pohon kecil di tengah retakan tersebut. Karena merasa tertarik Dimas akhirnya mendekati pohon kecil itu.
[Ditemukan bahwa pohon di depan host adalah benih sarang ras zerg, disarankan untuk mengamankan pohon tersebut ke dalam laboratorium]
Dimas baru saja akan menyentuh daun dari pohon kecil di depannya dan suara Lunar langsung terdengar di otaknya, bersamaan dengan itu pengetahuan mengenai ras zerg segera ditambahkan ke otak Dimas agar dia tidak salah mengambil tindakan. Dimas sendiri masih tercengang dengan peringatan dari Lunar, tangannya yang sudah terulur segera ditarik kembali.
__ADS_1