Laboratorium Teknologi

Laboratorium Teknologi
Simulasi Pertempuran Zerg 2


__ADS_3

Sepuluh orang tentara itu bergerak meninggalkan ruang tempat mereka berada sebelumnya dan bergerak ke pintu masuk bunker. Meskipun zerg masuk ke bunker ini tapi dari arah datangnya zerg ini mereka dapat memastikan bahwa mereka tidak datang dari pintu masuk yang mereka lalui tapi kemungkinan telah berada di salah satu tempat di bunker ini atau ada jalan masuk lain yang mengarah ke bunker ini.


Para tentara bergerak dengan cepat, bahkan karena mereka menggunakan armor mekanis yang memperkuat kinerja tubuh mereka membuat dapat bergerak dengan cepat meninggalkan para zerg yang ada di belakang. Setelah beberapa menit berlari sambil menembaki beberapa zerg yang muncul dari depan akhirnya para tentara sampai di tempat pintu masuk bunker dan segera keluar dari bunker itu kemudian menutup pintu bunker rapat rapat. Beberapa detik setelah pintu bunker ditutup rapat beberapa bunyi benturan dan bunyi besi yang bergesekan terdengar dari dalam bunker tersebut, meskipun ketebalan pintu besi yang menjadi pintu masuk bunker sangat tebal namun saat mendengar suara suara tersebut tetap membuat mereka tidak nyaman dan khawatir pintu bunker akan dijebol pada detik berikutnya.


"Ayo pergi dari sini, cepat atau lambat pintu bunker akan dijebol oleh para zerg ini" Salah satu tentara berkata.


Yang lainnya mengangguk dan berkata "Itu benar, indera zerg sangat peka sehingga bahkan jika mereka tidak dapat membobol pintu bunker mereka pasti akan mencari jalan lain dan datang kesini"


Akhirnya para tentara hanya bisa berlari untuk menghindari para zerg, mereka tidak memiliki jalan lain karena jumlah zerg sangat banyak dan seperti tidak ada habisnya sedangkan jumlah mereka hanya sepuluh orang dan persediaan terbatas. Di ruang penelitian perangkat VR Dimas yang melihat tindakan para tentara menghela nafas panjang, tindakan mereka yang terus melarikan diri seperti ini membuatnya sedikit kecewa. Jika semua tentara mereka seperti ini dimana saat terdesak mereka akan melarikan diri hal ini bisa dianggap sebagai kekalahan, jika di dunia nyata ada segerombolan zerg yang menyerang tempat perlindungan namun karena kekalahan jumlah membuat para tentara melarikan diri maka mereka telah mengorbankan nyawa banyak orang untuk keselamatan mereka.

__ADS_1


"Sempati, tingkatkan level zerg ke level 3" Dimas berkata kepada kecerdasan buatan Sempati yang mengatur dunia virtual.


"Level zerg ditingkatkan ke level 3" Suara laki laki datang dari pengeras suara yang ada di ruang penelitian tersebut.


Ilmuwan lain yang juga ikut meneliti perangkat VR tersebut terkejut dengan yang dilakukan Dimas, meskipun itu hanyalah dunia virtual dan bukan dunia nyata namun apa yang dilakukan Dimas masih terlalu ekstrim. Zerg level 2 adalah empat kali lebih kuat dari zerg level 1 yang sebelumnya mereka lawan sedangkan zerg level 3 adalah empat kali kekuatan zerg level 2, jadi bisa dibilang zerg level 3 enam belas kali lebih kuat dari zerg level 1, meskipun senjata elektromagnetik masih dapat membunuh mereka dengan mudah namun saat zerg akan lebih sulit membidiknya karena kecepatannya juga meningkat.


"Profesor Dimas, kenapa menaikan level zerg secara tiba tiba?! Ini akan membunuh karakter para tentara" Salah satu ilmuwan berkata dengan panik kepada Dimas.


Bisa dibilang Dimas yang meningkatkan level zerg secara tiba tiba ini berniat membiarkan mereka mati di dunia virtual ini. Meskipun tugas yang yang diberikan oleh Dimas kepada mereka adalah bertahan hidup selama mungkin namun tujuan dari pengujian ini adalah membiarkan para tentara ini mati sehingga memahami sendiri kengerian zerg. Pengaturan rasa sakit yang disimulasikan adalah 100% yang mana rasa sakit ini sama dengan yang ada di dunia nyata, hal ini artinya jika para tentara ini mati maka meskipun tubuh mereka tidak ikut mati namun mereka tetap akan tetap merasakan rasanya mati saat itu.

__ADS_1


Dimas melihat ke arah sepuluh tentara yang terus berlari di atas perangkat VR itu, kali ini gerakan mereka lebih lancar daripada saat sebelum mereka mencapai bunker, hal ini karena di dalam dunia virtual tersebut mereka mengenakan armor mekanis yang sangat membantu mereka bergerak dengan cepat meskipun badai salju masih terus berlangsung. Meskipun mereka bergerak lebih cepat namun sebelumnya Dimas sudah memerintahkan Sempati untuk meningkatkan level zerg ke level 3 membuat semua zerg bertambah ukurannya dan seluruh aspek, kekuatan dan kecepatan mereka bertambah sehingga para zerg yang sebelumnya ditinggalkan dengan jarak yang sangat jauh oleh para tentara mulai mulai memperpendek jarak dengan cepat.


"Zerg di belakang kita bertambah cepat, apa yang harus kita lakukan sekarang?" salah satu tentara melihat gerombolan zerg di belakang mulai memperpendek jarak berkata dengan cemas kepada yang lainnya.


Yang lain segera memperhatikan hal itu dan ikut cemas seperti tentara pertama yang melihat hal tersebut, mereka mempercepat lari mereka namun jarak tetap diperpendek dengan cepat. Tidak sampai 1 menit mereka berlari, zerg sudah berada tepat di belakang mereka dan sepuluh tentara itu harus menghalangi para zerg ini terus mendekat dengan menembaki mereka menggunakan senjata elektromagnetik.


"Kenapa zerg ini menjadi lebih besar dari sebelumnya? Mereka juga lebih cepat dan kulit mereka menjadi lebih keras sehingga senjata elektromagnetik tidak lagi langsung membunuh mereka?" Para tentara bertanya dengan perasaan bingung dan panik yang bercampur menjadi satu.


Salah satu zerg yang berada paling depan melompat ke depan dan berhasil menjatuhkan salah satu tentara yang berada di bagian belakang, tentara terjatuh dan segera dikelilingi oleh banyak zerg disekitarnya, tentara itu panik dan segera menembak dengan putus asa di arah yang acak namun karena jumlah zerg yang sangat banyak tentara itu segera kewalahan dan senjata elektromagnetik terlepas dari tangannya. Gigitan dan cakaran segera dilakukan oleh para zerg ini, meskipun tentara itu menggunakan armor mekanis namun cakar dan rahang zerg yang bahkan dapat menembus pintu bunker dapat dengan mudah menghancurkan armor mekanis yang hanya terbuat dari paduan titanium tipis. Tentara itu dengan cepat tercabik menjadi beberapa bagian, bahkan saking cepatnya dia tidak dapat mengeluarkan teriakan sama sekali.

__ADS_1


Di ruang penelitian perangkat VR, tentara yang sebelumnya tewas dibagi menjadi beberapa bagian oleh zerg di dunia virtual berteriak kesakitan karena pakaian sensor saraf yang dikenakannya mensimulasikan rasa sakit dari setiap gigitan dan cakaran yang dilakukan oleh para zerg di dunia virtual itu. Untungnya saat karakternya di dunia virtual benar benar mati semua rasa sakit itu menghilang seketika hanya menyisakan tentara itu bernafas dengan berat dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. 


__ADS_2