
Semua orang menatap Dimas yang mengoperasikan proyeksi holografik di atas meja dengan sangat mudahnya. Sebagai ilmuwan hebat yang dimiliki oleh negara semua ilmuwan ini telah melihat berbagai proyeksi holografik dari berbagai negara, namun semua proyeksi holografik itu hanya sampah di depan proyeksi holografik milik Dimas. Entah itu dari tingkat realisasi objek atau bahkan teknologi sentuhan yang membuat Dimas dapat berinteraksi dengan proyeksi holografik dengan bebas jauh di depan semua proyeksi holografik manapun yang pernah mereka lihat sebelumnya.
Dimas mengabaikan tatapan semua ilmuwan yang terlihat aneh dan membagikan makalah dan catatan penelitian yang diproyeksikan kepada setiap orang di laboratorium. Semua orang mengambilnya namun tidak merasakan apapun di tangan mereka tapi makalah di tangan mereka selalu mengikuti gerakan tangan mereka seperti halnya kertas asli, salah satu ilmuwan sedikit menekan makalah hasil proyeksi holografik itu dan melihatnya sedikit berkerut membuat semua orang kagum.
"Menurut penelitian saya, ada gen yang saya sebut gen zerg di dalam setiap zerg yang pernah saya teliti. Gen zerg ini bisa dibilang adalah peniru yang sangat handal dimana mereka bisa meniru organisme lain hingga tingkat genetik yang akhirnya membuat bentuk mereka sama dengan organisme yang ditiru"
"Meskipun meniru organisme lain gen zerg tidak akan menghasilkan organisme yang sama dengan yang ditiru, mereka hanya menggunakan organisme ini sebagai bentuk awal dan secara bertahap berevolusi menjadi lebih maju bahkan ada kemungkinan menjadi makhluk dengan kecerdasan tingkat lanjut seperti manusia"
"Untuk asal usul zerg ini sendiri saya menebak bahwa meteor yang menabrak Bumi sebelumnya membawa gen zerg yang akhirnya menyebar di Bumi. Sebelumnya saya telah mendatangi dua tempat serpihan meteor jatuh yang ada di dekat tempat perlindungan pribadi keluarga saya, namun yang saya dapati dari keduanya bukanlah serpihan meteor melainkan pohon dengan urat hijau yang saya sebut sebagai sarang zerg. Saya telah mensimulasikan kembali tabrakan meteor dengan menggunakan video yang saya ambil saat tabrakan meteor terjadi sebagai dasarnya dan mengejutkannya adalah ada ratusan serpihan meteor yang menyebar di seluruh dunia, jika tebakan saya benar maka dalam beberapa tahun para zerg akan terus berkembang dan berevolusi menjadi hal yang benar benar baru dimana mereka akan memiliki niat menyerang yang kuat, perluasan kapasitas otak yang cepat, dan kemungkinan mereka akan mengembangkan kecerdasan tingkat lanjut seperti manusia. Selain itu semakin jauh zerg berevolusi maka gen mereka akan membuat fisik zerg semakin kuat, mereka akan memiliki sisik atau cangkang yang sangat keras, memiliki ketahanan panas atau dingin sampai batas tertentu, bahkan ada kemungkinan untuk menahan serangan senjata nuklir serta ada banyak kemampuan khusus yang belum saya deteksi"
Dimas selesai berbicara dan melihat bahwa ekspresi setiap ilmuwan menjadi sangat jelek untuk dilihat, mereka semua menyadari krisis yang mungkin dihadapi dunia dari apa yang Dimas jelaskan dan juga dari makalah serta catatan penelitian di tangan yang sepenuhnya masuk akal.
__ADS_1
"Apakah gen ini berbahaya bagi manusia? Apakah mereka membawa virus atau semacamnya yang memungkinkan manusia terinfeksi menjadi zerg?" Salah seorang ilmuwan bernama profesor Surya bertanya setelah membaca makalah di tangannya.
Dimas mengangguk dan berkata "gen zerg memang memiliki virus yang memungkinkan untuk menginfeksi makhluk hidup lain termasuk manusia untuk menjadi bagian dari zerg, tapi virus hanya bisa ditanamkan secara langsung oleh zerg dan tidak akan bisa menyebar melalui udara"
"Jadi bisa dibilang bahwa gen zerg ini memiliki virus seperti virus zombie yang ada di film yang mana jika terkena gigitan atau cakarannya maka akan terinfeksi?" Tanya ilmuwan lainnya yaitu profesor Eko.
Dimas memberikan anggukan sebagai jawaban. Meskipun Dimas tidak mengatakan apapun namun karena dia menganggukan kepala hal itu membuat semua orang memiliki beberapa ketakutan.
Saat para ilmuwan masih mencerna apa yang dijelaskan oleh Dimas suara tabrakan terdengar dari kandang besi yang mengurung kedua zerg yang membuat semua orang kaget. Seorang ilmuwan yang lebih berani mengambil tongkat panjang yang disiapkan untuk membuka kain hitam yang menutupi kandang, pemandangan di dalamnya adalah kedua zerg saling menggigit dan mencakar seolah keduanya adalah musuh yang telah lama saling dendam dan ingin membunuh satu sama lain.
"Cepat hentikan keduanya, tembak dengan peluru bius kemudian pisahkan keduanya!" Ilmuwan lain berkata dengan panik kepada ilmuwan lainnya.
__ADS_1
Sebuah senapan dengan peluru bius sudah disiapkan di dekat kandang, salah seorang ilmuwan segera mengambil senapan itu dan membidik zerg yang sedang berkelahi di dalam kandang. Peluru bius mengenai salah satu dari keduanya dan membuat perlawanannya melemah, saat ilmuwan itu akan menembakan peluru bius untuk zerg lainnya, zerg itu terlebih dahulu memanfaatkan keadaan dan segera menggigit leher zerg yang terkena bius sehingga kepalanya terputus dari badannya.
Melihat salah satu zerg sudah mati membuat ilmuwan yang memegang senapan bius membatalkan bidikannya, mereka semua memperhatikan bahwa zerg yang tersisa sekarang sedang memakan zerg yang dia bunuh sebelumnya tanpa memperdulikan manusia yang sedang menatapnya dari luar kandang besi.
"Dia melakukan kanibalisme!" Profesor Surya berkata dengan wajah pucat.
Ilmuwan lainnya juga memiliki ekspresi yang sama dengan profesor Surya, bahkan beberapa orang yang tidak tahan dengan adegan kanibalisme yang dilakukan oleh zerg terlihat ingin muntah dan segera mengalihkan pandangan mereka ke arah lain. Untuk Dimas sendiri dia menatap zerg yang memakan zerg lainnya dengan serius kemudian mengambil senapan bius untuk menembak zerg tersebut.
Dimas menembakan tiga peluru bius secara langsung dan membuat zerg tidak sadarkan diri. Tidak ada yang berbicara, beberapa orang termasuk Dimas dengan pelan mendekat kandang besi untuk melihat lebih dekat zerg di dalamnya. Zerg yang sudah mati hanya menyisakan setengah dari tubuh bagian bawahnya mengeluarkan cairan hijau kehitaman yang sepertinya adalah darah dari zerg.
"Mereka kekurangan energi untuk berevolusi sehingga harus memakan sesama untuk memenuhi kebutuhan evolusi" Ucap Dimas dengan suara pelan namun masih bisa didengar dengan jelas oleh semua orang di laboratorium biologi.
__ADS_1
"Sebaiknya pindahkan zerg ini ke kandang besi yang lebih kuat, gunakan kandang besi yang mampu mengurung beberapa beruang untuk mengurung zerg ini, dan biarkan dia tetap di ruangan dingin untuk memperlambat pertumbuhannya" Dimas berbalik menghadap ke arah para ilmuwan dan segera mengeluarkan berbagai perintah kepada mereka.
Meskipun begitu karena Dimas yang tau lebih banyak tentang zerg para ilmuwan ini segera menghubungi tentara di luar dan mengulangi apa yang Dimas perintahkan. Tidak sampai 15 menit kemudian sebuah kandang baru diseret menuju laboratorium, kandang besi yang mampu menahan serangan dari seekor beruang dewasa segera diisi dengan zerg yang terlihat seperti semut seukuran orang dewasa dan ditutup dengan kain hitam untuk mencegahnya melihat pemandangan di luar. Mayat zerg yang tersisa juga tidak disia siakan dan akan dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mempelajari zerg lebih dalam lagi.