
Kerumunan zerg dengan cepat mengepung rumah keluarga Dea dan masuk melalui pintu dan jendela yang ada di rumah tersebut. Zerg yang pertama masuk ke rumah adalah semut yang menjebol pintu belakang rumah yang mana segera diikuti oleh zerg lainnya. Salah satu zerg pergi ke ruangan tempat pintu kayu menuju ke bawah berada dan melihat pintu kayu di lantai baru saja ditutup oleh tentara bergegas ingin menyusul tentara itu namun sebelum zerg itu bergegas maju sebuah ledakan langsung menghancurkan tubuhnya bahkan menghancurkan rumah keluarga Dea.
Efek ledakan menyebar ke seluruh rumah membuat semua zerg di dalam rumah tersebut langsung terbunuh, bahkan dinding beton bergetar hebat sampai akhirnya menyebabkan rumah itu runtuh rata dengan tanah. Tidak ada efek seperti kebakaran setelah ledakan tersebut karena saat ini oksigen menipis yang membuat manusia bahkan agak sulit untuk bernafas.
Dimas dan keempat tentara yang bersamanya merasakan tanah bergetar saat rumah akhirnya roboh mengubur mereka semua di ruang bawah tanah ini, keluarga Dea yang ada di tempat perlindungan pribadi milik mereka juga merasakan tanah yang bergetar dan berpikir itu adalah gempa.
"Yang tadi bukan gempa kan? Selama ini kita tinggal di pulau Kalimantan tidak pernah mengalami gempa" Saat tanah berhenti bergetar Dea keluar kamar bersama adiknya bertanya kepada ayah dan ibunya yang juga keluar dari kamar mereka karena getaran tersebut.
"Sepertinya bukan gempa, dari suara keras tadi kemungkinan ada sebuah rumah yang roboh sehingga tanah jadi bergetar" Ayah Dea menjawab pertanyaan Dea.
"Apakah monster semut itu?" Dea tanpa sadar menciutkan lehernya dan bergumam dengan suara kecil.
Beberapa hari yang lalu saat keluarga Dea ingin pergi ke tempat perlindungan resmi untuk berdagang beberapa sayuran hasil panen mereka dengan persediaan seperti bahan bakar atau yang lainnya mereka harus mengurungkan niat mereka setelah melihat beberapa monster semut seukuran orang dewasa berkeliaran di sekitar rumah mereka. Untungnya saat itu ayahnya segera menutup mulut Dea agar tidak berteriak dan membawanya kembali ke tempat perlindungan pribadi keluarga mereka.
__ADS_1
Saat Dea mengingat penampilan monster yang dia lihat sebelumnya dari pintu masuk tempat perlindungan mereka terdengar bunyi seperti mencakar pintu besi. Tidak ada yang berani bergerak setelah mendengar bunyi seperti cakaran dari pintu masuk tempat perlindungan, bunyi itu terus terdengar sampai sampai Dea dan keluarganya berkeringat dingin karena takut itu adalah monster semut yang menemukan tempat perlindungan mereka.
Dea menutup mulutnya dan mulut adiknya sambil berjalan dengan pelan ke pojok ruangan, Dea mendengarkan bunyi itu dan menemukan ada dua macam bunyi yaitu panjang dan pendek. Dea mengambil ponselnya dan membuka aplikasi catatan untuk mencatat bunyi panjang dengan sebuah garis dan bunyi pendek dengan sebuah titik, kebetulan Dea memahami kode morse dan segera menerjemahkannya untuk mendapati arti kode morsenya adalah "Dimas" yang merupakan nama teman sekelasnya.
Setelah memastikan beberapa kali bahwa terjemahannya memang benar Dea menjadi bersemangat dan menatap ke arah orang tuanya.
"Ayah, ibu, bunyi yang seperti cakaran itu adalah kode morse, aku menerjemahkannya dan kode morsenya adalah nama Dimas. Kemungkinan yang membuat bunyi itu bukanlah monster semut yang kita temui beberapa hari yang lalu tapi Dimas temanku yang berjanji menukar generator dan pemanas ruangan sebelumnya" Dea menunjukan kode morse yang dicatat di ponselnya dan terjemahannya kepada kedua orang tuanya.
"Apa kau yakin itu benar benar kode morse dan bukan cakaran dari monster semut itu?" Ibu Dea bertanya kepada Dea.
"Monster semut waktu itu memiliki tiga pasang kaki dimana dia bisa berjalan dengan sepasang kakinya saja dan dua pasang lainnya digunakan sebagai tangan, jika yang di depan adalah monster semut itu maka bunyi carakan yang dihasilkan akan lebih banyak namun nyatanya bunyi carakan di pintu masuk tampak seperti dilakukan oleh satu benda yang kemungkinan merupakan goresan dari senjata pertahanan diri yang dibawa temanku…" Dea terus menjelaskan dan meyakinkan kedua orang tuanya sampai akhirnya ayah Dea memutuskan untuk membuka pintu masuk tempat perlindungan mereka.
Dengan sebuah kapak digunakan untuk pertahan diri ayah Dea membuka sedikit pintu dan mengintip bagian luar. Dia melihat bahwa yang membuat bunyi seperti cakaran di luar adalah Dimas yang menggoreskan pisau ke pintu masuk tempat perlindungan dan di belakang Dimas adalah empat orang tentara dengan senjata api di tangan mereka. Ayah Dea segera membuka pintu masuk lebih lebar dan menyuruh mereka semua masuk sebelum menutup kembali pintu masuk tempat perlindungan dengan pelan.
__ADS_1
Dimas dan keempat tentara yang akhirnya masuk ke tempat perlindungan akhirnya bisa bernafas lega, bahkan Dimas yang telah lepas dari keadaan tegang merasakan kakinya menjadi melunak sehingga harus duduk di tempatnya. Zerg memiliki pendengaran yang sangat tajam jadi Dimas menyuruh keempat tentara untuk tidak bersuara, bahkan Dimas hanya berani menggores pintu masuk yang membuat bunyi mirip cakaran dan membuat kode morse menggunakan bunyi itu.
"Om Haris, terima kasih sudah membukakan pintu masuk ke tempat perlindungan keluarga om" Dimas berkata kepada ayah Dea.
"Tidak masalah, ayo ke ruang tengah terlebih dahulu" Ayah Dea membantu Dimas berdiri dan mengajak Dimas dan para tentara ke ruang tengah.
Di ruang tengah Dimas dibantu oleh ayah Dea kembali duduk di salah satu sofa, Dea juga melihat bahwa yang datang memang Dimas segera mengambilkan segelas air putih untuk Dimas dan duduk di samping Dimas.
"Dimas, bagaimana kau bisa sampai ke tempat perlindungan kami dengan keadaan seperti orang yang baru lolos dari kejaran pembunuh seperti ini? Apa kau bertemu monster semut saat kesini?" Dea melihat bahwa Dimas terlihat sedikit pucat bertanya kepada Dimas.
"Monster semut? Itu zerg, ada ribuan zerg yang sekitar tempat perlindungan kalian dan kemungkinan ada sarang zerg tidak jauh dari sini" Dimas berkata kepada Dea yang langsung membuat Dea dan keluarganya terkejut mendengar bahwa monster semut yang disebut oleh Dimas sebagai zerg itu mencapai ribuan dan berkeliaran di sekitar tempat perlindungan.
Kemudian Dimas tanpa memperhatikan keluarga Dea yang terkejut dengan adanya ribuan, Dimas secara langsung mengetuk jam tangan khusus di tangannya sebanyak dua kali menyebabkan tampilan holografik dari tampilan awal ponsel muncul menggantung di udara. Dimas mengetuk aplikasi itu dengan jarinya kemudian melepaskan bagian kepala jam dan meletakkannya ke atas meja yang langsung membuat meja menjadi tempat dimunculkannya peta 3D dari Bumi.
__ADS_1
Keluarga Dea menjadi lebih terkejut dengan tampilan holografik yang dihasilkan oleh jam tangan Dimas bahkan bertanya tanya apakah mereka berkhayal atau semacamnya. Bukan hanya keluarga Dea, para tentara juga terkejut dengan tampilan holografik milik Dimas namun mereka dengan cepat kembali ke ekspresi semula. Mereka melihat Dimas mengoperasikan proyeksi holografik dari Bumi yang sebelumnya bulat seperti globe menjadi sebuah atlas.
Dimas mengatur agar tampilan atlas yang saat ini memenuhi meja fokus pada posisi mereka sekarang dan melihat dimana serpihan meteor yang kemungkinan merupakan sarang dari zerg yang berkeliaran di luar.